
Dean mengerjapkan mata berulang kali saat matahari pagi menembus kamar masuk melalui celah lubang ventilasi . Dean bangun dan membuka jendela yang menghadap langsung dengan kebun teh yang sungguh mampu menyejukkan mata dan memberikan sirkulasi udara segar. Namun ada hal lain yang membuat mata dean menjadi lebih segar dan terpana saat ia melihat seorang gadis cantik sedang menggendong bayi diteras belakang rumah. gadis itu adalah zelia yang sedang menggendong keponakannya dibawah mentari pagi sambil sesekali tertawa dan berbicara dengan bayi mungil yang hanya mampu menatap siapa si pembicara.
Dean tersenyum lalu melangkahkan kaki menuju ke tempat zelia berada. Dean memeluk tubuh zelia dari belakang dengan tangan yang melingkar di perut zelia, tepatnya dibawah bayi yang berada dalam dekapan zelia.
"kak...." ucap zelia lembut sambil mengembangkan senyumnya saat ia menoleh ke arah lelaki yang kini telah memeluknya dari belakang.
Dean menyandarkan dagunya pada pundak zelia dengan manja.
"good morning cabiku" ucap dean sambil menatap dari samping wajah cantik yang sangat teduh itu. bahkan sejuknya embun di pagi haripun seperti kalah dengan sejuknya hati saat dean menatap wajah dan manik mata zelia yang begitu indah. dean mengecup sebelah pipi zelia dan menenggelamkan kepalanya di tengkuk leher jenjang zelia. Rambut zelia yang diikat agak tinggi membuat dean leluasa untuk menghirup aroma tubuh zelia yang menjadi candu untuknya.
"iihh ..kak dean ini nakal deh " ucap zelia pada bayi yang menatap kearah dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.
dean tersenyum sambil menatap manik bayi kecil yang seolah ikut bahagia melihat kemesraan mereka.
"suatu hari, akan aku ciptakan suasana yang seperti ini bi untuk keluarga kecil kita" ucap dean yang masih menaruh dagunya pada pundak zelia.
"apa kita bisa?" tanya zelia.
"apa kamu meragukanku? Apa kamu ingin menguji si joni yang selalu berhasil kamu bikin tegang?" sahut dean sambil menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
zelia mebelalakkan matanya membulat sempurna mendengar jawaban dean. Padahal bukan itu yang ia maksud, yang zelia maksud apakah mereka bisa sedangkan dirinya saat ini masih berstatus sebagai istri orang.
dean pun demikian, ia tau kemana arah tujuan ucapan zelia. Namun ia tak mau membahas itu karena ia tak mau merusak mood baik mereka dengan menyisipkan nama orang lain ditengah kemesraan mereka saat ini.
"aihh kakak ini, mulai nakal yaaaaa..." sahut zelia sedikit kesal pada lelaki manja yang masih saja menautkan tangan diperutnya.
"tapi sekarang gabisa nyubit" ledek dean saat ia tau bahwa kedua tangan zelia sedang menggendong bayi mungil itu.
zelia mengerucutkan bibirnya mendengar candaan dean .
__ADS_1
"kak lepasin gak enak kalau diliat orang" zelia menggerakkan pundaknya agar dean menjauhkan dagunya dari sana dan melepaskan pelukannnya.
"biarkan begini dulu bi, sebentar aja. Tak akan ada yang melihat" dean malah menenggelamkan kepalanya pada tengkuk leher zelia, memejamkan mata dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh zelia yang mampu memberikan energi positif dan semangat pada dean dipagi hari.
"sudah berapa lama kalian berjemur disini" tanya dean.
"sekitar 2 jam yang lalu" sahut zelia.
"ayo masuk, nanti bisa jadi keripik anak ini kalau kelamaan kamu jemur" ledek dean yang membuat zelia mengerucutkan bibirnya mendengar celoteh dean yang sengaja mengejeknya.
.
