
Praba buru buru bergegas menjalankan mobilnya dengan sangat tergesa gesa setelah mendapatkan kabar bahwa Oca sudah di kediamannya.
Namun yang membuatnya tak bisa menerima adalah bahwa Oca meminta mamanya mengatur sebuah perjodohan untuknya.
Masih terngiang di di relung hatinya ucapan Riana padanya di telepon bahwa Oca berniat menikah namun, Oca meminta syarat bukan dari keluarga Adiwiyata. Berarti bisa dipastikan bahwa Oca tak ingin menikah dengan dirinya.
"Harus bagaimana caraku meminta maaf padamu sayang ?"
Memiliki rasa bersalah yang menumpuk dihati Oca, Praba memberanikan diri menemuinya di kediamannya.
Riana membukakan pintu untuk Praba, Dia masih memandang sinis kearah Praba. Sangat masuk akal adanya bila mama Oca sedikit curiga pada lelaki dihadapannya.
"Oca ada di rumah Tante ?"
"Dia mungkin tertidur di kamarnya, seperti dia kelelahan Praba,"
"Praba tahu ini semua salah Praba, Tante !"
"Kalian berdua selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, buang segala ego kalian," Riana mulai menasehati kedua Anak muda tersebut yang memiliki watak sama sama keras kepala.
"Dia mencoba menghindari Praba Tante,"
"Coba kalian bicarakan pelan pelan masalah kalian berdua," Kini Riana melunakan hatinya. Ia mengajak anak lelaki temannya itu menemui Oca yang masih di kamarnya.
Sesampainya di kamar Oca, Riana memegang handle pintu dan membuka pintu kamar Oca.
Anak perempuannya tersebut masih dalam posisi tertidur. Sambil memeluk sebuah guling dan tanpa mengganti pakaiannya tadi.
"Lain kali saja Tante, kasihan Ocanya dia pasti kelelahan !"
"Benar tak apa apa ?" Riana masih tak tega melihat kedua anak muda itu masih diliputi masalah serius.
"Bolehkah sebentar saja Praba menunggu Oca Tante ?" Lelaki itu masih sangat rindu dengan wajah ayu yang dimiliki wanitanya.
Wajah yang hampir tiap hari ia selalu lihat, selalu ia goda namun kini wajah itu tak mau menampakkan diri di depannya. Hatinya sakit, sakit sekali ketika melihat wanita yang kini dihadapannya menderita karenanya.
"Tak 'kan ku ulangi lagi sayang, maafkan aku sungguh maafkan aku. Aku akan memantaskan diriku untuk menjadi pasanganmu. Jadi kumohon terimalah aku lagi." Sambil mengelus kepala sang wanita yang masih tertidur dengan pulasnya.
Sebelum pergi, ia tak lupa mengecup dahi wanita yang ia cintai seperti biasa, seperti ketika ia masih menjadi Asep sang supir antiknya.
"Praba pulang dulu Tante !" Praba pamit pada calon mama mertuanya. Memang Riana sangat mendukung hubungan antara dirinya dengan Oca. Restu sudah didapat tinggal hati saja yang belum. Bukan belum sih, namun gagal lantaran penyamarannya terbongkar di saat waktu yang tak tepat.
ππ
"Mah, dimana mama menaruh sepatuku yang warna ungu ?" Pagi pagi sekali Oca berlari menemui mamanya yang sedang berkaca di dalam kamarnya.
Riana membuka walkin closet Oca dan mencarikan sebuah benda yang putrinya minta. Memang semenjak mamanya ada di dekatnya, Oca jadi berubah menjadi anak manja kembali. Riana pun tak keberatan bila putrinya berlaku demikian. Pasalnya ia jarang sekali bisa bertemu dengan Oca.
"Kita akan berangkat sebentar lagi Oca, ayo bersiaplah.." Tegur Riana menatap Putrinya yang mondar mandir kesana kemari.
"Mama tunggu saja di bawah, dan pesanlah taksi online ke Bandara." Pinta Oca sambil memoleskan pewarna bibir ke bibir tipisnya.
"Baiklah, mama keluar dulu !" Riana tahu perihal Oca menjual mobilnya. Dia tak berani bertanya duduk permasalahannya, ia takut akan menyakiti hati Oca. Biarlah nanti Oca sendiri yang akan menceritakan, karena ia sangat yakin pada putrinya.
__ADS_1
Sambil membawa sebuah tas dan kopernya, Oca kesulitan membawa kedua barang tersebut. Ia memang sengaja menyuruh mamanya agar turun ke lantai bawah nanti dia akan menyusul mamanya.
Ketika Keluar dari Apartemen miliknya, seorang Pria sudah berdiri tegak berencana menghadangnya.
"Mau kabur lagi ?" Tegur Pria itu menghalangi jalannya. Ia berdiri di depan pintu Apartemennya dengan tangan kirinya membentuk blokade di tembok hunian Oca. Bukan hanya itu saja, Koper jugaOca dihadang oleh kaki pria itu.
