
Wanita cantik itu kembali berurusan dengan peneror lagi. Ia mengepalkan tangan kanannya. Wajahnya kini sudah memerah menandakan dirinya sudah tersulut api murka.
"Andai saja aku tak sibuk, aku akan meladeni mereka semua !" umpat Oca dalam lubuk hatinya.
"Tenang saja dok, saya akan menjaga anda meski nyawa saya menjadi taruhannya !" tutur Gusti sambil menstabilkan laju kendaraan yang ia kemudikan.
"Husss, jangan ngawur kalau bicara Gus, kita pasti akan menang ! teruslah menyetir karena aku percaya padamu !" sahut Oca menenangkan perasaan Gusti yang juga sedang tersulut emosi.
Mobil yang sedang dikendarai oleh Gusti sudah melesat menjauhi para penguntit. Ada rasa lega yang menderu keduanya.
"Akhirnya dok, kita bisa lepas dari kejaran mereka !" kata Gusti mulai mengurangi kecepatan mobil milik sang istri bosnya.
Begitu Gusti lengah karena merasa sudah lepas dari kejaran para penguntit itu, tiba tiba sebuah mobil menikung mobil mereka dari arah kanan.
Mobil yang sama dari ketiga mobil yang sudah membuntuti keduanya. Mobil itu tiba tiba muncul dari sebuah belokan.
Karena mendadak, akhirnya Gusti menginjak pedal rem dengan spontan.
Akibat Gusti mengerem mendadak, Mobil mobil tersebut akhirnya bisa mengepung keduanya.
"Bu, apapun yang terjadi anda harus pergi ! biar saya yang menangani," ujar Gusti, ia bersiap ingin keluar dari mobil.
"Tapi Gus, mereka banyak kau tak mungkin melawan mereka semua !" bujuk Oca. Oca juga ingin keluar namun ketika ia akan membuka pintu, tangan kanannya telah dihalangi oleh Gusti.
"Anda harus selamat, karena anda bertanggungjawab atas kesembuhan saksi kunci !" Gusti dengan yakin melangkah keluar dari mobil.
Dari dalam Oca melihat Gusti sudah bersiap berkelahi. Dadanya begitu sakit melihat seseorang telah berkorban banyak untuknya.
Kini wanita cantik itu berpindah ke posisi pengemudi. Dan tepat di depan mobilnya, dua orang berbadan kekar sudah menghalangi mobilnya.
Otaknya bekerja dengan keras memikirkan rencana menghadapi para preman preman itu. Namun pengorbanan Gusti tak Akan ia sia siakan.
Ia kemudian menghubungi seseorang lewat ponselnya. Dengan tegas wanita itu akhirnya bersuara dengan orang yang ia telpon.
"Mas, bila aku menabrak orang apa akan dituntut ?" Oca bertanya dengan nada kaludnya.
Praba yang sudah tahu keadaan istrinya dari data di GPS yang ia pasang di mobilnya sangat yakin pada istri dan Gusti.
"Aku akan membelamu !" ujarnya dengan nada penekanan.
__ADS_1
"Orang itu menghalangi jalanku, apa aku akan dihukum Mas ?" tanya Oca lagi.
"Tak ada kasus yang gagal ditanganku !" sahut Praba memberi semangat sang istri.
"Satu lagi, apa kau akan marah bila aku merusak mobil pemberianmu ?"
"Tidak !"
"Aku siap, aku siap menjadi Istrimu !" sahut sang dokter cantik mematikan teleponnya kemudian menarik persneling dan melepaskan pedal rem.
"Ayo kita Berjuang bersama Yank, karena kita adalah satu !" gumam Praba sebelum ia memasuki ruang sidang.
Meski dalam suasana hati yang kalud, sang pengacara itu tetap harus profesional dalam pekerjaannya, karena sidang kali ini termasuk sidang penentu hasil putusan MK.
Sidang kali ini baik penggugat dan tergugat dalam sidang banding akan sama sama diwakilkan oleh kuasa hukum masing masing.
