Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Satu Lemari Penuh


__ADS_3

Malam ini hujan turun dengan derasnya, air hujan meluber hingga menggenangi jalanan.


Di dalam mobil, sepasang suami istri yang baru saja menyelesaikan ritual makan malamnya menatap jalan raya.


"Tumben lebat ya Mas," ucap Oca memulai percakapan antara dirinya dengan Praba.


"Ah, alam pun tahu apa yang sedang Mas butuhkan !" sahut Praba dengan senyum liciknya.


"Memang kamu butuh apa Mas ?" selidik wanita cantik itu yang masih belum bisa menangkap kata kata suaminya.


"Yang Mas butuhkan hanya kamu dek," sahut sang pengacara tanpa ragu meski ia masih berkonsentrasi dalam menyetir.


"Aku sudah tahu arah pembicaraanmu, dasar Prabayar !" Oca mencibir sang suami tanpa menoleh padanya sedikitpun.


"Hujan hujan begini enaknya kelon yank, kita reserv hotel terdekat yuk dek ?" memang benar, pria itu sangat menginginkan istrinya malam ini.


"Kenapa tak dirumah saja ? buang buang duit aja," sahut Oca tak menerima usulan dari suaminya.


"Buat apa dong Mas kerja susah susah kalau kamu tak ingin menghabiskannya?"


"Oooowh begitu, Mas dengan senang hati aku bisa menghabiskan seluruh uangmu dalam semalam !" sahut Oca tiba tiba.


"Yank, maksud aku begini, aku bekerja untuk kita jadi kenapa kamu harus memikirkan hal sereceh itu ?"


"Mas, ingat ya kamu harus hati hati mengatur keuanganmu, jangan habiskan uang untuk keperluan yang tak penting seperti tadi !" nasehat Oca pada suaminya.


"Booking hotel penting juga, Mas ingin mencari sensasi bersamamu seperti kemarin malam !" jawab Praba dengan entengnya.


"cup.." Oca mencium pipi sang suami agar suaminya berhenti bersikap kekananak kanakan.


"Diam, kita pulang ! kita lakukan dirumah dan jangan mengeluarkan uang karena, yang boleh menghabiskan uangmu hanya aku !" timbal sang istri.


"Tapi kamu harus berjanji ya akan memberikan Mas seperti kemarin malam ?" pinta Praba dengan tatapan memelasnya.


"Ada syaratnya !" sahut Oca singkat.


"Apa itu dek ?"


"Ijinkan aku menonton konser boyband favorit aku di Jepang !" pinta Oca memberikan pilihan.


"TIDAK akan !" emosi Praba naik ke ubun ubun, membayangkan istrinya menjadi seorang fans girl boyband lalu berteriak memanggil member boyband tersebut dan ikut foto bareng atau lebih parahnya bisa berkencan dengan salah satu member.


"Kalau begitu aku akan tidur di Apartemen lamaku !" Ancam Oca pada suaminya.


"Tak ada hal lain apa dek, selain konser itu akan mas penuhi apa saja !" tawar sang suami masih tak bisa merelakan istrinya pergi menonton konser.


"Tapi aku ingin ikut Mas, Malika mengajakku !"

__ADS_1


"Atau kita bisa berbulan madu yank, kita belum membicarakan masalah itu !" Praba memberikan opsi lainnya.


Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di Apartemen yang mereka tinggali.


Praba melepas jasnya kemudian keluar dari mobil untuk membukakan pintu istrinya. Karena hujan, udara semakin dingin. Oleh karena itu pengacara tampan itu memasangkan jasnya di badan sang Istri.


"Terimakasih yank !" ucap Oca melihat keromantisan dari sang suami.


Pria itu menatap matan sang istri dalam dalam, kemudian ia mengangkat badan sang istri dan menggendongnya ala ala bridal style.


"Mas, malu ih turunkan aku !" perintah Oca pada Praba karena tingkah semaunya itu.


"Kita sudah sah bukan ? jadi Mas berhak dong !"


"Malu Mas, kalau dilihat Orang bagaimana ?"


Benar saja, seorang satpam Apartemen yang sudah lama mereka kenal melihat keduanya dengan tersenyum.


Satpam itu sudah sangat tahu hubungan keduanya kadang akur kadang tidak. Satpam yang memiliki nama Tono itu hanya tahu mereka memiliki hubungan yang rumit.


