
Zelia yang baru saja selesai mandi kini kembali duduk didepan cermin. Sedangkan dean memilih duduk di tepi ranjang sambil memainkan handphone dengan tubuh bagian bawah yang hanya terbalut dengan handuk.
Zelia memperhatikan dean yang sepertinya sedang sibuk berbalas pesan pun mendadak menjadi kesal.
"chatingan sama siapa sih? kayanya asyik banget !"
cetus zelia.
"oh enggak sayang. Ini lagi balas pesan dari hans" dean mengalihkan pandangannya menatap zelia.
Dean berjalan mendekat ke arah zelia sebelum sang nyonya kembali merajuk.
dean memeluk tubuh mungil itu dan mencium sebelah pipi zelia yang siang ini sudah berhasil melayani gempurannya sebanyak dua kali.
"janji kan? Hari ini akan menuruti semua keinginanku?" tanya zelia untuk mengingatkan kembali apa yang tadi sempat dean janjikan.
"heemm" dean menaruh dagunya pada pundak sang istri.
"baguslah !! Yaudah buruan ganti, cari baju didalam lemari . Setelah ini aku mau kita jalan-jalan"
pinta zelia yang kemudian bangun untuk mengganti pakaian. Dean pun hanya bisa mengikuti keinginan sang istri dengan memilih pakaiannya sendiri didalam lemari. Ia tak berani membantah saat zelia tak menyiapkan baju ganti untuknya, karena hari ini ia sudah berjanji untuk menuruti semua keinginan zelia.
"inget ya !! Jangan pakai baju yang formal !"
pesan zelia pada dean sebelum ia menghilang di balik pintu kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sendiri.
.
.
Mereka berdua kini telah siap untuk pergi. Dean nampak begitu tampan dan sepuluh tahun lebih muda dengan kostum yang ia pilih sendiri dan terlihat begitu serasi.
.
"jadi kita mau kemana??"
Tanya dean .
"shopping" jawab zelia girang. Zelia mengembangkan senyum disepanjang perjalanan.
"baiklah" dean melajukan mobilnya ke sebuah mall terkenal di jakarta.
.
mereka berdua langsung masuk kedalam mall, tak lupa dean memakai masker sebelum sang istri keluar tanduk ketika ketampanannya menjadi konsumsi publik khususnya kaum hawa.
Zelia tersenyum senang melihat dean kini lebih peka untuk tidak membuatnya menjadi cemburu seperti saat dean datang ke kampus nya tanpa mengenakan masker.
Dean pun menggenggam tangan zelia sepanjang mereka berkeliling mall. Zelia pun cukup mengerti bahwa dean selalu ingin memberitahu dunia bahwa dirinya kini telah resmi menjadi miliknya.
"aku kesana dulu kak"
zelia menunjuk ke suatu tempat dimana sepatu-sepatu dengan brand terkenal berjejer rapi, sedangkan dean memilih untuk duduk dikursi sambil menunggu zelia yang sedang sibuk hilir mudik memilih barang yang ingin ia beli.
__ADS_1
"apa itu?"
mata dean tertuju pada sesuatu yang berhasil menyita perhatiannya. Terlihat seringai jahat dari sudut bibirnya saat ia melihat pakaian-pakaian yang pasti akan sangat menambah gairah keperkasaannya.
"mbak saya mau semua ini !" ucap dean kepada petugas mall tersebut.
"baik pak" jawab petugas itu meski ia terheran mengapa lelaki itu membeli semua baju dengan model yang sama dan hanya berbeda warna.
Setelah selesai berbelanja beberapa pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya. Zelia mengajak dean untuk mencari makan. Karena tanpa ia sadari bahwa kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Antas saja cacing-cacing didalam perut sudah berdemo meminta asupan makanan setelah kelelahan berkeliling mall selama berjam-jam.
seperti biasa zelia lebih dulu memilih menu makanan yang ingin ia pesan , sebelum dean yang memilihkan dan membuat meja mereka seperti meja prasmanan.
"belanjaanku tadi amankan kak?"
tanya zelia yang khawatir dengan semua belanjaan miliknya.
Karena antrian dikasir yang cukup panjang. Dean meminta seorang petugas mall untuk membawa semua belanjaan zelia ke kasir dan setelah itu dean meminta petugas tersebut untuk mengantar langsung semua belanjaan zelia ke dalam mobil miliknya. Petugas itupun dengan senang hati menuruti perintah dean karena tips yang dean berikan lumayan besar.
