
..."Hembusan Angin dingin menerpa sunyinya senja...
...Kau datang menawarkan sebuah rakit untuk kita berlayar bersama...
...Entah kemana hati ini akan bermuara pada akhirnya."...
ππ
Oca masih teringat setiap kata yang terucap dari mulut Gandhi. Bagaimanapun juga ia masih mempercayai sang kekasih hatinya.
Bahwa Pria itu tak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang ia selipkan untuknya.
Senja ini ia menatap langit dari dalam jendela kamar yang pernah menjadi saksi kehidupan sang kekasih.
Ia kemudian menolehkan pandangannya ke arah pintu kamar yang ia tempati saat ini ketika seorang datang membuka pintu kamar tersebut.
"Apa dia menyakitimu sayang ?" Pria tersebut dengan tatapan khawatir kemudian memeluk sang wanita dengan mudahnya.
"Dia tak bisa menyakitiku, kau tahu aku wanita seperti apa." Oca menyakinkan lelaki di depannya supaya tak mengkhawatirkan dirinya.
"Bara bilang kau tak melawannya !"
"Orang seperti dia kalau kita makin membalasnya dengan kekerasan tak akan menyelesaikan masalah, aku memang emosi kala itu namun aku masih bisa menahan diriku agar tak memukul mukanya," Tutur wanita yang kini sudah mencurahkan isi hatinya tersebut.
"Aku tak menyangka kekasihku ternyata hebat sekali, belajar dari mana ?" Rasa sayang membuat Pria itu memuji sang kekasih melalui beberapa ciuman bertubi tubi.
"Hentikan, ibumu akan marah bila kau macam macam padaku Mas," Tutur Oca menjauhkan tubuhnya dari cengkraman sang lelaki.
"Ibuku tak akan berani mengganggu kita, aku sudah mengatur semuanya !"
"Bagaimana caranya ?"
"Ayo pulang, aku merindukanmu baby !" Sang lelaki itu menarik tangan Oca untuk mengikuti langkahnya.
"Tante Miranda akan marah tau !" Oca memprotes segala tindakan sang kekasih yang ia rasa mulai semena mena kembali.
"Aku sudah meminta ayahku untuk membawa ibu untuk makan malam romantis ala orang tua !" Sahut Praba dengan senyum liciknya.
"Tapi aku ingin tinggal disini untuk saat ini !" Kata kata Oca membuat Praba kaget seketika.
Pasalnya pria itu sangat yakin bahwa Oca akan menyetujuinya.
"Lalu Pria ini bagaimana ?" Tanya Praba kesal lantaran Oca belum mau untuk masuk ke mobilnya.
"Akan lebih aman aku disini, orang tuamu menjagaku dengan kasih sayang dan juga ada Bara,"
__ADS_1
Oca kemudian masuk kembali ke dalam rumah keluarga Adiwiyata, namun sang kekasih merasa kesal karena lagi lagi rencana gagal untuk membawa pulang sang bidadari hatinya.
Keduanya duduk bersebelahan, "Bagaimana nasib Pria malang ini ?"
"Lucu sekali seperti bayi, ingin sekali aku menjitak kepalamu !" Oca mengelus rambut sang Arjuna agar tak ngambek lagi.
"Cium aku, lalu aku mengijinkan mu tinggal disini !" Keluh Praba menggoda sang wanita.
Pria itu masih berusaha untuk merayu sang kekasih bagaimanapun caranya. Pokoknya malam ini Oca harus berada di dalam genggamannya tak boleh tidak.
"Kamu ini rewel amat kaya bocah," Gerutu sang Dewi mau tak mau harus menuruti sang kekasih lantaran ingin mendapatkan ijin darinya. Tahu sendiri kan karakter Kekasihnya bagaimana ? kalau sudah ada maunya.
"Cupppp.." Oca mencium dua kali pada kedua pipi sang kekasih.
"Kurang !" Pinta Praba Dengan tatapan memohonnya. Ia sungguh ketagihan mendapatkan ciuman dari wanita pujaannya tersebut.
Lelaki dewasa tersebut kini menarik tangan wanitanya sehingga Oca terduduk tepat diatas pangkuannya.
Seperti biasa ia menggoda wanita tersebut, meski mereka masih berada di rumah orang tuanya Praba tak malu malu lagi untuk memeluk serta mencumbu sang wanita.
"Praba, Oca .. Apa yang kalian lakukan ?" Teriakan sang ibunda Praba mengagetkan dua anak manusia yang sedang bermesraan tersebut.
"Tante Miranda .." Sapa Oca setengah gugup seperti pertama kali Miranda menangkap basah mereka sedang bermesraan di dalam Apartemen milik Praba.
"Bukankah kalian sedang dinner romantis ?" Anak sulungnya meminta penjelasan pada sang Ayah yang sudah bersedia membantunya.
"Jadi ini semua rencana kalian berdua dasar para lelaki !" Miranda merasa kesal lantaran suaminya ikut bersekongkol melawan dirinya dan Oca.
"Ayo Oca sayang, Tante akan melindungi mu dari terkaman buaya ?" Miranda membawa Oca agar mengikuti dirinya.
