Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 62. pesan mama


__ADS_3

"jaga kehormatanmu, jangan pernah menodai mahkota wanita manapun, jangan merusak hidup seseorang hanya karena hawa nafsu. Perjuangkan wanita yang kau anggap pantas bersanding dengan kata halal untukmu"


suara itu seperti kembali terngiang dalam benak dean. seketika dean menghentikan gerakan tangannya yang bergerak semakin liar. Dean mengusap wajahnya kasar. Pesan sang mama kembali hadir dalam ingatannya ketika hampir saja ia melampaui batas aturan.


dean menatap ke arah zelia. Ia memeluk erat wanita yang berada di hadapannya.


"aku mencintaimu bi, maafkan aku. Aku akan perjuangkanmu" ucap dean lirih sambil mengecup puncak kepala zelia .


Zelia hanya mengangguk.. Entah sampai kapan perjuangan itu akan berkahir dan bahagia, pikir zelia yang saat ini masih mengingat siapa status dirinya.


Dean segera bangkit. Ia pun akhirnya menyelesaikan keinginannya di kamar mandi dengan bersolo karir. Setelah selesai dean memilih duduk di teras sambil menghisab benda kecil yang terselip dijarinya.


"terimakasih ma, mama selalu ada disaat aku hampir kehilangan arah" batin dean sambil berulang kali menghisab benda kecil itu dan melepaskan kepulan asapnya ke udara.


Sedangkan zelia. Ia masih merebahkan tubuh diatas tempat tidur yang semula menjadi saksi adegan panas mereka yang hampir terbuai oleh gelora hasrat yang membara.


zelia merutuk dirinya sendiri yang hampir saja tergoyah dan mudah terhanyut oleh kemesraan. Begitukah cinta? Memang sangat menghanyutkan?? Pikirnya.


.


.


sementara di teras rumah dean kembali mengingat kenangan 5 tahun silam, ketika sang mama meninggalkan pesan untuknya yang hampir salah arah.


Flash back


"jaga dirimu baik-baik, jaga kehormatanmu, jangan pernah menodai mahkota wanita manapun,jangan merusak hidup seseorang hanya karena hawa nafsu. Perjuangkan wanita yang kau anggap pantas bersanding dengan kata halal untukmu"


Pesan bu ida untuk anak sulungnya yang Saat itu sedang berada di fase pelik nya cobaan hidup. oleh karena itu bu ida menginginkan dean pergi keluar negri meski dean terus saja menolaknya.


"mama akan mengirimmu ke luar negri, entah dengan persetujuanmu atau tidak, namun kamu harus pergi dan mengurus perusahaan papamu disana" ucap bu ida dengan menahan tangis.

__ADS_1


"enggak ma, dean gak mau pergi. Dean mau disini aja sambil nunggu tiara sadar daei tidurnya" ada yang mengiris hati bu ida ketika melihat dean yang sulit menerima kenyataan bahwa kekasihnya telah meninggalkannya.


Jujur saja bahwa sebenarnya hati bu ida pun terasa berat untuk melepaskan anak sulungnya. Namun ia rasa bahwa ini adalah satu-satunya jalan terbaik untuk kehidupan dean .


ia tau kepribadian dean setelah kekasihnya meninggal. Bu ida tau bahwa dean memang sangat terpukul ketika ia mengetahui kekasih yang amat ia cintai meninggal scara tragis karena kecelakaan lalu lintas.


Dan setelah kejadian itu Dean berubah menjadi pribadi yang lebih bar-bar. Bahkan dean sering sekali pulang malam dalam keadaan mabuk. Bahkan bu ida mengutus seseorang untuk mengawasi putra nya yang sedang depresi saat itu. Menurut laporan orang tersebut, hampir setiap malam dean menghabiskan waktunya bersama minuman beralkohol dan wanita-wanita penghibur diclub malam.


