Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Bimbang


__ADS_3

Salahkah jika aku menimbang ragu


Kala cinta yang ku dekap


Di terpa angin cemburu


Serupa berjalan tanpa tujuan


Walau harus ku tepis ragu


Namun salahkah jika akhirnya kubertanya


Kemana kita bawa bahtera cinta ini


Kau lelaki-ku


Kau adalah rindu


Hadir dari rasa yang tak mampu ku ingkari


Dan ku tahtakan di semesta hati


☘️☘️☘️


"Jangan katakan hal seperti itu sayang," Melihat Perubahan raut di wajah sang wanita yang ia cintai, Pria yang terluka tersebut sebisa mungkin berusaha membujuknya.


"Memangnya aku kenapa ? apa ada yang salah Mas ?" Oca menutupi keresahan dalam hatinya.


Karena Oca tak ingin Praba mencemaskan keadaanya. Dia pun tersenyum menunjukan bahwa ia tak ada apa apa saat ini.


"Aku tak pernah mendambakan wanita lain selama ini selain dirimu !" Rayu sang kekasih menambah kata katanya untuk meredakan amarah di wajah sang wanita.


"Ayo ikut aku, kita obati lukamu Mas,," Ajak Oca sebelum turun dari mobil kekasihnya.


"Aku baik baik saja, hanya luka kecil tak akan melukai aku lagi pula aku puas sudah mengalahkan Gandhi tadi," Ia tak ingin membuat Oca khawatir padanya, menurutnya lukanya tak masalah buatnya hanya sebuah luka ringan yang tak ada harganya.


"Oke, baiklah terserah padamu !" Sahut sang kekasih sebelum meninggalkan kedua kakak beradik tersebut.


"Baguslah aku bisa nonton gantengnya Park Seo joon dari pada mengobati dia !" Gerutu Oca sambil berjalan masuk ke tempatnya bekerja.


☘️☘️


Seorang perawat mengetuk pintu ruang praktek Oca. Perawat tersebut memasang senyum sumringahnya dan mendekati meja Kerja Oca.


"dok, ada seseorang ibu mencari anda katanya beliau ingin mencocokan organ hatinya !" Ujar Perawat yang berpakaian serba putih tersebut. Di dadanya tertulis nama Khinanti.


"Terimakasih, saya akan menemui beliau sus !" Sahut Oca berdiri mendekati pintu keluar dan mengenakan jas putihnya kembali setelah ia melepaskan sebentar.


"Bu Yani ?" Sapa Oca tak percaya dengan pandangan matanya.


"Siang Bu dokter, Pak Gusti mengantarkan saya untuk menemui anda !" Jawabnya dengan nada sangat lembut.


"Bagaimana bisa ? Anda bahkan tak ada hubungan darah sama sekali dengan Bu Ratih ?" Pertanyaan tersebut dilontarkan dari mulut sang dokter cantik tersebut.


"Menolong orang apa perlu harus berhubungan darah ?" Sahut Bu Yani, ibunya Widya.


"Bahkan Bu Ratih sendiri yang menjebloskan anak anda ke dalam penjara ?"


"Dan Widya juga sudah memeriksa kecocokan organ hatinya juga di Rumah sakit Polri Keramatjati !"


"Apa Prabasonta yang membujuk anda supaya bersedia Bu ?" Selidik Oca dengan mata tajamnya.


"Ini murni keinginan dari kami berdua dok,," Bu Yani pun menunduk mendengarkan kata kata Oca.


Oca kemudian memeluk ibunda Widya tersebut, ia sangat bangga sekaligus kagum dengan kebesaran hatinya dan putri tunggalnya.


"Mari saya antar ke ruangan dokter Agung untuk menjalani prosesi pencocokan organ anda,"


Kedua wanita yang tak memiliki hubungan darah ataupun kerabat tersebut berjalan bersamaan diiringi suster Khinanti guna memeriksakan kesehatan Bu Yani.


☘️☘️


Sejam lebih Bu Yani menjalani proses pencocokan organ untuk mendonorkan hatinya kepada Bu Ratih.


Hasil testnya akan dapat di ketahui dalam waktu dekat ini.

__ADS_1


Oca pun menemani Bu Yani untuk menghabiskan waktu menunggu hasil test tersebut.


Keduanya menghabiskan waktu dengan berbincang bincang di kafetaria Rumah Sakit.