Oca tak bergeming, dia enggan sekali bila harus berurusan dengan orang di depannya.
"Kenapa kemarin kemarin aku bisa sampai suka dengannya ? otakku pasti bermasalah !" Umpat wanita itu di dalam hatinya.
Oca tak kehilangan ide, wanita cantik itupun menerobos mencari celah lewat bawah tangan Praba, ia menunduk sambil melewati lelaki itu. Tak lupa ia menarik kopernya dan membawanya.
"Sayang, kau benar benar marah padaku ?" Pria itu tak kehilangan akal, ia menyusul wanitanya sambil berusaha menyentuh tangan Oca.
"Jaga ucapan anda ! aku bisa menuntutmu atas tindakan pelecehan ini !" Ancam wanita itu dengan kesalnya.
"Apa tak salah ? kau ingin menuntut kekasihmu ?"
Oca menekan tombol di lift dengan kasar, UB pencetnya. Lelaki itu masih mengekori kemanapun ia berada.
"Jelaskan padaku, kau akan kemana ?" Praba masih kesal sekali dengan sikap cuek dari Oca. Benar benar seperti sebelum ia berbaikan dulu. Wajah juteknya, lirikan mata yang tajam, hal itu makin membuat pria tersebut frustasi.
"Atau kalau mau, kita bisa berlibur bersama !" Praba masih mencoba membujuk wanita yang masih tak mau berbicara padanya.
Ting,... bunyi lift menandakan mereka sudah tiba di lantai yang mereka tuju. Di lantai basemen tersebut memang diperuntukan untuk parkir dan lain lain.
Riana sudah menunggu Oca bersama supir taksinya.
Riana melihat kedatangan putrinya bersama Praba. Oca masih tak bersuara sepatah kata pun.
"Pesanan anda bisa di cancel Nyonya ! " Supir Taksi itupun menawarkan opsi lain.
"Tidak, aku akan tetap naik !" Oca sudah masuk kedalam mobil tersebut dan duduk dengan tenang.
Sopir taksi itupun membantu menaikan barang barang Oca ke mobilnya.
"Maaf ya Praba, dia masih ngambek lain kali saja !"
"Lalu dia akan pergi kemana Tante ?" Praba masih tak abis pikir dengan sikap Oca.
"Jonggol ..." Sahut wanita di dalam mobil tersebut dengan nada ketus.
ππ
Terminal 1 Domestik
"Serius mau kemana ?" Masih tak mau kalah, Pria itu menyusul kekasihnya yang sudah bersiap di ruang tunggu Bandara. Sambil menahan tangan Oca, Praba benar benar kesal dibuatnya.
"Bukan urusanmu !"
"Tentu saja urusanku, segala hal tentangmu ada urusannya untukku," Kesal sekali Pria itu dengan sikap Dingin Oca.
"Baiklah, mama berangkat dulu !" Riana memeluk Oca sebelum meninggalkan Oca Ke Banjarmasin kembali.
__ADS_1
"Jadi, Tante Riana ya pergi ?" Sambil menahan malu Praba memastikan pendengarannya yang masih tak bermasalah.
"Atau kau berharap aku yang pergi ?" Sindir wanita yang sedang memeluk ibunya tersebut.
"Sudah sudah jangan bertengkar disini, malu diliatin orang, anak anak !"
Praba tersipu malu, lantaran hal yang ia takutkan tak terjadi kenyataan. Hal yang bisa membuatnya gila karena di tinggal wanita yang ia cintai.
Akhirnya ia bisa tersenyum lega. Oca melepaskan pelukannya dari mamanya.
Tak lupa, Praba juga menyalami calon mertuanya tersebut. Ia masih tak abis pikir apa yang ia takutkan ternyata tak terjadi.
"Safe flight Tante Riana,"
"Ingat pesan saya, turunkan ego kalian !" Bisik Riana di samping Praba Sebelum memasuki ruang check in.
"Bye mah, Tunggu aku !" Oca melambaikan tangan ke mamanya.
Kira kira bab selanjutnya mereka akan berbaikan gak ya ??
Kalau otor sih masih kesel banget sama Praba π.
Siapa sih wanita yang mau di gituin, mana cuma ngasih alasan gaje π.
Jangan bosen nyumbang like ya π.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
ππππPengumuman πππππ
Ho hoo hoo
Otor lagi ngadain Sayembara menulis puisi nih.
Bagi yang berminat, Ini dia kriterianya :
β Tema Bebas ( Tak terikat Novel )
β Karya original ( baik sendiri maupun team )
β Tulis pada kolom komen novel ini
β Untuk pemenang di tentukan dari jumlah like.
β Batas akhir sampai 15 Oktober 2020
Semakin kamu share ke teman temanmu, bisa dipastikan kamu yang menang. karena semakin banyak like dia yang akan menang.
Hadiah menarik berupa Poin dari aku 500 biji
Colek teman teman kalian ya π€π€
__ADS_1
Salam sayang
Otor yang ayu dewe