Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 81. hamil anak siapa


__ADS_3

Pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka lebar. Bu ida terpaksa membuka pintu kamar mereka tanpa mengetuk atau meminta izin terlebih dahulu, bu ida berusaha tenang agar dapat menyelesaikan permasalahan yang membuat mereka bertengkar hebat seperti sekarang ini.


Bu ida menarik nafas dalam-dalam untuk membuka pembicaraan. Ia tak menghiraukan keadaan kamar yang sudah seperti kapal meledak karena banyak barang-barang berserakan dilantai menjadi pelampiasan amarah mereka.


sean dan zelia yang semula berapi-api kini terdiam melihat bu ida berdiri didepan pintu kamar.


"kenapa ini? Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya bu ida tenang, sebenarnya bu ida sedang menahan sesak didada melihat anak dan menantunya sangat kacau dan berantakan.


"jelaskan pada mama apa yang terjadi diantara kalian ! Mama tunggu kalian dibawah !!"


Ucap bu ida tegas lalu pergi meninggalkan mereka yang masih terdiam seribu bahasa.


Zelia menghela nafas panjang, ia merasa sangat berdosa dan tak enak hati hingga membuat bu ida melihat kejadian mengerikan seperti ini. Zelia merapikan baju dan rambut yang sudah seperti singa.


Ia berjalan lebih dulu tanpa menghiraukan sean yang masih berdiri mematung . Tak lama kemudian sean pun berjalan menyusul zelia untuk menemui bu ida dengan membawa barang bukti sebagai penyebab terjadinya keributan ini.


.


.


"duduk !!" pinta bu ida pada mereka berdua yang baru tiba dan masih dengan posisi berdiri.


Sean dan zelia duduk dalam kursi yang sama namun saling berjauhan. Mereka saling duduk di tepi kursi tanpa berniat menoleh ataupun melihat orang yang berada disamping mereka.


"jelaskan pada mama apa yang terjadi ?? Siapa yang memulai semua ini ???"


Tanya bu ida menatap kedua anaknya yang masih belum membuka suara.


"sean, apa kamu yang memulai semua pertengkaran yang terjadi diantara kalian ?!"


Tanya bu ida menatap sean dan mulai mengintrogasi.


Sean mengangguk "tapi sean memiliki alasan kenapa sean marah dengan wanita ini !! "


sean menunjuk zelia dengan tatapan benci.

__ADS_1


"zeli tak tau ma, kenapa sean semarah ini !! Dia tiba-tiba marah dan mencekal tanganku seperti orang gila !!!"


balas zelia sambil menatap sean seolah ia memberi perlawanan. Kali ini, zelia tak takut lagi dengan sean jika ia akan memperlakukannya dengan kasar dan menyebutnya wanita jal*ng.


zelia sudah muak dengan semua drama yang selalu ia mainkan. Berpura-pura bahagia dengan pernikahannya pun nyata nya sungguh menyita tenaga. zelia benar-benar lelah, dan ingin menyudahi semuanya.


Terlebih saat ia tau bahwa sean tak sebaik yang ia kenal sebelumnya. Sungguh,, perasaan benci itu semakin besar menyelimuti hati.


" hentikan celoteh lo wanita murahan !!! Ini apa ini ??? Katakan sama gue dan mama ! anak siapa yang ada dalam perut lo !!! "


sean menunjukkan alat tes kehamilan yang ia pegang di tangan kanan nya. Bu ida terkejut mendengat ucapan sean yang mengatakan bahwa yang berada dalam perut zelia bukan anaknya.


"apa lo masih mau ngelak ??" balas sean dengan kepala yang sudah seperti memiliki tanduk dua berapi.


bu ida melihat perdebatan yang kembali terjadi pada kedua anaknya. Mungkin ini kesalahannya menikahkan mereka begitu dini, emosi kedua nya yang begitu tinggi jadi tak ada yang mau mengalah diantara mereka.


tangan bu ida memegang sebelah dada nya yang terasa begitu sesak dan sakit.


