
Setelah menyelesaikan pergumulan hebatnya, kedua anak Adam itupun kini mengatur napasnya dengan berbaring bersebelahan.
Kondisi kasur sudah bisa di jelaskan lagi. Seprei sudah tak beraturan sedangkan kelopak bunga mawar sudah berserakan dilantai persis seperti sebuah kebun bunga.
"Terimakasih yank," ucap dari bibir pria itu kemudian mengecup dahi sang istri didekatnya.
Oca hanya meringis menahan nyeri, karena seluruh badannya terasa berat bagai dilindas truk BBM.
"Baby, apa masih sakit ?"
"Heeh,," sahutnya singkat kemudian menenggelamkan kepalanya kedalam selimut.
"Besok kita ke dokter saja ?"
"Ke dokter apa ? aku dokter juga !" cecar Oca.
"Kandungan !" sahut suaminya singkat namun pasti.
"Mas, apa mungkin secepat itu aku akan hamil ? oh ayolah jangan bercanda padaku !" tegur Oca mengatasi lelucon dari suaminya.
"Bukan begitu, untuk memeriksakan itu !" Praba menjelaskan maksudnya sambil menujuk arah bawah sarang belalainya tadi ketika bertempur.
"Mas, belum pernah ada kasus selama aku bekerja menjadi nakes yaitu wanita mengeluh alat kelaminnya karena berhubungan pertama kali !"
"Terus bagaimana kalau masih sakit ?"
"Ya Tuhan Mas, kalau denger hal seperti ini pasti Alisa dan yang lainya akan mengejekku yang ada !" jelas Oca menatap tajam kearah sang suami.
"Aku hanya takut kamu kenapa kenapa ?" bujuk sang suami tercintanya.
"Hal seperti ini umum, meski aku bukan ahli kandungan namun semua wanita pasti akan mengalami hal yang sama, yakni Seperti ini !" jelas dokter bedah syaraf itu pada suaminya.
"Lalu obatnya ?"
"Tidak ada," jawab Oca menyingkap selimutnya lalu dengan bersusah payah mencoba untuk bangun dari tempat tidur.
"Mau kemana dek ?" tegur Praba ketika melihat Oca akan beranajak dari tempatnya.
"Mau mandi, badanku rasanya sakit semua !"
Dengan sigap, Pria itu Kemudian membopong tubuh sang istri untuk masuk ke kamar mandi. Ia tak tega melihat Oca bersusah payah untuk bangun.
"Yank, aku bisa sendiri !" protesnya ketika Praba sudah mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
Tak ada rasa canggung lagi dihati mereka kini, meski keduanya tak mengenakan kain selembar pun, keduanya tak sungkan saling berbicara seperti biasanya.
Pelan pelan, Pria itu membawa tubuh sang bini untuk kemudian letakkan di dalam bath up . Suasana kamar mandipun tak luput dari dekorasi Riana.
Beraneka lilin aromaterapi sudah menyala dan juga bunga bunga bertebaran memenuhi bath up serta berserakan dilantai. Tak lupa di dekat bath up juga tersedia sebotol wine dan dua buah gelas berkaki agar menambah aroma romantisme.
"Mama Riana kelihatan perhatian sekali sama kita dek, hal hal mendetail pun tak luput dari jangkauannya !" puji sang suami ketika mengambil sebotol wine setelah ia membiarkan sang istri berendam dalam bath up.
"Aku tak tertarik untuk minum Mas, lain kali saja !" sahut sang wanita sambil membasuh muka dengan air bunga serta wewangian dari sabun.
Dari penglihatannya, Praba bisa mendapatkan pemandangan Oca sedang membersihkan dirinya yang penuh dengan kissmark hasil kerjanya. Ditambah dengan lampu yang menyoroti serta bunga bunga membuat napsu yang sudah ia salurkan ingin muncul kepermukaan lagi.
Segera setelah ia mengecap wine di tangannya, ia buru buru masuk ke dalam bak mandi bersama sang istri.
"Ikut juga ?"
