
Dua anak manusia sedang duduk bersandar di kursi belakang mobil yang sedang dikemudian oleh supir pribadi dari Russel Anwar.
Masih melekat di sanubari sang suami, yakni Prabasonta Adiwiyata yang akrab Oca panggil Iblis Prabayar adalah kata kata dari sang papa mertua. "Papa ingin kamu menggantikan papa nak !" Masih terngiang di telinga Praba kata kata Russel Anwar.
Iya siang tadi Papa mertuanya mengajaknya ke lokasi tambang emas miliknya. Ia mengenalkan bagaimana cara operasional di tambang tersebut. Awalnya Praba sangat antusias mendengarkan setiap detail yang Papanya jelaskan. Namun ia tak menyangka bahwa Papa mertuanya memintanya untuk menggantikan posisinya
"Sungguh membuatku pusing," Gumam Praba dalam lamunannya.
"Ada apa Mas ? apa kamu kurang sehat ?" Ucap wanita yang di balut dress warna putih disampingnya.
"Aku baik baik saja yank, tenang saja !" Sahut Sang Suami menyembunyikan apa yang mengganjal di benaknya.
"Apa kamu merasa tak nyaman dengan semua hal yang baru ini ?" Tebak sang wanita yang kini sudah sah menjadi miliknya.
"Aku akan berusaha yang terbaik untukmu," Jawab sang suami kini menggenggam erat erat tangan sang wanita.
"Aku takut mengecewakannya bila aku menolak permintaan papa, namun mau bagaimana lagi aku tak memiliki skill dalam mengelola sebuah perusahaan tambang !" Batin sang pengacara kalud dengan pikirannya.
Tak lama kemudian, keduanya pun sudah tiba di depan Lobby sebuah hotel mewah di Kota tersebut. Keluarga Sudah membooking hall dan beberapa kamar untuk beberapa undangan.
Pada tahun ini, tamu yang diundang tak cukup banyak, lantaran kondisi perekonomian dalam negeri karena wabah suatu penyakit.
"Hai pengantin 20 Milyar," Sapa Tante Natasya ketika Oca keluar dari mobil papanya.
Seketika, di wanita yang sedang berbahagia tersebut menekuk wajahnya lantaran kesal mendengar kata kata Natasya. Melihat perubahan raut wajah sang istri, Praba dengan gesit menangkap lengan sang istri untuk memberinya dukungan.
"Dia biasa seperti itu, makanya aku tak suka padanya !" Bisik Oca tepat di telinga sang suami ketika mereka berjalan bersama untuk masuk ke pintu hotel.
"Jangan khawatir, kamu aman bersamaku karena tak akan ada yang berani menyakiti dirimu sayang,"
"Terus saja ngerayu, kalau ada maunya !" Sang istri mencubit pinggang sang pengacara lantaran gemas sekali mendengar kata kata rayuan dari Praba.
"Jangan membangunkan singa yang sedang tidur dek, Kalau kepingin disini gimana ?" Bagai petir disiang bolong, Oca terheran mendengar kata kata tak masuk akal dari Praba.
"Kaya berani saja," Sahut Oca kesal lantaran sang suami masih saja menatapnya dengan tatapan mesumnya.
Melihat tingkah kelucuan keduanya, Russel mengajak mereka untuk menyalami beberapa tamu dari relasi bisnis serta keluarga besarnya.
"Ini Oca yang dulu masih segini kan ? sekarang udah besar dan cantik lagi !" Puji salah seorang pria yang kedua pasang manten anyar yakini adalah teman bisnis papanya.
Lelaki itu datang bersama dengan anak lelakinya juga yang tak kalah menawan dari yang lain.
__ADS_1
Putra dari tamu papa Oca tersebut tak berhenti mengagumi Oca dari cara pandangnya, hal terpenting membuat Praba geram dan juga Oca merasa risih.
"Dan ini ?" Tanya Tamu tersebut mengeluarkan tangannya pada Praba dengan wajah kecutnya.
"Suaminya Oceana," Sahut Praba dengan kata sesingkat mungkin.
"Wah, bahkan kalian tak mengundang kami nak !"
Oca memberi kode untuk papanya agar menjauhkan tamu itu dari Praba, karena Oca sudah melihat gelagat tak bagus dari suaminya. Tatapan mata tajamnya serta rahang yang mengeras.
