Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 44. wanita jal*ng


__ADS_3

cukup lama mata mereka bertemu dan saling tatap. namun zelia segera mengalihkan pandangannya dari wanita itu


baru saja sepersekian detik zelia mengalihkan pandangannya, terdengar kata-kata ketus dari perempuan tersebut yang sangat tertuju untuknya "dia cuma selir, aku tau banget siapa wanita yang sangat dean cinta dan itu bukan dia yang seperti wanita jal*ng murahan. dia hanya pelarian, dia bukan selera dean yang sesungguhnya!! " ujar wanita yang sejak tadi menatap zelia penuh kebencian.


zelia langsung menatap tajam kearah wanita dengan ucapan ketus yang penuh penghinaan untuk dirinya.


dia siapa? kenapa dia seperti tau banget dengan selera kak dean? apa benar aku ini hanya pelarian???


batin zelia bergejolak karena mendengar ucapan wanita tersebut. entah mengapa kali ini ia seolah termakan dengan ucapan orang lain yang biasanya hanya ia anggap angin lalu. tapi melihat dari gelagat nya bahwa wanita ini bukan hanya pegawai kantor biasa. dia seperti memiliki kedekatan khusus dengan kak dean meski hanya sebatas masalah kerja. begitulah kurang lebih dugaan hati zelia.


"kamu bener rin! dia cuma pelampiasan, secara kamu ini kan udah bertahun-tahun jadi sekertaris pak dean, so kamu lebih tau dong bagaimana selera pak dean" sahut salah satu temannya sambil tersenyum kecut ke arah zelia.


ternyata semua dugaan zelia itu benar, bahwa wanita itu adalah salah satu wanita yang juga dekat dengan dean, karina yang sudah bertahun-tahun menjabat jadi sekertaris pribadi kak dean. mereka pernah dekat meski dean hanya menganggapnya sebatas teman biasa namun setelah itu dean selalu menjauh dari karina karena ia tau bahwa karina menaruh hati padanya, sedangkan salah satu tujuan dean dekat dengan karina hanya untuk menjodohkan karina dengan hans sang assisten pribadinya.


.


tangan zelia mengepal, rahangnya mengeras mendengar ucapan wanita ****** yang ditujukan untuk dirinya. zelia bersiap bangkit dari duduknya untuk menghampiri wanita yang menyebutnya wanita ******, namun dean sudah lebih dulu datang dan menghampirinya.

__ADS_1


"mau kemana? " tanya dean yang melihat zelia sudah berdiri dari tempat duduknya.


"mau pulang" sahut zelia sambil meraih tasnya yang berada diatas meja.


kali ini zelia mengurungkan niatnya untuk mendatangi wanita itu karena tak ingin dean terlibat dalam keributan yang pasti terjadi diantara mereka.


"kamu gak apa-apa kan zel? " tanya dean saat melihat ekspresi zelia yang kini menjadi berbeda. "zeli gak apa-apa kak" ucap zelia sambil tersenyum tipis, mencoba menutupi isi hatinya karena tak ingin membuat dean khawatir dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengannya.


"yaudah ayo kita pulang" jawab kak dean yang sudah berdiri didepan zelia. zelia segera meraih lengan dean dan bergelayut manja disana. zelia menoleh ke arah wanita yang masih menatapnya penuh kebencian. zelia sengaja berperilaku manja agar terlihat lebih mesra di hadapan ketiga wanita yang benar-benar membuat mood makannya hilang sore ini. terlihat seringai jahat di sudut bibir zelia yang memberikan tanda kemenangan saat berjalan dihadapan meja tempat dimana mereka bertiga berada. meski isi hati zelia yang sebenarnya saat ini merasa begitu kesal namun terselip rasa puas karena zelia berhasil membuat salah satu wanita itu terbakar rasa cemburu. zelia berusaha untuk tetap tangguh meski saat ini hatinya terasa sangat rapuh.


zelia dan dean tiba ditempat dimana mobil dean terparkir, terlihat disana sudah ada tiga pelayan lelaki yang membawa bungkusan makanan yang tadi dean minta untuk di bawa pulang. dean segera menginstruksikan kepada pelayan itu untuk segera menaruh semua bungkusan itu kedalam mobil, setelah selesai ketiga pelayan itupun lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"kamu gak apa-apa? kamu gak suka makanan nya? " dean merasa bingung ketika melihat zelia yang terdiam disepanjang jalan, tanpa ada obrolan seperti biasa.


