Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 79. peluk didepan mama


__ADS_3

malam ini zelia tak dapat terlelap, matanya tetap terjaga meski sudah seringkali ia coba untuk terpejam namun tetap tak bisa menghilangkan kesadarannya.


zelia sudah bangun lebih awal dan bersiap untuk melihat keberangkatan dean kesurabaya pagi ini.


zelia berdiri didepan cermin menatap dirinya yang sudah cantik dengan polesan makeup tipis membuatnya terlihat begitu fresh setelah mandi.


Sedangkan sean, masih sibuk bertempur didalam kamar mandi dengan banyaknya ritual yang ia lakukan didalam sana.


"zel, bisa minta tolong cariin buku tugas gue didalem tas !! Takutnya kemaren gak dimasukin sama bondan "


sean menongolkan kepalanya yang penuh busa dari balik pintu kamar mandi saat mendapati zelia yang masih berdiri didepan cermin meja riasnya.


"yo'i" zelia beranjak dan mulai mencari buku tugas yang sean maksud didalam tasnya.


"lho apa ini?" tanya zelia saat melihat sebuah alat tes kehamilan yang berada dalam tas.


"kok sean nyimpen kaya ginian? ini punya siapa??" batin zelia.


Melihat buku tugas yang ia cari sudah berada didalam tas. Zelia segera menaruh alat yang tadi ia temukan kedalam laci nakas samping tempat tidurnya. Semula ia bermaksud untuk mempertanyakan alat itu milik siapa pada sean. Namun waktu sudah menunjukkan pukul tujuh, Ia langsung tergesa-gesa turun ke bawah meninggalkan sean yang masih berada didalam kamar mandi untuk menemui kak dean yang akan berangkat pagi itu juga.


"lho sean kemana li?" tanya bu ida saat melihat zelia turun menemui mereka hanya seorang diri.


"masih mandi ma" jawab zelia sekena nya.


Zelia menatap kak dean yang sudah sangat tampan dengan pakaian yang rapi mengenakan setelan jas hitam juga kemeja abu-abu yang dulu pernah ia cuci karena terkena ingus saat menangis dalam dekapan dean.


Zelia tersenyum, meski sejujurnya hatinya saat ini tengah bersedih. Namun ia tak ingin menampakkan kesedihannya untuk mengantar keberangkatan dean yang terlihat begitu senang saat zelia ikut turun untuk mengantarnya.


Terlihat bu ida sudah siap mengantarkan kak dean yang juga sudah siap untuk berangkat hingga ke depan rumah.


Zelia ikut berjalan membarengi langkah bu ida berjalan disebelahnya membuntuti langkah dean untuk keluar rumah .


"dean pamit dulu ya ma" dean menyalimi tangan sang mama dan mencium kedua pipi serta memeluk erat sang mama yang terlihat berat untuk berpisah dengan putra sulungnya.


"hati-hati ya nak, sering-sering ngabarin mama" pesan bu ida seraya mengelus rambut dean yang begitu rapi.

__ADS_1


kali ini dean beralih menyalami tangan zelia. Zelia tersenyum dan menjabat tangan dean lalu mencium punggung tangannya dengan takdzim. terasa berat bagi zelia, namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa kelak dean akan pulang bersama semua janjinya yang kemarin ia ucapkan.


"boleh kakak memelukmu?" ucap dean saat zelia sedang menunduk mencium punggung tangannya.


Wajah zelia seketika mendongak menatap wajah dean yang sudah begitu berani meminta peluk didepan sang mama.


Alih-alih tak ada jawaban boleh atau tidak dari mulut zelia yang masih menatapnya. Dean pun segera memeluk tubuh zelia tanpa aba-aba. Seketika tubuh zelia menjadi kaku dan menegang, meski ini bukan pertama kalinya mereka berpelukan, namun ini pertama kali dean berani memeluk zelia didepan sang mama.


Zelia menelan saliva nya, tak tau apakah harus membalas pelukan dean atau bagaimana? Zelia terdiam mematung saat dean memeluknya dengan erat .


"jaga dirimu baik-baik, i love you" bisik dean tepat ditelinga zelia, membuat wajah zelia kini menjadi merona bahagia juga menahan malu karena ulah dean yang sudah berani memeluknya didepan mata bu ida.


