
Siap siap ya šššš
šš
Sesuai pertanyaan dari sang Wanita yang telah menggoda dirinya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya.
Kesempatan tersebut tak akan disia siakan oleh Sang pengacara tersebut untuk mempertontonkan senjata pamungkasnya. Senjata yang akan ia siapkan untuk memikat hati sang istri.
"Kamu sudah tak sabar ingin melihatnya kan baby ?" celotoh Praba kemudian berdiri guna menarik resleting celana panjangnya.
Hati Oca dag dig dug ser. Bagaimana tidak, ini adalah malam pertama bagi dirinya untuk menghabiskan waktu bersama sang suami sebagai pasangan yang sah.
Ia memundukan mukanya, ketika sang suami ingin menarik resleting celana panjangnya.
"Ayolah baby, ini kejutan untukmu," Sang suami menggodanya.
Oca kemudian mengangkat kepalanya kembali ketika sang suami sudah berhasil melepaskan celana panjangnya.
Nampak sekali belalai panjang dan besar namun bukan milik gajah dari luar Celan* dalamnya.
Wanita yang sudah sah menjadi istri Praba tersebut bergidik ngeri membayangkan bagaimana kalau nantinya belalai itu akan menghujam ke bagian pertahanan miliknya.
"Masih ingin liat lebih dek ?" tanya Sang suami diikuti menindih tubuh wanita di depan matanya tersebut.
Kini keduanya sudah sama sama bertelanj*Ng dada dan hanya mengenakan celana dalam saja. Keduanya sama sama menahan perasaan yang berbeda dari biasanya, karena ini adalah hal pertama kali pada mereka.
"Yank, ayolah buka ?" pinta Sang suami pada Oca yang masih merona pipinya.
Oca tiba tiba membelalakkan matanya menatap sang Suaminya kini, ia ingin protes tapi apalah daya. Karena hal ini merupakan cara dia mencari pahala dari sang suami.
Dengan sedikit rasa malu malunya, ia menganggukan kepalanya ketika sang suami sudah bersiap menarik tali underware miliknya.
Tangan kekar itu mulai menurunkan kain penutup bagian sensitif tubuh sang istri.
Perlahan lahan kain tipis itu sudah meninggalkan badan sang pemiliknya.
"Amazing yank, indah sekali !" puji dari mulut manis sang pengacara sang penakluk hati Oca.
"Bagiamana bisa kamu bilang indah ? berarti kamu sering melihat hal semacam itu ?" Oca masih sempat sempatnya memprotes ucapan sang suami nakalnya.
__ADS_1
Benar adanya bahwa Pria yang menjadi suami Oca kini bukan hal pertama kali melihat pemandangan hal seperti itu, Praba adalah lelaki normal pada umumnya. Sama halnya seperti Bara, waktu ABG kedua kakak beradik itu juga pernah mencuri curi menonton sekedar film panas.
Jadi kalau Oca menanyai hal seperti itu, jawabannya pasti iya. Praba kan lelaki normal.
Kembali ke adegan panas antara suami istri yang baru saja sah ya š¤
Pria itu tak berkedip karena takjub melihat keindahan surgawi dari sang istri.
"Jangan aneh aneh deh, nanti aku tendang nih Mas !" tegur Oca pada suaminya yang terlihat linglung menatap bagian sensitif miliknya.
Mendengar kata kata Oca barusan, Praba langsung tersadar dari buaian manis dari keindahan surgawi tersebut.
"Mas ingin mencicipinya yank," bukan hanya mulutnya saja yang memberikan rayuan, kini sang belalai pun juga memberi rayuan dengan menggesek-gesekkan dirinya ke surgawi tersebut.
Ini adalah salah satu trik Praba agar Oca bisa terbuai dengan permainan halusnya.
Bukan hanya dirinya saja yang merasakan sensasi menyenangkan dari permainan tersebut, Ia mengamati dada sang istri sudah naik turun. Tandanya ia sangat menikmati belaian dari belalai Praba.
