Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 65. kedatangan tamu menyebalkan


__ADS_3

Waktu berjalan seiring dengan gerakan arah jarum jam. Zelia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. kali ini ia benar-benar merasa kesepian, seperti ada yang hilang dari separuh kebahagiaannya padahal baru beberapa jam dean meninggalkannya pulabg ke jakarta.


"huftt sepi banget, kalo udah begini jadi pengen teriak, kakak aku ikuttt " ucap zelia konyol.


Zelia melihat ke layar handphonenya "kata kak dean kalo gue kangen suruh hubungi dia, bodoohhh...!!! gimana cara nya coba buat ngehubungi dia? Nomor handphone nya aja gue gak tau" zelia merutuk dirinya sendiri yang merasa sangat lalai karena selama ini tak sempat untuk menyimpan nomor handphone dean. Dan disaat mereka berjauhan seperti inilah rasa rindu itu beemunculan membuatnya bingung harus bagaimana mengatasinya.


zelia memejamkan mata meresapi rindu yang sesungguhnya. "kak kembali kak, aku rindu. Ternyata rindu itu berat ya kak, bener kata dilan hiks hiks" ucap zelia meratapi nasibnya.


tok tok tok


"li tolong bukain pintu, tante lagi gantiin popok adek" teriak tante ressa dari ruang televisi. Zelia langsung bangkit dan berjalan untuk membukakan pintu. seketika hatinya kembali berbunga karena yang ia rasa bahwa yabg datang adalah dean. Dia berharap dean akan kembali untuk mengajaknya pulang bersama.


"tuhan ternyata secepat itu kau mengabulkan doa orang yang sedang rindu" batinnya.


Zelia berjalan sambil mengembangkan senyumnya untuk menyambut seseorang yang datang.


Ceklekk


Zelia membuka handle pintu "ELOooo" pekik zelia saat melihat lelaki yang berdiri tepat dihadapannya.


"hai my wife, kok terkejut gitu. Lo pasti udah kangen banget ya sama gue" ucap sean dengan sangat percaya diri sambil menyisir rambut dengan jari jemarinya.


"idihhh " jawab zelia.


"tapi sinyal-sinyal cinta gue mengatakan kalau lo udah rindu berat sama gue" ucap sean seraya mengedipkan sebelah matanya.


"kok lo bisa sampe sini sih? Tau dari mana alamat rumah ini?" tanya zelia.


"karena kekuatan sinyal cinta dari lo, hingga angin membawa gue melangkah kesini" ucap sean dengan nada syair bak pujangga. Zelia menggelengkan kepala tak habis pikir dengan kehadiran lelaki menyebalkan yang sama sekali tak pernah ia harapkan kedatangannya.


sean terkekeh melihat raut wajah zeli yang terlihat kesal menyambut kedatangannya. Sebelumnya sean memang tak tau alamat rumah om irwan dibandung, namun ia tak kehabisan cara untuk mencari tau dimana alamat rumah om irwan. sempat ia bertanya pada dean melalui chat pribadi namun dean tak membalasnya. Akhirnya sean mencari tau alamat rumah om irwan melalui sahabat zelia sewaktu tinggal dikontrakan lama, karena sean yakin sahabat-sahabat atau orang sekitar disana pasti mengetahui alamat rumah oom nya zelia.


.


Sean menerobos masuk dan berjalan melewati zelia yang sedari tadi hanya berdiri diambang pintu dan tak mempersilahkannya masuk.


tanpa dipersilahkan sean pun langsung duduk disofa ruang tamu karena mengendarai motor selama perjalanan membuatnya merasa kelelahan "sepi amat, pada kemana?? Kak dean mana?" tanya sean melirik ke sekitar ruangan yang nampak sepi.


"eh nak sean, oh iya kak dean tadi sudah pulang, baru saja beberapa jam yang lalu" sahut om irwan yang baru muncul dari balik ruang televisi.


"eh om, gimana kabarnya om?" sean langsung beranjak dari tempat duduknya dan bersalaman dengan om irwan.

__ADS_1


"lhoo berarti tadi sean gak ketemu sama kak dean?"


Tanya om irwan. Sedangkan zelia masih berdiri mematung didepan pintu.


"enggak lah om, mungkin kami sisipan dijalan om. Padahal sean kesini mau ngasih kejutan sama zelia dan kak dean, tapi yasudahlah kalau kak dean sudah pulang" sean kembali duduk disofa yang berada di belakangnya.


"iya, kamu kesini mau menjemput zelia?" tanya om irwan yang juga duduk disofa dekat sean.


"iya om, nanti sean sekalian mau ajak zelia ke bali menemui mama sama papa. Tapi sebelum itu sean mau tinggal disini dulu deh om suasana disini ternyata sejukk banget, pantes aja zelia betah lama-lama disini" ucap sean sambil melirik zelia yang memasang wajah jutek dengannya.


