Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 41. sudah terselesaikan


__ADS_3

"kak dean gak apa-apa?" tanya zelia saat melihat kak dean yang berjalan mendekat ke arah nya dengan wajah yang sedikit murung.


dean hanya menggeleng tak memberi jawaban atas pertanyaan zelia, entah apa yang terjadi dengannya sungguh membuat zelia kebingungan. dean kini menjatuhkan tubuhnya duduk di sebelah zelia dan menyandarkan tubuhnya pada dinding sofa.


"kakak marah?" tanya zelia sambil menatap fokus pada wajah kak dean yang masih terlihat murung. sebenarnya antara kesal, letih, pusing, dan cemburu, namun zelia sulit untuk menerka-nerka apa yang sedang dialami oleh kekasihnya.


"kakak pusing?" tanya zelia yang masih bingung karena belum mendapatkan jawaban dari lelaki yang kini berada tepat disebelahnya. dean masih tetap saja menggeleng tanpa sedikitpun bersuara.


kenapa kak dean jadi begini?? batin zelia


"abang hans ngomong yang aneh-aneh ya sama kakak ?! emang ya itu karyawan gak tau diri !! gak ada akhlak banget, masuk ruangan bos nya gak pake permisi. ngapa sih kak?? kakak masih pertahanin karyawan kaya gitu. kakak kan bisa cari yang baru, yang lebih sopan, lebih _ "


.


hap


bibir zelia terkunci saat dean tiba-tiba menempelkan bibirnya tepat di bibir zelia yang masih sibuk memaki hans meski sebenarnya itu hanya akting agar dean tak marah lagi dengannya. zelia sengaja memaki hans, agar dean percaya bahwa dia memihak kepada dean dan tak menyukai hans. karena memang realitanya hans dan zelia hanya bertemu tanpa sengaja dan zelia sama sekali tak menyukainya hanya sebatas mengagumi ketampanannya saat pertama berjumpa.


dean memagut lembut bibir zelia yang terasa manis dan menjadi candu untuknya. entah sudah berapa kali adegan mesra ini selalu tertunda, namun untuk kali ini dean tak kan membiarkan hasratnya tertunda lagi bahkan dean tak mampu menahan saat melihat zelia berbicara ceriwis memaki seseorang yang membuatnya terlihat sangat imut dimata dean.


zelia membalas pagutan dean dengan lembut


oh jadi ini alasan kak dean murung? ada hal yang belum terselesaikan batinnya terkekeh namun bibirnya tetap menikmati pagutan dari lawan mainnya.

__ADS_1


"sejak kapan kamu panggil hans abang??" ucap kak dean lirih tepat ditengkuk bawah telinga zelia, sehingga membuat zelia menggeliat merasa geli.


"sejak kemarin" jawab zelia tepat ditelinga dean saat dean mulai menciumi bagian tengkuk zelia. zelia mengerang merasa geli karena ini baru kali pertama nya ia dimanjakan oleh seorang lelaki.


zelia terus menikmati sentuhan demi sentuhan yang dean berikan, pagutan lembut yang berkali-kali dean daratkan di bibir merahnya. ada hasrat yang tergugah, sebagai wanita dewasa zelia tau itu artinya apa, namun ia sadar bahwa ada sesuatu dibawah sana yang tetap harus ia jaga.


begitupun dengan dean, ada yang tegang pada salah satu bagian tubuhnya. jantung nya berdegup lebih kencang tak seperi biasa. ingin sekali hasrat itu ia tuntaskan segera, namun ia selalu mencoba untuk menahan agar zelia tetap nyaman bersama nya.


.


.


adegan mesra itu pun berakhir, desir panas masih mengalir dalam darah dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. dean mengusap sisa saliva pada sudut bibir zelia. sedangkan zelia, mata nya nanar menatap dean meski degupan jantungnya sulit untuk dikendalikan.


dean tersenyum lalu memeluk zelia dengan erat, menenggelamkan wajah zelia pada dada bidang nya.


apa salah jika zelia anggap kak dean adalah kekasih gelapnya??


