Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 10. membuat malu


__ADS_3

zelia dan bik darmi selesai berkeliling rumah. zelia duduk di tepi kolam yang dihuni ratusan ikan hias disana. tangannya sesekali memainkan air kolam yang terasa sejuk.


"den itu sarapannya sudah siap" terdengar teriakan bik darmi pada seseorang yang tak nampak terlihat siapa lawan bicara nya.


"siapa bik?" tanya zelia kepada bik darmi yang kini berjalan mendekatinya.


"den sean non" jawab bik darmi.


"mau kemana dia? kok gak sarapan dulu" tanya zelia sambil memainkan ikan-ikan hias yang berada di kolam tersebut.


"entahlah non... biasa nya sih kalau dia terburu-buru begitu, dia sudah ditunggu sama non citra" bik darmi pun langsung membungkam mulutnya sendiri kala ia menyebut nama citra di hadapan zelia yang kini menjadi istri sah dari majikannya itu.


"santai aja kali bik, gak usah panik" zelia terkekeh melihat wajah bik darmi yang seketika berubah ketika ia merasa keceplosan dalam berbicara.


"maaf non, bibik keceplosan" ucap nya


"gak apa, lagian sean juga udah bilang kok kalo dia emang udah punya cewek tapi sean gak bilang kalo nama nya itu citra"


bik darmi pun merasa lega karena dirinya bukan orang pertama yang membocorkan bahwa sebenarnya sean sudah punya kekasih sejak sebelum menikah dengan zelia.


cukup lama zelia menghabiskan waktu bermain bersama ikan-ikan hias dikolam itu.


tak terasa hari sudah berganti malam. namun mama, papa dan juga sean belum ada satupun yang pulang. malam itu benar-benar terasa sepi.


zelia masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. ia merasa benar-benar kesepian. ia hanya memandangi layar handphone nya, terlihat ada gambar dia sedang bersama ayahnya.


"yah, zeli kangen banget sama ayah, ayah disana lagi apa? ayah baik-baik aja kan?"


layaknya anak kecil yang sedang rindu ingin di manja oleh orang tua nya. begitu lah yang ia rasa saat ini. buliran bening itu kembali menetes mengingat kenangan bersama ayah nya yang masih sangat terngiang di benak nya.


"ayah kangen gak sama zeli? yah.... dateng ke mimpi zeli yaa malam ini, pleaseeeee.......!?" pinta nya dalam hati. mata nya pun terpejam berharap ayah dapat hadir dalam mimpi nya untuk sekedar melepas rindu.


moge yang dikendarai sean telah terparkir di garasi. ia segera masuk ke dalam rumah , bik darmi pun bergegas membuka kan pintu untuk majikannya itu.


"papa mama mana bik?" tanya sean pada asisten nya itu.

__ADS_1


"tuan belum pulang den, nyonya sedang istirahat dikamar nya" jawab di darmi sambil menutup pintu.


"kalau zelia?" tanya sean


"non zelia diatas den, sepertinya sudah tidur" ucap bik darmi.


sean pun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar nya. terlihat zelia yang sudah terlelap dengan selimut yang menutupi tubuhnya juga bantal guling sebagai pembatas antara dirinya dan sean.


sean berdiri di depan kaca. ia terkekeh kala melihat banyak bekas merah di lehernya "citra main nya bener-bener dahsyat hari ini" ucap nya sambil memegang bekas-bekas merah yang di buat oleh kekasihnya itu. ia pun langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di sebelah zelia tanpa memperhatikan istrinya sedikitpun.


keesokan pagi nya zelia sudah tak begitu terkejut ketika ia membuka mata melihat sean yang tidur di sebelahnya. ia pun langsung membersihkan diri dan turun ke bawah membantu bik darmi menyiapkan makanan untuk sarapan.


"zeli, sean mana?" tanya mama yang sepertinya sudah siap untuk sarapan.


"masih tidur ma" jawab zelia sambil menaruh sup diatas meja makan.


