
"udah siap?" tanya dean pada zelia yang sudah membawa koper berisi pakaiannya. Sebisa mungkin dean berusaha menahan perasaannya yang masih memendam amarah karena kejadian semalam.
"iya kak" jawab zelia lalu berjalan membuntuti langkah dean sambil menarik tas kopernya.
.
.
"hey, lo mau ke bandung apa mau pindahan?? Banyak amat baju yang lo bawa??" ucap sean yang bergegas memposisikan diri berada di sebelah zelia yang sedang berjalan.
"apaan sih lo reseh amat!" sahut zelia. Dean yang mendengar percakapan kedua pasangan suami istri yang berada dibelakangnya pun hanya menjadi terdiam dan menjadi pendengar setia meski rasa cemburu yang belum sembuh dari semalam pun kini kembali menyelimuti hatinya.
"lo berapa lama zeli di bandung? Lo gak kasian ninggalin gue lama-lama disini??" rengek sean layaknya anak kecil yang merengek ada ibu nya untuk tidak ditinggal begitu lama.
"terserah gue ! Kasian??? Buat apa kasian sama lo". Zelia kini berjalan ke arah pintu belakang mobil yang sudah dibuka oleh dean dan meletakkan kopernya disana.
zelia berjalan ke arah depan dan masuk kedalam mobil disebelah kemudi. sedangkan dean masih berada dibelakang menutup pintu bagasi mobil.
"zel lo gak mau ninggalin sesuatu buat gue?? Cium gitu contoh nya" pinta sean sambil meledek zelia meski pintu mobil sudah zelia tutup .
dean yang melihat tingkah sean pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sean yang begitu care dengan kekasihnya, sedangkan zelia merespon semua itu dengan biasa saja bahkan tak jarang ucapan-ucapan ketus terlontar dari mulut zelia.
.
"aku titip dia kak, jaga dia baik-baik untukku" pesan sean pada kakaknya sambil melongok dari kaca mobil tempat zelia berada karena saat ini dean pun sudah duduk di tempat kemudi.
"eemmuu_...." dengan pede nya sean langsung memasukkan kepalanya melalui celah kaca pintu mobil yang masih terbuka untuk mencium zelia tanpa meminta izin, namun zelia ternyata sudah lebih dulu sigap menutup kaca mobil membuat separuh kepala sean terjepit disana.
"aduhh zel, buka! buka!... Lo mau bunuh gue?" ucap sean saat kepala nya terhenti tak bisa bergerak.
"salah siapa lo mau aneh-aneh" zelia kembali menurunkan kaca mobilnya dan membiarkan kepala sean keluar dari sana.
sean mengusap-usap tengkuk lehernya yang terasa sakit karena terjepit.
"mimpi apa gue punya istri kriminal kaya gini" umpatnya kesal karena ia gagal mencium sang istri namun justru mendapatkan perlakuan kasar.
"yaudah kakak berangkat dulu" ucap dean memecah keributan diantara dua insan yang selalu saja membuat hatinya merasa jengah dan cemburu.
"iya kak hati-hati ya. daaa zeli baik-baik ya, love you" ucap sean dengan gaya tengilnya yang sok romantis pada zelia sambil melambaikan tangan mengiringi kepergian mobil dean yang melaju meninggalkan kediaman mereka.
.
__ADS_1
.
zelia menghela nafas lega saat mereka sudah pergi meninggalkan sean yang sudah tak lagi terlihat dari kaca spion.
"hampir gila aku dibuatnya" kata zelia.
"karena kamu jatuh cinta??" ucap dean karena ia merasa tak tahan untuk menyimpan rasa cemburu dalam hatinya sejak semalam.
"what?? Jatuh cinta ?!! Yang ada jatuh sakit kak. Karena dia selalu buat aku darah tinggi setiap hari" ujar zelia.
Dean hanya menyunggingkan senyum kecut mendengar ucapan wanitanya itu. Zelia yang merasa tak nyaman dengan tingkah dean yang tak seperti biasanya pun merasa curiga bahwa ada sesuatu yang sedang dean sembunyikan.
"kakak cemburu?" tanya zelia sambil menatap wajah dean yang datar sambil menatap jalanan.
"enggak" sahut dean.
hati zelia bergeming karena tak biasanya dean bersikap dingin seperti ini dengannya jika sedang dalam keadaan baik-baik saja.
"ohh baguslah" zelia mengalihkan pandangannya melihat ke arah luar, menatap jalanan yang pasti akan macet di jam-jam seperti ini. hati nya sebenarnya bertanya-tanya ada apa dengan dean, namun ia enggan untuk membahas atau menanyakan langsung kepada lelaki yang berada disampingnya itu.
.
