Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 89. pengakuan di depan mantan suaminya


__ADS_3

" ternyata wanita ini telah berhasil mempengaruhi kakak !!"


sean menatap zelia dengan tatapan menghina.


" tak ada seorangpun yang telah mempengaruhi kakak ! Setiap ucapanmu yang sama sekali tak bermoral itu dan juga perlakuanmu pada zelia, yang membuat kakak benar-benar murka !!"


Suara dean menggema ke seluruh isi rumah. Terlihat beberapa urat nya yang menonjol juga dada nya naik turun tak beraturan karena menahan emosi yang sudah berada di ubun-ubun kepala.


"apa kakak mencintainya ??!!"


Tanya sean dengan suara Teriakan yang sama hingga suara itu membuat bu ida yang berada didalam kamar pun keluar untuk melihat keributan apa yang telah mengganggu istirahat siangnya.


"iya.. Kakak sangat mencintainya !!"


jawab dean tegas tanpa lagi rasa ragu sambil kembali menggengam tangan zelia yang sepertinya sedang ketakutan hebat melihat pertengkaran mereka Berdua.


Bughhh


Sean kini berganti mendaratkan bogem mentah sebagai luapan rasa emosi nya saat mendengar pengakuan kakaknya sendiri.


Dean terhuyung mendapat balasan pukulan dari sean. Terlihat bercak merah disudut bibirnya akibat tinjuan yang di daratkan oleh sean.


"hebat sekali wanita jal*ng ini, setelah berkhianat padaku dia kini berhasil merayumu... Ternyata selama ini kalian telah berkhianat pada ku" sean tersenyum kecut lalu meludah kesamping tempatnya berdiri.


bu ida tengah mematung menyaksikan kedua anaknya sedang bertengkar hebat didepan matanya hanya karena satu wanita yang telah ia persilahkan masuk dan kini membuat hatinya kecewa.


"ma,, lihatlah anak sulung mu !!! Dia mencintai mantan istriku !! Ternyata mereka benar-benar telah berkhianat dalam keluarga kita ma !!"


Ucap sean yang menyadari bahwa sang mama tengah menyaksikan pertengkaran mereka.


Air mata bu ida mengalir begitu saja, melihat pertengkaran sengit itu terjadi didepan matanya.


"aku hanya ingin membahagiakan dia ma !"


Sahut dean menatap mama nya yang sudah berlinang air mata.


"cukuppppp...!!! Cukupp mama gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu dean! Kamu sudah buta de, kamu benar-benar buta karena telah mencintai wanita yang salah dalam hidupmu !"


Pekik bu ida dengan suara serak seiring dengan deraian air mata.

__ADS_1


"mungkin aku buta ma!! Tapi kalian jauh lebih buta. Apa kalian tak melihat siapa wanita yang sedang kalian dzolimi ini ?? Dia hanya seorang yatim piatu yang hidup hanya sebatang kara" ucap dean mengeraskan rahangnya karena emosinya sudah membuncah.


"bukankah dulu kalian yang telah meminta zelia dari keluarganya untuk tinggal dirumah ini. Bukankah kalian yang menginginkan zelia untuk hidup bersama kita dengan iming-iming kebahagiaan!! tapi sekarang apa? Justru kini kalian menyia-nyiakan zelia. kalian pula yang telah merenggut kebahagiaannya !"


Dean menatap sean dan mama secara bergantian. Sedangkan sean dan bu ida hanya terdiam melihat dean yang sedang memaki mereka berdua penuh rasa emosi.


" lihatlah betapa menderitanya hidup zelia saat kamu membunuh satu-satunya lelaki kesayangan miliknya !!" dean menunjuk sean dengan jari telunjuknya. Dean kembali mengingatkan kejadian saat sean menabrak ayah zelia hingga merenggut nyawanya, saat itu lah kehidupan zelia hancur karena kecerobohan sean dalam berkendara.


"tapi aku sudah mempertanggung jawabkan semua kesalahanku ! Dan dia yang memilih untuk berkhianat dariku. Salah ??? jika aku tak menginginkan wanita penghianat seperti dia ada dalam hidupku !! Atau jangan-jangan bayi yang ada dalam kandungannya itu adalah anak mu !!!"


bughhh


Dean kembali melakukan pendaratan hangat karena merasa jengah atas perkataan sean yang selalu mengelak untuk disalahkan.


"hentikan semua ucapanmu !!"


dean menatap mata sean tajam seperti singa yang kembali siap untuk menerkam.