"Tante, dia sudah mengijinkan Oca untuk tinggal disini dia sudah mengalah kok,," Bujuk sang calon mantu kepada Miranda yang masih kesal terhadap putra sulung dan suaminya.
"Biarkan saja kita permainkan kedua lelaki tersebut, Tante akan berada di sini !" Tutur Miranda sebelum ia membuka pintu kamar yang sedang ditempati Oca.
"Tante tidur bersama Oca ?"
"Kenapa ? Apa Oca tak senang bersama Tante ?"
Oca makin pusing bagaimana menjelaskan isi hatinya pada Miranda. Dirinya kini bagai buah simalakama yang harus menuruti kedua orang yang sedang berseteru tersebut.
Malam semakin larut, kedua wanita tersebut masih asyik berbincang bincang serta bercengkrama satu sama lain. Bagaikan ibu dan anak kandung, Miranda sangat menyayangi Oca seperti anaknya sendiri. Pun sama halnya dengan gadis tersebut, Miranda tak ubahnya sebagai mama penggantinya selama Riana tak bersamanya.
Berkali kali sang Pria yakni kekasihnya menghubungi Oca, namun karena Miranda melarang untuk mengangkatnya alhasil Oca hanya mendiamkan saja beberapa panggilan untuknya.
"Aku yakin sekali Priamu itu masih berada disini, dia tak akan berhenti sampai titik darah penghabisan karena itulah sikap Praba yang Tante tahu,"
"Bukankah bagus bila Praba menginap disini, bukankah selama ini dia sudah lama tak tinggal di rumah keluarga Tante !"
__ADS_1
"Memang benar sayang, sebelum ia pindah satu Gedung dengan dirimu dia sudah tak tinggal bersama kami. Praba sering menghabiskan waktu hanya untuk bekerja jadi dia sengaja tinggal di tempat yang sepi agar Praba bisa berkonsentrasi bekerja," Tukas Miranda panjang lebar.
"Praba sangat keras dalam bekerja Tante, terbukti dia tak pernah tidur nyenyak selama ini. Praba harus minum obat penenang agar bisa tidur pekerjaan yang sulit membuatnya berfikir keras dan mengesampingkan kesehatan dirinya. Oca sungguh prihatin dengannya !" Ungkap Oca tak malu malu lagi mengakui rasa sayang dan perhatian nya untuk Praba pada sang calon mertua.
"Tante ingin kalian segera menikah supaya tak menimbulkan fitnah, apa lagi Tante juga malu pada kedua orang tuamu nak !"
Oca memperhatikan sebuah cincin yang melingkar manis di jari manisnya, cincin yang bertahtakan berlian tersebut adalah bukti Praba sudah melamarnya.
"Dia yang memilih ini sendiri ? kenapa tak memberi tahu ibunya ?" Miranda mengamati baik baik cincin Frank n Co tersebut.
"Kami akan menikah setelah kasusnya selesai, Karena Oca tak mau membagi konsentrasi dirinya dengan pekerjaan yang sedang memburu dirinya Tante."
"Tante akan memastikan bahwa pernikahan kalian akan menjadi pernikahan paling spektakuler selama ini, lihat saja Duet Tante dan mamamu," Tukas Miranda mantap ingin menggelar perhelatan Akbar untuk anaknya dan anak sahabatnya.
"Apa Riana sudah mengetahui rencana ini ?"
"Oca baru memberi tahu sebatas Praba melamar Oca saja, selebihnya belum !" Jawab Sang calon mantu malu malu.
"Kalau begitu besok kami akan merencanakan pesta mewah untuk kalian, kalian tenang saja bersantai santai lah bekerja seperti biasanya biar kami yang mengurusnya untuk kalian berdua."
"Tante dan mama, harus berbicara dulu dengan pria aneh itu !"
"Tidurlah nak, besok kau harus bekerja jangan sampai lelah." Miranda membelai lembut kepala Oca layaknya anak sendiri.
"Terimakasih Tante Miranda !"
"Terimakasih Oca sudah mau menerima anak Tante dengan segala kekurangannya serta sudah memperhatikan Praba dengan seluruh Cinta Oca."
Mendengar kata kata Miranda, Oca tak kuasa menitipkan air matanya. Ia sangat bersyukur bahwa keluarga Adiwiyata sangat menerima dirinya. Hal tersebut sudah mematahkan pernyataan Gandhi tadi siang padanya.
Buktinya Prabu dan Miranda sangat menyayangi dirinya layaknya anak kandung mereka sendiri.
πΌπΌπΌ
Sampai sini dulu ya readers, Author sebenarnya ingin sekali update yang banyak. Namun Author masih kekurangan waktu untuk membuat beberapa bab dalam sehari.
Pokonya author akan usahakan sehari update 1 bab kok.
Sambil nunggu Author update, Author mau rekomendasiin karya temen Author nih.
Seperti judulnya, novel ini adalah novel romantis abis. Kisah cinta Ainun dan Reza yang sudah Temen Author olah sedemikian rupa hingga membuat Author larut dalam kisahnya.
TBC
Salam sayang dari saya
__ADS_1
Pacar Oh Sehun π