
kak dean mengusap deraian air mata yang menetes di pipi wanita yang ia cintai itu.
hatinya penuh dengan banyak pertanyaan tentang mengapa alasan zelia meneteskan air mata. apakah karena bahagia atau karena hal lain? namun dean tak ingin mempertanyakan itu semua karena ia tak mau mengusik isi hati zelia untuk saat ini.
dean merengkuh pundak wanita yang duduk disebelah nya itu. ia mengecup puncak kepala zelia dengan lembut dan zelia pun merasakan kecupan itu yang membuat darahnya seolah mengalir begitu deras.
zelia merasakan ketenangan yang telah lama tak ia dapatkan namun kini seolah hadir kembali ketika mereka sedang bersama seperti saat ini.
tak terasa hari semakin larut namun mereka masih duduk berdua di tepian kolam sambil bercengkrama yang disertai canda dan tawa.
tak ada lagi kecanggungan diantara mereka. suasana hati mereka sudah mulai tenang dan nyaman karena sudah terungkap semua segala isi hati yang sempat terpendam..
"kakak gak lembur?" tanya zelia melirik ke arah kak dean.
"sebenernya lembur sih, tapi mau disini aja berdua sama kamu" jawab kak dean mulai menggombal membuat hati zelia merasa berbunga.
"bisa aja" zelia mencubit kecil perut kak dean membuat lelaki itu berteriak kecil
"yaudah gih sana lembur, jangan gara-gara zeli ya kalo besok kakak banyak kerjaan di kantor" lanjut zelia.
" tapi temenin, kakak kangen banget sama kopi buatan kamu"
"cuma kangen sama kopi aku?" zelia pun kini lebih berani untuk menggoda kak dean karena sekarang ia tau bahwa kak dean pun mencintainya.
kak dean menggeleng dan tersenyum
"kakak kangen semua yang ada pada diri kamu"
lanjut kak dean sambil mencubit batang hidung zelia yang mancung.
wajah zelia seketika menjadi merah merona mendengar rayuan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.
zelia tak menyangka bahwa kak dean yang dulu ia anggap cuek dan jaim, kini bisa membuatnya segugup sekaligus seberani itu dengannya.
"yaudah zeli bikinin kopi buat nemenin kakak lembur , tapi abis itu zeli mau langsung istirahat , soalnya besok dikampus ada ujian " ucap zelia.
__ADS_1
"siap sayang, uups" kak dean menutup mulut dengan kedua tangannya dan menengok ke sekitar memastikan bahwa keadaan aman untuk memanggil zelia dengan panggilan sayang.
zelia pun terkekeh bahagia mendengar panggilan yang terucap dari mulut kakak iparnya itu. panggilan sayang yang telah lama tak ia dengar dan terakhir kali ia mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan sayang, itu pun dari mertua nya.
"jangan panggil sayang kak, bahaya"
zelia pun terkekeh dan langsung beranjak dari tempat duduknya. ia menuju ke dapur untuk membuatkan kopi sedangkan kak dean berjalan ke kamarnya untuk menyiapakan laptop dan beberapa berkas yang hendak dikerjakan diatas balkon.
zelia membawa nampan berisi segelas kopi dan camilan seperti biasa ke atas balkon. terlihat dean yang sudah stay duduk disana sambil memainkan laptop nya.
"ini kak kopi nya"
zelia menaruh kopi itu bersebelahan dengan laptop kak dean yang sudah berada di meja.
kak dean menyambut kopi buatan zelia dengan senyuman yang begitu manis
"kak zeli langsung istirahat ya" lanjut zelia.
"iya zel, langsung tidur ya biar besok pagi lebih fresh" ucap kak dean
"kakak jangan tidur malem-malem "
zelia mengerucutkan bibirnya dan menaikan kedua bahunya merasa tak nyaman dengan panggilan sayang yang kak dean ucapkan untuknya. seolah akan menjadi malapetaka jika ada orang lain yang mendengar panggilan itu.
zelia berlalu pergi dari tempat dimana dean menyelesaikan pekerjaan nya.
zelia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur setelah ia tiba di dalam kamar.
ia menutupkan selimut hingga menutup ke leher dan memeluk guling yang berada didekat nya dengan erat.
