
Hari-hari pun mereka jalani bersama. sekitar enam bulan sudah mereka berdua menjalani rumah tangga yang bahagia. Kini dean sudah mampu membeli sebuah hunian untuk tempat tinggal mereka. belum lagi biaya kuliah dan segala kebutuhan zelia yang tercukupi dengan sempurna.
"bi... Apa kamu hari ini masih libur??"
Tanya dean saat zelia sedang memasangkan dasi dikerah bajunya.
"iya sayang" sahut zelia yang kini dapat menyematkan panggilan itu pada suaminya.
"nanti malam kita dinner ya" dean menatap manik mata zelia yang masih terfokus pada dasi yang sedang ia pakaikan.
"boleh" sahut zelia dengan senyuman dan tatapan mata untuk balik menatap manik mata suaminya.
"aku pulang kamu harus sudah siap ya" pinta dean yang mendapat acungan jempol dari sang istri.
Dean mengecup kening dan kedua pipi zelia lalu berpamitan untuk pergi bekerja. Seperti biasa zelia meraih tangan dean untuk bersalaman dan mencium punggung tangannya. Zelia pun mengantar dean sampai ke depan rumah hingga dean masuk kedalam mobil. Dean membuka sedikit kaca jendela mobil lalu membunyikan klakson mobil itu sebelum berlalu pergi meninggalkan zelia seorang diri.
Zelia melambaikan tangan seraya tersenyum untuk mengiringi kepergian dean.
begitulah kiranya kebahagiaan isi rumah tangga mereka selama enam bulan bersama. tak jarang banyak orang yang merasa iri juga ikut merasakan bahagia saat melihat kemesraan mereka termasuk para tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.
Zelia menghela nafas lega saat dean sudah pergi dan kembali masuk kedalam rumah yang kini kembali menjadi sepi.
Disisi lain zelia sangat bahagia ketika merasa dirinya selalu diperlakukan bak seorang ratu oleh dean. Bahkan banyak teman-teman wanita yang iri dengan hidupnya yang sekarang, memiliki suami tampan, kaya juga penuh perhatian adalah impian seluruh wanita .
Zelia mengembangkan senyum merasa bersyukur dengan nasib baik yang kini telah memihaknya.
Zelia memilih melanjutkan kembali pekerjaan rumah tangga yang tadi belum sempat ia selesaikan.
"huftt sepertinya aku harus terima tawaran kak dean untuk mencari assisten rumah tangga yang bisa membantuku membersihkan rumah ini. Ternyata benar-benar melelahkan membersihkan rumah segede gor seperti ini sendirian"
umpat zelia sambil memeras sapu pel dan sesekali menyeka keringat yang mengucur didahi meski sebelumnya zelia sudah mandi.
Setelah selesai menjadi inem dirumahnya sendiri yang baru tiga bulan lebih ia tempati kini zelia memilih untuk merebahkan tubuhnya disofa sambil melihat acara televisi kesukaannya sambil nyemil-nyemil manja seperti biasa.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Terdengar suara getaran handphone atas panggilan masuk yang ia taruh diatas meja. Terlihat nama anita tertulis diatas layar kemudian ia menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.
__ADS_1
"hallo an, tumben lo nelpon gue. Lo kangen ya sama gue ?!" zelia terkekeh menggoda sahabat karibnya itu.
"iya gue kangen ditraktir makan sama lo istri big bos" ledekk anita yang kini telah mengetahui kejadian yang terjadi dalam hidup zelia.
"ahh sesuai firasat gue kalo lo nelpon karena ada mau nya" zelia tertawa karena dapat saling lempar cemoohan yang biasa mereka lakukan.
"hangout yuk zel. Kemana gitu ! Bosen tau dirumah mulu"
pinta anita.
"kenapa lo gak bilang dari semalam? Kan gue bisa minta izin dulu sama kak dean"
jawab zelia.
"kan bisa minta izinnya lewat pesan sih zel. perasaan hidup lo sekarang udah enak, gak usah dipersulit ngapa !" sahut anita sembari terkekeh.
"aah lo kaya gak tau aja kalo laki gue udh dikantor dia sulit buat gue hubungin " jelas zelia.
