Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 71. pertanyaan hans


__ADS_3

Zelia segera masuk kedalam rumah sambil menarik koper berisi pakaiannya.


"biarkan hans yang membawa nya zel" ucap dean saat melihat zelia berjalan dengan koper besar yang membuatnya terlihat kesusahan.


"gak apa-apa kak biar zeli aja" sahut zelia yang enggan merepotkan orang lain.


Perasaan zelia yang canggung, tegang juga takut memaksa nya ingin segera bergegas masuk kedalam kamar. sejak di dalam mobil, zelia takut jika hans akan menceritakan hubungan antara dirinya dan dean.


Meski hans adalah orang kepercayaan dean, namun apakah ia pun bisa harus sepercaya itu juga dengan lelaki yang baru sebentar ia kenal?


"biarlah kak dia kan wonder women !! iya gak zel" ucap sean seraya berjalan beriringan dengan zelia.


zelia mengerucutkan bibirnya lalu kembali melanjutkan langkah kaki nya masuk kedalam kamar. Sedangkan sean terkekeh melihat tingkah zelia yang selalu saja terlihat kesal dengan dirinya.


"bang, jadi kapan nih?? Jangan lupa kabar-kabar ya kalo mau merid !" lagi-lagi sean meledek hans yang berdiri di belakang dean.


Hans tersenyum kecut tanpa menjawab pertanyaan konyol sean yang secara tak langsung sedang menyindirnya yang masih menyandang gelar jomblo.


"hans ayo masuk !! " titah dean mengajak hans untuk masuk keruang kerja nya karena ia merasa tak enak hati ketika sean selalu saja meledek sahabat juga assisten pribadinya itu perihal jodoh.


Karena disisi lain, ada hatinya yang juga ikut tersindir karena ucapan sean. Dean menghindari celoteh sean dengan mengajak hans untuk segera masuk kedalam ruang kerja nya.


Hans membuntuti langkah dean. didepan adik bos nya ia tetap profesional menjalankan tugas nya yang hanya sebagai assisten pribadi. ia tak ingin orang lain apalagi keluarga dean beranggapan bahwa dean memilih assisten yang kurang ajar jika ia terlalu bersikap akrab dengan dean didepan mereka, ia tak ingin orang lain menilai bahwa ia telah bersikap yang tak sewajarnya antara seorang atasan dan bawahannya.


" jangan saling berperang pedang ya didalam ruangan nanti !!! "

__ADS_1


ledek sean sedikit berteriak sambil tertawa saat dean dan hans hendak melangkahkan kaki masuk kedalam ruang kerja.


Dean menoleh dan menatap tajam ke arah dimana sean berada. Perkataannya yang semakin didiamkan semakin ngelantur pun membuat emosi dean hampir membuncah. Sean yang menyadari tatapan itupun segera berlari masuk kedalam kamar untuk menghindari amarah dean karena candaannya.


"kalo aja bukan adik bos, udah gue sumpel tuh mulut !! " umpat hans yang sedari tadi memang ia tahan dan memilih diam saat berhadapan dengan sean.


"dia emang konyol !! " sahut dean tanpa tersinggung saat hans memaki adiknya sendiri.


"gimana? Apa sudah selesai semua pekerjaan dikantor?" tanya dean sambil menjatuhkan tubuhnya duduk dikursi kerja nya.


"aman !" hans mengacungkan jempol nya tanda bahwa semua nya sudah dapat ia kendalikan.


dean mengangguk, lalu membuka lembaran-lembaran berkas yang sudah menanti di meja kerja nya. Lembaran kerja yang separuhnya memang ia minta untuk hans selesaikan di kantor, dan sisanya ia bawa kerumah namun malah terbengkalai belum juga ia kerjakan sampai akhirnya semua kerjaan itu ia tinggal pergi kebali karena rindu pada kekasihnya yang tak dapat lagi ia tahan.