" bukannya alat itu punya lo ??? Gue nemuin alat itu ditas lo " pekik zelia membalas tuduhan sean.


" tapi itu beneran bukan punya gue !! gue temuin itu di dalem tas lo se !!!! Dan gue gak tau sama sekali tentang benda itu !!!"


zelia coba menjelaskan.


Namun sepertinya amarah sean sudah membakar semua akal jernih nya untuk dapat semudah itu percaya dengan omongan zelia.


Bu ida hanya terdiam dengan air mata yang lolos di pipinya karena rasa sesak dan sakit yang tak dapat lagi tertahankan.


"mulai hari ini gue akan ceraikan lo !! dan satu lagi, gue gak mau ngeliat muka munafik lo itu didalam rumah ini lagi !!! Sekarang juga lo pergi dari sini !!! "


D**uarrrrrr**


Bagai disambar petir disiang bolong mendengar ucapan sean tentang kata cerai dan pergi. begitu pula dengan bu ida yang sangat terkejut dengan sean yang semudah itu mengambil keputusan. Sungguh saat ini perasaan mereka sangat terselubung oleh rasa emosi.


"te tenangkan dirimu se !! Kau tak boleh mengambil keputusan secepat ini !!"

__ADS_1


Ucap bu ida pada anak bungsunya dengan ucapan yang terbata karena air mata yang mengalir begitu derasnya.


"ma, apa mama gak liat begitu tega nya zelia menghianati sean dalam pernikahan ini. Dia gak cuma mengianati sean ma, tapi dia telah menghianati keluarga kita !"


Bu ida hanya terdiam tanpa bisa mengambil keputusan. Rasa sakit dan sesak dalam hatinya membuatnya tak bisa berbuat banyak.


Seandainya di saat ini ada papa dan dean diantara mereka. Pasti akan ada cara lain untuk dapat menyelesaikan masalah .


Barang bukti yang sean tunjukkan membuat bu ida semudah itu percaya pada pengakuan anak bungsunya. sejak awal bu ida memang telah mengetahui bahwa hubungan antara mereka belum terlalu jauh layaknya pasangan suami istri pada umumnya.


Namun melihat kedua anaknya dapat hidup berdampingan meski tanpa ada cinta, membuat bu ida menggantungkan harapan yang begitu besar bahwa kelak kedua anak itu dapat saling mencintai dan menerima satu sama lain.


Ternyata semua itu salah, karena realita yang terjadi saat ini zelia satu-satunya menantu yang sangat ia banggakan justru mengandung anak yang sean sendiripun tak tau bahwa itu anak siapa.


Zelia terdiam,, air mata nya menetes begitu saja. Alih-alih menyimpan alat itu untuk dipertanyakan pada sean siapa pemiliknya justru membawa malapetaka dalam hidupnya.


Sekuat apapun zelia berusaha untuk mengelak, semua itu tak mampu untuk mencabut keputusan sean untuk menceraikannya.


Melihat bu ida yang hanya terdiam dengan deraian air mata, sungguh itu adalah hal yang sangat menyayat hati zelia.


"ma, mama percaya kan kalau alat itu bukan milik zeli?" zelia bersimpuh di kaki bu ida yang hanya diam tanpa suara.


"apa mama ingin zeli pergi dari sini ??"


tanya zelia yang terasa begitu berat untuk meninggalkan rumah itu. sungguh zelia tak tau harus kemana jika benar bu ida tak lagi menginginkan kehadiran nya ditengah keluarga mereka.


Bu ida hanya diam dan memalingkan wajahnya agar tak melihat kearah zelia yang duduk bersimpuh di kakinya. Zelia merasa bahwa bu ida saat ini benar-benar telah membencinya dan tak lagi menginginkannya untuk tinggal dirumah itu.


Zelia menangis tersedu, bu ida pun masih memalingkan wajahnya dengan sesekali menyeka air mata yang menetes tiada henti.


Sean menatap zelia yang duduk bersimpuh dibawah kaki sang mama tanpa sedikit pun rasa iba pada wanita yang kini akan menyandang gelar sebagai mantan istrinya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2