"iya iya gue tau, secara laki lo kan big bos. Pasti sibuk, ya kan?? "
"oke. Gue tunggu kabar baiknya"
Zelia segera mengakhiri obrolan mereka dan mematikan telepon dari anita.
.
.
zelia segera bersiap setelah berhasil meminta izin pada dean untuk pergi bersama anita. Seperti mendapatkan angin segar untuk melepas rasa penat setelah setengah hari lelah mengerjakan pekerjaan rumah . Bahkan kini ia benar-benar sudah seperti ibu rumah tangga yang sebenarnya.
Zelia terus mengembangkan senyum dikedua sudut bibirnya sambil menatap dirinya didepan cermin. Ia mengamati penampilannya yang sudah terlihat sempurna, baginya. Kini ia nampak sedikit berbeda dengan polesan makeup yang memancarkan aura di wajah terlihat lebih dewasa.
.
.
ting tong
__ADS_1
"duh siapa lagi sih !" gumam zelia sambil berjalan untuk membuka pintu utama setelah mendengar bel rumah berbunyi.
"mama...." ucap zelia melihat wanita parubaya itu tengah berdiri didepannya setelah pintu terbuka.
"hai li, apa kabar?" bu ida pun langsung memeluk anak menantu nya itu. Begitupun dengan zelia yang membalas pelukan mama mertua nya dengan lembut setelah bersalaman dan mencium punggung tangannya.
"gimana kabar mu li? Seneng tinggal disini?" tanya bu ida begitu antusias seraya mengurai pelukannya.
Zelia mempersilahkan bu ida untuk masuk sebelum ia menjawab semua pertanyaan mertua nya itu.
zelia membuatkan minuman dingin untuk dirinya dan bu ida. " li seharusnya kamu cari assisten rumah tangga biar ada yang membantu pekerjaan mu dirumah ini" saran bu ida sambil melihat kesekeliling isi rumah.
"apa dean yang gak ngebolehin kamu punya assisten?" lanjutnya sebelum mendengar jawaban dari zelia.
"enggak gitu ma. Kak dean justru sudah menyuruh zeli untuk mencari assisten rumah tangga. Tapi emang zeli belum menemukan orang yang tepat untuk dijadikan assisten dirumah ini" jelas zelia.
Bu ida mengangguk seperti nya ia mengerti karena memang ia sudah lebih berpengalaman dalam hal seperti ini.
Bu ida menyeruput minuman yang telah zelia buatkan untuknya. Diiringi obrolan-obrolan hangat dan akrab karena mereka memang telah lama tak berjumpa. Dan hari ini kali pertama bagi bu ida datang kerumah dean dan zelia karena ia selalu disibukkan dengan bekerja.
Zelia nampak terlihat resah. Sesekali ia melirik kearah jam dinding yang terpajang di ruang tamu. Bahkan kini ia sudah telat hampir dua jam untuk pergi bersama anita sesuai waktu yang sudah mereka tentukan.
"kamu mau pergi ya li?" tanya bu ida yang mulai menyadari bahwa zelia nampak resah, belum lagi penampilan zelia yang sudah rapi.
Mungkin karena mereka keasyikan berbincang sejak tadi dan semua itu semata-mata untuk melepas rindu. Bu ida sampai lupa menyampaikan maksud dan tujuannya datang kerumah mereka.
"enggak kok ma"
untunglah beberapa menit yang lalu zelia sudah memberi tau anita bahwa dia kedatangan mama mertua yang tak mungkin bisa ia usir atau ia tinggalkan. Anita pun cukup mengerti dengan alasan zelia menggagalkan pertemuan mereka.
"ooh mama kira mama mengganggu waktumu yang mau pergi. Jadi gak papa dong mama berlama-lama disini. Habisnya mama pusing banget li kalau dirumah, apalagi setiap waktu selalu disuguhkan dengan pertengkaran sean dan citra. Haduhhhh lama-lama bisa stres mama li "
Keluh nya sambil terkekeh menutupi rasa kesal yang sedang ia sembunyikan.
.
.
__ADS_1