Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Wanita itu Oca


__ADS_3

"Baru kali ini ada seorang saksi yang berani mencecar jaksa, apalagi jaksa tersebut terkenal bertangan dingin," Praba membatin di dalam hatinya melihat keberanian wanita yang ia kenal.


"Mohon maaf yang Mulia, Saksi telah memberikan keterangan dan didukung dengan alat bukti berupa hasil Lab apa perlu jaksa terus mencecarnya" Kata Praba meminta pertimbangan dari Majelis Hakim.


"Mohon maaf juga, barang bukti jelas dan waktu kematian jelas tetapi apakah menjamin bahwa di dalam ruangan UGD para dokter tidak melakukan apapun terhadap korban semisal yang membahayakan !" Keluh JPU masih tak terima dengan kesaksian Oca.


"Apa anda tahu tugas seorang dokter ?" Sindir Oca kepada JPU yang menurutnya sangat keterlaluan seakan menyudutkannya melakukan hal yang membahayakan.


"Ditangan ini sudah tak terhitung berapa nyawa sudah saya selamatkan, dan juga tak sedikit nyawa yang hilang. Dan tugas seorang dokter adalah tanpa pamrih menolong nyawa manusia yang ada dalam bahaya, silahkan pahami dan resapi !" Kali ini Oca meradang melihat JPU sudah keterlaluan padanya.


"Lagi pula saya rasa anda terlalu berlebihan bila menuduh seorang saksi seperti tadi, Bahkan di Setiap UGD pasti dilengkapi kamera pengawas, hasil dari kamera pengawas pun tak menunjukan ada hal mencurigakan !" Bantah Praba membela saksi dari kliennya.


"Tersangka juga sudah mengakuinya bahwa telah memasukan racun ke dalam Makanan korban, jadi masalahnya dimana ?" imbuh Ratih istri korban.


Ratih adalah istri dari Barata Wijaya, yakni korban pembunuhan berencana. Korban dibunuh oleh pembantunya sendiri dengan bermotif dendam.


Pelakunya pun telah mengakuinya dan memiliki motif dendam karena korban tak memberikan pinjaman hutang padanya dan pernah mengejeknya. Karena sakit hati Pelaku pun berencana membunuh korban dan berhasil hingga menyebabkan korban kehilangan nyawanya.


"Karena masih akan mendengar saksi berikutnya, sidang saya tunda Minggu depan !" Ujar Hakim ketua sambil mengetuk palu sidang.


Kini para majelis hakim telah meninggalkan ruang persidangan diikuti yang lainnya, termasuk didalamnya Oca. Wanita itu begitu mendengar sidang selesai, hatinya sangat lega.


"Terimakasih telah hadir dan memberikan saksi yang memberatkan tersangka," Puji Ratih kepada Oca saat persamaan keluar dari ruang sidang.


Mereka berdua jalan bersamaan diikuti oleh pengacara mereka dari belakang.


"Itu sudah kewajiban saya Bu, saya akan menyampaikan hal sesungguhnya bila diperlukan !" Ujar Oca merasa tak enak.


"Saya juga mengungkapkan belasungkawa sedalam dalamnya untuk Ibu dan keluarga." Imbuh Oca.


"Terimakasih, anda dan Pak Praba juga timnya telah menguatkan saya." Balas Ratih.


Setelah berbincang sesaat dengan Oca, kemudian Ratih meninggalkan pengadilan. Juga disusul oleh Oca.


"Performamu bagus !" Puji Praba pada Oca saat melihat Oca sedang menunggu jemputannya.


Oca diam tak bergeming, untuk sesaat dia sempat melihat Praba sekilas. Entah apa yang membuatnya masih sangat enggan pada lelaki tersebut.


Melihat Oca tak memberikan respon apapun padanya, Praba kian kesal pada Oca. Betapa tidak dia tak membalas kata kata Praba, hanya sekali saja melihat kearahnya.


"Kalau kau ada masalah, aku bisa membantumu menemanimu !" Bujuk Praba pada Oca sebagai tanda apresiasi untuk Oca.


"Telat, harusnya kau katakan itu 10 tahun lalu bukan sekarang !" Sindir Oca mempertegas perasaannya saat ini.


"Kau masih belum melupakan masalah kita ?" Tanya Praba penasaran dengan jawaban menohok dari Oca selanjutnya.


"Aku berharap ini terakhir kalinya aku berurusan denganmu !" Tepat menusuk ke jantung lawan cara Oca berbicara barusan.


Karena tak mau berlama lama bersama lelaki itu, Oca kemudian beranjak pergi meninggalkan Praba.


Riana sendiri yang menjemput putri kesayangannya karena Suaminya telah berangkat ke Banjarmasin.



