Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sepanjang perjalan pulang Oca selalu menunjukan muka masamnya, Ia akhirnya pulang bersama Bara yang kini sedang mengemudikan mobilnya lantaran Kakak kandungnya meminta Bara mengawasi Oca.


"Kalian sungguh sudah tinggal bersama kak ?" Tanya Bara merasa ingin mengorek informasi dari Oca untuk disampaikan pada ibunya.


"Aku masih tinggal di Apartemen milikku, tadi siang dia yang memintaku tinggal bersama karena ingin memakai Unitku untuk tempat tinggal keluarga kliennya." Jelas Oca mengingat isi pembicaraan dirinya dengan Praba siang tadi.


"Jadi kalian masih tinggal terpisah ?"


"Hanya sesekali aku menginap di unitnya !"


"Berarti hubungan mereka sudah ke tahapan lebih jauh, syukurlah akhirnya aku bisa menikah juga kalau mereka sudah menikah duluan !" Batin Bara disertai senyum leganya.


Setalah Bara mengantar Oca pulang, kini wanita yang sedang dekat dengan Praba itupun tergesa gesa masuk ke Apartemennya agar bisa segera packing supaya ia bisa pindah entah kemana.


Namun rasa terkejutnya muncul lantaran melihat ada seorang anak kecil di apartemen miliknya.


Anak kecil itupun berlari mendekati Oca dan memeluknya.


"Bunda.." Panggilnya


"Maafkan cucuku Nyonya, dia merindukan ibunya !" Seorang wanita baya mendekati Oca dan anak lelaki itu. Oca meyakini bahwa mereka adalah keluarga Widya seperti yang Praba ceritakan padanya.


"Saya Yani, dan ini cucu saya Nabil Pak Praba yang menyarankan kami tinggal disini katanya ini rumah istrinya !"


"Oh... Begitu, Saya Oceana Saphira Panggil saja Oca saya Asisten rumah tanggal disini !" Sapa Oca memperkenalkan diri.


"Asisten Rumah tangga pak Praba cantik sekali apa aku tak salah ?" Pikir Yani.


"Saya kira anda Nyonya rumahnya,"


"Saya saja hanya numpang disini Bu," Sahut Oca.


"Bagaimana bisa dia seenaknya saja terhadapku dan mengatakan aku istrinya, kau pasti habis malam ini dasar Listrik Prabayar !"


"Istirahat saja Bu, saya akan menyiapkan minuman !" Oca kemudian menuju dapur untuk membuat minuman untuknya dan Bu Yani.


Tak berselang lama, Pria yang seenaknya datang ia celingak-celinguk mencari keberadaan Oca lantaran wanita itu kekeh tak mau masuk Apartemen miliknya.


"Apa Istri saya sudah pulang Bu ?" Tanya Praba pada Bu Yani yang sedang bercengkrama dengan cucunya.


"Belum pak, tapi Asisten rumah tangga anda datang barusan !"


"Assisten Rumah Tangga ? Oca tak memberitakan padaku bila ia memesan ART !"


"Benarkah ? mana Orangnya ?"


"Mbaknya sedang di dapur membuat minuman !"


Praba berjalan menyusuri setiap inchi hunian kekasihnya tersebut, Ia tak menemukan Oca dimana pun. Namun rasa leganya muncul setelah melihat punggung wanita yang selalu ia idam idamkan sedang menuangkan Yogurt ke dalam minumannya. Praba sangat tahu kebiasaan wanitanya.


"Kenapa bermain penyamaran ?" Bisik Pria itu ditelinga Oca sambil memeluknya dari belakang.


"Kau seenaknya saja mengusir aku dari rumahku !" Protes wanita itu masih serius mengaduk minuman di gelasnya.


"Kita bisa tinggal bersama sayang ? kau dan aku jadi bisa terus berduaan !"


"Berduaan gundulmu, lalu bagaimana kalau orang tua kita marah ?"

__ADS_1


"Baguslah, kita langsung menikah !"


"Aku serius Mas !"


"Aku lebih serius lagi, ayo kita menikah ?" Pria itu makin erat memeluk Oca. Ia tak malu malu lagi menghujani beberapa ciuman di pundak kekasihnya.


Oca masih kesal pada Praba yang selalu bertindak semaunya, kini ia membawakan minuman untuk mereka ke ruang tamu.


Ibu Widya pun sangat kaget melihat Praba berlaku sangat mesra pada Oca yang ia kira seorang ART.


"Bu ini minumannya," Oca menyiapkan minuman untuk ibu Widya.


"Makasih mbak,"


"Bu, ini calon istri saya bagiamana cantik bukan?" Praba mengenalkan Oca pada Bu Yani ibu Widya.


"Bukankah tadi mbaknya bilang.." Hati hati ibu Widya ingin berucap, lidahnya kelu takut salah berucap pada kedua orang yang sudah membantunya tersebut.


"Dia memang suka bercanda, iya kan sayang ?" Praba mencubit hidung Oca yang masih terlihat kesal padanya.


Tiba tiba Bu Yani memeluk Oca dengan berderai air mata, ia sangat berterimakasih bantuan dari mereka berdua.


"Terimakasih nyonya, anda sungguh mulia sudah mau membantu saya dan anak saya yang sedang berjuang untuk keadilannya!"


"Sudah Bu, saya rasa semua orang pasti akan membatu anda seperti hal nya saya saat ini ?"


