Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
InDhenesia eps 1


__ADS_3

Pada episode inDhenesia ini, pasangan fenomenal kita akan meluncur ke kota pelajar.


Yogyakarta, setelah tinggal 2 hari dikota Kembang Bandung mereka akan melanjutkan perjalanan bulan madu mereka ke kota Yogyakarta.


Bila ditempuh dengan mobil pribadi atau kereta api, perjalanan dari kota kembang ke kota pelajar tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam.


Mobil Land Rover Range Rover Sport menjadi kendaraan mereka berdua untuk memenuhi hasrat keduanya dalam menyusuri setiap jengkal tempat tempat wisata di inDhenesia.



Pria itu rela merogoh koceknya kembali demi perjalanan mengelilingi tempat tempat wisata di negrinya.


Tak lupa, pria itu sudah menitipkan semua urusan di kantornya pada orang kepercayaannya. Mungkin ini langkah awal bagi pengacara tersebut untuk meninggalkan kantor hukumnya bila suatu saat secara tiba tiba Papanya menyuruhnya mengambil tampuk kepemimpinan perusahaan.


Untuk menjalankan kantor hukumnya, ia sudah dibantu oleh seorang yang sangat berpengalaman menangani kasus-kasus yang sulit dilakukan oleh para anak buahnya.


Dengan bergabungnya Gandhi menjadi partner Praba di kantor hukum miliknya, pria yang biasanya selalu bersitegang dengan Gandhi tersebut bisa bernapas lega. Karena Gandhi orang yang sangat bisa diandalkan.


Pada akhirnya hanya wanita itulah yang bisa menggeser dirinya dari tempat ternyamannya untuk berkeliling Indonesia. Bukan Praba namanya bila harus bersusah payah meninggalkan pekerjaannya yang penting hanya untuk bersenang-senang.


"Apa kamu bahagia Dek ?" tanya Pria itu sambil mengemudikan mobilnya. Ia melirik sang istri yang sedang mengagumi pemandangan diluar mobil.


"Enggak," jawab Oca singkat. Dan jawaban singkat itu pula membuat lelaki disampingnya merengek kesal.


"Apa aku kurang bisa membahagiakan kamu yank ?" rintih lelaki yang memakai polo shirt ditambah kaca mata yang buatnya makin mempesona.


Melihat bentuk protes dari sang suami, wanita yang sedang memainkan emosi suaminya itu makin menggoda lelaki disampingnya tersebut.

__ADS_1


"Kalau aku ngga bahagia, aku sudah meninggalkan dirimu mas ?" sahut Oca diiringi tawa mengejeknya.


Lelaki itu merasa sang istri sedang menggodanya. Entah angin apa yang merasukinya, ia tiba tiba menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.


"Kamu pintar sekali menggoda suamimu nyonya, apa itu bentuk cintamu?" goda lelaki disamping Oca.


Ingin sekali Oca membalas perlakuan sang suami dengan menggodanya kembali, namun hal tersebut ia urungkan lantaran kali ini suaminya sedang berkendara di jalan bebas hambatan. Praba harus mematuhi aturan lalu lintas, tak boleh macam macam. Akhirnya wanita cantik itu tak berkutik berada di dekapan sang suami yang sedang mengemudi.


"Apa perlu ngopi dulu yank ?" celetuk Oca tiba-tiba. Biasanya sang suami akan menghabiskan waktunya untuk sekedar ngopi siang siang. Ia sangat tahu hal-hal kecil dari suaminya.


"Baru sampai Purwokerto dek, ini masih jauh lagian waktu kita di Tasik tadi sudah istirahat," kata Prabae menjelaskan.


Ketika mereka tiba di salah satu kota yang dilewati toll Gedebage - Cilacap yakni Tasikmalaya, keduanya sempat beristirahat dan menikmati salah satu sudut kota tersebut.


*****


Setelah menikmati makan siang di food court di salah satu supermarket di Tasikmalaya. "Yogja" salah satu supermarket yang di jadikan kedua anak Adam itu untuk melepas penat.


Lalu keduanya melanjutkan menikmati sudut sudut kota Tasikmalaya. Pilihan keduanya jatuh pada sebuah workshop. Entah kenapa pilihan Oca jatuh pada workshop tersebut.


Workshop yang didatangi pasangan suami istri tersebut adalah pengrajin "Payung Geulis Mandiri" entah kenapa istri pengacara tersebut tertarik untuk mengunjungi workshop tersebut dan mempelajari budaya khas Tasikmalaya tersebut.



Workshop yang didirikan oleh bapak Yayat Sudrajat pada tahun 1998 ini tercetus atas ide dari beliau untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kec Indihiang setelah krismon melanda.


__ADS_1


Usaha yang didirikan asal modal awal Rp 250 ribu ini awalnya hanya memproduksi sekitar 20 buah Payung Geulis. Dengan harga berkisar antara Rp 15-20 ribu.


Di bawah nama Payung Geulis Mandiri, pelan-pelan tapi pasti Sudrajat membangun bisnisnya.  Dari 20, 40 payung, 60 payung dan akhirnya rata-rata sebulan 900 payung


Kalau dulu payung geulis memakai bahan kertas, kini menggunakan bahan kain dan bordiran tetapi tetap mempertahankan ciri khas “geulis”-nya,yaitu ukiran bunga di atas payung yang dicat denagn warna “ngejreng” seperti merah, biru dan hijau.


Pict : Google


Source : Artikel


🌿🌿


"Kan aku sudah bilang yank, ingin menjelajahi jadi nggak ada salahnya kan kalau kita mengeksplor Purwokerto meski hanya sebentar Mas ?" bujuk sang wanita yang kini menunjukan muka memelasnya pada sang suami.


"Siap Ratuku, apapun yang kamu mau akan aku turuti !" sahut Lelaki disampingnya Oca.


"Terimakasih," kata Oca lalu buru-buru ia memberikan sebuah kecupan mesra dipipi kiri sang Arjuna.


"Sekalian kita cari hotel kan dek ?"


"Buat apa mas ?" tegur Oca karena Praba meminta mencari sebuah hotel.


"Kamu sudah membangkitkan gairah lelakiku dek !" sahutnya dengan nada memelas kepada sang istri.


Sekonyong-konyongnya Oca kaget, pasalnya ini masih tengah hari lebih dikit dan suaminya membahas masalah ranjang. Ingin sekali ia menjitak kepala suaminya yang isinya hanya dipenuhi masalah selangkang*n.


☁️☁️☁️

__ADS_1


Potongan cerita inDhenesia selanjutnya masih saya keep ya.


__ADS_2