
Seorang lelaki berpenampilan formal sedang berdiri disamping mobilnya. Tak lupa ditangannya ia memegang sebuah benda keramat yang ia pakai untuk merayu sang wanitanya.
Iya, benda tersebut adalah Sebuah rangkaian kembang. Bukan sembarang kembang, kembang tersebut telah di jampi jampi oleh si empunya kembang untuk menarik simpati kekasihnya.
Siapapun yang melihat betapa perhatiannya Praba pasti akan berdecak kagum, bila belum mengenalnya lebih jauh. Namun bila sudah mengenalnya seperti Dewi dan Gusti ya kita bisa lihat sendiri betapa menderitanya mereka berdua memiliki bos seperti Praba.
Dari kejauhan Pria itu melihat dua orang wanita yang sedang berjalan dengan riangnya. Salah satu dari mereka adalah wanita yang sudah Praba tunggu kedatangannya.
"Hai masa depanku yang cerah ?" Sapa Praba dengan menyodorkan buket bunga di tangan kanannya.
"Waooow ini bunga kedua dari tuan Pengacara hari ini dokter !" Celetuk Tami menggoda sahabatnya yang sedang berseri seri lantaran mendapatkan hadiah.
"Kedua ?" Selidik Sang Arjuna dengan tatapan herannya.
"Sueer Mas, aku tak menerimanya aku tahu itu bukan dari dirimu,," Dengan sangat hati hati ia menjelaskan permasalahan bunga tadi siang lantaran ia sangat tahu betul sifat Praba.
Meski ia sudah mendapatkan penjelasan masuk akal dari Wanitanya, Hati Praba masih diliputi perasaan dongkol karena memikirkan siapa kira kira yang sudah berani mengirimkan bunga untuk wanitanya. Orang tersebut belum mengenal Praba ? atau ingin mencari masalah dengan dirinya ?.
"Masih kesal ? aku sungguh tak menerimanya Mas," Oca merasa bersalah karena sudah membuat sang kekasih merasa kesal.
Ia menggenggam tangan sang kekasih untuk merayunya.
"Aku memang kesal sayang, tapi bukan kesal terhadap dirimu !" Praba tak kuasa melihat wajah muram sang kekasih disampingnya.
"Maafkan aku, aku punya banyak fans !" Celetuk Oca diimbangi dengan nyengiran kuda.
"Kamu tahu kan akibatnya kalau menggoda pacarmu ini ? sayang tahan ya Mas masih mengemudi loh !" Tak mau kalah demi membalas guyonan Oca, Praba menarik tubuh wanita itu di dekatnya.
"Jadi beneran kita akan pulang ke apartemen mu ?" Oca ingin memastikan kebenaran dari rencana Praba. Ia masih dilema antara mengikuti anjuran dari sang kekasih atau calon mertuanya.
"Mas ada kabar baik,"
"Apa itu ?" Oca penasaran ada kabar baik apa dari calon suaminya tersebut.
"Akan aku beritahu setelah kamu ikut pulang bersama Mas, dan menemani Mas !" Lagi lagi ia menggoda wanitanya dengan bermain teka teki.
"Jangan membuatku penasaran dong, katakan saja ya ?"
"Ada syaratnya," Kali ini bukan hanya mulut manisnya yang menggoda sang Dewi rembulan. Namun seperti biasanya tangan yang sebelumnya masih melingkar di pinggang sang kekasih kini sudah berani bermain main di punggung sang wanita.
"Apa itu ?" Oca menatapnya dengan intens, manik matanya mengisyaratkan sebuah rasa penasaran dari jawaban yang ingin ia dengarkan.
"Tidur denganku !" Sahut Praba singkat sesingkat mungkin.
"Iblis Prabayar dasar cabul..." Umpat Oca pas ditelinga sang kekasih.
__ADS_1
"Apa salahnya ? bukankah kita sering tidur bersama sayang ?"
"Iya karena kamu menjebak ku, dengan membuatku mabuk wine lah, alasan terapi lah apa lah ini lah itu lah ..." Oca menyautnya dengan gaya manjanya.
"Dek, sebagai istri kamu harus nurut sama suami karena nurut sama suami itu pahalanya gede loh ?" Bujuk Sang pengacara menirukan gaya ceramah ustadz ustadz di acara pengajian.
"Bodo amat, aku bukan istrimu !"
"Soon Will be," Senjata pamungkasnya sudah dikeluarkan, mau gak mau si kekasih hatinya harus mengalah.
"Baiklah, aku akan tidur di apartemen mu !"
Daripada berdebat dengan pria di sampingnya, Oca memilih untuk mengalah.
"Maksudmu tidur di Apartemenku adalah tidur bersama Mas kan ?" Ia masih saja mencerca Oca dengan lontaran lontaran rayuannya.
"Iya, hari ini kamu bawel sekali mas udah kaya kambing yang minta kawin aja !" Celetuk Oca kesal dibuatnya.
"Yank, teganya kamu menyamakan suamimu dengan kambing ?"
"Untung saja kau pacarku, coba orang lain aku sudah memutilasi tubuhmu !" Oca mencubit pinggang sang Arjuna disampingnya.
