
Entah mengapa
Hatiku t'rus gelisah
Apa yang kan terjadi?
Air mata pun jatuh tak tertahan
Melihatmu terdiam
Ternyata kau pergi
'Tuk selamanya
Tinggalkan diriku
Dan cintaku
Apa kau melihat
Dan mendengar
Tangis kehilangan dariku
Baru saja
'Ku ingin kau tahu perasaanku
Padamu
Mungkin Tuhan
Tak izinkan sekarang
Kau dan aku bahagia
Ternyata kau pergi
'Tuk selamanya
Tinggalkan diriku
Dan cintaku
Apa kau melihat
Dan mendengar
Tangis kehilangan dariku
Baru saja
'Ku ingin kau tahu perasaanku
Apa kau melihat
Dan mendengar
Tangis kehilangan dariku
Baru saja
'Ku ingin kau tahu perasaanku
Apa kau melihat
Kau mendengar
Kau melihat
Oooh
Apa kau melihat
Dan mendengar
Tangis kehilangan dariku
Baru saja
'Ku ingin kau tahu perasaanku
Sumber:Β Musixmatch
Penulis lagu: Didit Adhitia / Arief Hartagia Winarto
Lirik SAAT KAU PERGIΒ
__ADS_1
Penyanyi : Bunga Citra Lestari**
πΌπΌπΌ
"Entah bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpa dia sisiku ?"
Asep turun dari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Oca ketika mereka telah sampai di Apartemennya.
Perjalanan yang cukup panjang dari Bandung ke Jakarta mereka lalui tanpa saling berbagi kata.
Oca masih enggan untuk sekedar bersuara atau tersenyum. Wanita itu bagai burung yang tak tahu kemana arah terbang.
"Terimakasih, mulai besok libur lah karena aku tak akan kemana mana hingga aku tak tahu kapan.." Ucap Oca ketika ingin meninggalkan Asep sambil memegang kotak peninggalan Abi.
"Baiklah, hubungi saya bila anda perlu bantuan !" Sambung Lelaki berkaca mata tersebut. Tak lupa Asep mengeluarkan sebuah kartu nama polos hanya berisikan satu nomor telepon.
Oca menerima kartu nama tersebut dan berjalan menjauhi Asep.
"Berjanjilah untuk menghubungi saya bila anda perlu pertolongan.." Imbuh Asep kemudian.
"Iya, bawel...!!!" Sahut Oca singkat.
"Karena saya lelaki yang bisa Anda andalkan !" Ucap Asep sambil tersenyum.
"Iya,," Sahut Oca melambaikan tangannya.
"Kali ini kau akan kembali berlari padaku lagi Oca.." Batin Asep ketika melihat Oca sudah jauh meninggalkan dirinya.
ππ
Pagi ini Oca berencana mengambil mobilnya yang masih berada dirumah sakit Harapan Kita.
Badannya terlihat lebih segar setelah mandi pagi ini.
Kemudian ia mengamati dirinya sendiri di cermin, Ia melihat dua buah lingkaran hitam di matanya.
Tanda tersebut muncul lantaran Oca kurang istirahat.
Matanya masih terlihat sembap akibat menangis tanpa henti. Bila memikirkan Abi, hati Oca masih berasa sakit sekali.
Oca masih belum bisa melepaskan kepergian Abi dari sisinya.
Potongan potongan Memori ia dan Abi muncul ketika Oca memikirkan Abi.
"Tahukah kamu Abi, aku merindukanmu .." Isak Oca lagi.
Ketika melangkah keluar, Oca tak lupa menggunakan kaca mata hitam untuk menutupi mata sembabnya.
Tanpa ia sadari ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, orang tersebut sengaja menjaga jarak antara taksi online yang sudah Oca pesan.
Ketika taksi online Oca tiba di rumah sakit tersebut, pria itupun pergi meninggalkan Oca.
Dia sudah mengira bahwa Oca akan mengambil mobil miliknya.
ππ
Kini Oca sudah berada di dalam mobil miliknya dan dalam perjalanan menuju Rumah sakit Medistra.
Ia ingin menemui dr Doni atasan sekaligus kakak sepupu Oca.
"Masuklah Ca,,, !" Perintah dr Doni ketika Oca meminta ijin untuk memasuki ruangannya.
"Kak, aku ingin mengundurkan diri.." Oca membuka percakapan antara dirinya dan dr Doni sambil memberikan sebuah amplop yang berisikan surat pengunduran dirinya.
"Kakak tahu kau kecewa, tapi kau tak perlu bersikap seperti ini Oca.." Bujuk dr Doni.
"Oca sudah gagal sebagai seorang dokter !" Sahut Oca.
"Apa kamu tahu ? kakak dulu juga pernah mengoperasi pasien dan pasien tersebut akhirnya meninggal.."
"Oca tak bisa melakukan apapun untuk Abi kak.." ucap Oca dengan Isak tangisnya.
"Aku tahu apa yang kamu rasakan Oca, ambillah cuti liburmu dan pergunakan untuk menenangkan diri.." Bujuk Kakak sepupunya yang berprofesi sebagai dokter tersebut.
"Tapi aku ingin resign kak .." Rengek Oca.
"Aku akan meminta Tante Riana menantimu jangan hidup sendirian itu akan membuatmu teringat Abi."
"Aku akan memikirkannya dulu !" Jawab Oca dengan penawaran dari dr Doni.