zelia mengingat kejadian beberapa jam lalu tentang bagaimana kak dean mengungkapkan perasaan nya. kini hati zelia seolah bergemuruh, ada bahagia namun masih terselip rasa takut didalam nya.
zelia tau apa yang dia dan kakak iparnya lakukan adalah salah. memiliki rasa dan menjalin hubungan dibelakang sepengetahuan sang suami dan juga keluarga adalah kesalahan terbesarnya. bukan zelia tak tau aturan itu, namun memang ia akui bahwa dia yang telah melanggar semua aturan yang ada.
seandainya sean selama ini tak acuh dan memperlakukan dia layaknya seorang istri , mungkin perasaan cinta diantara mereka sudah tumbuh meski hanya setitik.. namun realita nya, perasaan itu belum ada ,bahkan keacuhan dan ke tidak pedulian sean yang semau-mau, justru menjadi salah satu pemicu zelia untuk memiliki perasaan kepada orang lain sekalipun itu kakak iparnya sendiri.
__ADS_1
hati tak pernah salah untuk jatuh, jika kata orang cinta itu buta ! apakah ini salah satu buktinya ??
ini memang salahku, awalnya aku hanya bermain api sebatas mengagumi kak dean, namun ternyata aku salah, aku tak bisa memadamkan api itu hingga berubah menjadi cinta dan pengharapan bahwa kak dean pun memiliki perasaan yang sama. kini setelah aku tau kak dean pun mencintaiku, aku justru takut, aku takut bukan hanya aku dan kak dean yang akan terbakar, tapi aku takut jika suatu saat nanti api itu akan membakar semua orang dan akhirnya akan melukai semua nya.
hati zelia bergejolak tak karuan .. ia mencoba mengatur nafas untuk menetralisir hati dan otak nya yang terkadang masih saling bertentangan.
hanya kak dean yang memenuhi segala isi fikirannya. bahkan ia hampir sama sekali tak memikirkan sean dalam hidupnya .
zelia masih terjaga, matanya sulit untuk terpejam meski sering kali ia coba . namun entah apa yang membebani pikirannya hingga ia sulit untuk terlelap seperti biasa.
zelia menatap langit-langit plavon, lagi-lagi hatinya bermonolog sendiri mencoba berdiskusi dengan pikiran yang masih mementingkan logika bahwa yang mereka lakukan salah.
namun dalam cinta terkadang memang tak memakai logika, karena dalam cinta, hati sangat berperan penting didalamnya hingga mampu mengalahkan logika.
kini entah siapa yang harus disalahkan ??
zelia mencoba memejamkan mata nya, menenggelamkan wajahnya dibalik selimut. entah kini waktu sudah menunjukkan pukul berapa. dia terus mencoba untuk mengistirahatkan hati dan pikirannya.
dia tak ingin keadaan seperti ini menjadi beban dan justru menggangu kuliahnya.
[ditempat lain]
diatas balkon dean menyeruput kopi hangat buatan zelia yang seolah menjadi candu untuk menemani malam-malam nya .
bola mata nya fokus menatap ke layar laptop, namun hati dan fikirannya melayang mengingat banyak hal yang berhubungan dengan perasaannya terhadap zelia.
sean mengusap wajah lalu memijat pelipis mata nya. mengapa bayangan zelia seolah selalu ada di pelupuk mata.
namun disisi lain, dean pun memikirkan hal yang sama dengan zelia. ada rasa yang masih mengganggu di dalam hati. dean memikirkan bagaimana dengan perasaan sean jika tau semua nya. bagaimana bisa seorang kakak mencintai istri dari adik kandung nya sendiri.
"*apa aku masih bisa dibilang kakak yang baik untuk nya???!!!
namun aku tak ingin menjadi pecundang karena terlalu lama bersembunyi dibalik perasaan ini !
bahkan hati ini tak tega jika melihat zelia yang terabaikan sedang kan aku hanya diam saja dengan semua cinta yang ku pendam.
__ADS_1
apa aku salah? jika aku mengizinkan seseorang untuk bahagia, membuat seseorang untuk mendapatkan dan mengerti arti cinta.
mungkin aku telah berkhianat, tapi sean sendiri yang memberi jarak hingga ada celah untuk aku masuk ke dalam hubungan mereka meski akhirnya malah aku sendiri yang terjerat*"