Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Jagung Bakar.


__ADS_3

Kedua anak Adam itupun saling tak bertegur sapa di dalam mobil yang melaju di Jalanan Jakarta Selatan.


Oca melirik kearah Asep yang sedang mengemudikan mobilnya, Pria itu diam tak bersuara tak seperti biasanya.


Karena takut akan menyakiti hati sopirnya Oca jadi mengurungkan niatnya untuk menegur Asep.


"Kelihatannya kau memiliki dendam pribadi dengan orang tadi ?" Oca berucap demikian lantaran sudah tak tahan dengan sikap acuh dari sopirnya.


"Bukan, aku hanya tak suka dengan sikap dia," Sahut Asep tanpa menoleh kearah Oca sedikitpun.


"Jadi ceritanya ngambek nih ?" Batin Oca melihat tingkah laku kaku supirnya tersebut.


"Biar suasana hatimu adem, bagaimana kalau kita mampir minum ?" Oca menggoda Asep ingin mengajaknya minum di Bar.


"Bagaimana bisa dia mengatakan ingin mengajak aku minum, dia saja tak bisa minum terlalu banyak terakhir kali aku lihat."


"Jangan harap, jangan pernah kau minum seorang diri lagi," Ancam Asep dengan muka bengisnya seperti biasa.


"Hei, kau kenapa ?" Oca merasa ada yang aneh pada diri Asep.


Asep mulai mengkondisikan Sikapnya seperti biasa. "Aneh Bagaimana Bu ?"


"Kau seperti .." Oca sambil mengingat ingat sesuatu yang tersimpan di memori otaknya.


"Seperti siapa ?" Praba was was takut Oca curiga dengan perubahan sikap yang telah ia alami.


"Seperti papaku saja.." Sahut Oca singkat.


"Syukurlah.." Asep menghembuskan napasnya dengan lega. Dia memandangi jalanan di sekelilingnya untuk meredakan sikap nervous yang ia alami saat ini.


"Aku ingin makan jagung bakar.." Oca tiba tiba mengeluarkan suaranya. Dia berencana ingin mengerjai sopirnya tersebut.


"Nanti kita akan mampir bila menemui penjual jagung bakar di jalan." Sahut Asep singkat.


"Tak mau, aku ingin makan jagung bakar di daerah Puncak," Oca membalasnya dengan kalimat pamungkasnya.


"Ngidam lagi ?" Asep menggerutu lantaran bosnya meminta sesuatu yang aneh aneh lagi.


"Kenapa ? kau keberatan ? aku bisa pergi sendiri,"


"Kau menang Oca, deadline ku banyak dan aku harus menunda semua pekerjaanku"


"Baiklah,"


"Nah gitu dong, semangat dikit jadi laki !"


"Apa yang sengaja wanita bar bar ini rencanakan ? apa dia sengaja menggodaku dengan mengajakku menginap ke puncak ?"


"Mau kemana aja nih ayo aja," Sahut Asep membalas perkataan dari Bos mudanya.

__ADS_1


Kini mobil yang ia kemudikan sengaja berbalik arah, sesuai keinginan Yang Mulia Putri Asep harus menuruti keinginannya.


Meski harus mengorbankan setiap pekerjaannya.


Sedari tadi Oca hanya melihat ponsel ditangannya, Dia memang sedang keranjingan nonton drama Korean di sebuah aplikasi nonton berbayar di ponselnya.


Dia sengaja mendiamkan lelaki di depannya lantaran kesal karena kata katanya barusan.


πŸƒπŸƒ


Tak terasa kini perjalanan mereka telah sampai di daerah Cisarua, Keadaan jalanan Cisarua saat petang cukup senggang. Apalagi ini bukan akhir pekan.


Udara sejuk dan pemandangan indah sudah menyambut kedatangan mereka. Tak banyak lalu lalang kendaraan melintas di jalan tersebut. Suasana seperti ini makin syahdu bila di tambah gerimis ketika musim penghujan. Sayangnya ini bukanlah musim penghujan.


Tiba tiba saja Asep memelankan laju kendaraannya, ia mengemudikan mobil Oca memasuki plataran sebuah rumah makan di kawasan tersebut.


Rumah makan tersebut bernama Melrimba Garden.


Oca pun heran kenapa Asep tiba tiba menghentikan mobilnya. Diamati keadaan di luar kaca mobil. Tempat ini tak asing bagi Oca.


Dia sangat ingat dengan betul tempat ini, tempat dimana ia pernah pergi bersama orang yang pernah ia cintai sebelumnya.


Tatapannya kosong dan air mukanya tiba tiba berubah. Oca tak seperti biasanya. Ada suatu hasrat yang ia simpan dan tak ingin ia keluarkan.


