Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 93. rindu yang kembali hadir


__ADS_3

Zelia kembali melanjutkan kegiatannya mengumpulkan beberapa barang yang hendak ia bawa. Sedangkan dean masih menatap foto itu dan mengamati wajah kedua wanita yang saling bersandingan itu dalam-dalam.


"kenapa kamu hadir kembali dalam pandanganku setelah sekian lama aku coba untuk melupakanmu"


ucap dean dalam hati seraya mengamati wajah wanita yang kini membuat rasa rindu dihatinya kembali muncul.


zelia menengok kearah dean yang masih begitu fokus mengamati foto itu. Seperti ada yang mengganjal dalam hatinya namun segera ia tepis karena ia tak ingin berprasangka buruk pada pasangannya.


"kakak masih melihat foto itu ?"


Tanya zelia seraya menepuk bahu dean membuat dean sedikit terperanjak saat tepukan zelia membuyarkan lamunannya.


"iya, kakak sedang mengamati wajah teman-temanmu dibandung dulu"


Dean mencoba mencari alasan agar zelia tak curiga dengannya


"ini bukannya lelaki gila yang waktu itu kita kunjungi?"


Dean menunjuk kearah lelaki yang berdiri tepat disamping tiara. Lelaki itu terlihat tampan dengan tubuh yang sedikit berisi dan senyum yang mengembang. Berbeda dengan penampilannya yang saat itu dean dan zelia kunjungi.


"iya, itu rendi.. Rendi itu adik sepupu kak tiara. Saat itu kak tiara sedang berlibur kerumah rendi. Selain cantik dia juga sangat baik, dulu kami sangat dekat dan sering main bersama"


ujar zelia seraya menyusun barang-barang yang sudah tertumpuk secara acak diatas meja.


Dean menelan saliva nya berat saat zelia mengatakan bahwa ia pernah sangat dekat dengan tiara.


Ingatannya pun tiba-tiba merancau mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat bersama tiara


"sayang besok aku mau liburan ke tempat oom ku di bandung, apa kamu mau ikut?"


Ajak tiara saat itu sambil duduk memeluk dean dari belakang dalam boncengan motornya.


"enggak bisa ra, aku harus bantu-bantu papa dikantor"


"huuft padahal aku ingin banget liburan bersamamu di gunung, menikmati sejukmya udara disana, sekalian aku ingin memperkenalkanmu dengan adik sepupu ku dibandung"


Tiara mengeratkan pelukannya sambil menempelkan kepala nya pada bahu dean yang mengemudikan motor dengan pelan menikmati perjalanan mereka.


"tapi gak apa-apa, aku suka melihatmu sudah mulai bekerja keras meski masih kuliah" lanjut tiara.


"iya dong, mulai saat ini aku berjanji aku akan bekerja keras, karena sebentar lagi ada wanita yang harus aku halalkan"


tiara tersenyum bahagia mendengar penuturan dean tentang keseriusannya dalam menjalin hubungan.


saat itu dean masih kuliah sedangkan tiara masih duduk di bangku kelas dua belas SMA.


Mereka sudah berpacaran sejak tiara masih baru masuk SMA dan saat itu menjadi adik kelas dean yang sudah duduk dibangku kelas dua belas.

__ADS_1


Dean kembali mengingat tragedi kepergian tiara yang secara mendadak dan meninggalkan trauma tersendiri dalam benaknya.


.


"kak, kak" zelia melambaikan tangannya tepat didepan muka dean yang sedang melamun dengan tatapan kosong.


"i_iya, apa kamu sudah selesai mengemas barang-barangmu ?"


Jawab dean tergugup saat zelia kembali membuyarkan lamunannya.


Dean mengusap wajahnya, mengapa bayang-bayang tiara kini kembali muncul dalam pikirannya.


"sudah sejak tadi aku selesai berkemas. kakak kenapa, aku lihat sepertinya dari tadi melamun terus?"


Tanya zelia yang mulai merasa aneh dengan tingkah dean setelah ia menangkap foto itu dalam pandangannya.


"enggak kok, kakak gak apa-apa"


Dean mencoba menepis anggapan zelia.


"awas ntar kesambet loh ngelamun terus"


"kakak cuma sedang memikirkan pekerjaan aja. Gapapa deh kalo kesambetnya kesambet cewek cantik kaya kamu"


Dean mencoba mencairkan suasana dengan melemparkan rayuan yang membuat wajah zelia kini menjadi merona.


