Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Praba Vs Gandhi 1


__ADS_3

"Tunjukan keahlian mu sabagai Wanita Prabasonta ! Bila ada yang mengejarmu lari lah seperti kau ingin mengalahkan aku menggunakan mobil ini !"


"Ini terlalu berlebihan kau tahu !" Oca bersikeras menolak pemberian kekasihnya.


"Uang abangku tak akan habis hanya dengan membelikanmu mobil ini kak !" Bara menyindir kakak lelakinya karena ia merasa kakaknya sudah sangat berubah bisa memperlakukan wanita dengan seperti ini.


"Masih mau menolak Pria ini manis ?" Pria itu menarik tangan sang wanita untuk masuk kedalam mobil yang sudah nangkring di parkiran.


"Tapi.." Namun belum sempat Oca melanjutkan kata katanya, Sebuah ciuman mendarat di bibir ranumnya.


"Tak ada kata tapi ataupun penolakan, karena aku tak suka !" Sambung Pria itu sebelum masuk ke mobil Bara. Senyum Pria itu mengembang lantaran bisa menggoda wanitanya.


Oca membuka dasboard mobil yang Praba berikan padanya, disana sudah terdapat sebuah STNK serta sebuah kartu toll.


Dan yang membuat ia tercengang adalah ketika mendapati namanya tertera pada STNK mobil tersebut.


"Ya Tuhan, apa Pria itu sudah tak waras ?"


Gerutu Oca kesal.


Ia sangat tak suka bila Pria itu memanjakannya dengan berbagai kemewahan.


"Coba kalahkan aku dengan mobil itu ?" Goda Praba dari dalam mobil Bara. Kedua kakak beradik Adiwijaya tersebut telah duduk bersanding dalam mobil yang Praba kendarai.


"Jangan meremehkan aku, kalau aku kalah aku akan mengubah password pintuku !" Ancam wanita itu dengan nada kesal.


"Kak, aku sungguh iri pada kakak ipar teganya Abangku ini lebih memanjakan kakak ipar !"


"Dia bisa melayaniku, apa kau bisa melayaniku ?" Umpat Praba sebelum ia menghidupkan mesin mobilnya.


"Jadi kalian sudah ?? ah sudahlah !"


"Hei, kami sudah sama sama dewasa dan itu sudah menjadi kebutuhanku !" Maki Praba pada Adiknya yang bawelnya mengalahkan Oca.


Tak mengejutkan juga, wanita pujaan hatinya juga sudah berada di belakangnya. Mungkin karena belum terbiasa jadi Oca masih kikuk mengendari mobil barunya.


"Kau lihat Bar, dia semakin menawan dengan mobil barunya !"


"Dan kau sendiri makin tua, makanya cepet menikah jangan buat anak melulu !" Kata kata Bara pada akhirnya membuahkan sebuah pukulan di kepalanya.


Setelah bisa menguasai mobilnya, kini Oca sudah dapat beradaptasi. Ia sudah mulai menunjukan aksinya.


Keduanya kini berada dalam posisi sejajar sambil menunggu Lambu traffic light berubah menjadi hijau.


Tak ingin mengalah dari Praba, Oca sudah bersiap siap dengan menambahkannya gas ketika lampu akan berubah warna. Kini wanita itu sudah mengegas mobil barunya.


Ia melesat secepat kilat ketika traffic light berubah warna menjadi hijau. Namun dari spion ia melihat mobil kekasihnya tersebut berbelok kearah lain.


"Dia sungguh serius dengan masalahnya, aku tak akan menyusahkan dia !" Gumam Oca sambil mengemudikan.


Kini ia merasa senang sekali bisa Te**st Drive untuk mobil barunya yang sudah di belikan Praba untuk dirinya.


Ketika tiba di Rumah sakit tempat ia bekerja, Penampilannya sudah menarik perhatian.

__ADS_1


Ditambah lagi dengan mobil mewahnya, hal tersebut sangat mencolok perhatian.


Terutama perhatian dari seorang lelaki yang tiba bersamaan dengan dirinya.


Lelaki itu sangat takjub melihat penampilan Oca.



Ia kemudian mengikuti kemanapun wanita yang menjadi kekasih dari rival abadinya.


Ia sangat menyesal kenapa baru sekarang bisa bertemu dengan Oca.


Gandhi sudah menelusuri data dan latar belakang dokter Bedah Syaraf yang akrab di panggil Oca tersebut.


Ia sudah menyelidiki hingga dimana ia tinggal. Dan hal tersebut membuat momok bagi dirinya lantaran Oca dan Praba sudah tinggal dalam satu atap.


☘️☘️


Tiba tiba Oca dikejutkan oleh sentuhan di pundaknya ketika ia berjalan di lorong menuju tempat praktiknya.


Kini insting bertahannya lebih peka lantaran sudah siap menghadapi segala marabahaya setelah berkomitmen dengan kekasihnya.


Oca lalu menarik tangan orang asing tersebut kemudian dengan sekuat tenaganya ia menjatuhkan badan Orang asing tersebut ke lantai.


Orang itu meringis kesakitan karena ulah Oca barusan.


