Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Putusan 2


__ADS_3

"Dek kamu memiliki hutang penjelasan pada suamimu ini !" tegur Sang pengacara tampan tersebut dengan berkacak pinggang setelah keluar dari ruang sidang.


Mata Oca menelisik seluruh tubuh sang suami dari atas hingga bawah, ia merasakan tak ada hal yang aneh pada suaminya.



"Penjelasan apa ?"sahut wanita istri pengacara tersebut berbalik bertanya.


Praba tak ingin menunggu lama-lama lagi, ia sudah memendam perasaan yang berkecamuk dalam hatinya. Dengan sedikit tarikan napas untuk mengatur emosinya saat ini.


"Kenapa kamu bisa bersama musuh suamimu ?" sedikit merendahkan nada bicaranya agar tak menyinggung perasaan istrinya, bila sampai Oca tersinggung bisa gagal Permainan bolanya nanti malam.


"Gandhi secara kebetulan menolong aku dan Bara yang membawa Bu Ratih kemari !" jelas Oca sambil berjalan beriringan dengan suami dan Assisten suaminya Gusti.


Dari jauh, Bara sudah menunggu Kakak iparnya. Karena tugas Bara memang untuk melindungi Oca selama suaminya tak bersama dengan Oca.


"Dalam perjalanan kemari, kami memiliki halangan yank ada yang menghadang Mobil Bara !" jelas Kakak ipar Barapathi tersebut.


Ketiganya kini sudah berada di tempat parkir. Ketika Bara ingin membuka pintu mobil untuk Kakak perempuannya, Sebuah tangan tiba-tiba menghadangnya.


"Dia kan pulang bersamaku !" tutur Kakak lelaki Bara dengan tatapan tajamnya.


"Mas, aku kan sudah menjelaskan padamu masalah Gandhi !" Oca memonyongkan mulutnya untuk memprotes sikap Arogan suaminya yang mulai kumat.


"Aku ingin mengajakmu maka siang baby !"


"Alay," entah hanya itu saja sahutan dari mulut Oca sebelum memasuki mobil suaminya yang di supiri oleh Gusti.


🌿🌿


Kilas Balik beberapa waktu sebelumnya.


Oca kemudian menjelaskan secara rinci pada sang suami mulai dari ia membawa Bu Ratih keluar dari Rumah sakit. Ratih ingin menghadiri sidang putusan hari ini, ia memaksa Oca untuk membawanya ke tempat sidang.


Setelah Oca membawa Ratih keluar dari rumah sakit, Bara sudah menunggu mereka berdua diparkiran rumah sakit. Seperti biasa Bara akan menemani sang kakak ipar kemanapun.

__ADS_1


Namun apes bagi ketiganya, Mobil yang dikemudian Bara di cegat oleh sekeliling orang tak dikenal. Bara sudah pasti melindungi kakaknya bagaimanapun caranya.


"Jangan keluar dari mobil kak, apapun alasannya atau bila perlu kakak pergi saja tanpa aku !" ujar Bara sebelum keluar untuk menghajar para preman.


Bara mulai berkelahi dengan sekelompok Preman tersebut. Karena dari sisi jumlah, bara mulai terdesak.


Mau tak mau Oca harus keluar untuk menolong adik iparnya tersebut. Ia sudah tak bisa menahan diri untuk tidak keluar dari mobil Bara.


Sedangkan dari luar, Preman-preman tersebut sudah mendekati mobil yang Oca naiki bersama Ratih. Ketika ada dua orang preman yang mengepung mobil Bara.


Oca membuka pintu mobil Bara dengan sekuat tenaganya secara spontan. Hal tersebut membuat seorang preman yang tepat berada di depan pintu mobil Bara jatuh tersungkur.


Dengan sigap Oca memanfaatkan hal tersebut untuk memukul musuh yang sudah jatuh tersebut. Oca menendang preman yang sudah jatuh tersungkur tersebut. Setalah itu ia tinggal membereskan salah satu lagi.


