
"tumben tante masak banyak banget?" tanya zelia saat mereka sudah berada didapur. keadaan tante ressa yang mulai membaik membuatnya tak bisa tinggal diam memasak makanan kesukaan sang suami.
"iya li, ini nanti mau tante kirim buat oom mu di warung. Nanti tolong anterin ya sama sean. Sekalian nanti kamu mampir kepasar belanja sayuran, stok sayuran dikulkas udah mulai abis" zelia tak bisa menolak permintaan tante ressa meski sebenarnya ia merasa malas untuk pergi bersama suami menyebalkannya itu, jika boleh memilih zelia lebih memilih untuk pergi naik ojek atau angkutan umum lainnya. Namun karena tak ingin menyinggung perasaan tante ressa, zelia pun terpaksa menuruti perintahnya.
.
.
"kita kemana dulu nih?" tanya sean sambil mengemudikan motornya pelan.
"ke warung om irwan abis itu ke pasar cari sayuran" sahut zelia
"pasar??" sean menelan salivanya mendengar kata pasar yang pasti ramai dan berdesakkan. Namun sean tetap melajukan motornya mengikuti jalan yang zelia arahkan.
Tibalah mereka disebuah restoran besar yang sering om irwan sebut dengan warung.
"ini mah bukan warung zel,tapi restoran" ucap dean sambil membuka helmnya.
"entah" jawab zelia kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan sean.
"nih bocah kagak bisa bedaij warung ma restoran apa gimana sih?"umpat sean kemudian berjalan mengikuti langkah zelia.
"om ini makanannya" zelia menyodorkan rantang kecil berisi masakan kesukaan om irwan yang sejak tadi ia jaga keamanannya.
"om, om irwan kan punya restoran, kenapa masih harus minta anter makan siang dari rumah?" tanya sean sambil melihat ke sekeliling restoran yang nampak ramai pengunjung. Bahkan sean berasumsi bahwa menu makanan direstoran ini pasti enak-enak.
"iya se, bagi oom masakan istri yang paling enak. Jadi kalo sehari belum makan masakan istri dirumah jadi kurang afdhol gitu" ujar om irwan sambil tersenyum.
"duh sosweetnya oom ini. Andai saja istriku seperhatian tante ressa, mungkin aku juga bakal seromantis oom" sean melirik ke arah zelia yang sedang ia sindir dengan ucapannya.
"nanti juga istrimu akan seperti itu" jawab om irwan.
"haduhh om, itu sih cuma mimpi disiang bolong" sahut sean.
__ADS_1
"udah om kami mau kepasar dulu, lama-lama ngeladenin ni bocah bisa ikutan error om, ngomongnya ngelantur mulu" zelia menarik lengan sean mengajaknya keluar dari dalam restoran itu. Sementara sean hanya terkekeh berjalan membuntuti zelia dengan tangan yang dicekal kuat olehnya.
.
.
"sengaja ya kan lo, mau ngejelek-jelekin gue didepan om irwan kalo gue ini gak perhatian" ucap zelia yang sedikit kesal dengan tingkah sean.
"emang begitu kenyataannya" jawab sean dengan santai sambil terus mengemudikan sepedamotornya.
"nyebelin banget sih lo" umpat zelia yang justru mendapatkan balasan senyuman dari sean.
sean mempercepat laju motornya hingga membuat zelia yang semula menjaga jarak, kini memeluk sean dengan erat karena hembusan angin yang kencang seperti akan membawanya terbang.
Setibanya dipasar zelia segera turun dari atas motor dan mengatur nafasnya yang naik turun akibat ketakutan atas ulah sean yang kebut-kebutan dijalan.
"ternyata kadar kegilaan lo gak berkurang" ucap zelia sambil menatap sean tajam
"hiss" zelia kemudian berjalan mencari tempat dimana penjual sayur di pasar tradisional yang baru kali ini ia sambangi.
"lo gak usah jalan sendirian, disini tuh bahaya. Banyak copet dan orang-orang jahat lainnya" ucap sean lirih saat berjalan beriringan dengan zelia.
"apaan sih lo, suudzon aja sama orang" jawab zelia yang terus berjalan dengan sean yang tetap berada disampingnya.
.
"akang" seorang wanita berjalan mendekati sean. Rambutnya panjang dan dipenuhi oleh pita-pita yang tak beraturan, Lipstik berwarna merah hingga keluar area bibir. memakai baju 5 lapis dan rok berwarna warni dari kantong plastik.
"akang jono teh kamana wae, kokom teh rindu pisan ey sama akang" wanita itu berjalan menerobos keramaian menuju ke arah sean dan zelia.
"zel, perasaan gue kok gak enak ya" ucap sean dengan langkah yang langsung terhenti saat ia melihat ada orang gila yang memanggilnya akang.
"zel, zeli.... satu dua tiga kaaaabuuuurrrr" sean segera berlari saat perempuan gila itu sudah hampir tiba padanya.
__ADS_1
"akang jangan lari atuh,,, aku teh sudah lelah mengejarmu hingga keujung dunia" ucap perempuan gila itu sambil mengejar sean.
Zelia tak mampu menahan tawanya saat ia melihat sean berlari kesana kemari dikejar orang gila.
"di videoin lucu nih. Ntar kasih tau kak dean ahh" zelia mengeluarkan handphonenya dan merekam kejadian yang mampu mengocok perut dan membuat semua orang tertawa.
"zel, zeliaaa tolongin gue zel" teriak sean sambil berlari kesana kemari menghindari orang gila tersebut.
"nanti lagi nanggung" zelia tertawa sambil terus merekam kejadian kocak hari itu.
"bangsrutt lo ya. Suami lo mau direbut perempuan lain lo malah ketawa" pekik sean sambil terus berlari.
"bodo amat, gue ikhlas kalo lo mau sama dia" sahut zelia.
"zel tolonginn... Nih orang-orang pada gak ada yang mau nolongin gue tah?"pekik sean pada orang-orang yang malah ikut tertawa melihat kejadian itu.
Tak lama kemudian zelia meminta pertolongan pada security yang bertugas agar dapat membantu sean dari kejaran orang gila itu. Security itupun langsung menangkap perempuan gila yang bernama kokom itu karena memang sudah seringkali meresahkan warga dan pembeli dipasar.
.
.
"hufft kenapa lo nolonginnya telat" dean mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan karena habis kejar-kejaran dengan orang gila.
"masih untung gue tolongin minta security buat nangkep tuh orang, kalo enggak ! Udah minta lo nikahin tuh cewek" sahut zelia.
"ihhh,, nasib nasib .... sial amat gue hari ini" umpatnya kesal karena mengingat kejadian barusan, dimana dirinya menjadi bahan tertawaan oleh orang-orang. Untunglah sean tak ada yang kenal dengan wajah-wajah mereka, jadi ia bisa bersikap cuek dan tak ambil pusing atas apa yang telah menimpanya. Karena memang kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi dipasar itu.
Zelia kembali melanjutkan aktifitas nya untuk berbelanja beberapa sayuran segar. Sedangkan sean memilih untuk duduk di satu tempat karena energi nya yang telah terkuras. Sean hanya bisa memandangi zelia yang sedang berbelanja dari kejauhan. Disisi lain ia sungguh mengagumi zelia yang terlihat begitu cantik saat berbelanja dengan rambut yang tergerai panjang.
"kenapa hati lo sulit untuk menerima gue zel, bahkan lo seperti sangat membenci kehadiran gue" ucap sean dalam hati.
Sean menyandarkan tubuhnya pada dinding yang berada Dibelakangnya sambil terus memandangi zelia penuh rasa cinta.
__ADS_1