Dean melepaskan pelukannya, zelia hanya tersenyum tanpa sepatah kata dengan wajah yang kini berubah menjadi merah merona.


"kamu nakal banget sih de !! Liat tuh muka adik iparmu jadi merah begitu" bu ida menepuk bahu dean pelan saat melihat wajah zelia yang terlihat malu dan gugup. Namun disisi lain hati bu ida ikut senang karena kini dean dapat menyanyangi adik iparnya seperti adik kandung nya sendiri, pikirnya.


Sedangkan dean, dia malah terkekeh ketika melihat wajah zelia kini merona semerah buah tomat.


Dean masuk kedalam mobil yang sudah terparkir didepan teras rumah mereka. Dean melambaikan tangan hingga akhirnya mobil mewah miliknya yang dikemudikan oleh hans sudah melesat jauh hendak meninggalkan kota jakarta.


.


"sudah, makanya kalau mandi itu gak usah kelamaan !! Sok ganteng !!"


Bu ida berjalan masuk meninggalkan zelia dan sean yang baru tiba di sana .


"ma, jadi maksud mama sean gak ganteng ??"


"kenapa sih orang-orang selalu bilang kalau kak dean lebih ganteng dari pada aku !! Dulu mama niat gak sih waktu bikin aku?? Kenapa kok hasilnya berbeda ???"


Sean terus saja berjalan membuntuti langkah bu ida sambil melemparkan banyak pertanyaan konyol layaknya anak kecil yang sedang merengek meminta penjelasan pada ibunya.


Bu ida yang berjalan lebih dulu tersenyum melihat tingkah anak bungsunya yang sudah menikah namun masih saja bertingkah seperti anak TK.


Begitupun dengan zelia yang tertawa saat melihat sean membuntuti mama nya seperti bocah kecil yang merajuk karena tak mendapat jawaban penjelasan.

__ADS_1


.


.


didalam mobil dean menyandarkan kepalanya yang terasa berat karena banyak yang harus difikirkan. Tentang zelia, tentang problem dalam pekerjaan yang menuntutnya harus terjun langsung kelapangan untuk melihat bagaimana cara kerja nya sebuah proyek yang baru saja ingin ia kembangkan.


"sepertinya sudah berani main peluk-pelukan didepan mama" ucap hans memecah keheningan sambil terus mengemudikan mobil menyusuri kemacetan jalan.


"mungkin sudah saat nya untuk memberitahu semua ini pada mereka setelah urusan kita selesai"


"apa lo yakin? Apa gak terlalu cepat kalau setelah ini lo bakal ngasih tau semua nya?"


tanya hans meyakinkan saat mendengar penuturan dean.


"untuk apa selalu gue tutupin, toh nantinya juga mereka semua berhak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara kami"


ucap dean seraya memejamkan mata meresapi keputusan disetiap ucapannya.


"kalau itu sih terserah lo de. Gue yakin, apa yang lo pilih itulah jalan yang terbaik buat lo dan juga zelia. Gue hanya bisa berdoa semoga nantinya kalian selalu langgeng dan bahagia"


Hans melirik kearah dean yang terlihat begitu yakin dengan keputusan terberatnya ini. Hans bisa merasakan itu dan merasa iba atas percintaan dean yang terbilang begitu rumit.


"tumben kali ini kata-kata lo bijak ! Belajar dari mana lo ??" dean memuji perkataan hans barusan.


"tadi abis liat mbah boogel"


Mereka berdua tertawa atas celotehan yang terjadi disepanjang perjalanan pagi ini.


.


.


Dean melihat layar handphone nya yang masih sepi belum ada notifikasi pesan masuk dari zelia. Merasa bahwa rasa rindu sudah menghampiri meski baru beberapa jam saja mereka berpisah. Dean tak bisa menahan diri untuk tidak mengirim pesan pada kekasih nya itu.


Dean mengirimkan banyak pesan mulai dari pujian, ungkapan rasa cinta, juga pesan agar zelia selalu jaga hati juga jaga mata untuk dirinya.

__ADS_1


Semua pesan yang dean kirimkan masih bercentang satu, bertanda bahwa zelia belum mengaktifkan handphone nya.


hans terus saja melajukan mobilnya dan berdoa semoga mereka selamat hingga tiba ditempat tujuan.


__ADS_2