Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 107. apa dean marah?


__ADS_3

zelia mengerjabkan mata berkali-kali saat cahaya matahari menembus kaca besar dengan gorden yang masih tertutup rapat.


tangannya meraba kesamping ia tidur namun sisi sebelahnya terasa begitu luas. Zelia merasa kehilangan lengan kekar yang sejak semalam memeluk tubuhnya memberikan kehangatan. Namun pagi ini hanya tersisa selembar selimut tebal yang menutupi tubuhnya dengan sempurna.


zelia segera bangun dan benar saja bahwa ia sudah tak mendapati dean berada disampingnya, diatas tempat tidur yang sama seperti semalam .


zelia berjalan dengan langkah gontai karena nyawa nya yang mungkin belum terkumpul semua. Ia segera pergi mencari dean ke dalam kamar mandi hingga ke seluruh sudut ruangan lainnya. namun nihil, karena dean tak kunjung juga ia temui.


Entah kemana lelaki itu pergi pagi-pagi buta seperti ini namun zelia merasa bahwa yang dean lakukan ini tak seperti biasa nya.


"kak dean pasti marah gara-gara semalam"


umpat zelia merutuk dirinya sendiri yang telah berhasil membuat lelaki yang ia sayangi begitu kecewa hingga meninggalkannya pagi-pagi sekali.


Zelia yang sedang duduk ditepi ranjang pun menarik selimut yang berada diatas tempat dengan kasar lalu melemparkan selimut itu ke segala arah karena merasa kesal atas kebodohan yang ia lakukan.


"mengapa aku bisa sebodoh ini sih !! Kak dean maafin zeli " teriaknya dengan air mata dan isakan tangis yang keluar dari mulutnya tiada henti.


cukup lama zelia menangis meratapi kebodohannya sendiri. Ternyata menangis dapat menguras tenaga. Apalagi pagi ini zelia belum memasukkan makanan sedikitpun kedalam perutnya hingga airmata yang berjatuhan membuat tubuhnya merasa lemas.


Zelia berjalan menuju dapur. Bahkan ia tak menemukan makan yang tersaji disana karena sejak tadi ia hanya sibuk menumpahkan kekesalan pada dirinya.


"berarti tadi kak dean gak sarapan"


gumamnya lirih.


Kini zelia mulai mengeksekusi makanan cepat saji yang berada didalam lemari pendingin untuk mengganjal perut laparnya pagi ini.


Alih-alih rasa bersalahnya yang terlalu besar pada dean. Zelia berinisiatif untuk memasak makanan kesukaan dean dan mengantarnya langsung ke kantor untuk makan siang.


Zelia tersenyum saat ia rasa ide nya sangat brilian dan dean pasti akan menyukainya. Zelia berharap dean mau memaafkan semua kesalahannya.


.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh. zelia yang sudah bersiap untuk pergi kekantor dean pun langsung memesak ojek online untuk mengantarkan dirinya kesana. Tak lupa makan siang khusus untuk sang suami pun sudah ia siapkan dengan sempurna.


Ia sengaja datang lebih awal agar dapat menikmati moment berdua didalam kantor sang suami lebih lama.


Zelia mengibarkan senyum membayangkan bagaimana reaksi dean saat tau dirinya datang memberi kejutan.

__ADS_1


Mendapati pesan dari ojek online yang ia pesan bahwa ia sudah tiba di halaman gedung apartemen, zelia segera beranjak turun menaiki lift sambil menenteng totebag berisi makan siang untuk dean.


sang supir ojek itu pun dengan senang hati mengantarkan zelia ke tempat tujuan. Bahkan demi sang suami tercinta, Panas terik matahari dan debu jalanan tak lagi zelia hiraukan.


Setibanya didepan gedung kantor milik dean, zelia segera masuk menuju ruang utama suaminya. Tak lupa ia memberikan selembar uang kepada supir ojek itu sebagai upah bayaran karena telah mengantarnya.


Zelia melihat suasana kantor yang nampak sepi karena memang belum saatnya jam istirahat.


"sekretaris hans !!"


teriak zelia memanggil assisten suaminya saat ia melihat hans berjalan menuju ke ruangan lain.


"nona, eh nyonya aduhhh aku manggilnya siapa ya sekarang"


terlihat hans menggaruk kepala karena bingung untuk memanggil zelia dengan sebutan apa. Hans menyadari bahwa saat ini zelia telah resmi menyandang status sebagai istri bos besar nya. Oleh karena itu ia pun harus menghormati zelia sebagaimana ia menghormati dean dikantor ini sebagai atasan.


