
Di salah sebuah toko perhiasan mahal di kota ini, Sorang lelaki dewasa sedang memilih milih sebuah perhiasan untuk kekasihnya.
"Dapatkah saya membantu anda pak ?" Tegur Seorang pegawai outlet berlian tersebut.
Frank n Co, kalian pasti tak asing dengan Brand perhiasan ini bukan, Brand mewah yang menjadi langganan pesohor negri baik dari Artis maupun politisi.
"Aku ingin melamar kekasihku, bisakah anda menunjukan dan membantu saya ?" Tanya lelaki itu masih dengan mata melirik semua koleksi cincin di toko tersebut.
Pegawai tersebut kemudian menunjukan beberapa koleksi yang mungkin akan Praba sukai. Dengan dibantu langsung oleh SPV dari toko tersebut, Lelaki itu sangat antusias memilih milih cincin untuk kekasihnya.
Untuk beberapa saat, Praba tertarik pada salah satu koleksi Frank n co tersebut, sebuah cincin berlian simple namun sangat elegan sesuai seperti kepribadian wanitanya.
"Aku pilih ini," Pilihan Praba jatuh pada Cincin berwarna putih yang bertahtakan berlian tersebut.
"Bagus sekali, ini pasti akan cocok untuk calon istri Anda Pak !" Puji Pegawai dan SPV toko tersebut.
"Beruntung sekali yang jadi calon istrinya, sudah ganteng kaya lagi," Mereka berbisik dengan beberapa karyawan lain di belakang Praba.
Senyum lelaki tersebut tak henti hentinya muncul ke permukaan, pasalnya ia akan segera melamar wanita pujaannya nanti. Praba ingat tadi malam ketika ia sedang mengantarkan martabak ke Apartemen Oca, Riana mama Oca sudah mengultimatum dirinya agar segera meresmikan hubungan mereka.
"Sayang, aku akan menjemputmu pulang kerja dan aku ada kejutan untukmu," Kata Praba di sela sela telponnya dengan Oca yang masih terjebak dengan pekerjaannya.
"Aku masih ada beberapa pekerjaan, mungkin akan telat," Jawab Wanitanya yang kini sedang bersiap siap menerima kedatangan Pasien VIP nya.
"Jangan khawatir, aku setia menunggumu !"
"Dok, Helikopter yang membawa pasien sudah mendekati Rumah sakit anda sebaiknya bersiaga !" Ucap Tami memberitahu Oca yang masih dalam posisi menelpon.
Oca hanya membalas Tami dengan senyumnya kemudian mengangguk pada Tami.
"Ok, kau dengar Asep aku harus bekerja bye see u !"
"Ingat, jangan berikan senyum indahmu pada pasien pasienmu karena aku tak suka !" Praba kesal sekali melihat sikap ramah Oca pada Orang lain.
Kini sepasang kekasih yang sedang lagi kasmaran tersebut melanjutkan aktivitas mereka masing masing.
Sambil berjalan menuju rooftop Rumah sakit, Oca membaca data data riwayat pasien.
Pasien tersebut bernama Malika, dia adalah putri dari pengusaha rokok tekenal di Indonesia.
Malika dari kecil sudah sering sakit sakitan, dan penyakit serius yang dialaminya adalah lemah jantung. Dari data yang didapat, Malika pingsan setelah melakukan kegiatan amal di kota kecil di Jawa timur.
Sebagian salah satu dokter di UGD, Oca harus bersiap dalam kondisi apapun meski dirinya bukan ahli dalam bidangnya.
Oca sudah menunggu kedatangan Heli yang membawa putri Milyuner tersebut. Karena pembawaan sikap Oca yang tenang, orang sangat mempercayakan padanya untuk menghandle beberapa kasus diantara kasus anak orang penting tersebut.
Peralatan medis sudah disiapkan, Oca sudah menunggu Heli tersebut untuk mendarat di Rooftop Rumah Sakit.
Betapa terkejutnya ketika Heli Tersebut berhenti dan Oca masuk untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien.
"Malika," Ucap bibir indah Oca, napasnya serasa sesak dan tubuhnya berkeringat.
Pasalnya ia sangat mengenal Malika, lantaran Malika adalah teman SMA nya.
Para petugas sudah membawa tubuh Malika untuk mendapatkan penanganan medis selanjutnya, Namun Oca masih berdiri terpaku menatap kepergian Malika.
"Kau harus baik baik saja Malika," Ucap Oca sambil berlari menyusul rombongan tersebut.
šš
"Apa yang anda lakukan disini ?" Sapa seorang wanita cantik yang berusaha mendekati Praba.
__ADS_1
"Nona Anita Basuki, saya sibuk dan tak ada waktu meladeni anda." Sahut Praba dengan kesan acuhnya.
Anita tak mau menyerah, dia masih mengikuti kemanapun Praba pergi. Anita tak kehilangan ide, dia dengan mudah bisa mengikuti Praba tanpa ketahuan oleh Praba.
Praba sudah bersiap siap menjemput pujaan hatinya seperti biasa, Seperti biasa pula Gustilah yang mengantar bosnya sebelum ia berubah menyamar menjadi Asep.
"Semoga berhasil pak, " Gusti memberikan semangat pada Bosnya.
"Dengan pesona dan kharisma ku tak mungkin dia akan menolakku Gus," Praba menjawab kata kata Gusti dengan sombongnya.
