Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 48. dikantor


__ADS_3

mereka bertiga melakukan aktivitas seperti biasa, hanya ada bik darmi yang selalu setia menemani dan menyiapkan segala kebutuhan mereka.


.


.


"kakak mau langsung ke kantor?" tanya zelia yang baru saja turun dari mobil dan mengintip dean dari kaca mobil yang terbuka. seperti biasa kak dean lah yang selalu setia mengantar dan menjemput zelia kuliah karena sean lebih memilih untuk bersama citra. dean mengangguk sambil tersenyum manis "nanti kakak jemput ya" ucap dean yang langsung mendapat anggukan dan balasan senyum manis dari zelia.


"zelii" teriak dean saat zelia beranjak melangkahkan kaki menjauh dari mobilnya. zelia menoleh "kenapa kak?"


"morning kiss" ucap dean sambil menepuk-nepuk pelan pipi sebelah kirinya. zelia tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada kaca mobil yang masih terbuka. deanpun mengarahkan wajahnya mendekat ke pintu dimana wajah zelia berada disana.


"malu ih rame" bisik zelia pelan tepat ditelinga dean. dean tersenyum melihat gaya centil wanita nya ini yang memang sudah sangat pandai menggodanya. "yaudah, nanti kita pergi ke tempat yang sepi" jawab dean sambil mencubit batang hidung zelia membuat zelia memutar mata nya sambil menahan malu.


zelia berjalan meninggalkan mobil dean yang masih berada ditepi jalan depan pos satpam. setelah zelia tak lagi terlihat diantara gedung² kampus yang menjulang. dean pun melajukan mobilnya meninggalkan kampus dimana sean dan zelia kuliah disana.


.


.


"akhir-akhir ini gue liat lo semringah banget" ucap hans yang langsung berjalan membuntuti langkah dean yang baru saja tiba di kantor.


"emang biasa nya gue gak semringah??" sahut dean yang berjalan di depan assisten pribadinya itu .

__ADS_1


mereka berdua berjalan lebih santai sambil menikmati obrolan mereka berdua pagi ini.


"pasti ini karena aura positif yang zelia salurkan tiap pagi" hans terkekeh kecil dengan maksud dari ucapannya.


"mesum lo !!" sahut dean sambil menyunggingkan senyum atas ucapan hans.


"tapi it's oke sih de, setidaknya gue lebih seneng ngeliat lo begini. lo punya semangat hidup lagi_"


"pagi karina" hans memotong obrolannya dengan dean saat ia melihat karina yang sudah duduk diruang kerja nya . hans lebih memilih untuk menyapa wanita pujaannya itu lebih dulu daripada melanjutkan obrolannya dengan dean. berbeda dengan dean yang terus saja berjalan tanpa sedikitpun menoleh ke arah karina berada. namun sayang, sikap dingin dean membuat karina kesal yang membuatnya membalas sapaan hans dengan mata yang sengaja dibuka lebar.


.


dean dan hans mulai memasuki ruang kerja dean. "gue heran, kenapa karina jutek banget kalo sama gue, letak kesalahan gue dimana coba? ganteng udah, keren udah, matang juga udah, terus gue kurang apalagi ??" hans menggerutu kesal karena tak pernah mendapat respon baik atas perasaannya oleh karina.


"mungkin bagi dia kadar ketampanan lo masih dibawah rata-rata" jawab dean sambil mulai mengerjakan pekerjaan kantor nya diatas meja kerja.


"nah itu lo sadar, kalo gue emang jauh lebih tampan" dean terkekeh mendengar penuturan hans yang sepertinya keceplosan untuk mengakui bahwa ketampanan dia masih dibawah bos nya ini meski tangan dan mata nya masih menyusuri tulisan di setiap lembaran berkas yang berada dihadapan.


"sial... maksud gue gak gitu !! susah ya emang kalo lagi ngmong sama orang yang lagi bucin. pinginnya menang sendiri. zelia zeliaaa ternyata lo wanita yang selama ini gue cari-cari buat nyelametin hidup kawan gue ini" hans mencoba mencari alasan karena merasa malu, bahwa kekesalannya kepada dean membuat nya lepas kendali dalam berbicara dan akhirnya membuatnya malu sendiri.


