
[dikediaman pak arman]
sean sudah sejak tadi berada dirumah. ia merasa seperti orang bodoh ketika sendirian dirumah. rebahan dan memainkan handphone menjadi senjata andalan penghilang kejenuhannya tanpa ada teman bicara.
sean berjalan menuju dapur untuk membuat segelas kopi hangat untuk menjadi teman bersantai malam ini. ada perasaan gundah yang sulit ia jelaskan.
berulang kali ia melihat jam pada layar handphone nya, waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 sore menjelang malam.
"kok tumben zelia belum pulang, kemana dia ya??" batin sean
sean terus mengaduk kopi yang berada didepannya namun fikirannya melayang menerka-nerka zelia sedang dimana.
"bik apa kak dean belum pulang?" tanya sean pada bik darmi yang kebetulan sedang melintas dihadapannya .
"belum den, den dean sepertinya belum pulang. mungkin sedang lembur den " jawab bik darmi, lalu kembali berjalan meninggalkan sean yang masih terpaku sambil mengaduk kopi di dapur.
sean beralih berjalan menuju ke kursi diatas balkon yang menjadi tempat ternyaman baginya untuk bersantai. sean menyurup kopi buatannya yang pasti tak seenak buatan zelia, namun sayang sean belum pernah merasakan kopi hangat buatan istrinya sendiri.
sean menyalakan api pada benda kecil yang dia apit diantara dua jarinya lalu menghisapnya dan menghempaskan kepulan asap itu ke udara. dia berusaha untuk tetap tenang meski hatinya sedang mengkhawatirkan zelia. entahlah, apakah cinta itu sudah menembus kedalam hatinya atau hanya sebatas khawatir karena dia lah penanggung jawab atas seluruh kehidupan zelia yang kini bukan lagi bertumpu pada ayahnya. entah sudah beberapa batang benda kecil tersebut yang telah sean nyalakan namun belum nampak tanda-tanda zelia akan datang. hingga akhirnya terdengar suara moge yang berjalan mendekat memasuki area halaman rumah.
sean beranjak dari duduk nya berjalan mendekat ke tepian balkon hanya untuk sekedar memastikan siapa tamu yang datang .
"tumben kak dean ke kantor bawa motor. lhoo kenapa itu bisa sama zelia?"
batin sean bertanya-tanya saat melihat bahwa motor yang memasuki halaman rumahnya ternyata motor kak dean. terlihat zelia pun turut berada di atas motor itu.
__ADS_1
sean bergegas masuk kedalam kamar lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa. kepala nya bersandar pada tepian sofa sambil ia memainkan handphonenya.
tap tap tap
terdengar suara langkah zelia yang berjalan mendekat menuju ke dalam kamar. zelia membuka handle pintu lalu masuk dan kembali menutup pintu tersebut. terlihat sean yang sepertinya sedang asyik dengan handphone nya sambil sesekali tertawa .
zelia berjalan melewati sean tanpa melirik ke arahnya. sedangkan sean, wajahnya menghadap pada layar handphone namun mata nya bergerak mengikuti kemana arah zelia bergerak.
zelia melepas flatshoesnya dan menaruh tas nya. ia duduk didepan meja rias hanya untuk melepas lelahnya sekejap.
"dari mana aja? tumben baru pulang?!" sean tak tahan untuk memberikan pertanyaan yang sedari tadi mengganjal di hatinya. zelia melirik ke arah sean rebahan dari pantulan cermin dihadapannya.
"tumben lo perhatian sama gue? harusnya tuh gue yang tanya sama lo, lo kemana? kenapa gak ikut ujian, lo udah bosen kuliah?" ujar zelia sambil menatap sean tajam meski hanya lewat pantulan kaca.
sean bangkit lalu duduk disofa mendengar ucapan zelia yang penuh dengan penekanan.
"emang lo semalem tidur dimana?" tanya zelia yang kini sudah memutar tubuhnya menghadap ke arah sean.