Oca melihat seorang lelaki sudah tersungkur di lantai depan ruang praktiknya.


"Kekasih Prabasonta, tak kusangka sungguh menakjubkan !" Puji Pria itu berusaha bangkit dari tempat jatuhnya.


"Aku tak ada urusan dengan anda !"


"Apa kau bahagia bersama dia nona ?"


Gandhi menatap Oca penuh perasaan.


"Tentu saja, kami saling mencintai dan saling melengkapi !" Sahutnya ingin membungkam mulut Gandhi.


"Kalau kau tak tahan dengannya, kau bisa berlari ke arahku nona !"


"Terimakasih atas undangannya Tuan Pengacara, namun saya masih setia dengan calon saya !" Balas Oca sebelum meninggalkan Gandhi yang masih terpaku di tempatnya.


Oca sangat malas meladeni Orang seperti Gandhi. Terlebih lagi Gandhi adalah rival Praba, Ia juga malas sekali berurusan dengan mereka berdua.


☘️☘️


Sedangkan kedua kakak beradik Adiwiyata bersama anak buah Praba kini mengepung rumah keluarga Widya.


Praba mengajak anak dan ibu dari Widya untuk pindah dari tempat tinggalnya agar mereka aman.


Sebelum drama kepindahannya, para preman yang tak di ketahui asalnya berusaha menerobos masuk ke rumah Ibu Widya. Namun usaha mereka sia sia lantaran kedatangan Barapathi dan Prabasonta.


Mengetahui sifat rusuh dari adik lelaki dari Prabasonta, sudah bisa dipastikan bahwa para preman tersebut bisa di pukul mundur olehnya.

__ADS_1


Bara memang memiliki keahlian dalam berkelahi dan membuat kerusuhan, itulah mengapa Praba memintanya untuk mengamankan kedua anggota keluarga Widya.


Segera setelah selesai membereskan masalah keluarga tersebut, Praba mencoba menghubungi kekasihnya untuk meminta ijin melakukan sesuatu.


"Bisakah kau tinggal bersamaku sayang ?"


"Kenapa ? aku punya rumah sendiri !" Tolak Oca dengan lantang. Ia memang sangat menolak untuk urusan tinggal serumah bila mereka belum ada ikatan pernikahan.


"Aku butuh tempat tinggal untuk keluarga Widya, bila di Hotel aku tak bisa selalu mengawasinya sedangkan apartemen milikmu adalah salah satu tempat yang tepat !" Jelas Praba panjang lebar.


"Aku bisa saja, lalu aku tinggal dimana Mas ?"


"Tinggal lah bersamaku,Aku serius,"


"Apa ini karena ulah lelaki sialan itu ?" Selidik Oca serius pada ucapannya.


"Bisa jadi, berhati hatilah jangan bertindak gegabah kalau ada apa apa hubungi akubatau Bara !"


"Aku baru saja membanting tubuhnya ke


lantai ?" Jelas Oca diikuti tawa renyahnya.


"Apa sayang ? apa kau tak apa apa ? aku akan menyuruh Bara atau Gusti untuk menjagamu !"


"Laki laki seperti itu tak bisa mengalahkan aku !" Belum sempat Praba menjawab telponnya, Praba sudah memutuskan sambungan telponnya.


Praba menyuruh Bara untuk mengawasi Oca. Ia tak ingin Gandhi menjadikan Oca target nya untuk membalaskan dendam mereka.


"Tenang saja Abangku, Kakak ipar aman bersamaku paling aku akan menggodanya sesekali !"


"Coba saja kalau kau bisa, dia sudah melabuhkan hatinya pada Saudaramu yang tampan ini !"


☘️☘️



Sedangkan di tempat lain, Oca sedang mencoba membujuk Ratih dan keluarganya agar mau menjalankan prosedur pengobatan medis untuknya.


Ratih bersikeras ingin agar Oca lah yang bertanggung jawab pada penyakitnya.


Oca menjelaskan bahwa ia bukan ahli penyakit dalam seperti yang Ratih inginkan.


Namun karena sikap lembut dan bersahabat dari Oca, Ratih akhirnya menurut untuk menjalani pengobatan medisnya bersama dr Agung.


Kini yang jadi persoalan adalah mencari donor hati yang cocok untuk Ratih agar segera menjalani operasi cangkok hati.


Untuk sementara, konsisi Ratih bisa bertahan hanya dengan dibantu oleh obat obatan saja. Namun masih berkemungkinan bisa kambuh kembali.


Sekarang Oca tinggal memikirkan bagaimana ia akan tinggal bersama lelaki tersebut, Oca benar benar tak habis pikir bagaimana bisa Praba berkeinginan untuk tinggal bersama dengannya sebelum menikah.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan kepada kedua orang tua kami ?" Gerutu Oca di dalam hati ketika ia berjalan kembali dari mengecek kondisi Ny. Ratih.


Dirinya kini dilema antara harga dirinya dan rasa kemanusiaannya, bagaimana Praba bisa memberikan pilihan yang sulit untuk dia utarakan.

__ADS_1



🌼🌼🌼


__ADS_2