"aku sangat menyesal memiliki kakak penghianat sepertimu dean !!!"


Sahut sean tersenyum smirk seraya mengusap darah segar yang mengucur di sudut bibirnya karena berhasil mendapatkan pendaratan bogem mentah berkali-kali.


"sudah kak sudah cukup !!"


zelia menahan lengan dean yang sudah siap untuk mendaratkan kembali pukulan hangat dari kepalan tangan yang sudah membulat sempurna.


seketika dean mengurungkan niatnya meski amarahnya masih sangat berapi-api. Namun ia tak bisa untuk tidak menuruti permintaan wanita kesayangannya itu.


"ayo kita pergi, aku sudah tak tahan untuk berlama-lama disini !"


Dean menggandeng tangan zelia sambil melihat ke arah sang mama yang masih berdiri mematung bersama air mata yang sudah membanjiri pipinya, dan melihat ke arah sean yang sedang terhuyung sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.


"pergilah ! dan kau wanita murahan, aku menyesal telah membukakan pintu rumahku untuk mu dan kini kau telah berhasil menjadi pemicu keributan dirumah ini !!"


Teriak bu ida histeris setelah pertengkaran kedua anaknya itu terjadi dan tak dapat terlerai.


dean dan zelia berjalan keluar dari rumah yang kini terasa bagaikan neraka. Air mata zelia menetes mendengar perkataan bu ida yang merutuk dirinya. Didalam ucapannya, tersirat bahwa bu ida sangat menyesal karena telah menggangkat zelia sebagai anak menantu.


dean segera membukakan pintu untuk zelia, zelia pun menangis tersedu karena rasa pilu akan penderitaan hidup yang tak dapat lagi ia tahan.

__ADS_1


dean yang kini telah masuk kedalam mobil pun menyadari bahwa zelia menangis karena ucapan sang mama yang mampu menghujam hatinya.


Dean memeluk tubuh mungil itu. berulang kali dean mengecup puncak kepala zelia dan membenamkan wajah zelia pada dada bidangnya. Cukup lama ia membiarkan zelia tenggelam dalam pelukannya hingga zelia kembali tenang.


"sudah...?? kita akan pergi dari sini"


Ucap dean saat zelia telah merenggangkan pelukan itu.


"kita mau kemana kak?"


Tanya zelia yang tak tau kemana dean akan membawanya pergi.


"kakak akan membawamu ke suatu tempat. Kita akan tinggal disana berdua"


Zelia bingung karena selama ini ia tak pernah tau bahwa dean ternyata memiliki tempat tinggal lain selain rumah utama arman wijaya.


Dean bersiap untuk mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah itu.


" kak, boleh aku kembali ke tempat tinggal ku dulu"


Tanya zelia saat mobil yang dikemudikan dean tengah menyusuri jalanan yang mulai padat merayap.


"untuk apa? "


"ada barang-barang kenanganku bersama ayah yang ingin ku ambil dari sana"


"apa beberapa hari yang lalu kamu sempat tinggal dirumah lama itu?" tanya dean menoleh ke arah zelia.


Zelia mengangguk menandakan bahwa ia benar berada disana selama pergi dari rumah.


"maafkan aku bi, tak pernah terfikirkan olehku bahwa kamu akan kembali tinggal disana bi. Aku mencarimu kesana kemari, kecuali di kontrakan lama mu itu"


Dean benar-benar merasa bersalah karena tak dapat menemukan zelia secepatnya saat itu.


"tak apa kak, yang terpenting sekarang kita sudah bersama" zelia bersandar pada bahu dean dengan manja.


"bi, bagaimana kalau besok saja kita ambil barang-barangmu dirumah lama itu. Hari sudah semakin larut, alangkah baiknya kita pulang dulu. Aku yakin kamu sangat lelah dan butuh istirahat"


Ucap dean seraya mengelus rambut zelia lembut. Zelia mengangguk menandakan bahwa ia setuju meski ia tak tau kemana mereka akan pulang saat ini. kemanapun mereka pergi, asal selalu bersama dean, zelia sungguh bahagia karena kenyamanan pasti akan selalu tercipta.

__ADS_1


dean mengecup puncak kepala zelia, lalu kembali fokus mengemudikan mobil menyusuri jalanan macet di ibu kota. Sedangkan zelia tetap nyaman bersandar di bahu lelaki kesayangannya.


__ADS_2