"apa kamu sanggup menampung dua orang yang berbeda dalam satu hati"
"maksud kakak?" tanya zelia yang merasa tak mengerti dengan arah ucapan dean yang seolah sedang menyudutkannya.
"aku tak mencintainya !! Harus berapa kali aku bilang aku gak suka sama dia!!" tegas zelia.
"kenapa semalam kamu begitu mesra berpelukan dengannya? Karena kalian akan berpisah sementara??? Kalau kamu ingin dia yang mengantar kenapa gak menunggu sampai dia selesai ujian" umpat dean yang segera ingin menyelesaikan permasalahan pada hatinya.
"oh, jadi semalem kakak ngintip?" zelia mulai memahami alasan perubahan sikap dean terhadapnya. Dalam hatinya ia merasa senang karena dean ternyata cemburu dengan tingkah sean.
"tanpa sengaja" balas dean.
Suasana dalam mobil itupun menjadi panas. Ditambah jalanan macet membuat hati dean semakin kalut. Bahkan ac dalam mobil pun tak mampu menyejukkan suasana yang dipenuhi amarah yang tak kunjung mencair.
.
.
"ha ha ha.... Bagaimana bisa kakak menyimpulkan kami berpelukan. Hanya sean yang memelukku sedangkan aku tidak. tubuhku membelakangi dirinya"
__ADS_1
zelia mengubah nada bicara nya menjadi santai saat ia tau bahwa ini sebatas kesalahpahaman.
"tapi kau begitu menikmatinya" lagi-lagi balasan dean untuk perkataan zelia, seolah enggan untuk mencairkan suasana.
"what? Menikmatinya??" zelia memutar mata merasa malas untuk berdebat dengan dean yang masih dipenuhi rasa cemburu.
.
"tenangkan hatimu baru kita bicarakan baik-baik, aku mau tidur !!"
zelia menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan mata, meski ia tak merasa ngantuk namun ia terpaksa melakukan ini semua untuk meredam perdebatan yang akan menimbulkan amarah yang lebih dari ini.
zelia paham bahwa ini hanya sebatas kesalahpahaman dan rasa cemburu yang berlebihan. ingin menjelaskan panjang lebar pun percuma karena dean tak akan mengerti dan sulit untuk menerima jika hatinya masih dipenuhi perasaan emosi.
cukup lama zelia memejamkan mata dengan pura-pura dan akhirnya kini ia benar-benar terlelap.
Dean memandangi wajah polos zelia yang telah tertidur pulas sambil mengulas senyum manis dibibirnya. "Dalam keadaan tertidurpun kau terlihat begitu cantik" batin dean yang memang jarang sekali melihat zelia dalam keadaan tertidur.
.
Sudah cukup jauh perjalan yang telah mereka tempuh, diringi hati dean yang masih saling melempar dan mejawab pertanyaan atas perdebatan yang terjadi antara dirinya dan zelia.
"apa benar yang zelia katakan bahwa dia hanya mencintaiku, lalu mengapa semalam aku tak melihat penolakan darinya saat sean memeluk tubuhnya?"
"apa mungkin karena aku melihat adegan itu hanya sekilas, jadi aku tak melihat penolakan itu. namun kurasa sepertinya zelia tak berbohong karena semalam aku mendengar dengan jelas bahwa zelia berteriak bahwa dia membeci sean"
hati dean bermonolog sendiri, bertanya jawab sambil terus mencoba mencerna semua jawaban zelia yang tanpa sedikitpun terlihat kebohongan dimatanya.
"bodoh" dean mengumpat kesal pada dirinya sendiri yang begitu gegabah untuk menghadirkan rasa cemburu dan langsung menghakimi zelia begitu saja tanpa bertanya secara baik-baik dan meminta penjelasan terlebih dahulu.
dean mengacak rambutnya sambil menatap wajah sendu zelia yang masih tertidur pulas. "maafkan aku bi, aku telah menuduhmu bahkan memandangmu serendah itu karena mencintai dua lelaki dalam satu hati"
Dean mencium pipi zelia membuat zelia menggeliat dan tak lama kemudian zelia membuka matanya perlahan.
zelia dapat merasakan sentuhan pada wajahnya, namun saat matanya terbuka sempurna, ia melihat dean sedang fokus menyetir mobil dan menatap jalanan.
"hufft hanya mimpi" gerutu zelia pelan namun masih terdengar oleh dean yang berada disampingnya.
zelia kembali memejamkan mata untuk melanjutkan yang ia anggap mimpi namun tiba-tiba...
"kamu gak mimpi bi, aku juga mencintaimu" bisik dean tepat didepan wajah zelia sambil mengecup bibir zelia hingga membuat zelia terkejut.
__ADS_1
.
.