Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Pertolongan Pertama (2)


__ADS_3

"Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya".


-Steve Jobs


Sambil berlari Oceana menghujat rambutnya dengan sembarangan. Dia tak memperdulikan tatanan awal rambutnya saat ini. Yang jelas dia tak ingin rambut panjangnya akan mengganggunya nanti.


Kemudian dia tiba di ruang periksa yang ditempati oleh pasien yang Tami sebutkan tadi di telepon.


Oca mengamati keadaan sekeliling ruangan tersebut. Hanya ada Tami dan 2 orang perawat lainnya. Karena sebagian dokter memang sedang menangani korban kecelakaan lainnya.


"Dok, pasien tak sadarkan diri dan mengalami henti Jantung" Jelas salah seorang perawat disebelahnya.


Oca mengecek kondisi pasien tersebut dan akan menggunakan defibrilator.


Defibrilator sendiri adalah alat yang digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung yang mengancam jiwa. Jadi, alat ini akan ditempelkan pada dada pasien untuk mengirimkan kejutan berupa listrik ke jantung. Adanya aliran listrik tersebut akan merangsang otot-otot jantung kembali bekerja dengan normal. atau orang awam sering menyebutnya alat pacu jantung.


Oca memegang kedua paddle dari defibrilator tersebut dan akan menggunakannya. Sambil menyambungkan ke monitor yang dilakuan oleh perawatnya Oca sudah bersiap.



Detak jantung pasien masih mengalami penurunan dan sempat berhenti sesaat.


"Mulai 150 Joule, DC shock" Oca mengeluarkan suaranya untuk mengaba aba timnya.


Sesaat setelah mengucapkan kata Shock Oca langgsung memompa dada pasien. Namun tak mengalami perubahan.


"Sekali lagi tambahkan 200 Joule, DC shock" Kini suara Oca makin meninggi setelah gagal pada aksi pertama.


Oca kemudian melirik monitor tersebut, namun lagi lagi usahanya gagal.


"Tenang Oca, Tuhan menyertaimu" Batinnya.


"Naikkan, 220 Joule, DC Shock" Oca kembali mencoba melakukan hal yang sama.


"220 Joule, clear" Oca tersenyum lirih


Syukurlah, akhirnya pasien memberikan respon dari detak jantungnya.


Oca bernafas lega melihatnya, kini dia akan melakukan prosedur bedah besar. Yakni akan mencangkok Alteri untuk dipasangkan ke jantung pasien.


"Persiapkan operasinya, aku akan mengganti pakaian" Perintah Oca.

__ADS_1


Kemudian dengan secepat kilat dia berganti pakaian khusus untuk operasi di samping ruangan observasi tersebut.


Seluruh tim Oca sudah kompak untuk melakukan operasi darurat. Meski hanya memakai peralatan seadanya.


Oca kembali dari ruang ganti dan langgsung mengaba aba timnya untuk pindah tempat ke tempat praktek gigi Alisa. Hanya tempat itulah satu satunya yang cocok untuk operasi dadakan ini.


Mereka berempat kemudian membawa Pasien tersebut lengakap dengan infus yang masih menempel dan juga Defibrilator juga.


Oca dan rekannya kini mendorong pasien yang masih tak sadarkan diri di bed rumah sakit menuju ruangan gigi.


Keadaan Pasien mengalami penurunan kembali, mau tak mau Oca harus merangsang denyut dan irama jantungnya lagi.


"Dok, naiklah... serahkan urusan ini pada kita" Usul Tami meminta Oca naik ke bed pasien untuk mengejutkan jantungnya kembali.


Oca melompat ke atas Bed pasien dan mulai memberi aba aba lagi. Para rekannya siap sedia sambil mendorong bed tersebut ke arah lift.


"200 Joule , Shock" Oca menjalankan kedua paddle alat tersebut.


Mereka merasa kesulitan karena harus berjuang membawa pasien tersebut.


Tak sedikit orang yang melihat mereka merasa iba. Orang orang tersebut mungkin adalah keluarga pasien lain.


Salah satunya adalah Abigail, dia melihat wanita yang sedang dekat dengannya kini berjuang menyelamatkan korban.


Pasien tersebut tak merespon setiap tindakan Oca. "Kita akan menolongnya dengan injeksi Epinephrine" perintah Oca.


Kini Oca telah membuka bagian atas baju operasi pasien dan bersiap menginjeksi di dada pasien.


