Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Belalai Bukan Milik Gajah


__ADS_3

Oca memasang muka juteknya lantaran sang suami menggodanya. Bagaimana tidak malam ini Oca harus menata hatinya untuk menghadapi pertempuran dengan lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Kini Oca tak bisa mengelak lagi, bagaiman juga pria itu sudah menjadi suaminya. Dan yang pasti Pria itu akan terus menggempur pertahanan hatinya.


Harga yang selama ini ia pertahankan dan ia jaga, akan segera di rebut oleh si empunya.


Cukup mahal memang untuk mendapatkan harga dari Oca. Pria itu harus merogoh koceknya dalam dalam demi mendapatkan sebuah kartu as milik sang istri.


Dengan karakter Oca yang tak mudah ditaklukkan, Praba harus memutar otaknya untuk menghadapi sang istri yang harus ia gempur malam ini.


"Yank, kamu sudah janji loh !" Seloroh pria mesum itu menagih janji dari sang istri yang masih menatapnya dengan tajam kearahnya.


"Kau pasti sering melakukan ini kan kan Mas ?" Selidik Oca masih belum melepaskan tatapan tajam kearah sang suami.


"Dapat gosip darimana sayang ?" mulailah Praba mendekap sang wanita yang sedari tadi menjadi sasaran empuk fantasi liarnya.


"Bara," sahut Oca singkat namun penuh makna dari sorot matanya yang indah.


"Dan kamu pun percaya ?" tak tanggung-tanggung sang lelaki kini menarik tangan sang istri untuk duduk ke pangkuannya untuk membujuknya.


"Aku percaya padamu, karena tak akan ada wanita yang betah dekat dengan mu setelah mengetahui kejelekanmu Mas !" ujar Oca membuka perasaan dihatinya.


"Hanya dirimulah yang paling mengerti aku dear, sungguh luar dalam bisa klop sama aku !"


"Paling bisa deh !" tak bisa di sembunyikan lagi, Oca merasa gemas dengan godaan sang suami. Ia pun mencubit kedua pipi sang pria tampan tersebut.


"Dek, itu membuat belalai imut Mas naik loh !" bisik sang mantan sopir Oca kemudian mengecup mesra pipi Oca.


"Masa sih ? emang bisa ?"


"Yank, Mas ini straight loh mau liat ?"

__ADS_1


Tanpa basa basi sang pengacara tersebut sudah melum*t habis bibir Lembut nan menggoda Oca. Rasa segar dari semangka yang Oca makan tadi masih terasa di mulut sang istri. Hal tersebut menambah gairah s*kasual suaminya.


"Untuk berikutnya dan seterusnya, sebelum bercinta kamu makan semangka dulu yank !" Gumam sang Arjuna sela sela ciuman manisnya.


Ciuman yang awalnya manis dan segar seperti buah semangka, kini sudah berubah menjadi sebuah ciuman panas membara penuh napsu. Tangan sang Pengacara sudah berpindah dari pundak sang istri kini mencoba menurunkan outfit Oca.


Tangan yang biasa bekerja di persidangan tersebut begitu terampil menjamah setiap sudut busana sang istri.


"Kamu yakin tak mau mandi dulu Mas ?" potong Oca disela ciumnya yang kini sudah berpindah di leher mulus sang istri.


"Setelah tugas negara usai, kita mandi bersama !"


"Ya elah tong tong, bilang aja udah gak betah pakai acara tugas negara segala, elu yang enak enak author yang mikir semalaman." batin ngenes author.


Asep yang merasa sudah mendapatkan lampu hijau, kini sudah tak malu malu lagi untuk menanggalkan sebagian outfit yang ia kenakan. Kini tinggal celana panjang warna hitam yang ia pakai, untuk bagian atas sudah topless. Pun sama halnya dengan kondisi sang istri. Begitu baju yang Oca kenakan sudah dilucuti sang suami. Kini yang tersisa hanya sepasang Daleman yang merupakan br* dan celana dal*m saja.