"panggil zeli aja" tegas zelia gak mau ribet dengan panggilan yang akan hans sematkan untuknya.


"kak dean ada?" lanjutnya sambil menaikkan kedua alis menatap hans.


"hmmm dean lagi ada meeting, belum dapat di ganggu" jawab hans.


"kemungkinan besar sih iya. Karena dia sedang meeting dengan klien dari luar negri"


Zelia menghela nafas panjang. Sepertinya hari ini kesabarannya benar-benar sedang diuji. Ia pun turut menyadari bahwa mungkin seperti inilah yang dean rasakan untuk menghadapi sifatnya yang kadang masih labil.


"baiklah. Aku titip ini untuk makan siang kak dean" zelia mengulurkan totebag yang ia pegang ke arah hans.


"oke" jawab hans menerima totebag tersebut.


.


.


Zelia kembali keluar dari kantor dean bahkan ia belum sempat masuk kedalam ruang kerja suaminya itu.


Lagi-lagi zelia terus menghela nafas panjang yang terkesan kasar disepanjang perjalanan . Sebenarnya hatinya merasa sangat kesal, namun ia tak tau harus berbuat apa.


"pa harus ngambek seperti biasanya? Ahh itu kan gaya bocah sekali. Aku kan ingin menunjukkan bahwa aku sudah dewasa didepan kak dean"


batin zelia seraya mengatur nafas menghirupnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Zelia berharap rasa kesal dan kecewa dalam hatinya karena tak dapat bertemu dengan dean dapat hempas bersama deru nafas yang ia hirup lalu ia hembuskan ke udara.

__ADS_1


.


setibanya dihalaman kantor zelia kembali melihat supir ojek online yang tadi mengantarnya belum pergi dari sana kemungkinan karena supir itu sedang berbicara ditelpon. Zelia segera menghampiri tukang ojek tersebut dan meminta untuk mengantarnya kembali ke apartemen daripada ia harus memesan ojek online lainnya.


"lho ada apa neng?" tanya tukang ojek itu cukup terkejut saat zelia menepuk bahunya dari belakang.


"antar saja pulang!" jawab zelia.


"sekarang ?"


Zelia hanya mengangguk lalu meraih helm yang tadi ia pakai saat berangkat lalu memakai helm itu kembali.


tukang ojek itu pun langsung mengakhiri panggilannya dan bersiap untuk mengantar zelia kembali.


"apa lowongannya udah tutup ya neng?" tanya tukang ojek itu ditengah perjalanan.


"maksudnya?" zelia benar-benar tak mengerti dengan pertanyaan tukang ojek satu ini.


"neng tadi mau melamar kerja kan? Tapi ini langsung pulang lagi apa karena udah gak ada lowongan??" jelas tukang ojek tersebut.


zelia menelan saliva nya kasar. Apa orang melamar kerja akan berpenampilan seperti dia sekarang ini???


Zelia enggan meladeni ocehan tukang ojek tersebut yang sudah merekomendasikan untuk mencari pekerjaan ditempat lain.


"apa penampilan gue kaya orang mau ngelamar kerja?" batin zelia semakin kesal.


Zelia hanya diam, sesekali ia mengangguk untuk menjawab pertanyaan tukang ojek yang begitu ingin tahu tentang hidup dan pekerjaannya.


Namun memang tak ada yang bisa disalahkan dan wajar saja jika tukang ojek itu mengira zelia adalah seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Karena setiap orang yang melihat nya pun mungkin akan mengira dengan hal yang sama .


sebenarnya zelia ingin sekali menjelaskan siapa dirinya namun ia malas untuk menjelaskan sesuatu yang mana mungkin dengan mudah dapat dipercaya orang lain.


Mana mungkin istri big bos kekantor suaminya panas-panasan naik ojek online !


Mungkin begitulah kira-kira jawaban mereka yang meledek zelia jika mendengar penjelasan darinya.


.


.


zelia segera masuk ke dalam apartemen. Hati nya yang kesal benar-benar membuatnya gerah seperti akan terbakar. Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi dan merendamkan diri di dalam bathtub meski sebelum pergi kekantor dean ia sudah mandi.

__ADS_1


__ADS_2