Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 76. mama pulang


__ADS_3

mereka kembali berkecimpung dengan kesibukan yang menjadi rutinitas mereka dijakarta. setelah tiga bulan yang lalu mereka pergi berlibur ke bali, Rasa rindu pada mama dan papa pun sudah singgah dalam hati meski komunikasi melalui telepon tidak pernah terhenti. Namun kebersamaan dan canda tawa disaat sedang berkumpul bersama menjadi salah satu moment yang paling mereka rindukan karena itu semua tak pernah mereka rasakan saat mama dan papa tak ada bersama mereka.


Hari ini zelia pulang kuliah lebih awal dari jadwal hari-hari biasanya. dean yang masih slalu setia mengantar dan menjemputnya meski setelah itu dean langsung kembali ke kantor karena banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan.


akhir-akhir ini rumah terasa begitu sepi karena dean yang sering lembur di kantor. Dan sean yang sering keluar bersama teman-temannya, tak jarang pula ia pergi berdua dengan citra. Sekalipun ia sudah sering terang-terangan menyatakan perasaannya pada zelia, namun realitanya sean belum dapat meninggalkan citra dari kehidupnya. Namun itu tak pernah jadi masalah bagi zelia yang sama sekali tak tertarik dengan suaminya itu .


Zelia duduk sendiri diatas balkon, meski ada bi darmi dirumah itu, namun bi darmi selalu saja sibuk dengan kegiatan nya untuk memasak dan membersihkan rumah.


zelia termenung sambil memandang sunset yang mulai menyembunyikan cahayanya menjadi kegelapan. Hanya ada sebungkus kuaci yang ia jadikan teman duduknya sore ini.


.


.


.


Tok tok tok


"iya sebentar" sahut bi darmi dari dalam rumah sambil mengelap tangan nya yang basah ke baju yang ia pakai karena baru selesai mencuci piring.


"nyonya !" bik darmi terkejut saat membuka pintu utama dan terlihat bu ida yang berdiri didepannya sambil tersenyum.


"iya bik, apa kabar?" bu ida masuk kedalam rumah nya yang sudah lama tak ia sambangi.


"baik nya. Nyonya pulang kok gak ngasih kabar?" bi darmi membantu membawa tas besar milik bu ida sambil membuntuti langkah majikannya.


"anak-anak pada kemana bik? Kok sepi??" mata bu ida menyusuri setiap ruangan yang kosong seperti tak ada tanda-tanda kehidupan.


"den dean akhir-akhir ini sering lembur dan pulang larut malam nya, den sean.._"


"sean pergi kumpul dengan teman-temannya? Dan kekasih lama nya itu??" bu ida memotong ucapan bik darmi .


"saya tidak tau nya kalo masalah itu"


bi darmi tidak ingin terlalu jauh mengetahui hubungan asmara tentang keluarga mereka.


"zelia dimana?" bu ida mencari menantu kesayangannya yang juga tak terlihat batang hidung nya.


"non zeli ada dikamarnya, apa nyonya ingin saya memanggilkannya ??"


"tidak perlu, saya yang akan menemui nya sendiri"

__ADS_1


Bu ida melangkahkan kaki menaiki anak tangga untuk menemui zelia yang pasti sedang kesepian karena berada dirumah ini seorang diri.


Bu ida membuka handle pintu kamarnya yang tak terkunci, dan melihat pintu arah balkon yang juga terbuka. Bu ida tersenyum karen yakin bahwa zelia pasti berada disana.


"sendiri aja nih ??" ucap bu ida seraya berdiri diambang pintu kala melihat menantunya itu sedang duduk sendiri berteman kuaci yang membuat mulutnya tak henti-henti mengunyah makanan yang tak mengenyangkan itu.


"mama ....!!!!! " zelia langsung menoleh ke arah sumber suara wanita yang tak asing baginya.


Zelia segera memeluk bu ida layaknya ibu kandungnya sendiri saat ia tau bahwa bu ida telah berada dikamarnya.


"mama kapan kesini?" tanya zelia


"baru saja mama sampai, mama lihat rumah yang nampak sepi, jadi mama langsung kesini"


zelia dan bu ida kembali berpelukan lalu berjalan keluar kamar untuk saling bercengkrama melepas kerinduan.


Waktu sudah hampir larut malam. Mata bu ida terasa begitu berat saat menunggu kedua anak lelakinya yang tak kunjung datang.


"mama tidur dulu aja. biasanya kak dean dan sean pasti pulang larut malam" ucap zelia yang juga sudah di hampiri rasa kantuk dimatanya.