Kini perjalanan mereka telah sampai di Apartemen milik mereka masing masing. Tanpa di komando, sang Pria pujaan hatinya sudah gerak cepat untuk membukakan pintu seperti biasanya. Kebiasaan itu terjadi ketika ia masih menjelma menjadi seorang supir kolot nan antik.
"Selamat datang Ratuku,," Puji Praba sebelum membuka pintu apartemen yang akan merka tinggali malam ini.
"Tak perlu repot repot, aku hanya menginap semalam saja."
"Selamanya, tak akan Mas biarkan kamu lari dari sini lagi !" Kali ini ancaman Praba tak main main. Ia mengharuskan Oca untuk tinggal di tempatnya kalau mau mendengarkan berita bagus untuknya.
"Aku punya kejutan yang belum sempat ku berikan padamu kemarin malam." Praba mengarahkan Oca agar duduk di Lantai mininya.
"Apa itu ?" Oca pura pura saja merasa excited
Ia juga ingin menguji pria tersebut.
"Duduklah dengan nyaman, makan malam akan aku siapkan dengan kedua tanganku !" Setelah berucap demikian, Praba berjalan kearah dapurnya dan mulai menyiapkan kudapan untuk dinner berdua dengan wanitanya.
"Perlu bantuan Mas ?" Usul Oca ketika ia melihat Praba mengeluarkan bahan bahan makanan dari dalam lemari pendingin miliknya.
"Ratuku, aku akan melayani mu malam ini !"
Entah cara licik apa yang akan Praba gunakan. Dan entah suatu hal apa yang Praba inginkan malam ini. Hati Oca bertanya tanya.
Pria yang tak terbiasa memasak itu terlihat kikuk saat memotong motong kentang. Pria terhormat yang biasanya penuh kharisma saat di persidangan tersebut kini sedang memasak untuk Kekasihnya.
Fenomena langka ini harus Oca abadikan di galeri ponselnya. Ia mencuri curi pose sang kekasih saat memasak kali ini. Dengan lengan baju digulung hingga suku, dasi dan jasnya juga telah di tanggalkan. Namun penampilan ketika memasak ini tak kalah mempesona dibandingkan ketika ia sedang berdebat dengan lawan lawannya di perusahaan.
__ADS_1
"Sudah berapa ratus pose yang sudah kamu curi dear ? suamimu ini begitu menggairahkan bukan ?" Sindir Praba tanpa menoleh sedikitpun kearah Oca meski tangannya sedang mencincang kasar bawang putih.
"Perlu bantuan sayang ?" Lagi lagi Oca menawarkan bantuannya pada pria yang sedang mengambil hati sang kekasih.
"Sayang, aku terbiasa hidup mandir jadi urusan kecil seperti ini aku bisa mengatasinya !"
"Oh, Okay !" Sahut Oca.
Oca melihat sang kekasih sedang marinasi dua potong ikan salmon yang sudah dipisahkan dari kulit dan durinya.
Ia melihat Sang lelaki sangat bersemangat dalam memasaknya.
Setelah ia membumbui kedua potong daging salmon tersebut dengan lada dan garam. Tak lupa sbelumnya Praba sudah memberikan perasan lemon agar bau amisnya hilang.
Kini Pria tampan menurut Oca tersebut bersiap memanggang daging salmon tersebut diatas sebuah fancy Frypan kenapa disebut fancy ? Karena bentuknya yang imut cocok untuk perabot dapur minimalisnya.
Tangan seorang Praba yang biasa ia gunakan untuk menandatangani dokumen dokumen penting, kini beralih fungsi membakar steak salmon.
Melihat sang kekasih merasa kerepotan, mau tak mau Oca menghampirinya untuk membantu Praba.
"Biar aku yang melakukannya, Mas bisa membakar rumah ini bila kelamaan !" Ejeknya menggeser posisi berdiri Praba.
"Ini kan kejutan untukmu dear ?"
"Kelamaan, aku sudah lapar dan juga kamu sudah janji akan memberitahu kabar baik bila aku setuju menginap disini ?" Pada akhirnya, Oca juga yang melanjutkan sesi memasak yang sudah di rencanakan oleh Praba.
Kini tugas Praba adalah melumerkan kentang yang sudah dikukus untuk dijadikan Mesh potato. Dan juga memotong motong buncis dan Jagung muda untuk salad pelengkapnya.
Dan pada akhirnya, Oca lah yang berperan penting dalam dinner kali ini. Kedua piring mereka sudah diatas meja makan dengan hidangan Steak Salmon dengan saus lemon.
(Pakai bahasa Indonesia aja ya? biar gak ribet ngomongnya toh Oca dan Praba kan orang Indonesia).
Tak lupa sebotol anggur terbaik dari koleksi Praba sudah bertengger di samping lilin di meja makan.
Masih ada yang kurang ? Wewangian aromaterapi favorit sang Dewi pun tak luput dari kejutan Praba. Pria tersebut memang sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna.
"Pasti ada maunya ? aku curiga !" Batin Oca ketika sedang duduk berhadapan dengan Praba sebelum mereka memulai dinner romantis ala Pasangan ini.
πΌπΌπΌ
Apa yang akan direncanakan si iblis Prabayar ya Readers ?
Dokter, jangan sampai kalah ya ?
__ADS_1