"Nah begitu, itu baru Oca yang aku kenal .." Puji dr Doni pada Oca.
Kemudian Oca meninggalkan ruangan dokter Doni dan bergegas pergi dari Rumah sakit tempat Oca bekerja.
Ia ingin mengunjungi tempat tempat kenangan indah bersama Abi telah tercipta.
__ADS_1
Mulai dari kafe yang mereka biasa kunjungi, Tempat penjualan alat alat kesehatan serta pusat perbelanjaan yang pernah mereka singgahi.
ππ
Napak tilas ke tempat tempat yang pernah Oca dan Abi kunjungi membuat kerinduan Oca terhadap Abi sedikit terobati.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Enggan rasanya Oca pulang, oleh karena itu Oca mampir ke sebuah Club malam di Jakarta.
Dia memacu kendaraannya ke kawasan SCBD di Jl Sudirman Senayan. Kalian pasti tahu disana ada salah satu Club' malam paling hitz bagi anak muda.
Fable Club' Jakarta.
Tempat nongkrong Asik untuk menghilangkan dari penatnya ibukota.
Banyak anak muda yang datang kesini untuk mencari kesenangan, namun berbeda bagi Oca.
Oca datang kemari karena ia sangat lelah dan ingin meluapkan seluruh emosinya yang ia tahan selama ini.
Oca memang bukan ahli dalam minum, namun untuk sekedar minum, kenapa enggak ?
Kemudian Oca memesan minuman berjenis tequila yang bernama Don Julio Reposado . Minuman beralkohol ini dibanderol hampir 1,5 jt.
Memang tak semahal Wine dengan tahun tahun tua. Namun Kadar alkoholnya sudah cukup membuat Oca bisa tak sadarkan diri.
Wanita tersebut minum di depan bartender yang melayaninya.
Banyak mata yang memperhatikannya, Tak sedikit mata yang tertarik dengan pesona Oca.
Seteguk dua teguk Oca masih kuat, namun ketika mamasuki tegukan ke tiga, kepala Oca rasanya mau pecah.
Mungkin karena tak terbiasa minum jadi Oca mudah mabuk.
Ada seseorang lelaki muda yang mendekati Oca untuk mengajaknya berkenalan. Namun Oca tak bergeming.
Karena kesal, lelaki tersebut menarik paksa tangan Oca.
Seseorang datang dan menangkis tangan lelaki tersebut.
"Apa yang kau lakukan, wanita ini milikku !" Gertak lelaki tersebut.
"Jadi seleramu adalah istri Orang nak ?" Umpat lelaki tersebut yang tak lain supir pribadi Oca.
"Apa ? Orang sepertimu gak mungkin memiliki istri secantik dia.." Ejek Pria itu.
"Jadi kau mau melawan aku ?" Asep memukul pria tersebut.
"Kau apa yang kau lakukan ?" Umpat Pria tersebut.
"Kalau kau tak terima datanglah ke kantorku !" Maki Asep sambil mengeluarkan kartu namanya yang bertuliskan kantor firma hukumnya.
"Sial dia pengacara .." Umpat Pria itu lalu pergi.
Asep segera membawa Oca pergi keluar dari tempat tersebut, "Kau ini sungguh menyulitkan aku Oca ..." Gerutu Asep mengangkat tubuh Oca yang sudah tak sadarkan diri.
"Lepaskan aku lepaskan aku, aku masih mau minum.." Rengek Oca ketika Asep memanggil tubuhnya seperti sebuah karung beras dan membawanya menuju mobil Oca.
Sedangkan Mobil Praba sendiri telah dibawa sopirnya pulang.
"Kau makin gila.." Bentak Asep pada Oca.
"Kenapa kau memarahiku Asep, apa salahku ?" Rengek Oca antara sadar dan tidak.
"Kau terlihat menyedihkan, aku tahu kau sedih karena kehilangan kekasihmu tapi apa harus begini ? masa depanmu masih panjang .." Asep meletakkan tubuh Oca kasar di sebelah tempat kemudi.
"Kau menyakitiku Asep.." Tangis Oca
Asep kemudian masuk dan mulai menyalakan mesin mobil Oca.
"Kau jahat padaku Asep.." Oca mengoceh tak jelas.
"Ya aku marah padamu !" Asep menoleh dan memegangi wajah Oca.
Kemudian ia melepaskan kaca matanya yang tebal. "Lihat aku Siapa ?" Tanya Asep lekat lekat di hadapan Oca.
"Praba .." Jawab Oca singkat tanpa rasa bersalah.
Melihat respon Oca yang begitu, membuat Praba naik pitam. Dirinya begitu emosi terhadap Oca kali ini.
Tanpa sadar, entah angin apa yang sudah merasuki jiwa Praba ia kemudian memeluk Oca dan sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Oca.
Namun, belum sempat Praba memberikan hukuman pada wanita yang membuatnya emosi jiwa tersebut, tiba tiba Oca memuntahkan isi perutnya tepat di wajah Praba.
"Ocaaaa...!!!" Gerutu Praba dengan kesal.
Sedangkan wanita yang telah memuntahkan isi perutnya tersebut kini sudah tak sadarkan diri. Benar benar tak sadarkan diri.
__ADS_1
Praba segera mengambil tissue di mobil Oca dan membersihkan wajahnya dengan tissue tersebut.
πΌπΌπΌ