Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Transplantasi Rasa


__ADS_3

Begitu hakim meninggalkan ruang sidang, Pria yang berkharisma tersebut segera bergegas untuk menyusul sang istri di tempat istrinya bekerja.


Begitu mengetahui Bara bisa menghandle masalah kakak iparnya, hati pria yang kini sudah berganti status menjadi seorang suami itu sedikit lega.


Istrinya akan menjalankan operasi penting dan membutuhkan waktu lama, oleh karena itu ia ingin memberikan support untuk istrinya.


Dari jauh, Gandhi menangkap wajah serius dari Lawan terberatnya itu. Gandhi melihat Praba begitu terburu buru menaiki mobilnya.


Gandhi memang sudah tahu jadwal dan rencana operasi kliennya, oleh karena itu Gandhi juga ingin selalu berada di samping Nyonya Ratih selaku kliennya meski sebenarnya ia juga berharap bisa bertemu Oca hanya untuk sekedar melihat senyumnya. Meski hanya melihat senyum Oca saja, itu sudah membuat hati Gandhi berbunga bunga.


"Aku akan merebut kekasih Prabasonta bagaimanapun caranya !" ucap Gandhi diikuti memukul stang bundar mobilnya.


Gandhi kemudian menjalankan mobilnya, ia tak serta merta mengikuti arah kemana Prabasonta pergi.


Praba tak memikirkan hal lain, yang ia pikirkan hanya ingin segera menemui sang istri yang hampir celaka pagi ini. Bagaimanapun ia sangat mengkhawatirkan Oca, ia tak bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan istrinya lantaran tugasnya.


"Inilah yang aku takutkan selama ini, mereka akan menjadikan kelemahanku untuk menyerangku dan itu Oca." gerutu Pria dengan stelan resminya.


🍁🍁


Tak berapa lama, ia sudah sampai di Rumah sakit tempat Oca bekerja. Dengan mengendarai mobil diatas kecepatan normalnya, ia bisa sampai lebih cepat dari biasanya.


Praba kini berjalan di lorong rumah sakit setelah ia meminta informasi operasi kliennya di meja resepsionis. Widya merupakan klien yang harus ia jaga dan lindungi.



Langkah sang pengacara tampan itu kemudian berhenti di depan salah satu ruang operasi. Ia melihat adik lelakinya duduk bersama sang asistennya.


"Bagaimana operasinya Bar ?" tanya Praba dengan nada khawatir.


"Mrs barbar sedang menjalankan operasi pengangkatan hari pendonor, sudah lebih dari sejam operasi berjalan." jelas sang adik masih tak beranjak matanya yang masih tertuju ke pintu ruang operasi tersebut.


"Dan Mrs barbar itu kakak iparmu !" gerutu sang kakak diikuti duduk disampingnya.


"Tenang saja bos, aku yakin nyonyamu bisa mengatasinya !" sahut Gusti, Gusti pun juga tak bergeming masih menatap pintu operasi.


"Lalu bagaimana kondisi Ratih ?" tanya sang pengacara terkenal tersebut.


"Bu Ratih masih menjalani serangkaian persiapan pengangkatan hatinya, Nyonya Yani sedari tadi menemani beliau !" jelas Gusti.


"Bu Yani ibu klien kita Gus ?"


"Iya Bos, beliau dari pagi menemani tergugat dan memberikan dukungan moril pada tergugat."


"Mereka ibu dan anak yang sangat mulia hatinya, aku sampai terharu melihatnya." tukas Bara menatap wajah sang kakak sebelum ia beranjak berdiri. Kakinya serasa keram dan kesemutan setalah lama duduk.



"Aku ingin mencari udara segar," Bara pamit pada Abang dan assistennya.


"Kalau kau ingin merokok, kembalilah membawa dua cup kopi !" sahut sang Abang yang sangat tahu watak adiknya.

__ADS_1


"Aku bukan istrimu yang harus menyiapkan kopimu !" sang pemuda yang tak kalah arogan itu mencibir sang Abah sebelum ia melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua.


"Atau kau kembalian uang muka yang sudah aku transfer ke rekening milikmu !" Ancam Praba pada adik lelakinya.


"Kau sama saja kaya ayah kak, suka sekali menindas ku !"


Praba tertawa lepas melihat adik lelakinya menggerutu sepanjang jalan di lorong rumah sakit tersebut.


"Bos, kalian kalau tak bersitegang sehari saja apa tak bisa ?" Gusti membujuk juragannya lantaran ia bosan setiap kali mereka berdua bertemu pasti berantem.