"tapi it's oke sih, setidaknya gue merasa lebih tenang. meski karina belum membuka hati untuk gue, tapi gue yakin hati lo gak akan tergoda dengannya karena udah ada zelia yang menguasai seluruh hati lo. jadi, perlahan gue bisa pastikan bahwa karina hanya akan jadi milik abang hans seorang ha ha" ujar hans sambil tertawa sendiri karena merasa kesempatan untuk mendapatkan karina masih sangat terbuka lebar.


"abang hans???" dean mengulang kata-kata itu penuh penekanan.

__ADS_1


"sejak kapan lo penuh percaya diri menyuruh orang manggil lo dengan panggilan abang" lanjut dean yang teringat kejadian kemarin saat zelia pun memanggil hans dengan panggilan abang.


hans menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil nyengir kuda menunjukkann deretan gigi putihnya yang bergingsul.


"de, sebenernya status lo sama zelia gimana? apa lo udah ada bayangan mau serius sama dia?" hans mengalihkan pertanyaan dean dengan kembali bertanya .


"dia tetangga lo kan??"


dean seketika menghentikan gerakan tangannya yang masih membuka setiap lembaran kertas. mata nya kini beralih menatap hans yang berada di hadapannya saat mendengar penuturan dari assisten sekaligus sahabat nya itu.


"maksud lo?" tanya dean penuh penasaran atas pertanyaan hans yang baru saja.


"iya, maksud gue zelia itu tetangga lo kan?? soalnya waktu itu gue pernah nganter dia pulang, dia emang berhenti diarea rumah lo itu, tapi dia bilang rumahnya yang warna oranye yang gak jauh dari rumah lo. jadi dia masih tetangga lo dong" dean mendengarkan dengan seksama penjelasan dari hans atas pertanyaannya tadi. "apa dia orang baru yang tinggal disana? atau orang lama?? kalo tau gitu kan dari dulu aja lo deketin dia, ngapa harus nunggu bertahun-tahun ngejomblo dulu" lanjut hans.


"apaan sih lo, ngelantur !! gue kan baru juga balik dari luar negri" jawab dean yang merasa tak tau harus menjawab apa disetiap pertanyaan yang hans ajukan.


"eh eh tunggu !! jadi mobil yang waktu itu berhenti didepan rumah gue dan nganter zelia itu elo????!!!" dean menatap hans tajam karena mengetahui bahwa assistennya ini mulai berani mendekati kekasihnya.


hans tersenyum "iya...ya kan, mana gue tau kalo cewek itu pacar lo. lagian siapa coba cowok yang tega ngeliat cewek berteduh di pinggir jalan dengan tubuh basah kuyup begitu. seandainya saat itu gue tau dia pacar lo, mungkin juga bakal gue anter. abis lo punya pacar tapi kebangetan, missqueen komunikasi banget !! gimana coba kalo dia diganggu sama preman-preman jalanan. atau... dean, jangan jangan lo gak tau no handphone pacar lo" celetuk hans kepada dean yang membuat dean tak lagi menatapnya dengan tajam.


"sembarangan lo kalo ngomong" dean kini menyandarkan tubuhnya sambil kembali mencerna ucapan hans yang memang benar. karena selama ini mereka berdua sangat missqueen komunikasi, bahkan jika hans tak mengingatkannya, dean tak ingat bahwa mereka tak saling mengetahui no handphone satu sama lain.


hans tertawa atas celotehnya yang sengaja dia tuturkan agar dean tak larut dalam emosinya karena berburuk sangka kepadanya yang telah berani mengantar kekasih bos nya pulang .

__ADS_1


"jadi lo juga yang nyuruh zelia manggil lo abang???" tanya dean yang merasa tak habis pikir sejak kapan hans menjelma menjadi lelaki yang kepercayaan dirinya sampai diatas batas maksimal.


lagi lagi hans hanya bisa nyengir tanpa menjawab pertanyaan dean yang membuat dirinya sedikit malu.


__ADS_2