"Tuhan, lindungi kami" Oca berdoa dalam hati sambil memejamkan mata sebelum menyuntikan obat tersebut.


Oca menghitung dalam hati, "1,2, ... 3" dan Oca menancapkan jarum tersebut ke bagian dada pasien.


Alhasil, detak jantung pasien mengalami peningkatan signifikan. Usaha mereka tak sia sia. Kini pasien tersebut telah masuk kedalam lift untuk turun ke lantai dibawahnya. Orang yang membantu Oca pun masih bersedia menemaninya dan juga Abi akan membantu dalam Operasi kali ini.


Setelah lift terbuka, mereka membawa pasien tersebut ke ruangan yang sudah disediakan. Bed pasien telah sampai dan orang orang yang membatu mendorong tadi tidak diperkenankan masuk ke ruangan operasi.



"Mari kita berdoa menurut kepercayaan masing masing, agar operasi kali ini berjalan lancar" Oca memulai memberi aba aba untuk berdoa.


Selesai berdoa, kini Abi sendiri yang akan menyuntikan Ananstesi pada pasien. Meski tim mereka kurang lengkap, Oca bersyukur masih ada orang orang mau menolong mereka.

__ADS_1


Oca telah memegang pisau bedahnya dan bersiap membedah kali pasien. Oca akan mengambil arteri dari bagian kaki pasien untuk kemudian di tempelkan ke jantung agar dapat membantu mengalirkan darah ke jantung.


Pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke jantung dapat mengalami penyempitan dan pengerasan akibat penumpukan plak pada dinding arteri. Proses penumpukan plak di dinding arteri ini dikenal dengan aterosklerosis.


Kondisi tersebut dapat membuat pembuluh darah tersumbat. Jika penyumbatannya cukup besar hingga mengurangi aliran darah ke jantung secara signifikan, bisa terjadi penyakit jantung koroner.


kini Oca telah mengambil arteri dari bagian kaki pasien dan bersiap untuk membedah jantung pasien.


Oca sudah membuat sayatan di bagian dada pasien.


"Vakum" Oca memberi arahan untuk timnya agar menyedot cairan di daerah sayatan.


"Gunting" Oca meminta gunting untuk memotong arteri yang bermasalah.


🌼🌼


Lama Operasi yang dijalani Oca dan tim sudah memakan waktu lebih dari 3 jam. Kini mereka tinggal membereskan dari proses operasi tersebut. Dan kondisi pasien pun sudah mengalami peningkatan.


Pada umumnya operasi bypass atau coronary artery bypass grafting (CABG) yang memakan waktu kurang lebih 3-6 jam ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah dan oksigen ke jantung.


Selain membantu menurunkan risiko serangan jantung dan meredakan gejala nyeri dada (angina), operasi bypass juga bisa menambah usia harapan hidup pasien penyakit jantung hingga 10 tahun. Namun dengan syarat, setelah menjalani operasi bypass, pasien perlu menjalani gaya hidup sehat dan menjaga kesehatan jantung.


Syukurlah operasi kali ini berjalan lancar. Oca dapat bernapas lega setelah pasien sudah di pindahkan ke ruangan transisi untuk proses perawatan.


Oca telah keluar dari mengganti bajunya, dia sekarang sudah berjalan sejajar dengan Abi untuk melonggarkan semua otot otot dan syaraf nya selama operasi dadakan ini.


"Ini pertama kalinya aku membedah penyakit jantung" Keluh Oca sambil tersenyum pada Abi.


"Kamu hebat" Puji Abi kepada Oca.


Namun tiba tiba ada salah satu pegawai rumah sakit yang memanggil Oca dari arah Lobby. Pegawai tersebut mengenali Oca dari baju yang dia pakai waktu tiba di rumah sakit


"Dokter Oca" Panggil pegawai jaga malam itu.


Oca kemudian menoleh kearah orang tersebut.


"Pacar anda memberikan ini katanya tertinggal di mobil" Jelas Pegawai tersebut memberikan sebuah pouch warna emas dari tangannya.


"Pacar ?" Keluh Oca mengernyitkan dahinya kesal.


"Siapa pacar kamu ?" Tanya Abi penasaran atas jawaban langsung dari mulut Oca.

__ADS_1


"Bukan pacar, Hanya teman yang kebetulan membantuku pergi kemari tadi" Jelas Oca


🍁🍁🍁


__ADS_2