"Aku baru tahu, pacar anda ternyata sangat Cantik," Goda Gusti masih dengan berkonsentrasi mengemudi.
"Jaga ucapanmu, jangan macam macam dengan dia," Praba mengancam Gusti dengan tatapan bengisnya.
"Lelaki ini begitu berubah bila sudah berurusan dengan wanita," Batin Gusti menatap bosnya.
šš
Gusti mengantarkan Praba di depan rumah sakit tempat Oca bekerja, Setelah bosnya turun ia bisa meninggalkan bosnya dengan lega.
"Bagaimanapun juga, Pak Praba adalah orang yang baik. Meski kadang bikin kesal juga sikapnya." Gumam Gusti di dalam mobil.
Dari jauh Anita menyaksikan peristiwa yang aneh menurutnya, Untuk apa Praba melakukan ini semua. Anita masih mengamati dari dalam mobilnya.
Sedangkan seorang wanita cantik berjalan kearah Asep dengan wajah sendunya.
Oca masih menyimpan kesedihan lantaran teman sekolahnya sedang kritis.
"Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu sayang, kau tahu alam semesta dan isinya akan bersedih bila tak melihat senyummu," Goda Asep memberi semangat kekasihnya.
"Temanku sedang sakit, aku tak ingin kejadian seperti waktu itu menimpanya," Ucap Oca dengan suara gemetarnya.
Asep menggenggam tangannya, memastikan agar wanita bisa melupakan trauma mendalamnya. Trauma bagi seorang dokter yang tak mampu menolong pasiennya.
"Jadi karena wanita ini kamu meninggalkanku sayang ?" Tegurnya tanpa ampun pada pasangan di depannya.
"Aku tak mengerti maksudmu," Sahut Oca masih tak terima dengan perkataan wanita itu.
Asep mencoba menenangkan Oca agar tak terpengaruh kata kata Anita barusan. Asep mengajak Oca menghindari wanita itu.
"Hentikan, berani beraninya kau merebut kekasihku !" Wanita itu menghempaskan tangan Asep yang menggandeng tangan Oca.
"Kekasih ? apa maksudnya ini Asep ?" Kata kata Wanita itu masih susah Oca cerna di kepalanya.
"Asep ? sejak kapan seorang pengacara terkenal seperti anda berpura pura menjadi orang lain ?" Anita puas sekali setelah meluapkan kemarahannya atas cinta yang ia miliki. Karena cinta itu sudah bertepuk sebelah tangan.
Oca makin sulit mencerna kata kata wanita itu barusan. "Pengacara ? dia ? berpura pura ?" Seluruh isi kepalanya bekerja keras untuk menelan seluruh kata kata barusan.
"Maafkan aku !" Pria itupun pelan pelan membuka kaca matanya untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Jadi ini kejutannya ?" Mulut Oca berusaha membuka suatu pertanyaan yang sulit untuk ia haturkan. Lidahnya kelu, emosinya sudah naik di ubun ubun.
Kedua tangan Oca mengepal keras, ingin sekali ia mengutuk dirinya yang terlalu bodoh ini. Bodoh karena sudah dipecundangi lelaki di depannya.
"Aku tahu ini salah, aku melakuan ini semua hanya untuk melindungi mu, bahkan papamu sendiri pun yang mengusulkan ide ini !"
"Beri aku sebuah alasan agar aku bisa memaafkanmu !" Suara Oca bergetar mendengar penuturan dari Praba bahwa ia sudah merencanakan ini semua dari jauh jauh hari.
"Aku sudah berjanji pada orang tuamu !" Pria itu mulai meyakinkan wanitanya yang sedang dirasuki amarah dalam dirinya.
"Ada lagi ?"
"Tidak," Jawab Pria itu singkat.
Plak.....!!!! Sebuah tamparan keras dialamatkan ke pipi lelaki yang kini sedang mencoba meyakinkan hati Oca.
__ADS_1
"Aku punya hati dan perasaan, Jangan Temui aku besok dan seterusnya," Setelah mengucapkan kata kata tersebut Oca segera bergegas meninggalkan Kedua orang tersebut dan masuk ke mobilnya.
Seluruh pikirannya berkecamuk, hatinya benar benar sakit. Lebih sakit saat pertama kali ia berpisah darinya.
"Tuhan, bila jatuh cinta sesulit ini tolong jangan pernah membuatku jatuh cinta lagi." Ucap Oca dengan isaknya di dalam mobil.
āļøāļø
Dulu saat ku siap mati untuk mu
Kamu tak pernah menganggap aku hidup
Dulu saat semua ingin ku pertaruhkan
Kamu tak pernah percaya cinta sejati ku
Aku cuma punya hati
Tapi kamu mungkin tak pakai hati
Kamu berbohong aku pun percaya
Kamu lukai ku tak peduli
Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini
Kau tinggalkan aku ku tetap disini
Kau dengan yang lain ku tetap setia
Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati
Aku cuma punya hati
Tapi kamu mungkin tak pakai hati
Kamu berbohong aku pun percaya
Kamu lukai ku tak peduli
Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini
Kau tinggalkan aku ku tetap disini
Kau dengan yang lain ku tetap setia
Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati
Ohhhh
Kamu berbohong aku pun percaya
Kamu lukai ku tak peduli
Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini
Kau tinggalkan aku ku tetap disini
Kau dengan yang lain ku tetap setia
Tak usah tanya kenapa oh
Tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati
Song By _ Myta Lestari ( Aku Cuma Punya Hati )
__ADS_1