
Bunyi deru Ambulance memenuhi parkiran depan UGD RS Medistra. Semua petugas UGD bersiap menerima kedatangan Ambulance tersebut.
Derap langkah kaki Oca kini bersaut sautan dengan deru Ambulance. Kini dia telah tiba di UGD bersama seorang dokter jaga.
Dengan dibantu beberapa perawat, pasien laki laki tersebut diusung menggunakan Emergency Stetcher Ambulance atau alat angkut pembawa pasien.
Seorang lelaki sekitar umur 50an tergelat tak sadarkan diri saat dibawa masuk ruang UGD.
Kini Oca sudah bersiap bersama dokter jaga tersebut untuk mengecek kondisi pasien.
Pasien tersebut masuk pada kategori triage 1 yakni pasien yang nyawanya terancam dan perlu penanganan cepat.
"Pasien mengalami henti jantung yang menyebabkan aliran darah berhenti dan kesulitan bernapas" Jelas teman dokter Oca mulai memeriksa keadaan pasien.
"Tunggu sebentar, aku rasa ini bukan serangan jantung dok" Oca mulai meneliti bagaimana pasien tersebut dan membantah teman dokternya.
"Maksud anda Dok ?" Dokter tersebut tampak tak percaya. Bagaimanapun juga dia adalah dokter yang lebih tua dari Oca jadi dia tak mungkin salah.
"Melihat korban dengan hilangnya kesadaran lalu kegagalan pada pernapasan dan tekanan darahnya sangat rendah, saya menyimpulkan bahwa pasien keracunan Sianida" Jelas Oca dengan nada tegasnya.
"Benarkah dokter ?" Sindir Teman dokter Oca.
Seseorang yang mengalami keracunan sianida terkadang warna kulitnya bisa berubah menjadi kemerahan dikarenakan oksigen terperangkap dalam darah dan tidak bisa masuk ke sel tubuh.
Napas penderita bisa menjadi sangat cepat atau sangat lambat, dan berbau seperti kacang almond, meski sulit untuk dideteksi.
"Seluruh gejala keracunan sianida ada pada pasien, kulit kemerahan lalu napas menjadi susah" Jelas Oca masih tak terima dokter tersebut membantahnya.
"Untuk memastikan keadaannya kita lakukan tes darah dok" Ajak Dokter tersebut.
Untuk memastikan seseorang keracunan sianida, dapat dilakukan tes darah untuk melihat konsentrasi sianida dalam darah seseorang. Namun, pemeriksaan ini membutuhkan waktu dan belum tentu tersedia dalam keadaan gawat darurat. Tes darah juga dapat mengukur kadar oksigen dalam darah dan kadar laktat darah untuk melihat beratnya keracunan, serta kadarΒ karbon monoksidaΒ dan methemoglobin untuk melihat kemungkinan lain dari penyebab hipoksia
Setelah kedua dokter tersebut memasang alat bantu pernapasan, kini mereka mulai mengambil sampel darah pasien.
__ADS_1
Oca melihat kurva gravik di monitor sudah mulai menunjuk kearah datar. Kini pasien telah masuk ke fase mati klinis
Oca mulai memompa denyut jantung pasien, namun gagal. Tangan dan kaki pasien telah menjadi dingin.
"Pasien telah meninggal dok" Tegas Teman Oca.
Oca kini mengecek kornea mata pasien untuk memastikan pasien masih menerima rangsangan atau tidak. Dan mengecek suhu tubuh pasien yang kini turun drastis.
"Kematian biologis, catat tanggal kematiannya saya akan menjelaskan pada keluarga pasien dan memberikan diagnosa awal saya" Kata Oca kini mulai merapikan peralatan medisnya.
"Baik dok" Jawab Teman dokter Oca.
Kini Oca sedang menjelaskan kepada keluarga korban bahwa nyawa korban tak bisa tertolong.
Dan untuk mengetahui penyebab kematian mereka masih menunggu hasil lab nya.
ππ
"Dok mau diapakan kue ini ?" Tanya Tami yang tiba tiba membangunkan lamunan halu Oca.
"Bagi saja ke anak anak Tam aku sedang diet" Keluh Oca sengaja menghindari pemberian tersebut.
"Wah lumayan, ini enak Dok" Seru Tami membawa sekotak kue tersebut.
Kemudian Oca memainkan Handphonenya. Tanpa disadari dia menerima pesan dari seseorang yang mengajaknya bertemu.
Orang tersebut ialah Bara. Bara mengajaknya bertemu di tempat nongkrongnya dulu waktu kecil. Yakni arena Balap mobil.
"Aku tak tertarik" Balas Oca mengirimi jawaban pada Bara.
"Aku punya kejutan untukmu kak" Bara masih tak mau kalah membujuk Oca.
"Tidak" Oca masih mengeraskan pikirannya menanggapi ajakan Bara.
__ADS_1
"Sentul Internasional Sircuit jam 7 malam jangan coba coba tak datang atau aku akan menghantuimu selamanya" Ancam Bara.
Oca tak membalas pesan dari Bara barusan, dirinya kini sedang bersiap merima pasien di polinya.
Lagian bagaimana bisa dia akan pergi ketempat yang dijanjikan oleh Bara, sedangkan dia tak membawa mobilnya.
Kemudian Abigail mengajaknya keluar untuk makan siang bersama. Kedua insan manusia itupun berjalan beriringan ke kantin rumah sakit. Karena memang sudah bertepatan dengan jam makan siang.
ππ
Selesai makan siang, mereka menghabiskan jam istirahatnya dengan duduk berdua di bangku taman rumah sakit.
Oca tambak sangat ceria bersama Abi, karena Abi adalah sosok pria yang sangat hangat. Abi juga sangat peduli kepada Oca.
"Kita akan pulang bersama Oca ?" Abi mulai melancarkan aksinya mendekati Oca.
"Kamu yang bawa aku tadi, kamu juga yang harus membawaku pulang dok" Sindir Oca sambil tersenyum renyah.
"Tetaplah tersenyum seperti ini, karena aku suka" Abi kini sudah tak malu malu lagi untuk mendekati Oca.
"Terimakasih dok" Sahut Oca yang masih merasakan kikuk atas pujian Abi barusan.
πππ
π *Emergency Stretcher Ambulance merupakan alat yang di gunakan untuk transport pasien / korban dari TKP ke ambulance dan dari ambulance ke rumah sakit, berfungsi juga sebagai emergency bed bagi pasien, yang dapat diatur kenyamanannya sesuai keinginan pasien.
π Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Hipoksia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jaringan.
π Mati Klinis adalah absennya denyut nadi dan pernapasan, dan merupakan proses yang reversibel/dapat kembali dengan bantuan RJP (resusitas jantung paru) atau CPR (cardiac pulmonary resuscititation). Dahulu, mati klinis dipakai dalam kedokteran untuk menyatakan kematian, yakni absennya tanda-tanda vital seperti pernapasa, denyut nadi dan tekanan darah. Saat ini untuk menentukan kematian secara medik dan hukum (medikolegal) memakai definis mati serebral.
πΌπΌπΌ*
__ADS_1