
Ditemani cahaya redup dari lilin yang sudah Praba siapkan, menambah hangatnya keromantisan yang tercipta dari suasana dinner romantis kali ini.
Meski bukan dinner ala restoran hotel mewah berbintang lima, Namun sangat kerasa aura kebahagiaan yang terpancar dari keduanya.
Samar samar warna merah dari pipi Oca mencuat dalam temaram sinar lilin yang sudah dipersiapkan.
Ditambah lagi bunga bunga dan sebotol anggur. Wanita mana yang tak tahan dengan godaan seorang pria seperti ini.
"Apa yang sedang kau rencanakan Mas ?" Oca menegur sang pujaan hatinya yang kala itu sedang menuang anggur untuk mengisi kedua gelas yang akan mereka minum.
"Aku tak merencanakan apa apa honey, sungguh !" Senyum licik mencuat dari sudut bibir Praba. Ia sungguh menantikan momen ini sebelumnya setelah kemarin malam ia gagal membawa pulang kekasihnya.
Praba mengulurkan segelas wine terbaik dari koleksinya untuk sang kekasih.
Umpan pun disambut, Oca menerimanya dengan senang hati meski ia masih menyimpan sikap waspada untuk malam ini.
Kini mereka saling memegang segelas wine untuk bersulang sebelum meminumnya.
"Bersulang untuk keberhasilan kekasihmu ini sayang !" Praba sangat percaya diri, Ia merasa berhasil pada misinya kali ini.
"Aku ikut saja, meski aku tak tahu maksud perkataan mu,," Sahut Oca menghirup aroma wine sebelum ia meminumnya.
Aroma wine ini sangat kental dari wine wine yang pernah Oca minum sebelumnya. Oca mengira Wine yang sudah Praba berikan pastilah mahal. Karena dari aromanya saja sudah bisa dipastikan kadar alkoholnya tinggi karena sudah lama dibuat.
Karena sudah terlalu lapar, Oca hanya mengecap sedikit saja, hanya seujung lidahnya untuk merasakan sensasi wine tersebut.
Melihat kelakuan sang kekasih, Praba juga mengikuti Oca untuk segera menyantap hidangannya terlebih dahulu sebelum menyantap yang lainnya.
Pisau dan garpu sudah mereka pegang untuk menyantap hidangan makan malam mereka yakni Salmon steak with lemon sauce serta dilengkapi Mesh potato dan salad buncis serta jagung muda.
"Bagaimana enak bukan ?" Goda sang Arjuna setelah Oca terlihat selesai menelan sedikit potongan steaknya.
"Not Bad, Marinasinya oke cuma kurang lama mengistirahatkan salmon setelah dilumuri lemon sayang !"
"Sausnya pas Baby, kau terbaik !" Puji Sang Lelaki.
"Aku akan beralih profesi menjadi seorang chef setelah aku mengambil program studi cooking ?" Sahut Oca tersenyum menatap wajah sang kekasih.
"Tak akan Mas biarkan kamu kuliah lagi ke luar negeri ?"
Oca tak menyaut apa yang telah Praba ucapkan, ia sebenarnya juga tak tertarik untuk belajar memasak secara akademi. Memasak bukan ahlinya, namun Oca hanya melakukannya bila ia ingin memasak saja.
Sambil bersenda gurau, tak terasa makanan mereka telah habis mereka santap bersama.
Kini giliran sang wanita cantik tersebut membereskan peralatan makannya. Untung saja Oca tadi tak minum wine Praba terlalu banyak, jadi ia masih sangat sadar hingga kini.
__ADS_1
"Jangan melakukan ini, biar aku saja !" Seloroh Praba melarang Oca untuk mencuci peralatan makan yang telah mereka gunakan tadi.
"Aku bisa melakukannya, pergilah mandi dan segera tidur !" Perintah Oca, Ia menolak anjuran dari sang kekasih untuk tak melakukan kegiatan mencuci piring.
"Sayang, apa kau sudah tak sabar ingin segera tidur denganku ?"
"Mas, kamu ini bicara apa ? kapan aku mengatakan hal konyol seperti itu ?"
"Tadi kamu menyuruh Mas mandi agar kita bisa cepat cepat tidur," Goda sang mantan supirnya memeluk mesra Oca dari belakang ketika ia sedang mencuci piring mereka.
"Kamu kan lelah seharian sudah bekerja, hingga ketiduran di kantor makanya cepatlah tidur karena besok harus bangun pagi !"
"Tapi mas masih mau melakukan sesuatu hal sebelum tidur sayang !" Kini Pelukan mesranya dari sang lelaki sudah berubah di tambahi bumbu bumbu kecupan mesra dari belakang.
"Pergilah mandi, jangan sampai aku menghukum mu !!!" Kini Oca mengancam Praba karena kesal dengan perbuatannya.
"Menyuruhku pushup lagi ?"
"Kenapa ? mau protes ?"
"Bagaimana kalau Pushupnya diatas kamu ?"
Mata Oca melotot mendengar jawaban gila dari kekasihnya, bagaimana mungkin Praba bisa berfikir macam macam.
Reflek, Oca menarik telinga Praba seperti Miranda menghukumnya.