"Nona, kami tak ingin melukai anda jadi jangan melawan kami hanya disuruh untuk membawa Nyonya Ratih !" Ancam salah satu preman tersebut.


"Ingin membawa pasienku pergi ? jangan mimpi !" bentak Oca dengan suara lantang.


Pria itu tersulut emosinya, ia sudah mengambil kuda-kuda untuk menyerang Oca. Preman tinggi dan berbadan agak kurus tersebut melayangkan sebuah pukulan yang ditujukan pada Oca.


"Aku terbiasa berkelahi, jadi jangan macam-macam dengan aku,"


"Krek.." bunyi Oca memelintir sang preman tersebut. Preman tersebut terlihat kesakitan. Wajahnya meringis ia tampak menahan rasa sakit di tangannya.


Setelah ia merasa cukup menang, Oca kemudian menjegal kaki sang preman tersebut agar ia terjatuh. Dan pertarungan dengan dua orang preman tersebut dimenangkan oleh istri Prabasonta.


Oca segera berlari membantu Bara yang sedang berkelahi. Ia sudah diperingatkan oleh Bara agar tak keluar dari mobil. Namun rasa peduli terhadap sang adik membuatnya melanggar larangan Bara.


Keduanya pun berkelahi dan saling melindungi, Namun karena jumlah musuh yang lebih banyak. Mau tidak mau membuat mereka kesulitan mengatasinya.


Untung saja, datanglah lelaki berparas tampan yang membantu mereka. Lelaki itu dengan sigap menolong mereka berdua tanpa diminta. Hingga akhirnya mereka bisa memukul mundur seluruh preman tak dikenal tersebut.


"Bukankah kau musuh kakakku ?" tegur Bara dengan enggan pada Gandhi, pria tampan yang membantu mereka.


"Aku teman Bu Ratih, meski aku bukan kuasa hukumnya aku dan Bu Ratih masih bisa berteman," jelas Gandhi dengan senyum sumringah.

__ADS_1


"Ayo Bar, waktu kita tak banyak !" seru Oca menarik tangan Bara.


"Oh, by the way makasih ya !" Oca melambaikan tangannya pada Gandhi.


"Sama sama wanita yang gagal kumiliki yang sekarang menjadi istri orang lain !" sahut Gandhi dengan seutas senyum.



Gandhi kemudian mengikuti mobil Bara, ia tak ingin kejadian seperti tadi akan menimpa mereka dalam perjalanan menuju tempat sidang.


"Kau sudah berhutang padaku Prabasonta, aku menyelamatkan istri dan adikmu !" gumam Gandhi dalam kegiatan menyetirnya.


🌿🌿


"Sudah percaya Mas ?" tegur Oca pada suaminya yang mendengarkan ceritanya dengan seksama.


"Belum, sebelum kamu menciumku !" sahut Prabasonta menggoda istrinya.


"Dasar iblis !" maki Oca sambil menjewer telinga sang pengacara.


"Kalian apa bisa jangan membuat aku seperti nyamuk !" tegur Gusti yang duduk didepan sambil mengemudikan. Ia merasa sudah terjebak pada pasangan yang sedang hangat hangatnya.


Ketiganya akhirnya sampai di salah satu Restoran, Praba ingin mentraktir makan siang Oca. Lalu Gusti ?


Gusti disuruh kembali lagi ke kantor oleh Bosnya. Kan Rese banget punya Bos kaya Praba ini. Dia enak enakan kencan dan makan siang malah melupakan karyawan yang selalu menemaninya bekerja.



Keduanya pun menikmati santap siang bersama. Dalam sebuah restoran bernuansa vintage yang sangat kental, keduanya hanyut dalam Senda gurau sambil menyantap makanan yang telah disajikan.


"Mau Resepsi dulu atau bulan madu dulu Dek ?" celetuk Praba tiba-tiba.


TAMAT


🌿🌿🌿

__ADS_1



__ADS_2