"enggak, zeli suka" jawab zelia singkat sambil menoleh ke arah luar dari kaca mobil, zelia sengaja memalingkan wajahnya dari dean. entah apa yang membuatnya merasa tak nyaman atas ucapan wanita tadi. seperti ada sesak yang menghujam jantungnya saat wanita tadi menyebutnya wanita jal*ng. serendah itukah diriku? batinnya. hatinya masih saja terngiang-ngiang dengan ucapan karina sekertaris pribadi kekasihnya.


.

__ADS_1


dean yang merasa bahwa sikap zelia kali ini berbeda dengan saat sebelum mereka tiba direstoran kini menghentikan laju mobilnya. dean menepikan mobilnya di tepi jalan raya karena tak tahan ingin segera mempertanyakaan ada apa dengan zelia yang sesungguhnya.


"kamu kenapa cabiku? " tanya dean yang kini menatap lekat kearah zelia yang masih melihat ke luar mobil dari balik kaca.


"zeli gak apa-apa kak" zelia merasa tak sanggup untuk membalas tatapan dean yang dia sadari bahwa dua mata dean sedang menatapnya.


"enggak zel, kamu berbeda. apa kakak salah ucap? atau kamu gak suka dengan makanan direstoran tadi? atau _"


"udah zeli bilang zeli gak apa-apa" ucapan dean tertahan saat zelia menjawab ketus perkataannya. dean mengusap wajahnya, begini sulitnya berpacaran dengan anak kecil yang masih sangat labil pemikirannya.


"cabi bicaralah, gimana kakak bisa tau letak kesalahan kakak berada dimana kalau kamu diam saja begini? " ucap kak dean lembut sambil membelai rambut zelia. sekuat hati dean berusaha untuk menahan emosi dan mengerti isi hati wanita kecil kesayangannya ini.


zelia terdiam, mencoba menahan air mata yang saling dorong mendorong untuk keluar dari tempatnya .


jangan cengeng zeli, masa gini aja lo udah mau nangis. kak please letak kesalahan bukan sama kakak tapi kenapa zeli sakit banget dipandang sebagai wanita jal*ng dan sebagai pelampiasan kakak.


rutuk zelia dalam hati saat ia lebih mendengar omongan orang lain daripada percaya bahwa dialah satu-satunya wanita spesial dalam hidup dean saat ini.

__ADS_1


dean memutar tubuh zelia yang membelakanginya , dean sadar bahwa saat ini zelia sedang menghindar dari tatapan matanya. "zeli, bicaralah apa yang mengusik hatimu" ucap dean lembut dengan kedua tangan yang menangkup diwajah mulus zelia. zelia menundukkan pandangannya tak sanggup untuk menatap mata dean. "biacaralah cabiku sayang" ucap dean lirih sambil mendekatkan wajahnya ke wajah zelia sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centimeter saja.


zelia menggeleng tak tau harus berbicara apa. mungkin bisa terbilang lebay namun ini soal hati yang memang sensitif dan mudah sekali rapuh meski hanya sekedar mendengar sebuah ucapan. jika seandainya tak ada dua lelaki didalam hidupnya yang berperan sebagai kekasih dan sebagai suami, mungkin hatinya pun tak akan sebaper ini ketika sebutan wanita jal*ng itu tertuju padanya. meski ada dua lelaki, namun hatinya hanya untuk satu diantara mereka berdua, lalu apakah ia masih bisa disebut wanita jal*ng ???


__ADS_2