
Memerahlah pipi seorang wanita yang sedang duduk di samping lelaki yang sedang mengemudikan mobilnya.
Dalam pikirannya, ia masih ingat kejadian yang sudah lelaki itu sebutkan tadi sewaktu dinner di angkringan.
"Apa aku dulu senakal itu ?" gumamnya pelan.
Meski begitu pelan, nyatanya Praba masih bisa mendengar suara lirih Oca.
"Kenapa kamu baru sadar baby ?"
Oca makin tersipu mendengar jawaban langsung dari mulut lelaki yang kini menjadi suaminya tersebut. Ia sangat ingat dulu pernah dihukum abis-abisan oleh Papanya lantaran ketahuan merokok bersama dengan Bara. Oca kira yang mengadu pada orang tuanya dan orang tua Bara adalah supir Bara, namun kenyataannya ia baru tahu dari mulut suaminya bahwa sang pelaku itu tak lain dan tak bukan Praba sendiri.
"Kamu keterlaluan mas, gara-gara kamu aku dihukum tak boleh main keluar rumah seminggu dan tidak mendapatkan uang jajan !" lirik wanita cantik itu setelah menegur suaminya.
"Hei, itu demi kebaikan kalian berdua," sambil nyengir kuda pria itu menggoda sang istri disampingnya.
Tak tahan dengan tingkah menyebalkan dari Prabasonta, seketika dokter wanita itu mencubit kembali pinggang lelaki yang sedang berkonsentrasi mengemudi tersebut.
"Dek, sabar bentaran dong, kita coba cari hotel terdekat dari sini dulu." Pria itu kemudian menoleh sambil memberikan kerlingan manja ke arah Oca.
Wanita itu tak menjawab, ia hanya memberikan lirikan kesal pada suaminya. Kemudian ia menoleh ke sekeliling jalan raya.
__ADS_1
Jalanan Purwokerto di waktu malam biasa tak sesepi ini. Mungkin karena faktor alam yang terus diguyur hujan menyebabkan banyak anak muda lebih memilih berdiam diri di rumah apalagi di waktu pandemi seperti saat ini.
****
Aston Imperium Purwokerto,
Hotel mewah berbintang 4 yang terletak di pusat kota Purwokerto menjadikan hotel ini sebagai pilihan sang iblis Prabayar menginap bersama istrinya.
Keduanya kini telah melakukan reservasi ruangan, dan tentu saja Praba akan memberikan kartu identitasnya untuk check-in kemudian ditukar dengan sebuah kartu akses sebuah kamar.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu Mas ?" tegur Oca disela ia mengikat rambut panjangnya sebelum membersihkan dirinya.
Ia sangat hafal dengan kebiasaan sang suami yang kini sudah melingkarkan tangannya di pinggang Oca. Permainan bola yang biasanya mereka lakukan itu sudah dinanti-nanti oleh pengacara tampan tersebut.
"Apa kamu tak lelah yank seharian mengemudi ? bersihkan tubuhmu dulu Mas," bujuknya pada sang suami yang sedari tadi memberondongnya dengan serangkaian serangan dadakan.
Leher mulusnya yang kini tak ditutupi oleh sehelai rambut pun menjadi sasaran empuk sang empunya Oca.
"Bagaimana kalau kamu yang membersihkan tubuhku yank," usul sang pangeran tersebut seraya mengangkat tubuh ramping sang istri menuju ke salah satu sudut kamar yang mereka tempati.
__ADS_1
Tak ada penolakan baik halus maupun kasar dari Oca. Melihat hal tersebut membuat sang suami yang sedang berada di puncak tertinggi gunung Himalaya segera merengkuh tubuh indah tersebut kedalam bathtub.
****
Praba, pria dengan sejuta kharisma itu keluar dari tempat kejadian perkara dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya setelah mendapatkan gol pertamanya di malam ini.
Meski begitu, dia sangat menghargai sang wanita. Pria itu tak pernah melampiaskan keinginannya bila sang istri keberatan. Paling dia akan merayunya dengan sekuat-kuatnya.
Ia tak akan gentar untuk sekedar menyusun strategi agar bisa melaksanakan tugas negaranya.
"Oh, sayangku aku sungguh menyerah bila harus berurusan seperti itu padamu !" cibir dari mulut tipis sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Yank itu kan baru babak pertama pada malam ini, akan ada babak kedua dan injury time dari aku nanti," goda Sang suami membalas candaan Oca.
"Kau paling bisa menipuku Mas, karena itu keahlianmu !"
"Tentu saja karena aku adalah Asepmu dek."
####
__ADS_1
Ini karya terbaru dari saya, mohon kunjungan serta dukungannya ya teman-teman š