Belum di lepas saja sudah begini, apalagi dilepas coba ? juru ketik ini kan makin ser ser-an š¤Ŗ
Lanjut š
Hati Oca berdegup kencang, bagaimana bisa ia akan melihat langsung barang pribadi milik lelaki. Wanita itu kemudian menutup matanya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Oca, bukankah kamu juga belajar anatomi tubuh kenapa masih malu maluin yank ?"
"Sumpah, aku baru ini live. Kamu kira aku dokter forensik atau SpKK ?" jawab Oca malu malu.
"Siap atau tidak ini milikmu !" dengan semangat empat lima pria itu kini menjauhkan tangan Oca yang menutupi sebagian wajahnya.
"Astagaaa Prabayar !!!!" jerit sang istri begitu melihat pertunjukan live untuk kali pertamanya. Bukan pertunjukan live in concert' ya tapi ini live yang dalam hal lain.
"Bagaimana suka ?" goda sang suami melihat pipi Oca merah merona menahan malu yang bersarang.
"Bagaimana mungkin aku akan menjawab suka atau tidak ? apa dia gila ? memelihara ular sawah sebesar itu !" batin Oca dalam hatinya.
"Lanjut step berikutnya ya yank ?" pelan pelan ia meminta ijin dari sang istri, karena Oca hanya diam saja Praba berinisiatif untuk menggempur pertahanan pertama Oca dengan ******* Squinshy miliknya kembali.
Desahan demi desahan yang terlontar dari keduanya membuat keduanya semakin bergelora, napsu mereka kian menggebu gebu. Masih dengan cara seperti tadi, Praba masih memberikan gesekan gesekan luar dari belalainya untuk keindahan surgawi milik istrinya.
__ADS_1
"Mas...!" Panggilnya dengan diikuti desahan dan erangan manja.
"Aku janji akan pelan pelan, nanti kalau sakit bilang ya ?" dan Benar saja setelah menyelesaikan kalimatnya tadi, kini Pria kelas itu sudah berdiri siap menghujam sang istri. Ia berdiri dengan menekuk kedua lututnya guna menjadi topangan badannya.
"Siap ya dek ?"
Oca hanya menutup matanya memberikan ijin kepada sang suami untuk menjalankan tugas negaranya.
Benda tumpul itu berlangsung sangsur merangsak ingin memasuki tempatnya berada.
Ada sedikit rasa ngilu bercampur perih yang wanita itu rasakan, bahkan ia sempat menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit itu.
Melihat betapa menderitanya sang istri, Praba tak kuasa. Ia pun memberikan lum*tan pada bibir ranum sang istri guna memberikan terapi penenang untuk Oca agar tak merasakan sakit lagi.
"Tahan ya yank, kita harus kerja sama demi tujuan kita !" bisik Pria itu mesra di telinga sang istri diikuti gigitan manja di telinga mulus milik Oca.
"Tujuanmu kan Mas, kamu yang sangat antusias !"
"Demi anak kita !" sahut Praba sambil terkekeh.
Kali ini bukan hanya Prabasonta saja yang lebih aktif dalam permainan ini, Oca juga sudah merasakan irama permainan Praba.
Rasa sakitnya berangsur angsur berubah menjadi rasa nikmat yang tak terkira.
Apalagi Praba, tahu sendiri kan bagaimana watak pria itu. Bayangkan saja sendiri wajahnya sekarang kaya apa.
Yang hal sepele sepeti ciuman saja sudah membuatnya mupeng, apalagi hal seperti ini ?
Pelan tapi pasti, belalai atau ular sawah yang Oca bilang tadi sudah merangsak masuk ke puncak sarangnya.
Wajah pria itu begitu puas ketika sampai di bagian dalam kandangnya.
Tinggal memberi irama pada permainannya saja, dan menikmatinya saat saat seperti ini.
Kebersamaan yang tak akan ia berikan pada orang lain selain Istrinya, dan juga kebersamaan sang istri yang hanya boleh bersamanya.
"Sungguh menyenangkan sekali, andai saja Oca mau melakukan ini sebelumnya,pasti aku akan lebih bahagian !" batin Prabasonta.
ššš
__ADS_1