"apa kakak akan terus ada untuk zeli? apa kakak mau berjuang untuk zeli?" zelia mendongakan kepalanya menatap wajah kak dean, ia mencoba mencari kebohongan pada mata kak dean yang selalu memintanya untuk jangan pergi. namun nihil, ternyata tak sedikitpun ada kebohongan yang singgah di kedua mata itu. kak dean menangkupkan kedua tangannya pada wajah zelia


"kakak akan selalu berjuang untuk kamu, sesulit apapun itu, asal... kamu selalu berada disamping kakak" ucapan kak dean berhasil membuat hati zelia merasa terenyuh. zelia merasa ia menjadi wanita beruntung karena masih ada laki-laki yang ingin berjuang untuknya dan memprioritaskan dia.


mengapa kau berikan aku sandaran disaat aku sudah memiliki bahu yang lain tuhan !!

__ADS_1


batinnya bertanya pada takdir.


mengapa kak dean datang sebagai penenang disaat sean sudah lebih dulu ada namun tak berfungsi apa-apa. ingin sekali zelia memutar waktu, andai saja saat itu ia tau bahwa sean memiliki sudara laki-laki lain mungkin ia tak kan terburu-buru untuk menyetujui pernikahan itu.


.


dean menatap lekat wanita yang berada dihadapannya seperti ingin kembali melakukan adegan yang tadi mereka lewati bersama. dean mulai mendekatkan wajahnya pada wajah zelia. entah mengapa, zelia benar-benar menjadi candu yang membuat dean ingin lagi dan lagi untuk mengulangi pergulatan yang terjadi diantara mereka tadi.


.


.


"kak zeli lapar" ucap zelia yang mampu menghentikan gerakan wajahnya yang semakin mendekat ke arah zelia. karena pergulatan mesra yang mereka lewati tadi cukup lama, mampu membuat zelia kehilangan sebagian energi dalam tubuhnya.


dean mengalihkan wajahnya mendengar perkataan zelia. ia tersenyum tipis karena mendengar cacing dalam perut zelia yang sepertinya sangat ramai sedang melakukan demo bersama. zelia pun nyengir kuda merasa malu karena suara cacing dalam perut yang tak bisa diajak bekerja sama.


"ayok makan" ajak kak dean tanpa basa basi "kamu sudah minum obat?" tanya dean mengingat bahwa tadi zelia belum sempat minum obat. "sudah kak, tuh .." jawab zelia sambil mengarahkan mata dan bibirnya ke arah bungkus obat yang terbuka dan segelas air putih yang hanya tinggal setengah. ternyata saat dean dan hans sibuk berbicara dimeja kerja, zelia mengambil air putih dan meminum obat yang telah dibawakan karyawan kantor tadi.


dean kembali memegang kening zelia dengan punggung tangannya untuk memastikan bahwa suhu tubuh zelia sudah stabil. "zeli udah sembuh kak" ucap zelia sedikit manja.


dean terkekeh melihat wanita muda nya ini yang sedari tadi menemani dan melayaninya hingga keroncongan.


"yaudah yuk" ajak kak dean yang segera bangkit sambil mengulurkan tangannya ke arah zelia yang masih duduk disebelahnya.

__ADS_1


zelia menerima uluran tangan itu dan berjalan mengikuti langkah kaki kak dean.


"apa pekerjaan kakak sudah selesai?" tanya zelia memastikan bahwa berkas yang berada diatas meja sudah selesai dean kerjakan sebelum mereka meninggalkan ruangan kerja dean. "beres cabiku" jawab kak dean sambil tersenyum kearah zelia yang menatap meja kerjanya. zelia pun membalas senyuman itu lalu berjalan secara beriringan dan bergandengan tangan untuk keluar ruangan.


__ADS_2