
lelaki itu kembali menoleh melihat ke arah zelia. zelia bergegas membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalamnya. tak peduli seberapa basah tubuhnya saat ini karena tetesan air hujan dan karena mobil itu pula yang telah menyipratkan air ke tubuhnya. ia tak merasa berdosa karena sebelumnya lelaki itu telah memberikan tawaran tumpangan kepada nya, meski sempat ia tolak.
lelaki itu memijat atas pelipis mata nya, entah mengapa tiba-tiba kepala nya terasa sedikit pusing saat melihat isi dalam mobil nya yang menjadi basah seperti habis terkena banjir bandang.
"ayo jalan !" ucap zelia dengan nada datar, mata nya nanar menatap ke depan melihat jalanan yang masih dituruni hujan yang lumayan deras.
"kenapa diem aja om !" pekik zelia dengan tatapan tajam ke arah lelaki itu membuat lelaki itu langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menerobos hujan yang turun dijalanan. zelia menyilangkan tangan di depan dada, selain untuk menutupi bagian dada nya yang terjiplak karena baju yang basah namun ia juga sedang menahan rasa dingin karena air hujan yang tadi sempat mengguyurnya sebelum ia menemukan tempat berteduh.
"rumah kamu dimana?" tanya lelaki itu yang masih terus melajukan mobil
"nanti aku kasih tau rute mana yang harus om lewati" jawab zelia cuek dan datar. ia tak mau menatap ke arah lelaki yang sedang fokus menyetir karena jalanan menjadi sangat licin .
"jangan panggil om dong, saya masih jomblo loh. panggil aja saya abang, lebih tepatnya abang hans"
ucap lelaki itu dengan percaya diri sambil terkekeh kecil karena arahan yang dia berikan kepada zelia agar zelia memanggilnya dengan panggilan abang.
dih udah tua masih jomblo? kak dean kedua deh ini laki. mana minta dipanggil abang lagi ! tapi ya gapapa lah, untung wajahnya masih lumayan cakep " batin zelia.
"belok kiri bang" ucap zelia saat mereka sudah berada dipersimpangan jalan. hans mengikuti arahan yang diberikan zelia. hatinya sedikit bergeming mengapa rute jalannya persis dengan rute yang sering ia lewati saat menjemput bos nya? ah, hans segera menepis pikirannya yang melayang. tak mungkin juga dunia sesempit ini, toh jalanan itu tak hanya tertuju ke rumah itu. batinya masih bermonolog meski matanya tetap menatap jalanan yang becek dan licin.
__ADS_1
"stoppp!" pekik zelia yang membuat hans menginjak pedal rem dengan seketika.
zelia mengusap jidat yang terpentok kaca didepannya. "lain kali hati-hati bang, bahaya nyetir mobil sambil melamun !!" umpat zelia sambil terus mengusap keningnya.
"hee maaf nona, tadi kurang fokus karena hujan" jawab hans sambil nyengir kuda menampilkan gigi yang bergingsul itu dihadapan zelia. tanpa hans sadari, selama hatinya bermonolog tadi ternyata zelia sudah memberikan arahan bahwa dia akan berhenti dirumah yang berwarna putih itu. namun hans sama sekali tak menggubris omongannya karena sibuk bercengkrama dengan isi hatinya sendiri.
"rumah kamu yang mana?" tanya hans sambil celingukan seolah-olah ini kali pertama nya ia memasuki area ini.
"yang itu" zelia menunjuk asal kerumah yang berwarna oranye disebrang kediaman pak arman . hans menghela nafas lega, ternyata wanita itu hanya tetangga bos nya yang tak ada hubungan sama sekali dengan lelaki ribet yang selalu ia hadapi setiap hari.
[dirumah citra]
"sayang, aku pamit pulang ya sepertinya hujan sudah mulai reda" ucap sean seraya meraih hoodie basah yang ia lepas dan kini ia kembali mengenakan hoodie tersebut.
"kamu hati-hati ya, dan satu lagi !!! mulai besok dan seterusnya, aku gak mau lagi liat kamu bareng sama sepupu norak kamu itu. kamu harus selalu bareng aku " ucap citra tegas lalu mengerucutkan bibirnya.
tak ada kata lain yang bisa sean ucapkan selain kata "iya" meski kata itu terucap sangat berat.
citra tersenyum lalu menggandeng tangan sean dengan manja untuk mengantar sean berjalan keluar rumah nya. setibanya didepan pintu rumah, citra langsung mengecup pipi kanan sean yang membuat sean mengulas senyum saat hendak meninggalkan rumahnya. sean pun kini telah melajukan motornya meninggalkan halaman rumah citra dan kembali menyusuri jalanan yang becek dan licin. ia sedikit menambah kecepatan nya meski bahaya sangat mengancam nyawa jika harus berkendara dengan kecepatan tinggi ditengah jalan yang keadaannya seperti ini, namun tak ada alasan lain, selain karena ia ingin segera memastikan bahwa zelia saat ini sedang baik-baik saja. entah mengapa ada rasa khawatir dalam hatinya, padahal tadi jelas-jelas ia telah mengabaikan zelia.
__ADS_1
setibanya dirumah matanya langsung menyusuri setiap sudut ruangan yang terlihat sepi. ia pun masuk kedalam kamar yang masih tertata rapi tak terlihat tanda-tanda bahwa telah ada seseorang yang masuk kedalam kamar itu. sean membuka pintu kamar mandi dan ternyata zelia belum ada disana. dia berjalan kepintu balkon dan melihat kak dean yang sedang duduk dikursi balkon seorang diri dengan perasaan yang tak kalah khawatirnya memikirkan zelia yang belum kunjung pulang tak seperti biasa.
"zelia belum pulang?" tanya sean kepada kak dean yang masih menatap langit hitam.
"lho, emang kamu gak pulang bareng dia?" belum memberi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan adiknya, dean justru kembali bertanya karena merasa aneh dengan pertanyaan sean yang jelas-jelas sejak pagi dialah yang sudah bersama zelia.
sean menggeleng, mata nya menatap menyusuri jalanan didepan rumah dari atas balkon tak terlihat kendaraan yang melintas disana.
"yaudah sana kamu mandi, liat tubuhmu basah kuyup begitu !" titah kak dean yang merasa risih melihat penampilan adiknya seperti anak ayam yang habis kecemplung got.
sean berjalan berbalik arah kembali masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.
tinn...
pekik suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya. dean berjalan mendekat ke tepian balkon, menatap intens mobil yang terlihat tak asing bagi nya namun ah gak mungkin, dinegara ini gak cuma dia yang punya mobil begituan tepisnya dalam hati saat menduga bahwa mobil itu adalah mobil orang terdekatnya meski jarang ia tumpangi.
namun disisi lain, dean merasa terkejut ketika melihat wanita yang turun dari mobil itu, yang ternyata dia adalah zelia. zelia bareng sapa? tanya nya dalam hati. dia menatap zelia yang melambaikan tangan dan mengucapkan terimakasih kepada si pengemudi mobil yang kini telah melesatkan mobilnya meninggalkan zelia yang masih berdiri ditepi jalan. zelia mulai membuka gerbang dan masuk ke halaman rumah dengan tubuh yang sudah basah kuyup.
kenapa lagi dengan mereka ini? kenapa saling basah kuyup sedangkan mereka tak pulang bersama? lalu itu siapa yang mengantar zelia??? seperti ada yang aneh, hati dean benar-benar dipenuhi dengan banyak tanda tanya siapakah pengantar zelia yang sangat misterius itu.
__ADS_1