" bisa tolong di bangunkan , kita sarapan bareng , ada yang ingin mama papa bicarakan dengan sean" ucap papa nya.


zelia pun berjalan menuju kamar untuk membangunkan suami nya itu.


"apaan sih lo ngebangunin gue kaya ngajak perang" ucap sean sambil menguap.


"ya abis lo di bangunin pelan gak bangun-bangun" jawab zelia sambil menjauhkan jarak antara dirinya dan sean.


"terus kalo udah bangun mau apa?" tanya sean malas dan bersiap untuk merebahkan tubuhnya lagi.


"jangan tidur lagi, itu mama papa udah nungguin lo buat sarapan" ucap zelia.


"duluan aja gitu" jawab sean dengan malas.


"kata nya sih penting, mungkin lo mau di kasih bonusan atau apa gitu, tapi kalo lo nolak juga ya gak apa-apa sih ntar tinggal gue sampein aja ke mama papa kalo lo gak mau" ucap zelia sambil berjalan meninggalkan sean yang sudah siap untuk memejamkan mata nya kembali.


"iya iya gue mau, zel tungguin gue"


sean pun berlari mengikuti langkah zelia meski ia belum sempat untuk membersihkan diri atau sekedar membasuh muka nya.

__ADS_1


dimeja makan mama dan papa menggeleng-geleng kan kepala melihat anak bungsunya yang sama sekali belum berubah meski kini sudah menyandang gelar sebagai seorang suami.


mama dan papa saling tatap dan seperti menahan tawa. entah apa yang aneh dari anak lelakinya itu. sean sepertinya tak menyadari bahwa dirinya menjadi pusat perhatian dari kedua orang tua nya. namun berbeda dengan zelia yang memperhatikan gerak gerik kedua mertua nya itu. zelia pun menatap sean dan memperhatikan apa yang salah dari dirinya hingga mama dan papa seolah ingin meledek nya habis-habisan.


"astaga anak ini.. bikin malu gue aja. dikira nya gue lagi yang ngebuat itu semua, pantes aja mama dan papa sedari tadi merhatiin dia" batin zelia memekik kala melihat banyak bekas tanda merah di leher sean.


zelia menundukkan kepalanya merasa malu karena tingkah laku sean.


"kenapa kamu lama sekali ada yang ingin mama papa bicarakan sama kamu" ucap papa mengalihkan perhatian.


" mama papa mau ngomong apa?" tanya sean sambil menikmati sarapan yang berada di depannya.


"hari ini kamu gak boleh kemana-mana, karena nanti kakak kamu akan pulang, jadi kamu harus dirumah, mama papa pun akan usahakan untuk pulang cepat nanti" jelas papa


"apa kak dean tau kalo sean sekarang udah nikah?" tanya sean kepada kedua orang tua nya.


"udah... mama sudah kasih tau kakak mu, dan dia mengerti akan kejadian itu" jelas mama memberikan kepastian.


zelia hanya menjadi pendengar setia perbincangan antara orang tua dan anaknya pagi itu.


"yaudah, mama papa duluan ya. zelia kamu habiskan sarapannya ya, mama papa pergi dulu" ucap mama sambil berjalan meninggalkan mereka berdua di meja makan.


"ma, cuma itu aja yang mau mama omongin sama sean" tanya sean.


mama hanya mengangguk dan terus berjalan tanpa menggubris pertanyaan sean yang sama sekali tak penting bagi nya.


zelia pun bergegas menaruh piring sisa makannya ke dapur dan meninggalkan sean sendirian di meja makan.


"zeliaaaaaaaa...!!!!!"


teriak sean terhadap zelia yang kini sudah berada di atas tangga. zelia tertawa terbahak-bahak melihat wajah sean yang seperti sedang keluar tanduk diujung kepalanya.


"bener-bener ya lo, awas lo yaa.... tunggu gue"


seanpun pergi menghampiri zelia dan meninggalkan sarapannya yang belum habis ia makan.

__ADS_1


__ADS_2