"Anak manja itu harus diajari Gus, supaya ia mandiri dan bertanggung jawab !" sahut Praba.


"Mentang mentang sudah kawin saja kata katanya sok bijak," cibir Gusti mendengar pertanyaan dari bos Edannya.


"Karena kawin itu enak Gus, mau ngapain aja halal !" bisik Praba di telinganya Gusti untuk memamerkan rumah tangganya kepada sang Assisten.


"Alah, baru baru ini bisa kelon saja pamer, biasanya juga kering tuh barang !" goda Gusti menghina sang bos dengan menunjuk Belalai bukan milik gajah yakni milik Prabasonta.


"Sembarangan, minta dipotong ya bonus bulananmu ?" inilah senjata ampuh milik sang bos yang rada sengklek bila tak ada istrinya.


Tanpa mereka sadari, karena asyik mengobrol satu sama lain pintu ruang operasi sudah terbuka. Dan beberapa tanaga medis keluar. Ada yang sambil membawa sebuah box dan ada yang tak membawa apa apa.


"Untuk apa disini Mas ?" tegur salah seorang tenaga medis yang keluar.


Meski masih memakai seragam operasi lengkap, Praba sangat tahu bahwa itu adalah sang istri. Jangankan suaranya, seluruh bagian tubuhnya saja ia hapal meski ia harus memejamkan matanya.


"Hei, istri dan klienku sedang berjuang bersama. Sudah kewajibanku untuk selalu bersama mereka." jawab sang Suami berjalan mendekati Oca.


"Aku sibuk !" sahut Oca singkat sambil berjalan melewati Gusti yang masih tak beranjak dari tempatnya.


Karena Widya sudah di pindahkan ke ruangan transisi lewat pintu lain di ruang operasi tersebut. Tinggal menunggu ia sadar untuk menjalani proses pemulihan.


"Siap Bos laksanakan !"


"Bukankah aku yang Bosmu Gus ?" sindir Bos yang sesungguhnya.


"Tapi istrimu lebih kejam bos, maaf aku takut berurusan dengan beliau !" bisik Gusti pelan pada Praba.


Oca berjalan menjauhi mereka berdua. Namun suaminya masih mengikutinya dari belakang.


"Masih mau apa lagi dek ?"


"Black table Mas," sahut Oca singkat.


Proses tahapan selanjutnya adalah operasi back table, yang dilakukan di rumah sakit penerima untuk membuat perubahan pada jaringan organ hati dari pendonor agar tepat dengan kebutuhan penerima.


Perubahan ini termasuk pada ukuran hati dan dilakukan tepat sebelum proses pemindahan atau transplantasi hati dilaksanakan.


"Aku benar benar sibuk yank !" jelas sang wanita itu sambil menatap mata suaminya dalam dalam.


"Baiklah, aku mencintaimu !" ucap Sang suami memberi semangat untuk sang istri.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu mas, tapi aku lebih mencintai uangmu !" balas Oca meninggalkan Praba yang masih mematung mendengar penuturan dari Oca.


"Dasar anak nakal !" gumam sang suami ketika Oca melambaikan tangannya sebelum ia memasuki sebuah ruangan khusus.


"Aku benar-benar terbuai oleh sikapnya yang seenaknya sendiri, sikap nakalnya dan sikap manjanya !" gerutu Praba memikirkan Oca.


🍁🍁🍁



👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


EVENT NOVEL GGS!!!


◾lomba buat cover sesuai isi novel


🔹hadianya: 50k pulsa dan dpt kaos


◾lomba komen tergokil


🔹hadiahnya: 20k pulsa dan kaos


◾Event di gc dheselsa


◾Karya : GGS(Gang Gesrek Story')


◾Yang mau ikut Follow auto follback dan diundang ke gc


◾ada yang kurang paham silahkan pc!!!


◾ terakhir pengumpulan 30 november kirim bukti ss dan cover ke pc


◾ tanggal.5 pengumuman!!EVENT NOVEL GGS!!!


◾lomba buat cover sesuai isi novel


🔹hadianya: 50k pulsa dan dpt kaos


◾lomba komen tergokil


🔹hadiahnya: 20k pulsa dan kaos


◾Event di gc dheselsa


◾Karya : GGS(Gang Gesrek Story')


◾Yang mau ikut Follow auto follback dan diundang ke gc


◾ada yang kurang paham silahkan pc!!!


◾ terakhir pengumpulan 30 november kirim bukti ss dan cover ke pc

__ADS_1


◾ tanggal.5 pengumuman!!


TTD kami Para Otor Gesrek yang sexse dan bahenol 😘😘


__ADS_2