"Bu Oca baik baik saja ?" sapa Pak Tono pada keduanya ketika posisi mereka sudah dekat dengan pintu penghubung tempat parkir menuju Apartemen.


"Biasa lagi ngambek pak, bawaan orok !" sahut Prabayar dengan seenaknya.


"Mas..." tegur Oca menjewer telinga Suaminya.


šŸ€šŸ€


Pria itu membawa istrinya masuk ke Apartemen miliknya, dengan langkah hati hati, ia ingin membuat sang istri merasa nyaman bersamanya.


"Mau langsung atau mandi dulu ?" tanya sang Arjuna dengan senyum penuh kemenangan.


"Turunkan aku Mas," pinta Oca merayu sang suami agar mau melepaskan dirinya.


Tiba tiba handphone Di dalam saku celana Praba berdering. Hal tersebut membuatnya melepaskan sang istri.


Dilihat dari perubahan pada raut wajahnya, Oca merasakan ada hal penting yang sedang Praba bicarakan.


Karena tak ingin mengganggu suaminya, ia kemudikan berjalan masuk ke dalam kamar mereka.


Kamar yang sering ia tempati sebelum menjadi istri sang pengacara.


Badan Oca terasa lelah setelah seharian bekerja, oleh karena itu ia memutuskan untuk mandi sebagai sarana relaksasi terhadap tubuhnya.


Oca menghabiskan waktu cukup lama untuk berendam, setelah ia keluar dari kamar mandi yang berada dikamar mereka, Oca tak mendapati suaminya.


"Ah mungkin dia sibuk, lumayan lah aku bisa lepas dari makhluk jadi jadian itu !" ucap dia sambil tertawa lepas.

__ADS_1


Wanita cantik istri Pengacara terkenal tersebut malam ini mengenakan sebuah lingerie atau baju khas untuk tidur warna putih yang berbahan tipis namun sangat lembut. Oca terlihat sangat menawan, karena baju itu dilengkapi dengan belahan sedikit panjang dibagian depannya. Sesuai selera sang pengacara mesum tersebut.


Oca juga curiga bila baju yang ia temukan di dalam lemari pakaian yang ibu Miranda siapkan adalah pilihan dari suaminya.


"Apa apaan ini ? ini pasti ulah Prabayar !" gerutunya mengamati potret dirinya di depan cermin.


Dan benar saja, ketika suaminya masuk ke kamar mereka, Pria itu tampak tak berkedip melihat dirinya.


Tanpa Ba Bi Bu, Praba langsung memeluknya dari belakang ketika ia masih bercermin.


"Mas, apa yang kamu lakukan ? kamu bahkan belum mandi !" protes Oca merasa sesak atas perlakuan sang suami.


"Yank, kamu sungguh cantik sekali, Mas jadi tak sabar untuk segera memakanmu !"


"Apa ada masalah tadi ?" selidik Oca.


"Hanya masalah kecil yang perlu ditangani, sekarang giliran menanganimu dek, Mas udah gak tahan nih !" mata Praba sudah seperti seorang pecandu narkotika yang sudah kecanduan diri Oca. Tak lupa tangan pria itu sudah menjalar ke setiap sudut tubuh sang istri.


"Kamu yang menyiapkan ini mas ?" tanya Oca mengenai baju yang ia pakai.


"Tentu saja, kamu tahu kan bagaimana selera Mas dek. Dan hasilnya sungguh Great sangat pas di tubuhmu !"


"Kapan kamu menyiapkan ini semua Mas ? satu lemari penuh berisi Lingeri ?" protes Oca menatap dalam dalam sang suami. Meski begitu, ia sangat menghargai usaha sang suami.


"Itu tak penting, yang jelas Mas ingin kamu memakainya untuk membangkitkan naluri sang belalai dek !" setelah berucap demikian, Pria yang sudah berada di Awang Awang itu buru buru melahap hingga habis bibir sang istri.


Prabayar tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menggempur pertahanan sang Istri.


šŸ€šŸ€šŸ€



Hola, Mendekati akhir season ini saya akan sering sering mempromosikan beberapa karya saya dan karya beberapa Author kece lainnya.








__ADS_1


__ADS_2