Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Akal Oceana


__ADS_3

"Sayang, apa kau marah padaku ?" tanyanya mengikuti langkah kaki sang istri memasuki kediaman mereka berdua.


"Kenapa aku harus marah padamu Mas ?" sahut sang istri dengan nada datarnya.


Tanpa melihat seperti apa raut wajah sang suami, Oca tak sedikitpun menoleh kearah sang suami.


Wanita cantik itu kemudian merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di dekat kamarnya. Ia kemudian mengutak atik smartphone miliknya.


"Dek, nggak mandi dulu ?" tanya sang suami mendekati dirinya.


"Nanti saja," sahutnya tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki disampingnya tersebut.


Setelah memilih tombol Order, wanita tersebut tersenyum dengan lugunya.


"Kenapa tadi nggak bilang kalau mau makan Pizza, kita bisa berhenti atau sekedar Drive True ?" tegur sang suami setelah mengamati layar ponsel sang istri.


"Aku baru menyadari bahwa aku sudah lapar setelah gagal makan malam !" sahut Oca dengan kalimat datar.


"Iya aku minta maaf dek," bujuk suami Oca, pria itu sangat tahu bagaimana watak sang istri bila sedang marah. Oleh karena itu ia akan menjaga cara bicaranya mulai saat ini.


Wanita itu kemudian berdiri dari tempat duduknya, belum sempat ia melangkahkan kakinya, suaminya sudah menghadangnya.


"Mau kemana ?" ia menahan Oca agar tak kemana mana.


"Kamu tadi menyuruhku mandi, tadi aku masih order pizza sekarang sudah !" sahut Oca menepis tangan sang suami.


"Dek, kenapa sih ? galak amat !" cecar sang pengacara rupawan tersebut menghadapi tingkah sang istri.


"Kebelet, awas minggir !" jawab Oca dengan tatapan sinisnya.


"Kenapa wanita itu susah sekali untuk dimengerti ? pantas saja Rangga begitu menderita jauh dari cinta !" gumam Praba dalam hati ketika istrinya pergi memasuki kamar mandi.


"Dia bilang mereka tak pernah bersama, tapi mereka saling menatap penuh arti dan saling menghubungi !" gerutu sang dokter cantik tersebut sambil memencet pasta gigi sebelum menyikat giginya.


Kemudian ia membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam bathtub yang sudah ia isi dengan air dan sabun sebelumnya.


"Kenapa aku bisa begitu marah hanya karena hal sepele seperti ini ?" gumam Oca pada dirinya sendiri. Wanita itu mambasuh tubuhnya dengan air busa yang beraromatherapy.


"Mungkin aku terlalu berlebihan padanya, toh dia tak berlaku aneh aneh dibelakang aku selama ini !" Oca sedikit melunak. Mungkin rasa capeknya membuatnya tak bisa berfikir dengan jernih.


Selesai ia menyenangkan dirinya sendiri dengan mandi, Oca merasa agak baikan dengan kadar emosi dalam dirinya. Wanita itu mendapati sang suami masih tak beranjak dari tempat duduknya dari tadi.


"Gantian ?" tanya Oca pada sang suami yang masih menunggunya.


"Istriku tak merindukan aku lagi," sahut sang pengacara tersebut dengan nada manja.


"Oh ayolah Mas, jangan seperti anak kecil dong !"


Sebelum Praba menjawab kata kata Oca sang istrinya, berkali kali bell Kediamannya dibunyikan.

__ADS_1


"Pizzaku, mandilah kita makan bersama setelah ini !" pinta Oca dan berjalan menuju pintu Apartemen milik suaminya.


"No, dengan pakaian seperti itu ? tak akan aku biarkan !" cegah Praba berjalan mendahulukan Oca.


Benar saja, Oca masih mengenakan handuk seperti biasanya. Ia juga masih membiarkan rambutnya berantakan.


"Baiklah, aku sudah membayarnya !" jawab Oca masuk kembali ke dalam kamarnya untuk memakai bajunya.


Praba menerima pesanan sang istri, Dua box Pizza langganan Oca dengan toping favorit Oca sudah berada ditangannya. Tak lupa pria berwajah tampan itu memberikan tip yang ia rogohkan dari dalam kantong celananya.


"Kelihatannya wanita itu sudah lebih baik setelah mandi, ah aku masih ada harapan malam ini !" gumam Praba membawa Pizza pesanan Oca ke meja makan.



"Dek, Rapet amat ?" protes sang suami ketika Oca terlihat keluar dari kamarnya.


"Rapet ? maksudnya apa Mas ?" tanya Oca pada Praba yang tak tahu arah pembicaraan sang suami.


"Benar kan malam ini aku gagal ?" gerutu di dalam hati sang pengacara tampan tersebut.