"tenang aja, pasti aman" jawab dean.
Drrrtttt drrrttt drrrtttt
Getaran handphone dean membuyarkan kenimatan mereka yang sedang menyantap makan malam .
"siapa?" tanya zelia saat melihat dean hanya melirik ke arah layar handphone yang menyala.
"hans " jawab dean singkat.
"astagaa.... Kenapa sih itu orang bisa nya ganggu waktu kita mulu !" umpat zelia.
Drrrttt drrrttt drrttt
Getaran handphone itu kembali menganggu makan malam mereka. Bahkan kali ini dean menghentikan sendok berisi makanan yang hendak ia suapkan pada zelia tepat didepan mulut zelia. Dean melirik ke layar handphone nya untuk memastikan siapa yang melakukan panggilan kali ini.
Zelia yang sejak tadi menunggu suapan dari dean pun terpaksa melahap sendok berisi nasi di hadapannya itu dengan paksa karena dean menghentikan dengan tiba-tiba.
"coba diangkat dulu itu telpon si hans! Ganggu banget tau gak ?!!"
Bahkan kali ini panggilan masuk dari hans berhasil membuat zelia benar-benar kesal. Seandainya hans berada dihadapannya, saat ini juga ingin rasanya ia memakan hans hidup-hidup.
"hallo, kenapa?" tanya dean pada hans dari balik telpon.
"lo lagi ngapain sih de, dari tadi gak diangkat-angkat !! Lagi tanggung ya " bahkan hans malah menjawab pertanyaan dean dengan bercanda.
Dean melirik ke arah sang istri yang sudah menampakkan wajah kesal karena hans yang sejak tadi mengusik kenyamanan mereka.
"udah gak usah basa basi ! Ada apa? sudah malam begini kamu nelpon terus ! Apa sudah siap ku pecat !!"
disebrang sana hans menelan saliva nya kasar. Apa sefatal itu panggilan yang ia lakukan untuk bos nya yang memilih pulang lebih awal sedangkan dikantor masih banyak pekerjaan.
"de, gue cuma mau ingetin kalo masih ada berkas yang belum lo tanda tangani" ucap hans dengan singkat dan jelas.
"yang mana lagi?"
__ADS_1
"yang kontrak kerjasama dengan klien dari jepang"
Dean menepuk jidat nya dan baru menyadari bahwa masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan karena tadi ia terburu-buru untuk pulang lebih awal.
"ditunda besok bisa gak?" dean melirik zelia yang sudah memasang wajah kesal dan tak mungkin mengijinkannya untuk kekantor malam ini.
"gak bisa. Karena mereka sudah meminta kiriman berkas-berkas itu"
dean segera memutus secara sepihak obrolan mereka. Sedangkan disebrang sana hans hanya bisa menggelengkan kepala tak tau lagi dengan tingkah bos besar yang kadang suka seenak jidatnya.
.
"bi...." panggil dean lembut.
"kenapa?" zelia melahap makanan dengan kasar.
"bolehkan aku pergi kekantor dulu, sebentar aja" rengek dean meminta persetujuan zelia.
"harus sekarang?? Ini kan udah malam kak !"
tanya zelia.
"iya bi, ada pekerjaan yang belum kakak selesaikan" jelas dean seraya melebarkan senyumnya.
"kamu itu bos bukan sih! Masa ke kantor sampai malam seperti ini "
dean hanya bisa nyengir kuda mendengar ocehan sang istri tercinta yang sudah mirip siaran di radio.
"boleh ya..." rengek dean layaknya anak kecil meminta ijin pada ibunya.
"yaudah ! Tapi aku ikut"
pinta zelia dengan tegas.
"oke sayang" dean semakin mengembangkan senyumnya.
"kita langsung kesana. Gak usah pulang dulu apalagi ganti baju" jelas zelia.
"oke" .
.
.
Kini mereka tiba di kantor dean. mereka berdua berjalan di lobi kantor dengan tangan yang saling bergandengan.
"malam pak"
Banyak karyawan yang bekerja lembur menyapa kedatangan bos mereka . Meski mereka terheran-heran dengan penampilan dean saat ini yang terkesan sangat santai tak seperti biasa.
Dean pun hanya bisa membalas sapaan mereka dengan ramah meski ia dapat mengartikan tatapan aneh dari karyawannya.
.
__ADS_1
.