🍁🍁


Nan mollae on sarange nollaseo


karena aku terkjut dengan cinta yang 


datang diam diam pada ku.


gaseum  shirin gieog man namge 


haet nabwa


hanya hatiku yang terjerat kenangan 


yang terus menerus


ninune goin nunmuldo meorugo


tanpa menyadari air mata mengalir  


dimatamu


aesseo oemyeon haetda neunge 


huhoega dwae 

__ADS_1


dan menjauh darimu - aku menyesalinya


geuttaeun eoryeoseo geuttaenmollaseo


(karena) aku masih muda (belun dewasa)


saat itu , aku tdk mengerti saat itu


neol apeuge haetnabwa


sehingga aku melukaimu


ijen aljiman neomu neujeun geon gabwa


sekarang aku mengerti tapi itu sudah terlambat


neoman boindan mariya


aku katakan kalau aku hanya bisa melihatmu 


neol sarang handan mariya 


aku katakan aku hanya mencintaimu


nuneul gamado neoman boindan mariya


bahkan saat aku menutup mataku 


aku katakan aku hanya dapat melihatmu


neoman bureun dan mariya


aku katakan aku hanya dapat


memanggil namamu


neol sarang handan mariya


aku katakan aku hanya mencintaimu


ibeul magadoneoman bureun dan marya


babo gateun sarange apaseo


karena aku terluka oleh cinta yang bodoh


igi jeogin sarang man


aku hanya memberimu cintaku yang egois


naege jwotna bwa sarang haetdaneun 


hanmadi


tanpa berkata padamu kalau


aku mencintaimu


motago geujeo baraman bwaetdweon ge


huhoega dwae 


dan hanya memandang mu saja - 


aku menyesalinya


mian hadan mal sarang handan


mengatakan maaf padamu, mengatakan


cinta padamu


maldeureul  suge eobtneunde


kau tak bisa mendengarnya lagi


ije waseo ya nege sori chi janha


tapi sekarang aku teriakan kepadamu

__ADS_1


neoman boindan mariya


aku katakan kalau aku hanya bisa melihatmu


neol sarang handan mariya


aku katakan aku hanya mencintaimu


nuneul gamado neoman boindan marya


walaupun jika mulutku tertutup 


naegen michil  geot gateun sarang


cinta yang membuatku gila


naegen jugeul geot gateun sarang


cinta yang membuatku (serasa) ingin mati


jiedeo sangcheodeo


biarpun dengan luka yang sangat dalam


neoyaman hanikkan 


hanya kaulah orangnya (yang aku cinta)


neoman chatneun dan mariya


aku katakan aku hanya mencintaimu


- Im Saying ( Lee Hong Ki )


🍁🍁


"Dia masih belum melupakan masalah kami dulu !" Gerutu Praba merasakan kekesalannya yang mendalam.


Praba sendiri juga beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut untuk ke kantornya, Karena dia merasa masih ada yang tak beres dari kasus ini. Ini merupakan kasus pidana murni tetapi mengapa pelaku begitu mudahnya mengakuinya.


Praba akan menyelidiki dahulu kasus ini, bagaimanapun dia adalah pengacara dan tugasnya adalah membela kebenaran dan menegakkan keadilan.


🍁🍁


"Hai Praba,," Sapa Riana keluar dari mobilnya saat melihat Praba berjalan di belakang putrinya.


Riana melihat wajah kesal Oca, wajah itu ditekuk bak kain kusut sedari tadi saat berjalan. Pasti telah terjadi sesuatu yang menegangkan antara putrinya dengan Praba.


Praba hanya tersenyum kecil merespon sapaan mama Oca. Dia tak ingin menambah masalah dengan Wanita disampingnya tersebut.


"Karena kita sudah bersama, sebaiknya kita pergi makan siang bersama !" Usul Mama Oca.


"Jangan mengada ada Ma," Keluh Oca sewot lalu masuk ke mobil mamanya.


Diluar mobil, Oca melihat mamanya sedang berbicara dengan Praba. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Oca tak mau ambil pusing. Lebih baik dia beristirahat dengan memejamkan matanya karena lelah dengan semua aktivitasnya sebelum mamanya kembali dan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


Tiba tiba mamanya membuka pintu mobil disamping tempat duduk Oca, dan menarik tangan putrinya untuk keluar.


Menyadari ada yang aneh dari mamanya, Oca kemudian protes keras pada mamanya.


"Apa apaan ini maksudnya ma ?" Tanya Oca seperti orang linglung melihat perubahan sikap mamanya.


"Kembalilah ke rumah sakit bersama Praba, mama ada urusan penting !" Jelas Riana tegas.


"Aku bisa pergi sendiri ma tenang saja," Protes Oca tak kalah tegasnya.


Tak tanggung-tanggung Riana menggandeng tangan putrinya untuk masuk ke mobil Praba.


"Apa ini ? emak gue bar bar sekali" Batin Oca melihat mamanya dengan tatapan melotot memasukan dirinya ke dalam mobil Praba.


"Tante tinggal dulu ya !" Ucap Riana memamiti Praba yang sedang duduk di belakang kemudi mobilnya.


"Ma !!!" Protes Oca kesal


"Menurut lah, mama akan membekukan semua fasilitasmu kalau kau macam macam !" Riana mengancam Putrinya.


"Ma aku ini putrimu loh !" Dengan kesal Oca protes ke mamanya, menurutnya ini tak adil baginya.


__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2