"Baby sakit, iya iya aku mandi !" Protes Praba karena jeweran dari sang kekasih. Kemudian dengan berat hati ia berjalan kearah kamar mandi di luar kamarnya.
"Jangan mimpi !!!"
"Aku akan merebutnya malam ini dear, lihat saja nanti !" Sebelum meninggalkan Oca yang masih mematung dengan kata katanya barusan, Praba sempat tertawa licik.
"Apa benar dia akan melakukannya ? bukankah kita sudah sepakat tidak akan ada hal hal seperti itu sebelum pernikahan ?" Gumam Oca sendirian.
"Ah mungkin si Jelmaan kucing hanya bercanda," Oca bermonolog, dalam pikirannya tak mungkin Praba akan melakukan hal hal yang tak terpuji.
Meski begitu, nalurinya sudah siap siaga. Oca akan menjaga kehormatannya dengan segenap jiwa dan raganya .
Tak mau kalah dari sang kekasih, setelah ia selesai berberes, Oca segera masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar Praba.
Oca sangat terkejut ketika ia melihat sekeliling kamar mandi sudah tertata rapi. Mulai dari peralatan mandi wanita serta dekorasi romantis ala ala honeymoon package. Hal tersebut membangkitkan rasa khawatirnya. Pasalnya bunga bunga bertebaran di area kamar mandi dan di dalam bathtub hingga lilin aromaterapi juga tak ketinggalan.
"Pria itu tak main main Dengan kata katanya !" Oca bergidik ngeri. Otaknya kemudian dipaksa berfikir keras.
Cepat cepat ia selesaikan aktivitas mandinya. Sebuah handuk kimono sudah tersedia di rak susun samping tempatnya berendam.
__ADS_1
Ia segera mengambilnya dan mengenakannya sebelum pria sialan itu masuk ke dalam kamar miliknya.
Baru saja ia berencana untuk segera lepas dari jeratan Praba, namun niatnya harus ia kubur dalam dalam lantaran Pria dewasa tersebut kini sedang berdiri gagah di samping jendela. Ia sangat tahu bila pria tersebut telah menunggunya.
"****** elu Ca !" Gumamnya lirih.
"Bagaimana ? suka kejutan manis dari Mas ?"
Pria itu kini tak malu malu lagi untuk berjalan mendekati dirinya.
"Mas apa kebiasaan mu selalu seperti itu ? kenapa suka sekali hanya memakai handuk setelah keluar dari kamar mandi ?" Protes Oca kesal karena lagi lagi ia mendapati Pria tersebut hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Handuk tersebut hanya dapat menutupi hingga lututnya saja sedangkan pinggang ke atas dipertontonkan untuknya.
"Kenapa hanya denganmu saja aku begini, lagi pula ini rumah kita !" Jawabnya sekenanya.
Oca mundur selangkah guna menghindari Praba. Ia sungguh khawatir Praba akan menerkamnya malam ini.
Dan reaksi Praba juga membuatnya makin bergidik ngeri. Pria itu tak akan membiarkannya lepas begitu saja. Praba berjalan mendekati sang kekasih yang sudah merasa terpojok olehnya.
Oca memutar Otaknya, ia melihat di sekeliling kamar tersebut kali aja ia menemukannya sebuah ide cemerlang untuk meloloskan diri.
Kamar tersebut juga tak luput dari rencana sang kekasih. Praba sudah menyulap kamar tersebut senyaman mungkin untuknya dan wanita pujaan hatinya.
"Sayangku, kini aku menagih janjimu !!!" Pria itu sudah tak malu malu lagi. Ia sudah menarik paksa sang kekasih di pelukannya.
"Kita akan segera tidur, aku akan berganti pakaian dulu !" Oca mencoba meloloskan diri dari dekapan sang kekasih.
"Untuk apa ? begini lebih baik !"
"Aku dan kamu bisa kedinginan bila tak memakai baju, sebaiknya kamu juga melakukan hal yang sama Mas !" Pinta Oca membujuk dengan rayuannya.
Ia tak memperdulikan permintaan Oca, yang ia rasakan kini adalah rasa puasnya lantaran bisa menghasilkan waktu berdua dengan wanita yang akan segera ia nikahi tersebut.
Kini Wanita yang sudah ia idam idamkan sebelumya sudah berada diatas pangkuannya. Senyum kemenangan tak henti hentinya ia luncurkan.
Sesekali tangan memainkan rambut setengah kering milik wanitanya. Bibirnya sudah tak tentu arah. Ciumannya sudah menjalar kemana mana, Praba sangat lihai dan menikmati setiap jengkal milik sang wanitanya.
"Kamu sungguh nakal ya ? jadi ini yang kamu katakan melakukan sesuatu sebelum tidur ?" Tegur Oca masih kekeh pada pendiriannya.
"Hanya berciuman saja kan ?" Tanya Oca memastikan bahwa diantara mereka tak akan terjadi sesuatu pada malam ini.
"Mas tak bisa memastikannya, bisa menahan gejolak ini atau tidak !!!"
"Kau akan tamat bila melakukannya !" Ancam Oca pada Praba yang masih tak puas menciumi dirinya.
"Aku tak takut sayang, aku pengacara !!!"
πΌπΌπΌ
__ADS_1
Sambil nunggu otor update, teman teman tercintanya otor bisa baca karya teman otor ya.. ππππ