Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 72. izin liburan lagi


__ADS_3

Malam semakin larut, seperti biasa dean selalu menghabiskan waktu dengan duduk santai di atas balkon rumah. bersama sebatang rokok yang selalu menemani malam-malam dinginnya. dean kehilangan teman lain yaitu Segelas kopi hangat buatan sang kekasih yang sudah lama tak memanjakan lidahnya. namun bagaimana mungkin ia dapat meminta zelia untuk membuatkan kopi untuknya sedangkan sean masih berada bersamanya.


Pikiran dean berkecamuk antara gelisah juga cemburu. Entah apa yang sedang pasangan suami istri itu lakukan didalam kamar karena sejak kepulangan mereka dari bali tadi, Sean dan zelia belum juga menampakkan batang hidung nya dihadapan dean.


fikiran dean berkelana membelalang buana, bahkan sesapan rokok yang biasanya mampu memberikan ketenangan kali ini tak mampu menenangkan kegundahan di hatinya.


"kamu masih ngapain sih bi?? Kok gak keluar !" dean mengirim pesan singkat itu pada zelia namun centang satu itu tak kunjung berubah menjadi centang dua apalagi berubah warna.


"ayolah bi keluarlah" pinta dean dalam hati.


Dean menghisab dalam-dalam benda berapi kecil itu dan membiarkan kepulan asapnya menari-nari di rongga mulutnya sebelum akhirnya ia lepaskan terbang ke udara.


Semenit ... dua menit ... hingga akhirnya setengah jam sudah dean menanti zelia agar dapat menemuinya namun semua hanya harapan belaka. Nyatanya angin malam lah yang sejak tadi terus menerus menyapa nya, padahal malam ini ia ingin sekali menatap wajah teduh kekasih yang sangat ia cintai itu.


.


.


"kak !"


Dean terkejut saat sean menyapa dirinya yang sedang hanyut dalam lamunan. dean tak menyadari sejak kapan sean berdiri di sebelahnya dan mungkin berniat untuk menemani sang kakak yang sedang duduk kesepian.


"kenapa malah bocah tengil ini yang dateng !" umpat dean dalam hati karena merasa sedikit kecewa.


"hmmm" sahut dean sedikit menoleh ke arah sean lalu kembali menikmati asap yang sejak tadi bergelut dengan dirinya.


"zelia dimana?" seketika mulut dean tak tertahankan untuk tidak menanyakan keberadaan kekasihnya yang sejak tadi tak terlihat .


"dia sudah tidur sejak sore tadi, mungkin dia kelelahan"

__ADS_1


jawab sean yang sudah duduk di kursi kosong sebelah dean dan ikut menyalakan percikan api pada lintingan benda kecil baru yang siap untuk ia nikmati .


mereka berdua menikmati hisapan demi hisapan benda itu bersama semilir angin malam. Meski ada rasa sedikit kecewa, setidaknya hati dean sudah menjadi sedikit lega saat ia tau bahwa zelia sudah tertidur sejak sore dan sean tak berada di satu kamar yang sama dengan zelia.


"kak apa aku boleh bicara?" ucap sean memecah keheningan antara mereka.


"bicara saja !" sahut dean.


"kalau ada kesempatan lagi, aku ingin mengajak zelia pergi liburan" kata sean


"baru saja kita pulang, kamu sudah memikirkan liburan lagi !" ucap dean


"bukan begitu kak, kali ini berbeda. Aku rasa kakak tak perlu ikut kami !! karena aku ingin liburan berdua dengan zelia sekalian bulan madu " ucap sean dengan santai.


Dean membelalakkan matanya mendengar perkataan bulan madu yang sean lontarkan. Fikiran dan perasaannya menjadi kacau tak terbayang apa yang akan mereka lakukan jika tanpa dean disana dan berlibur dengan judul bulan madu?? Ia takut zelia akan hilaf dan dengan mudah terbujuk dengan rayuan sean. Terselip rasa tak ikhlas yang begitu besar dalam hati dean meski ia sadar bahwa sean adalah suami sah zelia.


dean menghisab sangat dalam rokok yang berada ditangannya sebagai pelampiasan rasa cemburu nya yang tak mungkin ia ungkapkan.


ucap dean dengan ketus. Entah mengapa mendengar ucapan sean tadi membuat dirinya merasa panas, semilir angin yang sejak tadi menghantarkan dingin hingga menembus tulang pun kini seperti berubah menjadi panas bara api yang mampu mendidihkan air.


sedangkan sean sang lawan bicara yang sejak tadi masih saja terlihat santai tanpa menyadari bahwa lelaki disebelahnya ini sedang terbakar api cemburu.