Kali ini hans beranggapan bahwa dean tanpa zelia benar-benar bagaikan burung tanpa sangkarnya. Kesana kemari tanpa arah tujuan yang jelas.


.


setelah cukup lama mereka terdiam dalam satu ruangan yang sama. Hans menatap kearah dean yang sedang sibuk berhadapan dengan segudang pekerjaannya.


Hans menarik nafas, berusaha untuk memulai obrolan santai antara dirinya dan dean meski semua itu tentang sesuatu yang sejak tadi mengusik hatinya. Seperti ada hal yang belum terselesaikan jika ia belum berhasil mendapat jawaban atas apa yang mengganjal di hati.


"de.._" ucap hans sambil mengumpulkan banyak keberanian. Ia takut bahwa dean masih belum dapat mengontrol emosinya. namun hans berfikir bahwa saat ini zelia sudah kembali ke jakarta, Jadi kemungkinan besar emosi dean sudah dapat mereda dan tak mudah meletup-letup seperti saat zelia jauh darinya.


"hmmm" sahut dean yang masih fokus pada lembaran-lembaran dihadapannya.

__ADS_1


"apa lo gak berniat buat cerita ke gue tentang dia yang sebenarnya?? " ucap hans dengan nada santai dan penuh kehati-hatian.


"dia siapa?" jawab dean. Kali ini dean masih terlihat santai meski tanpa menoleh ke arah hans yang berada di sofa ruang kerjanya. Hans menahela nafas lega, ia rasa ia bisa meneruskan pertanyaannya ke hal yang lebih inti lagi.


"wanita yang tadi satu mobil dengan kita ! Seperti ada yang aneh melihat tingkah kalian berdua yang tak seperti biasanya saat aku lihat jika kalian sedang berdua di kantor. ada apa dengan kalian? Mengapa adik konyol mu juga ikut perhatian dengannya, dia sebenarnya siapa?? "


tanya hans lebih berani untuk mempertanyakan hal yang sejak tadi ia pendam dihati nya.


"dia kekasihku"


jawab dean penuh penekanan.


"tapi mengapa _ "


" Lo gak liat gue lagi sibuk? Bukannya bantuin malah sibuk jadi wartawan !! kalo lo masih mau disini dan banyak tanya, mending lo balik ke kantor !!" titah dean menyuruh hans untuk meninggalkannya. Karena sebenarnya dean belum siap untuk menjawab semua pertanyaan hans dan semua pertanyaan itu justru membuat dirinya kehilangan fokus untuk bekerja.


hans terkekeh melihat sang bos mulai mengeluarkan tanduknya. Akhirnya hans pun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pertanyaan yang ia harap bisa mendapatkan jawaban namun ternyata semua hanya sia-sia. Hans tau bahwa dean hanya belum siap untuk menceritakan semua, namun justru semua itu membuat hans semakin penasaran tentang siapa zelia.


"yaudah gue balik dulu. De, gue selalu siap kapanpun lo mau menceritakan semua nya ke gue. kalo lo gak mau cerita pun gak apa-apa, tapi lo harus siap-siap kalo uban dikepala lo semakin banyak !!"


hans tertawa atas ejekan yang ia berikan pada dean yang sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. seketika mata dean membulat dan menatap hans tajam saat ledekan hans berhasil ditujukan untuknya.


"bangsrutttt !!! Apa beda nya lo sama bocah konyol diluar itu hansss..!!!! Enyah kau dari ruangan ini !!!" pekik dean sambil menatap hans, namun malah terdengar gelak tawa yang menggelegar saat hans mendengar celoteh gila sahabat sekaligus bos nya yang memang sudah biasa bagi nya.


Hans keluar dari ruang kerja dean dan memutuskan untuk kembali ke kantor, sebenarnya pekerjaan dikantor sudah diselesaikan namun karena hari ini ia belum sempat bertemu karina jadi ia memutuskan untuk kembali kesana.

__ADS_1


__ADS_2