"gue semalem tidur dirumah bondan, eh sialan itu si bondan. dia pagi-pagi gak bangunin gue" sahut sean.
"kenapa juga lo sampe tidur tempat dia, lo lupa jalan pulang? atau lo semalem mabok ya" kini zelia berjalan ke arah sean mencoba mengintimidasi sean dari kedekatan.
"zel jangan bilang kak dean ya, please" sean tak habis pikir mengapa zelia bisa mengetahui alasan utama sean tak berani pulang kerumah malam tadi.
"ckkk udah gue duga" zelia berjalan mengambil handuk dan pakaian dalam karena ia sudah cukup merasa kegerahan dan harus membersihkan diri.
__ADS_1
"zel, tadi ujiannya jadi?" pertanyaan sean mampu menghentikan langkah zelia yang hampir saja masuk ke dalam kamar mandi.
"lo kira ujian bisa di pending" cetus zelia lalu kembali berjalan masuk dan mengunci pintu kamar mandi
"zel ntar gue kasih tau ya, tadi soal ujian nya apa aja" teriak sean kepada zelia namun sudah tak terdengar jawaban untuknya.
zelia keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk yang melilit ditubuhnya. sean melirik sekilas ke arah zelia dan ini bukan pertama kalinya ia melihat zelia keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sama. zelia memilih baju yang tadi tak sempat ia bawa kedalam kamar mandi. adegan beberapa waktu lalu kini terulang kembali, ketika sean melihat paha mulus zelia yang hampir terlihat sempurna saat zelia meninggikan dirinya untuk mengambil sesuatu yang berada di bagian atas lemari.
sean segera kembali menatap layar handphone sebelum ia ketangkap basah sedang mencuri pandang ke arah istrinya itu.
"aaaaaaaaaaaaaa"
teriak zelia memekik membuat sean seketika bangun dan berjalan setengah berlari ke arah zelia.
"hey kenapa?" tanya sean yang kebingungan mengapa tiba-tiba zelia berteriak seperti orang yang sedang kesetanan.
"hiiiii ituuuu" zelia memeluk sean yang berada dihadapannya sambil menujuk ke arah lemari. berulang kali zelia mengangkat kakinya secara bergantian, seperti orang yang ketakutan, merasa geli juga merasa jijik. namun sean tak menemukam suatu apapun didalam lemari zelia yang menjadi penyebab gerakan aneh zelia dalam pelukannya saat ini.
"ada apa zel?? gak ada apa-apa kok" sean masih celingukan mencari sesuatu yang aneh dari dalam lemari zelia.
"iiittt ituu disituu ada cicak" jawab zelia terbata-bata sambil terus melakukan gerakan yang sama.
seketika sean tertawa terbahak-bahak mendengar alasan zelia berteriak yang membuatnya kebingungan.
"malah ngetawain lagi, geli tau" zelia memukul-mukul dada sean meski dengan tingkah layak nya orang sedang merasa geli dan jijik.
__ADS_1
"cuma cicak aja lo takut !!? yaudah iya tenang aja selagi ada gue lo pasti aman, akan gue pastiin cicak itu gak kan gangguin lo lagi" ujar sean mencuri perhatian zelia agar ia mau memberi kisi-kisi soal ujian kepadanya.
zelia masih berada dalam dekapan sean, tanpa ia sadari bahwa handuk yang melilit ditubuhnya kini telah terjatuh ke lantai. sean melingkarkan tangannya ke pinggang zelia, ia menyadari bahwa tangannya bersentuhan langsung dengan kulit zelia. sean melihat tubuh bagian belakang zelia yang hanya menggunakan pakaian dalam. entah mengapa, yang sean rasa pesona zelia jauh berbeda dari wanita biasanya. meski ini bukan kali pertama baginya melihat tubuh polos seorang wanita, tapi lekuk tubuh zelia terlihat begitu sempurna. namun, selama ini zelia sangat pandai menyembunyikan bentuk lekuk tubuhnya dibalik kaos oblong atau kemeja yang memang sedikit longgar dan tak membentuk lekukan sama sekali.