"Maksud Mas, Rapi amat mau kemana yank ?"


bujuk Praba selanjutnya.


"Mas, aku akan mengantarkan satu kotak Pizza itu untuk anak dan Mama Widya, sebelum kamu selesai mandi aku pasti sudah sampai sini lagi !" jelas Oca meminta ijin sang suami.


Praba menganggukan kepalanya, mau tak mau ia harus menyetujui permintaan sang istri. Bagaimanapun juga ia tak ingin membuat sang istri marah lagi.


"Baiklah, jangan lama lama setelah selesai langsung pulang !"


"Siap sayang !" tak lupa wanita cantik itu mengecup pipi sang suami, ia sudah merasa lebih baik setelah memikirkannya dalam dalam.


"Ih Gemes deh, bikin nggak tahan untuk segera kelon yank !" celetuk pria yang akan masuk ke kamar mandi tersebut.


Oca melambaikan tangannya kemudian membuka pintu apartemen Praba dan langsung naik ke lantai lebih atas lagi menemui keluarganya Widya yang menempati Apartemen lamanya.


πŸ€πŸ€


Pria tampan itu sudah tak sabar ingin segera melaksanakan misinya. Ia berjalan keluar dari kamar mandi untuk melihat sekeliling kamar tidur mereka. Namun tak menemukan istrinya.


Praba mencari keluar kamar dan tak menemukan istrinya juga. Hingga pencarian Praba kini di sekitar ruang tamu.


Ruang tamu yang memiliki kesan hangat tersebut berada tak jauh dari pintu Apartemennya.


Disamping ruang tamu ada sebuah ruangan yang biasa mereka berdua pergunakan untuk sekedar bersantai sambil menonton film yang mereka suka.


Praba sangat tahu hobby nonton sang istri, maka dari itu ia kemudian mendesign teater room tersebut sesuai karakter Oca.


__ADS_1


Ia kemudian tersenyum lebar ketika menemukan beberapa Snack kemasan di atas meja ruang menonton tersebut.


"Jadi ia mengajakku nonton sebelum di tonton ?" gumam Praba sendiri sambil tersipu malu.


"Wanita itu sungguh pandai merayu aku !" ucapnya kemudian.


Lamunannya buyar ketika bunyi bell Apartemennya di tekan. "Tak mungkin Oca untuk apa dia repot-repot membunyikan bell kenapa tidak langsung masuk seperti biasanya ?" gumam Praba membuka pintu.


Dua orang satpam Apartemen yang ia tinggali berada di depan pintunya.


"malam pak Praba ?" sapa Tono salah seorang dari mereka.


"Ada masalah apa ya pak malam malam begini ?" tanya Praba penasaran.


"Kata Bu Oca, anda mengajak kami untuk nonton bersama pertandingan sepakbola pak !" jawab Teman Tono yang bernama Padlan tersebut.


"Nonton bareng ?" tanya Praba mengulangi kata kata kedua satpam tersebut. Dahi Pengacara terkenal berkerut karena frustasi. Ia sangat tahu ini pasti ulah sang istri.



Pada akhirnya, karena merasa tak enak oleh karena itu Prabasonta mengajak kedua satpam tersebut masuk kedalam unitnya.


"Jadi cemilan serta makanan ini semua umpan untukku ?" gumam Praba merasa di kerjai istrinya.


"Pak Praba ganti baju dulu saja, nanti masuk angin loh ini kan sampai malem !" ujar Tono karena melihat Praba masih mengenakan handuk. Tono bisa memastikan bahwa sang pengacara tajir itu baru saja selesai mandi.


"Ini rumahku, kenapa kalian yang mengatur aku !" tegur Praba pada kedua satpam tersebut.



Tak berapa lama, sang istri pun telah sampai di kediaman mereka berdua. Oca mengambil Box Pizza lalu membagikan pada para tamunya.


"Wah sudah lengkap nih, personil sudah dan makanannya juga sudah !"


Tak lama sang suami sahnya keluar dari kamarnya, ia memasang tampang masam di wajahnya.



"Cie cie bajunya samaan ?" goda kedua satpam tersebut.


"Pak kalian temani suami saya nonton bola ya, saya sangat berterimakasih loh karena malam ini suami saya ada temannya nonton bola." tutur Oca ramah, lebih ramah dari resepsionis hotel.


"Iya lah dek, kan biasanya kalau malem mas yang masukin bola ke gawang kamu !" ucap Praba sambil berbisik pada Istrinya.


Oca tak kuasa menahan tawanya kali ini, akhirnya rencananya sukses untuk mengerjai sang suami. "Salah sendiri dia mengangkat telpon dari Sandra !" gumam Wanita cantik itu dalam hati sambil melambaikan tangan ke arah suaminya yang kini baru saja duduk bersama tamu yang Oca undang.


🍁🌾🌾


__ADS_1


__ADS_2