"Baby, i want more ?" Rengek sang suami sudah tak tahan dilihat dari sorot matanya yang sayu.


Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Oca, wanita itu menutup rapat mulutnya akibat permainan lidah sang suami yang menjelajahi setiap inchi dari tubuhnya.


Tangan kekar itu kemudian merengkuh badan sang istri yang masih berada diatas tubuhnya untuk ia bawa menuju Kasur hotel yang sudah tertata rapi dengan tak terkira jumlah bunga mawar merah.


Kini tubuh Oca telah berada diatas taburan bunga mawar merah yang tersusun rapi diatas kasur dengan Sprei putih bermotif polos. Bunga bunga tersebut menjadikan sprei tersebut menjadi bermotif alami.


Pemandangan indah tersebut menambah gairah yang menggelora dari seorang Prabasonta. Pelan pelan ia menurunkan tali kain yang menutupi bagian atas tubuh sang istri.


Meski sedikit ada rasa canggung dari wajah sang istri, namun Praba bukanlah pria yang mudah menyerah dalam hal apapun termasuk hal ini. Dengan sigap ia ******* kembali bibir ranum sang istri tercinta. Setelah ia merasa kondisi psikologis Oca sudah seperti sedia kala, ia pun dengan antusias melepaskan kain putih berenda tersebut.


Berapa terkejutnya ia mendapati bagian atas tubuh sang istri, bagian yang belum pernah ia lihat sebelumnya namun sering ia pikirkan dalam benaknya.


Bagian kenyal dan halus mirip Squinshy tersebut benar benar sangat indah bagi yang memandang. Beruntung sekali ia adalah orang satu satunya yang bisa dan akan terus menikmatinya.

__ADS_1


"Boleh ?" Tanya sang Arjuna mendekatkan wajahnya beberapa inchi dibawah leher mulus sang istri.


Tak ada perlawanan khusus dari Oca, ia hanya menganggukan kepalanya guna memberikan ijin untuk sang suami menjalankan aksi teror pada tubuhnya.


Bagaikan memenangkan undian togel, Praba tanpa ba-bi-bu dengan pedenya melahap bagian kiri dari Squinshy tersebut. Sedangkan untuk sisi sebelah kanan tak ia sia siakan. Tangannya bergerilya menyusuri bagian kanan tersebut.


Desahan demi desahan keluar dari mulut sang istri, bukan makian yang keluar seperti dulu, namun kali ini berubah menjadi rancauan tak terdefinisikan. Hal tersebut membuat Praba makin semangat untuk segera menuntaskan tugas negara tersebut.


"Yank, kali ini boleh ?" pintanya dengan tatapan sayu khas pecandu narkoba yang sering ia tangani kasusnya.


Untuk sejenak, sang istri hanya terdiam. Namun sorot matanya sudah beberapa kali menelisik ke seluruh ruangan. Ia masih sadar dalam buaian asmara ini.


"Mas janji akan pelan pelan," bujuk Pengacara handal Tersebut.


"Baiklah !"


Nah loh, kurang baik apa coba author nih. Udah dikasih kewong ini mau enak enak. Gak mikir apa semalaman author ngeronda buatnya.


"Tapi, Mas apa gak pakai pengaman ?" tanya Oca disela sela aktivitas suaminya.


"Buat apa ? kita akan memiliki keturunan !" protes Praba dengan yakinnya, karena memang itu yang diidam idamkan oleh kedua orangtuanya serta kedua mertuanya.


"Kamu curang ih, aku sudah hampir polos tapi kamu belum Mas ?" goda Oca mencibir pria yang masih ingin menindihnya tersebut.


"Kamu mau liat belalai tapi bukan milik gajah ?"


Karena kesal, Oca langsung mencubit pinggang sang suami tepat di bagian bekas jahitan lukanya dulu.


"Kalau kamu yang minta, Mas akan dengan senang hati menunjukan belalai tersebut !"


πŸ‘ΏπŸ‘Ώ

__ADS_1


Lanjut nanti ya .


__ADS_2