Atas kode cantik dari sang putri, Russel kemudian membawa tamu tersebut untuk berpindah tempat. Kini yang tersisa di sudut itu hanya kedua manten anyar tersebut.
"Mas sungguh ingin mencongkel mata kedua orang yang tak penting tadi," Keluh sang suami merasa jengkel.
"Aku kira mas tak akan cemburu pada pria tadi,"
"Tentu saja aku cemburu, bagaimana tak cemburu dia menatapmu dengan cukup intensif tanpa berkedip !" Jawab sang pengacara dengan nada dongkolnya.
"Kamu bilang tak ada yang menyukaiku ?"
"Apa pentingnya ? aku sudah menjadi istrimu tak akan ada lagi yang berani mendekati aku mas !" Bujuk Oca disela makan semangkanya.
"Siapapun yang berani menyentuh istriku akan berhadapan dengan Prabasonta !" Praba menekankan kata katanya.
"Jadi jangan berani berani menggoda istriku, kalau tak mau hidupnya sia sia !" Imbuhnya lagi.
"Oca, Praba !" Sapa sang mama yang muncul tiba-tiba dari arah belakang.
"Iya ma," Sahut keduanya kompakan.
Riana memberikan kartu akses pada keduanya, atau lebih tepatnya pada sang menantu.
"Bila kalian lelah, istirahat lah ini malam pengantin kalian bukan ?" Goda sang Mama pada kedua anaknya yang malu malu mendengar kata katanya barusan.
"Mama tahu aja niatan kami," Tutur Praba tak ingin mengecewakan mertuanya tersebut.
"Makanlah duluan, sebelum kalian meninggalkan tempat ini !"
__ADS_1
☘️☘️
"Ayuk sayang kita lanjutkan kegagalan tadi siang ?" Praba menarik tangan Oca agar tubuh wanita itu dekat dengan dirinya. Ia tak memperdulikan tatapan orang orang yang mengira mereka berlebihan atau apalah. Yang jelas mereka sudah sah hukum dan agama mau apa ?.
"Mas, pestanya belum usai loh ?"
"Mas udah tak sabar ingin segera memakanmu yank !" Goda yang suami dengan tatapan sayunya. Kelihatan Sekali ia sangat tersiksa karena hasratnya belum tersalurkan.
"Sekarang ?" Tanya Oca .
"Iya baby, Mas udah tak sabar lagi !"
Pria itu segera menggandeng tangan sang istri tanpa harus mendapatkan persetujuan dari istrinya. Praba kemudian mengamati kartu akses masuk yang bertuliskan nomer sebuah kamar di hotel ini juga.
875 nomer kamar yang sudah Riana siapkan untuk kedua anaknya, ia sangat berharap akan mendapatkan apa yang Riana serta yang lainnya harapkan.
"Aku tak menyangka bahwa mama telah menyiapkan ini semua untuk pernikahan kita !" Tutur Oca yang berjalan disamping suaminya yang sudah berhenti di depan kamar nomer 875 tersebut.
Mata keduanya terbelalak ketika melangkahkan kaki memasuki kamar hotel tersebut.
"Aku tak menyangka selera mamaku sama sepertimu Mas ?"
"Maksudnya apa yank ?"
"Kamu pernah mendekorasi kamarmu waktu itu, seperti saat ini !"
"Iya, tapi mas gagal mendapatkan apa yang mas inginkan kemarin, namun malam ini mas pastikan tak mungkin gagal !"
"Lalu kita akan tidur dimana Mas ?"
"Di kasur dong yank,"
"Ini sayang sekali, banyak bunganya dan ini ?" Kata Oca menunjuk dua pasang handuk berwarna putih yang di bentuk dua buah gajah.
"Sayang sekali, gajah ini imut mas Lihat belalainya !" Tunjuk Oca bersemangat.
"Belali Mas juga tak kalah imut Yank !" Jawab Praba sambil menunjuk di sela sela celana panjang yang ia kenakan.
"Dasar Setan !"
Praba tak kuasa menahan tawanya melihat Oca marah seperti itu, karena menurutnya bila Oca sudah ngambek bisa terlihat imut dan menggemaskan melebihi belalai miliknya.
__ADS_1
⭐⭐⭐