"iya li, kamu benar. Mama tidur dulu ya"


Bu ida beranjak meninggalkan zelia menuju kamarnya untuk berisitirahat. Begitupun dengan zelia yang mengikuti jejak bu ida untuk beristirahat di kamarnya.


.


.


"enak li " puji bu ida saat mencicip sup ayam yang baru matang dan masih bertengger didalam kuali panas.


"yaudah mama tunggu di meja makan ya"


Zelia segera menuang sup ayam tersebut ke mangkuk besar lalu menaruhnya diatas meja makan yang sudah terdapat bu ida duduk disana menunggu anak-anaknya.


"mama" teriak sean dan dean secara bersamaan saat melihat wanita kesayangannya yang mereka fikir masih dibali namun ternyata sudah berada didepan meja makan mereka.


dean dan sean menyalami sang mama , memeluk serta menciumnya secara bergantian.


"mama kapan kesini? papa dimana ma?" tanya sean mencari keberadaan sang papa yang tak nampak disana.


"kemarin mama tiba disini, kalian sih pulang nya larut malam, mata mama tak tahan untuk menunggu sampai kalian pulang. Papa kalian tak ikut, ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan "

__ADS_1


Mereka mulai menyantap sarapan pagi bersama. Bu ida duduk bersebelahan dengan zelia, sedangkan dean dan sean duduk berhadapan dengan mereka.


"apa mama akan kembali tinggal disini?" tanya dean.


"enggak de, mama hanya sementara. Mama kesini karena mendapat undangan dari tante arimbi untuk menghadiri acara pernikahan putrinya"


"anak tante arimbi?? Maksud mama ariana?? Jadi ariana yang menikah ??" tanya dean sambil menatap mama dan sekilas melirik ke arah zelia yang juga meliriknya.


"iya kamu bener de, ariana yang dulu sempat mama jodohkan denganmu tapi kamu malah menolaknya ".


bu ida terkekeh mengingat memori beberapa tahun lalu saat ia harap dean bisa melupakan tiara dengan mencoba menjodohkan dean dengan ariana.


"sebegitu antusiasnya mama menginginkan kak dean memiliki istri, sampai dia berusaha untuk menjodohkan kak dean dengan wanita lain" batin zelia yang mencerna pembicaraan mereka.


"yaaahhh ma inikan bukan zaman siti nurbaya yang harus main jodoh-jodohan" ucap sean


"tak apa dong se kita mengenang zaman itu, nyatanya seperti kamu dan zelia sampai sekarang tetap langgeng kan?" bu ida tersenyum ke arah zelia dan sean secara bergantian.


zelia menelan saliva nya meski makanan dihadapannya sudah berkuah entah mengapa mendengar ucapan bu ida yang membahas tentang pernikahannya membuat makanan zelia terasa begitu seret dan sulit untuk tertelan begitu saja.


"wah iya dong ma" sahut sean mencoba menyenangkan hati mama.


"kalian kalau ke kampus selalu berdua kan?"


"pasti dong ma. Iyakan zel ?" sean mengedipkan sebelah matanya mengisyaratkan zelia untuk berkata iya didepan sang mama.


"i_iyaa ma" ucap zelia sedikit terbata. Matanya menatap dean, terselip perasaan tak enak dalam hatinya namun tak ada pilihan lain selain berpura-pura mesra dengan sean saat didepan mama.


"syukur lah.. De jadi kapan kamu segera menyusul adikmu. Mama sudah ingin menimang cucu dari anak-anak kalian, mumpung mama masih diberi umur panjang" bu ida menatap lekat kedua putranya yang duduk berdampingan.


Dean berjalan mendekat kearah sang mama dan meninggalkan sarapannya yang sudah habis tak tersisa.


"mama akan selalu panjang umur. tunggu hingga saatnya dean bisa memberitau mama siapa calon istri dean sebenarnya" dean mengecup pipi bu ida, namun mata nya menatap ke arah zelia seolah mengisyaratkan zelia bahwa ia akam segera memberitau dunia bahwa dialah yang akan menjadi wanita pilihannya.


Zelia pun menatap dean membuat kedua manik mata pasangan terlarang itu bertemu dan saling melempar rindu.


"dean berangkat dulu ya ma"


Dean mengambil tas kantor yang ia letakkan di atas meja makan lalu berjalan meninggalkan mereka semua yang masih menikmati sarapan.


.

__ADS_1


.


Tinggalkan vote, like dan komentar nya yaa gaes... Ilvyou😊


__ADS_2