"ya gak gitu kak !! aku sama zelia kan sudah lama menikah. Aku rasa kami sudah siap untuk saling mengenal lebih jauh dari hati ke hati. Lagi pula, aku rasa bahwa aku sudah mulai mencintai zelia. Hanya saja zelia yang masih belum menganggapku dan membuka hatinya untukku. Namun aku yakin, bahwa zelia pasti bisa menerimaku dan pernikahan ini" ujar sean mencoba meyakinkan dean agar dean mau menyetujui keinginannya.


"bukannya kau sudah memiliki pacar??? " tanya dean berusaha menyudutkan sean. Sean mengangguk, tak dapat ia pungkiri bahwa sampai saat ini citra masih menyandang gelar sebagai pacar nya.


"iya kak, tapi perlahan aku akan berusaha untuk meninggalkannya. Meski untuk saat ini aku belum bisa melakukan itu , namun aku yakin zelia pasti akan mengerti aku" sahut sean dengan sangat percaya diri.


"jadi dia belum kamu tinggalkan ??!!"

__ADS_1


Sean menggeleng mendengar pertanyaan dean.


"jangan terlalu berambisi untuk merangkul dua wanita secara bersamaan. Karena itu hanya akan melukai kedua nya!"


Dean melempar rokok yang masih sisa separuh ke sudut balkon. Dean pergi meninggalkan sean karena tak tahan lagi atas topik pembicaraan yang sudah sejak tadi membuatnya kepanasan.


Bagaimana mungkin dean menyetujui permintaan konyol adiknya itu, belum lagi ada wanita lain yang saat ini masih bersanding dengannya. Bahkan sedikitpun dean tak rela jika sean menyimpan rasa pada zelia jika hanya untuk membagi cintanya.


Sean tak bergeming saat dean selalu saja bersikap aneh saat zelia menjadi topik obrolan mereka. Meski Dean sering meninggalkannya secara tiba-tiba ditengah-tengah obrolan mereka. Sean masih belum menyadari apa yang menjadi alasan perubahan sikap dean terhadapnya.


.


Hari berganti, entah mengapa sejak sean meminta izin untuk berbulan madu kemarin, perasaan dean menjadi tak tenang dan dipenuhi dengan cemburu. Dean tak tau lagi harus bagaimana untuk menghilangkan perasaan yang sungguh membuatnya tak nyaman dan tersiksa.


Tak ada pilihan lain selain menceritakan semua nya ada hans karen hanya dia yang dapat membantu mencarikan solusi untuk permasalahan hatinya.


"temui gue di club xxx sekarang juga !!!"


dean mengirim pesan singkat untuk hans tanpa peduli saat ini waktu sudah menunjukkan pukul berapa. Tubuhnya terasa panas, hatinya pun begitu gusar. Bahkan ia tak tahan untuk tidak menceritakan semua nya ada hans dan mencari solusi melalui teman baiknya itu.


"kok mendadak de, ini penting banget apa enggak ???"


Balasan hans membuat dean semakin geram. tubuhnya yang terasa lelah membuat hans sebenarnya malas untuk mengikuti keinginan dean. Hans hanya ingin memastikan bahwa semua itu karena ada hal penting atau tidak. sebab biasanya dean selalu sesuka hati untuk mengajaknya kesana kemari hanya untuk hal-hal yang sepele.


"gak usah banyak tanya bangsruuuttt !!! Cepet dateng di club xxx. Berani malam ini lo gak dateng !! Gue pastiin besok lo bakal menghilang dari dunia !!!!" balas dean dengan emosi yang sedang berada diujung tanduk.


Dean sengaja mematikan handphonenya agar hans tak lagi membalas pesan yang membuatnya justru merasa naik darah.


Dean segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi melesat meninggalkan rumah.

__ADS_1


"wuihhh singa mulai ngamuk. Harus otw ini daripada besok gue kena ngap !"


gerutu hans sambil meraih jaket dan mulai mengendarai mobil nya menuju tempat yang sudah dean tentukan.


__ADS_2