Di depan Bu Yani telah tersedia segelas jus Jambu dan juga Secangkir kopi untuk Oca.


"Terimakasih telah membantu anak saya dok !" Ujar Bu Yani menggenggam tangan Oca di depannya.


"Saya tak melakukan apa apa Bu, ini semua berkat kuasa hukum Bu Widya," Sahut Oca menatap dalam dalam mata Bu Yani.


"Anda dan calon suami anda sangat membantu kami dalam masalah ini, saya tak tahu bagaimana saya bisa membalas semua kebaikan yang telah kalian berikan !"


"Saya tulus membantu anda serta keluarga anda !"


"Semoga Tuhan selalu melindungi kalian berdua !" Kata Bu Yani dengan isaknya. Ia tak tahu bagaimana harus membayar semua jasa yang sudah Praba lakukan untuk anak serta cucunya.


Tiba tiba mereka di kejutkan oleh bunyi dering dari ponsel milik Oca.


"dok, hasil testnya sudah di tangan saya dan hasil test dari Bu Widya sudah di emailkan ke akun saya !" Ucap dokter Agung dari sambungan telponnya.


"Baiklah dok, saya dan calon pendonor akan ke tempat anda !" Jawab dokter wanita tersebut.


Oca dan Bu Yani beregas menuju ruangan dokter spesialis penyakit dalam yakni dr Agung.


☘️☘️


"Silahkan duduk," Perintah dr Agung pada mereka berdua. Kini dr Agung akan menjelaskan hasil test kedua ibu dan anak tersebut.


"Hasil test untuk ibu Yani bagus, kondisi tubuh fit serta tak ada penyakit kronis lainnya, namun golongan darah dari Bu Yani tak cocok dengan Bu Ratih !" Jelas dr Agung dengan kecewa.


"Sangat disayangkan sekali dok," Sahut Oca menelan rasa kekecewaan kabar yang ia dengar.


"Namun, kabar baiknya anak ibu memiliki golongan darah yang sama dengan Bu Ratih yakni gol darah O !"


"Alhamdulillah Ya Allah .." Ucap Bu Yani mengucap syukur dalam dalam pada Yang Maha Kuasa.


"Syukurlah, saya akan mengkonfirmasi pada dokter di rumah sakit polri ?" Usul Oca pada yang lainnya.


"Segera dok, lebih cepat kita melakukan cangkok hati akan lebih baik !" Sahut dr Agung dengan ucapan lega.


"Hati hati ya Gus, jaga Bu Yani dengan baik !" Ujar Oca pada Gusti yang sudah bersiap di balik setir.


"Ini tugas saya dok," Sahut Gusti sebelum menjalankan mobilnya.


Kini tinggal Oca seorang yang menatap kepergian mereka berdua.


Oca masih mengingat kejadian tadi pagi yakni perkelahian antara Gandhi dengan Praba.


Pada akhirnya sebab musabab dari perkelahian tersebut berakar dari konflik asmara.


Oca masih memikirkan kata kata Bara, siapa sebenarnya Sandra ? wanita yang menjadi penyebab perdebatan antara Kedua Pengacara terkenal tersebut.


"Apakah aku cemburu ?" Batin Oca dalam duduknya. Ia memegang jidatnya di dalam ruang Prakteknya yang sepi hari ini.


Sangat wajar bila ia cemburu, wanita mana yang akan tahan bila mendengar wanita dalam masa lalu calon suaminya.


Apalagi mereka akan berencana menikah.


Dan yang lebih menjengkelkan lagi, sejak tadi Prabasonta belum juga menghubungi dirinya.


"Pria tersebut benar benar cari gara gara dengan aku !" Umpatnya dalam hati.


Ia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Bara, Oca ingin meluapkan kekesalannya dengan berlatih Muay Thai seperti biasanya.


"Apa dia tak menjemput nanti ?" Tanya Bara menyelidiki Oca. Ia sangat tahu bagaimana sifat Oca.


"Aku tak tahu Bar, kita bertanding yuk ?" Ajak Oca memohon pada Bara.


"Iya iya baiklah kakakku yang cantik !!"


☘️☘️


Sepulang kerja, Oca berjalan kearah lobby Rumah sakit. Ia celingukan kesana kemari untuk mencari keberadaan Bara sang sahabat dari kecilnya.