"apaan sih" sahut zelia sedikit malu-malu kucing.


.


Setelah selesai mereka pun pergi meninggalkan kontarakan lama itu.


Tak lupa zelia pun pamit terlebih dahulu pada mbak wanti dan kembali menitipkan kunci rumah lama nya karena mbak wanti yang telah diberi amanat untuk menjaga rumah itu sebelum almarhum ibu pemilik kontrakan itu meninggal.


.


.


"apa kakak akan kembali kesurabaya?"


Tanya zelia menoleh kearah dean yang sedang fokus menyetir mobil menyusuri jalanan kembali ke apartemen.


"kenapa tanya seperti itu bi?"


"kakak pasti sedang memikirkan pekerjaan yang kakak tinggal disana" zelia mencoba menelisik guratan wajah dean dan mengira-ngira apa yang sedang dean fikirkan.


"disana sudah ada hans yang bisa ku percaya untuk mengurus semua nya, mungkin kakak kesana hanya untuk menengok sebentar saja, kamu gak apa-apa kan?"

__ADS_1


Dean bergantian menoleh ke arah zelia.


"aku hanya takut sendiri" jawab zelia yang kemudian menundukkan pandangannya tak lagi menatap dean.


"kakak tak akan membiarkanmu sendiri lagi bi" dean mengelus rambut zelia dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih fokus memegang erat stir kemudi.


"jadi, kakak gak akan pergi kesana lagi?" zelia tersenyum girang berharap jawaban dean sesuai dengan harapannya.


"mungkin kakak akan kesana lagi, tapi kakak berjanji kakak akan secepatnya pulang dan tak akan meninggalkanmu lama seperti kemarin"


Hati zelia kembali meredup saat mendengar jawaban yang dean berikan tak sesuai dengan harapan. Zelia kembali menunduk, ada buliran bening yang sedang ia tahan agar tak melintas di wajah cantiknya.


Bagaimana mungkin ia bisa menghalangi kepergiam dean yang ingin bekerja hanya karena ego dan rasa trauma.


"jangan bersedih, kakak berjanji kamu akan tetap aman dan tak akan kesepian lagi selama nanti kakak pergi"


"apa aku boleh ikut bersama kakak kesurabaya?"


Zelia melihat ada secercah harapan bahwa ia bisa selalu dalam penjagaan dean selama hidupnya.


"bagaimana dengan kuliahmu bi? Kakak hanya tak ingin menganggu kuliahmu saja. Bukankah kamu sangat ingin mengejar cita-cita mu itu?"


Zelia mulai mempertimbangkan ucapan dean yang memang ada benarnya.


Entah mengapa Dia bisa Seegois ini ingin mengatur hidup dean sedangkan yang dean lakukanpun semua untuk dirinya.


Zelia mengangguk tanda bahwa ia menyetujui permintaan dean dan tau semua yang dean lakukan pasti yang terbaik untuk mereka.


.


.


mereka pun kini menghabiskan waktu tinggal berdua disatu apartemen yang sama dengan ikatan cinta yang masih belum sah di mata agama. Semua itu membuat dean untuk lebih berhati-hati dan sangat menjaga zelia hingga saat pernikahan mereka tiba.


rintik hujan turun terus menerus membasahi bumi. Setibanya di dalam apartemen Dean dan zelia mulai merebahkan tubuh di tempat tidur masing-masing dan larut ke alam mimpi.


.


.


Beberapa minggu telah berlalu, dean kini memutuskan kembali ke surabaya untuk melakukan pengecekan atas pekerjaan disana selama beberapa hari.


Zelia kini terpaksa harus tinggal diapartemen milik dean seorang diri.


dean sempat menawarkan untuk mencari assisten rumah tangga untuk tinggal di apartemennya dengan tujuan lain agar zelia memiliki teman saat ia tinggal. Namun zelia nenolak tawarannya dengan alasan tak ingin menambah beban dean dengan menggaji seorang assisten yang semua pekerjaan rumah itu mampu zelia kerjakan sendiri.


Dean pun tak dapat menyanggah penolakan zelia, dan menuruti semua keinginannya.

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali melakukan aktifitas seperti biasa, dean kembali bekerja dan zelia kembali kuliah untuk melanjutkan cita-cita.


Dan kini, dean harus sering-sering pulang pergi jakarta-surabaya agar zelia tak merasa kesepian karena lama ia tinggal.


__ADS_2