.
beberapa hari pun berlalu, dean pun pamit pada om irwan untuk kembali ke jakarta karena alasan pekerjaan yang memang tak bisa untuk di tinggalkan. Om irwan pun mengerti itu, dan sangat berterimakasih karena dean bersedia mengantar zelia mengunjungi rumah mereka. Meski saat ini dengan berat hati dean harus pulang seorang diri .
.
"sudah. Kamu gak apa-apa kakak tinggal, atau kamu mau .."
"gak apa-apa kak, lagian zeli masih mau bantu tante ressa urus dedek bayi" pungkas zelia memotong ucapan dean saat ia tau bahwa dean akan mengajaknya kembali ke jakarta.
Dean mengangguk, ia tak mau memaksa zelia untuk kembali pulang dengannya sedangkan waktu libur zelia masih panjang.
"zeli titip sesuatu ya" ucap zelia .
"apa??"
Zelia kemudian keluar dari dalam kamar dean dan tak lama kemudian ia kembali dengan dua benda yaitu lukisan yang diberikan oleh rendi.
__ADS_1
"hufffftt" dean mendengus kesal, dean fikir zelia akan meninggalkan lukisan itu dirumah om irwan saja. Namun diluar dugaannya zelia malah meminta nya untuk membawa pulang lukisan itu.
"kakak kan bawa mobil. Jadi lukisan ini gak akan merepotkan lagi " ucap zelia sambil nyengir kuda, membuat dean bungkam tak mampu menolak permintaan kekasihnya itu.
"iya iya nanti kakak bawa, tapi jangan marah kalo nanti kakak buang disungai" canda dean sambil terkekeh karena melihat raut zelia yang seketika menjadi terkejut.
"jahatt banget ihh" lagi lagi zelia mencubit perut dean membuat dean tergelak dan merengkuh tubuh zelia dan memeluknya erat.
"kakak akan segera menjemputmu setelah semua nya selesai" ucap dean sambil mencium ujung kepala zelia. zelia mengangguk dan membalas pelukan dean dengan sangat erat.
dean melihat ke arah jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dean sengaja memilih pulang pagi-pagi agar setibanya di jakarta ia masih sempat menyiapkan berkas-berkas kerjanya.
mereka berdua keluar kamar. Terlihat tante ressa yang sudah membawa dua plastik sebagai oleh-oleh untuk dean. om irwan pun hari ini sengaja pergi ke warung agak siang, karena ia tau bahwa dean memang akan pulang pagi ini. mereka bertiga mengantarkan dean hingga ke teras rumah, zelia menggendong keponakannya yang tiba-tiba nangis saat mereka hendak keluar.
"dean pamit dulu ya om" dean menyalami om irwan dan tante ressa secara bergantian.
"ini dean dibawa yaa,hanya sedikit untuk camilan nanti dirumah" tante ressa memberikan dua plastik oleh-oleh khas daerahnya untuk dean. Awalnya dean sempat tak enak hati namun akhirnya ia menerima pemberian tante ressa dan om irwan serta mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan mereka yang sudah mau menerima kedatangannya dengan sangat baik.
"kakak pulang dulu ya" dean mencium pipi dedek bayi yang berada dalam dekapan zelia.
"cium yang gendong boleh gak?" ucap dean lirih dan hanya terdengar oleh zelia karena tante ressa dan om irwan berdiri sedikit jauh dari mereka.
"kakak..!!" ucap zelia lirih dan penuh penekanan hingga membuat dean tertawa kecil.
"kalau rindu jangan dipendam, selalu hubungi kakak ya" ucap dean. Setelah itu dean pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah mereka. Ber ulang kali dean melihat zelia dari kaca spion masih berdiri melihat kepergiannya.
"seperti janjiku, aku akan menjemputmu bi" ucap dean lirih seraya menginjak pedal gas membuat laju kendaraannya berlari kencang.
.
__ADS_1
.