Keberadaan Bara tak tampak, Oca sudah berjalan hingga Parkir mobil dan tak menemukan Barang hidung Bara. Yang ada hanya seorang lelaki dengan membawa setangkai bunga di samping mobilnya.

__ADS_1



"Mana Bara ?" Tanya Oca ketika bertemu Pria yang menyodorkan serangkai bunga mawar ungu tersebut.


"Ada aku di depanmu kenapa harus menanyakan Bara ?" Keluh sang Pengacara tersebut dengan sikap irinya.


"Dia berjanji menjemput ku, hei bagaimana lukamu ?" Tanya sang kekasih memeriksa wajah Praba.


Pria itu sudah berganti pakaian setelah berkelahi tadi pagi.


"Akan lebih sembuh kalau kau menciumku !" Pria itu merangkul pundak sang kekasih dan mengajaknya masuk kedalam mobil.


"Sudah bertemu calon pendonor ?"


"Sudah, dan pendonor yang cocok adalah Widya Mas !" Jawab Oca duduk disamping sang kekasih.


"Kapan kan di jadwalkan Operasinya dek ?" Praba makin mesra saja kini, ia tak segan segan memanggil Oca dengan panggilan mesra agar ia melupkan masalah tadi pagi.


"Kapan pun saat mereka siap, karena kondisi Ny. Ratih harus di nomor satukan !" Jawab Oca.


"Calon istri ku memang jempolan !" Puji sang pengacara, ia ingin menarik sang kekasih dalam dekapannya Seperi biasanya. Namun rencana itu harus ia kubur dalam dalam lantaran bunyi dari ponsel Oca yang mengganggu rencana tersebut.


"Hussstt.... Presiden telpon !" Ujar wanita itu dengan keras.


"Selamat sore kesayangan Oca ?" Sapa dokter cantik tersebut dengan suka cita.


"Berhentilah bertindak seperti anak kecil, kau akan jadi istri orang tapi sikapmu masih tak berubah nak !" Tegur sang Presiden dalam kehaluan Oca.


"Karena Oca selalu jadi Putri kecil papa !" Sahutnya dengan bangga.


Mendengar percakapan Oca di telepon bersama sang papa, Praba jadi sedikit lega. Pasalnya ia mengira Oca sedang berbicara dengan pria lain. Dan lagi tadi ia mendengar kata kesayangan Oca. Hampir saya Praba cemburu tadi.


"Iya, Oca mengerti !" Sahut Wanita itu sebelum menutup pembicaraan dengan papanya.


"Ada apa ?" Selidik sang kekasih.


"Papaku merindukan aku !" Sahut Oca dengan girangnya. Senyumnya berseri seri dengan pipi merona.


☘️☘️


Di Apartemen Sang Pengacara.



"Besok aku akan pulang !" Kata Oca membuka pembicaraan dengan sang kekasih.


"Pulang kemana ? ini rumah kita sayang,," Tegur Praba tak terima Oca masih memikirkan akan pergi darinya.


"Weekend ini aku akan ke Banjarmasin !"


"Tidak boleh !!"


"Kenapa ? aku punya keluarga Mas, dan mereka merindukan aku !!"


"Lain kali, ketika kita ada waktu pergi berdua Mas masih sibuk sayang !" Protes Pria tersebut pada kekasihnya yang akan meninggalkan dirinya.


"Hanya 2 hari, ayolah kau seperti seorang bayi dasar jelmaan kucing !" Oca kesal karena sifat kekanak-kanakan Kekasihnya


"Minggu depan, Mas janji akan menemanimu pulang kerumah orang tuamu,,"


"Minggu ini dirumah ada acara peringatan ulang tahun Alm kakek.."


"Aku sibuk sekali sayang, Minggu depan saja yah ?" Kini sang Arjuna membujuk sang wanita agar mau memundurkan jadwalnya.


"Aku bisa pergi sendiri, aku baik baik saja !" Kali ini dengan jurus andalannya agar sang kekasih mengijinkannya, Oca merayu sang kekasih dengan memeluk mesra pria tersebut.


"Bagaimana kalau aku merindukan ?"


"Cari wanita lain Mas !!" Sahut Oca singkat.


"Aku tak bisa, hatiku sudah berhenti di kamu !" Jawab Pria itu kemudian mengecup lembut bibir Oca yang menggoda.


☘️☘️☘️


__ADS_1


__ADS_2