"Kalau kau lapar, turunlah sendiri aku akan menunggu disini," Ucap Oca pelan sambil menendang keluar kaca jendela mobilnya.


"Maaf, aku belum lapar Asep." Suara Oca berubah menjadi serak tiba tiba. Dadanya serasa sesak sekali mengingat kejadian di masa lalunya.


Asep kemudian keluar dari mobil Oca setelah ia selesai memarkir mobilnya. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk memaksa Oca agar mau mengikuti kemauannya.


Dia tahu betul Oca pasti sangat terpukul setelah apa yang sudah dia lakukan dimasa lalu.


Mereka pernah balapan ke puncak tepat sehari sebelum ia memutuskan hubungan dengannya.


"Kalau anda tak ingin keluar, saya juga tak jadi makan disini," Ujar Asep sambil membukaan pintu untuk majikannya.


Oca menarik napasnya dalam dalam lalu membuangnya kasar semaunya. Pikirannya dilema antara tak enak dengan Asep dan rasa kesalnya.


Demi Asep, kini Oca melangkahkan kakinya yang terasa berat untuk masuk ke dalam rumah makan tersebut.


Rumah makan tersebut terasa asri dan menarik mata. Namun tidak bagi Wanita yang kini sedang gundah gulana.


Rumah makan tersebut memang berada di jalan poros menuju kearah puncak, jadi Rumah makan ini sangat cocok sebagai tempat persinggahan selama perjalanan. Bukan sebagai persinggahan hati ya πŸ˜’.


Dengan langkah gontai, Oca terpaksa mengikuti langkah Asep masuk ke dalam Melrimba Garden.


Seorang pegawai menyambut kedatangan mereka ketika mereka memasuki pintu Melrimba Garden.


Mereka pun duduk di resto yang bernuansa modern di tengah tengah suasana pepohonan ini.

__ADS_1


Seseorang datang membawakan mereka dua buah buku menu.


"Kwetiau Seafood, Hot Coffee," Ucap Asep setelah membaca buku menu. Asep masih menunggu Oca yang enggan sekali membaca menu menu di Melrimba Garden.


"Milkshake,," Sahut Oca singkat.


"Hanya itu ?" Tanya Asep kepada bosnya yang sedang terpaku menatap selembar daftar menu.


"Dua buah Kwetiau seafood, hot Coffee dan Milkshake," Ucap Asep.


Oca menepuk jidatnya, dia merasa sangat frustasi karena ulah iseng Asep.


Sesekali ia menatap nanar sopir yang sedang duduk di depannya.


Kenapa semua hal yang berkaitan dengan pria sialan itu bisa sama persis sepeti yang Asep mau.


"Maafkan aku, aku janji kali ini tak akan menyakitimu lagi bila kau bisa membuka hatiku kembali untukku Oca,"


Setelah mengulangi kembali pesanan mereka berdua, pelayan itupun beranjak masuk untuk menyiapkan pesanan Asep dan Oca.


πŸƒπŸƒ


Tak sampai Setengah jam pesanan mereka pun datang, Pelayan tersebut membawakan makanan mereka.


Mula mula Oca enggan untuk menyentuh makanan di depannya. Namun karena tak enak dengan Asep, dia akhirnya masuk juga kedalam perangkap yang Praba buat untuknya.


Sesekali ia menyeruput segelas milkshake di depannya, Untuk mengaliri tenggorokannya yang kering akibat terlalu banyak alasan.


"Enak ?" Asep menguji Oca yang sedang menggulung pasta dengan garpunya.


"Enak," Sahut Oca dengan menahan emosi karena terpaksa.


"Bagus sayang, makanlah karena nanti kita akan melakukan hal lebih." Batin Praba sambil menyeringai senyumnya.


"Aku akan ke toilet sebentar !" Oca kemudian beranjak berdiri dan berjalan ke kamar mandi di resto tersebut.


Praba sendiri sekarang bisa tersenyum lega setelah berhasil membawa Oca ke tempat yang dulu ia dan Oca pernah kunjungi.


Ia kemudian melepaskan kaca matanya sesaat karena merasa matanya lelah, sebelum wanita pujaannya itu datang kembali ke meja tempat mereka.


Selesai dari kamar mandi, Oca kemudian berjalan ke arah kasir guna membayar bill yang sudah mereka pesan.


Namun niat Oca gagal lantaran tagihan mereka sudah dibayar oleh seseorang.


"Nona, tagihan kalian sudah dibayar oleh seseorang yang tak mau disebutkan namanya ."


"Sialan apa orang itu mengikuti kami sampai sini, aku curiga Asep adalah mata mata Praba." Gumam Oca sambil berjalan mendekati meja yang ia pesan bersama Asep.


🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2