Pria itu menganggukan kepalanya lalu segera saja tak memberi ampun pada sang istri untuk sekedar protes terhadap hal yang ia ingin lakukan.
Kejadian panas itu terulang kembali dalam kamar mandi, dan hal itu membuat Oca memonyongkan bibirnya ketika suaminya membawa tubuhnya kembali ke tempat tidur.
Pria itu tersenyum puas, karena dua kali berhasil menjalankan tugas negaranya malam ini. Kini saatnya ia memberikan waktu istirahat untuk Oca agar memulihkan tenaganya.
"Mas, kamu ini kebiasaan maen nyosor maen masuk rumah orang tanpa permisi !" sindir Oca menarik selimutnya.
"Bagiamana dong, udah ngga tahan banget liat kamu kaya gitu !"
"Istirahatlah, besok aku harus kembali ke Jakarta karena ada sidang yang harus aku jalani !" kata sang suami sebelum ia mengecup dahi Oca.
"Kamu pikir aku ngga ada jadwal, aku kan nggak ambil cuti Mas. Hanya libur Sabtu Minggu saja karena aku bebas jadwal."
"Oke, besok pagi kita langsung pulang dear !"
šš
Pria tampan itu kini sedang berbunga bunga hatinya. Ia tak berhenti tersenyum dari Bagun tidur hingga ia selesai mandi pagi hari ini.
Dan ia juga sedang menunggu sang istri yang masih sibuk berkutat dengan aktivitasnya dikamar mandi. Setelah kelakuan iseng sang suami yang main nyelonong masuk ke kamar mandi ketika ia sedang mandi. Pada akhirnya Oca juga yang harus menanggung resiko atas tindakan sinting sang suami yang meminta perlakuan panas seperti tadi malam.
"Dewi, hubungi pihak bang Berdiri katakan bahwa aku akan mencairkan deposito 3 bulananku lebih awal," perintah Praba lewat telepon pada sang sekretarisnya.
"Baik Pak, kenapa tiba tiba sekali ?"
__ADS_1
"Jangan banyak tanya !" sergahnya memarahi Dewi.
"Siap Pak !"
"Sayang pagi pagi kenapa marah marah sih ? nanti jantungan loh ?" goda sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi kemudian memeluknya dari belakang.
"Yank, jangan lakukan ini ! Nanti kita akan telat ke Bandara,"
"Kenapa ?"
"Nanti aku minta tambah bagaimana ?"
Buru buru ia melepaskan pelukan untuk suaminya. "Bisa bisanya dia mengatakan hal semacam itu ? apa dia lupa belum ada setengah jam dia mengobrak Abrik diriku !" keluhnya kesal dalam hati.
"Lagi ?"
"Jangan menatapku seperti itu Mas, atau aku tendang anumu !" gerutu Oca kesal.
"Dek, ini aset berharga milik negara loh !" godanya sambil mengikuti langkah kaki sang istri kemanapun.
Di atas tempat tidur sudah tersedia 2 paperbag untuk dirinya dan suaminya.
"Mama mengirimi kita ini ?" jelas Praba sambil menyodorkan sebuah paperbag untuk Oca. Orang suruhan Riana tadi kemari ketika Oca masih di dalam kamar mandi.
Wanita itu kemudian mengambil foto barang titipan mamanya lalu membawanya masuk ke kamar mandi lagi.
"Di sini saja, aku kan suamimu !"
"Jangan mimpi," sahut Oca tanpa menoleh ke arah suaminya yang sudah tertawa puas lantaran berhasil menggodanya.
šš
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Mas ?" tegur wanita yang sudah dandan tapi siap untuk kembali menjalankan aktivitasnya.
"Sebenarnya aku tak ingin kita berdua keluar dari kamar ini yank !" gerutunya kesal sekali.
"Jangan bicara sembarangan, kamu bilang ada persidangan hari ini ?" tegur sang istri melihat gelagat aneh dari diri sang suami.
"Mau bagaimana lagi, ayo kita sarapan lalu kita pulang yank ?"
__ADS_1
ššš