"Kami tak tahu bagaimana caranya untuk membayar semua jasa jasa anda berdua !" Wanita tua itu makin terisak saat ini.


"Sayang, biarkan Bu Yani dan cucunya beristirahat dulu kita pulang kerumah yuk ?" Ajak Pria itu bergelayut manja di lengan kekasihnya.


"Kamu modus sekali Mas, aku akan check-in di hotel !" Oca kemudian bangkit dari tempat duduknya.


"Jangan ikuti aku, aku kesal padamu ?"


"Sayang, aku sungguh merindukanmu aku juga mengkhawatirkan kamu makanya aku ingin kita tinggal bersama apa lagi kamu bilang Gandhi sudah memulai mengancammu !"


"Aku bisa menjaga diriku sendiri, aku ini wanita yang bisa diandalkan !"


"Makanya, Mas mengandalkan kamu untuk menghilangkan insomnia Mas sayang !" Pokoknya Praba harus melakuan segala tipu daya agar wanita itu bersedia untuk tinggal bersama dengannya.


"Ikuti terapi di rumah sakit !" Sahutnya kesal.


Namun lagi lagi Praba menarik paksa Oca untuk masuk ke dalam hunian mewahnya.


"Aku perlu malam ini, karena kalau tak ada dirimu Mas tak akan tidur nyenyak !" Rengeknya pada Wanitanya yang masih kekeh untuk diyakinkan.


"Hanya malam ini saja, setelah kamu tidur aku akan pulang !"


"Oke sepakat," Pria itu akhirnya membawa kembali Oca kedalam rumahnya.


"Bersihkan dulu badanmu, kau tampak jorok sekali !" Oca meletakan tangan di pinggangnya sambil mencibir lelaki di depannya.


"Bantu aku melepas pakaianku ?" Pinta Praba.


"Ora Sudi !!!"


Kemudian Oca meninggalkan Praba yang masih berdiri mematung mendengar jawaban ketus dari Oca.

__ADS_1


"Atau kita bisa mandi bersama ?" Sambil membuka kancing kemeja di hadapan Oca Praba mulai menggoda wanitanya.


"Aku tak membawa baju ganti apapun, aku mandi di rumahku saja ya ?"


"Baiklah, setelah itu cepatlah kemari sebelum aku merobohkan apartemen milikmu ?" Sindir Lelaki itu sebelum masuk ke dalam Kamar mandinya.


☘️☘️


Pria yang sudah bertukar pakaian dari pakaian kerjanya kini berjalan keluar dari kamarnya guna menyeret paksa kekasihnya dari kediaman milik Oca.


Namun sebelum ia sempat keluar, Pria tersebut menemukan sebuah box kudapan roti khas Italia.


"Dia ingin menyogok aku ? dasar wanita licik !"


Tanpa ia duga, ternyata pujaan hatinya tersebut memenuhi permintaannya untuk kembali lagi. Wanita itu kini sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya.


"Aku tahu kamu pasti akan kembali ?"


"Jangan banyak bicara, aku lapar sekali !"


Hal yang mengejutkan Praba adalah, kini Oca sudah berani mengajaknya untuk makan bersama sama dengan menarik mesra dirinya.


Keduanya kini duduk di tempat yang sama sambil sama sama mengambil sepotong Pizza.


"Setelah ini cepatlah tidur !" Kata Oca disela sela ia mengunyah kudapan khas negara asal Inter Milan tersebut.


"Tergantung secepat apa kamu menidurkan aku," Setelah melahap habis sisa potongan Pizzanya Praba mengangkat tubuh wanitanya masuk ke dalam kamarnya.


Pria berwajah tampan itupun membaringkan tubuh wanitanya di kasur berukuran king size lalu Kemudian ikut berbaring di sebelahnya.


"Aku akan memulai sesi terapi ku !" Ujarnya dengan senyum kemenangan yang terukir di bibirnya lantaran berhasil membawa wanitanya masuk ke dalam sarangnya.


"Aku lupa mengatakan padamu Mas, aku sudah memutuskan akan tinggal dimana selama Unitku di tempati ibu Widya,"


"Disini kan ? bersama pria paling mempesona sedunia !" Sahut Asep kawe yang sudah tak lagi berkacamata tersebut.


"Aku akan tinggal bersama orang tuamu di rumah Paman Prabu !" Jawab Oca sembari memeluknya.


"Yang benar saja, siapa yang memiliki ide gila ini ?" Protes keras yang Praba layangkan untuk Oca disampingnya. Matanya melotot tajam setajam samurai para warrior.


Rencana yang sudah ia susun rapi tak boleh digagalkan oleh siapapun.


"Tante Miranda,," Sahut Oca singkat.


Pria itu mencerna setiap kata kata Oca dengan susahnya, bagaimana bisa ibunya berkhianat padanya. Bukankah ibunya telah sepakat pada dirinya.


Hatinya begitu sesak, napasnya memburu kasar dan aliran darahnya mengalir deras.


Tentu saja, senyum kemenangan kini ada di pihak Oca. Wanita itu sungguh lega setelah memiliki ACC dari ibunya Praba.


🌼🌼🌼



Nemu ekspresi kesal dari LDW.


Lucu banget si 🀭🀭🀭

__ADS_1



🀭🀭🀭


__ADS_2