Meski hanya sekedar menemaninya minum, namun hati bu ida sangat khawatir akan bahaya yang bisa saja menimpa putra sulungnya jika ia tak segera merubah pola hidup dean. Entah sesakit apa yang saat itu dean rasa hingga ia begitu depresi seperti ini.


bu ida fikir dengan kepergian dean dari tanah air membuatnya bisa melupakan masalalu dan kembali menata hidup yang baru. Dean akhirnya menyetujui permintaan sang mama. begitu pula dengan dean yang selalu memegang teguh semua pesan mamanya. Hingga pada akhirnya ia menutup diri menjadi lebih dingin kepada semua wanita, ia takut bahwa ia akan menodai wanita yang belum berlebel halal untuk dirinya.


Namun ketika kehadiran zelia mampu memberi warna dalam hidupnya. Bahkan berulang kali iman dean hampir tergoyah. namun pesan sang mama selalu menjadi pengingat terbaik bagi dirinya.


.


.


dean melihat tante ressa yang berjalan sepulang dari mengikuti senam ibu hamil. Tante ressa berjalan dengan pelan menuju rumah mereka mungkin karena perutnya yang semakin membesar hingga membuat nya tak leluasa untuk bergerak.


"iya ini de, kok tumben sendirian? Zelia kemana?" tanya tante


"ada te, sepertinya dia masih didalam"


Tante ressa pun masuk kedalam dan meninggalkan dean yang duduk diteras rumah dan dikelilingi kepulan asap rokok yang membuat tante ressa tak betah untuk berlama-lama disana.


.


.


Hari pun berganti, seperti biasa om irwan pagi-pagi sekali telah pergi ke rumah makan yang sering ia sebut warung untuk melayani pesanan catering untuk acara pernikahan dan lain-lain.

__ADS_1


Zelia dan dean memilih untuk bersantai diteras rumah ditemani dengan segelas kopi dan teh hangat sambil menikmati pemandangan hamparan kebuh teh yang hijau dan begitu menyejukkan mata.


Drrrrrttt.... Drrrttt... Drrrrtttt


dean langsung mengeluarkan handphone yang berada dalam saku celana untuk mengangkat panggilan masuk.


"hallo" suara lelaki yang bertuliskan hans pada layar handphone pun menyapa terlebih dahulu bos sekaligus sahabatnya.


"gak disini gak disana kerjaan lo selalu saja ganggu!!" pekik dean tanpa menjawab sapaan hans dalam teleponnya.


"he he he" hans hanya tertawa tak tau harus menjawab apa, ia rasa ternyat Ia menelpon bosnya diwaktu yang salah


"gak disini gak disana bawaannya marah-marah mulu nih bos" batin hans sambil terkekeh.


"ada perlu apa?" tanya dean langsung pada intinya .


"emmm gini de, emmm....." hans sedikit gugup karena ia takut bahwa dean akan kembali memarahinya karena telah mengganggu waktu dean hanya untuk memberikan informasi yang belum tentu bagi dean itu penting baginya.


"aamm emm am em... Kenapa?" ucap dean yang mulai sedikit emosi dengan kelakuan assistennya itu.


"gue cuma mau ingetin, kalo 4 hari lagi ada meeting sama klien dari jepang, gue takut lo lupa?" ujar hans dengan sedikit rasa takut.


"huffft,, kenapa harus secepat itu!" umpat dean kesal.


"nih bos gimana sih, bukannya udah gue ingetin dua minggu yang lalu, tuh cewek bener-bener udah bikin dean jadi error" batin hans .


"yaudah, lo atur aja jadwalnya, sebelum meeting dimulai gue pastiin gue udah balik kesana" tegas dean yang membuat mata hans terbelalak mendengar jawabannya.


"jangan bilang setengah jam sebelum meeting lo baru balik de, waahhh gilaaa bener-benerr gilaaa bocah nekat satu ini" batin hans yang tak mampu terucap karena tak ingin telinganya berdenging mendengar omelan bos nya.


"oke, yasudah gue berangkat kerja dulu de" ucap hans mengakhiri obrolan mereka.

__ADS_1


"iya iya, kerja yang bagus. Tapi jijik banget gue liat lo pamit berangkat kerja kaya gini, sekalian aja sini salaman terus cium tangan gue. Huffffttt " lagi-lagi dean menggerutu sebal, entahlah hans yang selalu masuk dalam celah kenyamanannya saat sedang bersama zelia membuatnya kesal.


.


__ADS_2