"boleh kan om, sean tinggal lebih lama disini??" tanya sean pada om irwan dengan gaya bicara nya yang memang tengil.


"enggak boleh !! Jangan bolehin dia tinggal disini lama-lama om. Dia makannya banyak, nanti om irwan bisa rugi besar" sahut zelia sambil melirik sean.


sean menbelalakkan matanya mendengar perkataan zelia yang menuduh dirinya makannya banyak.


"huss li, kamu sama suami sendiri kok kaya gitu. Harusnya bersyukur loh sean mau makan banyak jadi kesehatannya selalu terjaga"


jawab om irwan. Sean yang mendapat pembelaan dari om irwan pun tertawa sambil meledek zelia yang memasang wajah cemberut.


Entahlah hati zelia merasa begitu sebal saat ia tau bahwa sean datang untuk menjemputnya. Padahal ia selalu berharap bahwa dean yang nanti akan kembali untuk mengajaknya pulang.


.


.


"ishhh lo parah amat. Tidur seranjang berdua kan lebih nikmat" sahut sean tak ambil pusing atas sikap zelia terhadapnya.


"ogah, lo gak liat tuh ranjang nya kecil. Gue ogah tidur sempit-sempitan sama lo" jawab zelia yang mulai merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"hufttt nasib nasib, punya istri galaknya kaya ibu tiri. Gak ada tempat tidur lain tah disini?" Tanya sean yang merasa keberatan untuk menuruti keinginan zelia.


"tuh disebelah, kamar kak dean kemarin" jawab zelia sambil melirikkan mata nya ke kamar yang berada disebelah kamar itu.


"yaudah gue tidur disana aja. Udah tau suami lagi capek, bukannya dipijitin malah disuruh tidur di bawah" gerutu sean sambil berjalan keluar kamar dan menuju kamar yang lain.


Zelia terkekeh melihat tingkah sean, perdebatan yang selalu terjadi diantara mereka membuat kehebohan tersendiri apalagi jika sedang berdua.


.


setelah sean menjauh dari kamarnya, zelia pun bangun lalu membuka pintu jendela. Hembusan angin malam membuatnya merasakan rindu akan keteduhan saat bersama orang yang selalu mengerti dirinya.

__ADS_1


"angin, sampaikan pada nya bahwa aku sangat merindukannya" ucap zelia sambil memejamkan mata, berharap angin menghantarkan pesannya pada dean yang kini jauh dimata.


Drrrrttt drrrtt drtttt


zelia segera mengambil handphone nya diatas nakas dan melihat panggilan yang masuk.


"my prince handsome"


"siapa sih?" zelia bertanya-tanya saat melihat nama aneh yang tertera dilayar handphone nya. Zelia segera mengangkat, dan terkejut ketika mendengar suara dean dari balik sana.


"hallo cabiku" sapa dean membuat hati zelia yang sedang rindu kini seolah di penuhi dengan taburan bunga. Rindu yang semula berat seketika menjadi hilang saat suara itu menggema di gendang telinga.


"lhoo kakak? Kok bisa punya nomor handphoneku?" tanya zelia penasaran.


"ahh itu gak penting" jawab dean.


Flash back


Saat zelia menemui dean didalam kamar sedang mengemasi barang-barangnya. Saat itu pula zelia hendak menitipkan lukisan pemberian rendi pada dean agar dibawa pulang. Saat zelia pergi untuk mengambil lukisan tersebut, tanpa sengaja zelia meninggalkan handphone nya di atas tempat tidur dean. Deanpun dengan segera membuka handphone itu dan menyimpan nomor nya agar ia bisa melepas rindu meski hanya melalui telepon. deanpun segera menaruh kembali handphone zelia seperti semula saat ia mendengar derap langkah kaki zelia yang mendekat kembali ke kamarnya.


Flash back selesai.


"Oiya gimana?" tanya dean.


"gimana apa nya?" zelia kembali bertanya


"gimana? Udah rindu belum sama kakak" canda dean dari balik telpon. Zelia mengembangkan senyumnya merasa bahagia saat dean menggodanya.


"sedikit" sahut zelia.


"hufftt padahal kakak udah rindu banyak lohh ini" jawab dean.


"kakak udah dirumah?" tanya zelia.


"belum, kakak tadi langsung ke kantor. Males juga pulang kerumah karena yang dilihat cuma bocah tengil itu" jawab dean.


"haaa mana mungkin kakak bisa melihat bocah tengil itu, karena sekarang bocah yang kakak maksud itu ada disini !!"


"apaaaa????!!!!"


jawaban zelia membuat mata dean membulat sempurna karena tak percaya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2