Gandhi mewakili Nyonya Ratih, sedangkan Widya diwakilkan oleh Prabasonta.
Keduanya kini akan berduel habis di hadapan Yang mulia hakim.
šš
Kedua preman tersebut tak bergeming, mereka tak berpindah posisi sedikitpun. Mereka yakin target mereka tak akan mampu menyakiti mereka karena target mereka adalah wanita.
Dan titah dari sang bos, mereka hanya diminta mengulur waktu Oca saja. Bukan untuk menyakiti Oca.
Awalnya mereka sangat yakin, namun ketika Oca mulai menginjak pedal gas, nyali mereka kini mulai ciut. Oca sudah menjalankan mobilnya tepat di depan mereka berdua.
Ketika Oca sudah berada tepat di hadapan keduanya, keduanya pun panik dan melompat ke masing masing sisi yakni sisi kanan dan kiri.
Akhirnya dokter cantik itu lolos dan bisa mengejar waktu untuk segera menuju rumah sakit.
Di tempat berbeda, Praba sedang mengungkapkan bukti bukti bahwa ada sosok yang memiliki kuasa besar di belakang sikap Ratih.
Banyak bukti yang mengarah ke orang yang ia curigai tersebut. Bahkan orang tersebut juga mengenal Widya. Dan sehari sebelum Suami Ratih meninggal, Orang tersebut berkunjung kerumah keluarga besar Ratih.
šš
__ADS_1
Kembali ke dokter cantik.
Ketika mengetahui target mereka kabur, kedua preman tadi langsung sigap mengejar mobil Oca.
Oca sudah memikirkan kemungkinan besar mereka akan mengejarnya, ternyata dugaan Oca tak meleset. Mereka benar benar mengejar dirinya.
Wanita cantik itu mengamati dari spion mobilnya, "Dasar preman sialan !" umpat Oca sambil memukul stir mobilnya.
Kini wanita itu akan menunjukan skill mengemudinya. Wanita itu sangat lihai dalam menjinakkan kendaraan besi tersebut. Jangankan mobil, Praba saja bisa ia jinakkan.
"Ingin bermain bersamaku ? kalian makan aja masih belepotan !" maki Oca dengan senyum mengembang di bibirnya.
Terbukti dengan skill mengemudi yang sudah ia dalami dari remaja, mobil yang dikendarai preman tersebut tak bisa menyentuhnya.
Setelah itu ia merasa lega karena mobil mereka sudah lumayan jauh namun masih dapat ia lihat, Oca melihat dari arah belakang ada sebuah mobil yang menikung mobil kedua preman tersebut. Mobil yang sangat ia kenal sebelumnya.
"Bara," ucapnya lirih.
Ia melihat sebuah panggilan masuk ke ponselnya, buru buru ia mengangkat panggilan tersebut sambil membesarkan suara panggilan tersebut.
"Pergilah kak, mereka akan aku atasi. Anakbuahku sedang membantu Gusti jadi jangan khawatir !"
"Apa pria itu yang menyuruhmu ?" tanya Oca pada Bara untuk memastikan.
"Tentu saja, dia sudah membayar mahal aku untuk menjadi Bodyguard mu mulai hari ini !" sahut sang adik ipar yang dulu pernah menyukainya.
Sebuah senyum terbit dari sudut bibir wanita cantik itu, ia sangat tahu suaminya tak akan tinggal diam. Pria itu akan sangat menjaga sang Ratunya.
"Baiklah, aku pergi dulu Bar dan terimakasih atas batuanmu !"
"Sama sama kak, Kita ini saudara !" sahut sang adik ipar.
Oca menambah laju mobilnya, waktunya sudah terbuang sia sia karena harus kucing kucingan dengan para preman tersebut.
Ia harus mengejar waktu untuk segera pergi ke rumah sakit tempat ia akan menjalani proses cangkok hati Ny Ratih.
šš
__ADS_1