
Sean dan zelia telah tiba di bali. Bu ida dan pak arman menyambut kedatangan mereka berdua dengan senang hati. bu ida dan pak arman cukup mengerti mengapa mereka hanya datang berdua tanpa anak sulungnya karena alasan pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.
zelia berhambur memeluk mama mertuanya dan menyalimi papa mertuanya yang telah lama tak berjumpa. Begitupun dengan sean yang memeluk mama papa nya secara bergantian sebagai pelepasan rasa rindu yang tak dapat lagi ditepiskan. Si bungsu manja yang kini harus belajar mandiri saat jauh dari mama dan papa, bukanlah hal yang mudah bagi sean, namun ia bertahan karena statusnya sebagai seorang suami dan keberadaan zelia di hidupnya.
.
.
zelia berdiri terdiam sambil menatap indah nya lautan yang terbentang di hadapannya dari balik jendela kamar. Posisi kamar yang berhadapan langsung dengan bibir pantai mampu menciptakan panorama yang berbeda. pemandangan yang indah membuat siapa saja pasti takjub melihat dan menikmati ciptaan tuhan yang sangat luar biasa.
Namun kali ini tidak berlaku bagi zelia, yang sedang di landa rasa rindu dan situasi hati yang juga sepi. Beberapa hari sudah ia berada dibali, namun tak ada obat kesepian baginya meski sean seringkali berusaha untuk menghibur, tetap saja seperti ada yang hilang dalam hatinya yang membuatnya kesulitan untuk dapat tersenyum ceria seperti biasa.
Zelia tak tau apakah dean akan datang menemuinya atau tidak. rasanya ingin sekali saat itu juga zelia bertanya pada bu ida namun sepertinya itu adalah hal yang tak mungkin bisa ia pertanyakan. Bahkan akhir-akhir ini dean begitu sulit untuk dihubungi membuat zelia benar-benar merasakan beratnya rindu.
Drrrtttt drrrttt drrttt
Zelia segera mengambil handphone yang sudah beberapa hari tergeletak diatas nakas, ia melihat nama 'my prince handsome' dalam layar handphone..seketika senyuman manis itu mengembang langsung dari bibirnya.
"hallo" sapa zelia dengan girangnya.
"hallo bi, ap kamu masih dibali?" tanya dean dari balik telpon.
Rasa rindu yang semula membeku kini seolah langsung meleleh dan mencair saat suara lelaki yang sangat ia rindukan itu terdengar kembali dari balik telpon.
"masih, kakak kapan kesini?" tanya zelia penasaran dan tak sabar untuk dapat berjumpa kembali denga seseorang yang selalu membuat gairah semangatnya membara serta kebahagiaan dalam hidupnya kembali tercipta.
"hmmm kakak belum tau bisa kesana atau tidak. Disini banyak pekerjaan yang harus kakak selesaikan" jelas dean memberi pengertian.
"huftt tapi kan kak_..."
Tutt tuuuttttt tutttt
"sial kenapa harus mati ini handphone" umpat zelia kesal saat melihat handphone nya low karena beberapa hari jarang ia perhatikan pengisian batrai nya. Baru saja ia ingin mengungkapkan rasa rindunya namun panggilannya harus terputus karena handphone yang tiba-tiba saja mati.
__ADS_1
.
.
"hei daripada ngelamun mending ikut gue" ajak sean yang baru masuk dan melihat zelia sedang berdiri di depan jendela sambil terdiam.
zelia menggelengkan kepala sambil terus melihat pemandangan luar tanpa sedikitpun menoleh ke arah sean yang baru muncul. Masih sangat terngiang dalam benaknya yang baru saja dapat tersenyum karena mendengar suara dean. Zelia sangat berharap dean akan segera menyusulnya namun semua seolah hanya harapan belaka karena dean sendiripun tak bisa memastikan apakah dia dapat menyusul zelia karena alasan pekerjaan yang banyak dan tak dapat ditinggalkan.
"ayolah... Disana rame tuh, ada pak bambang juga noh lagi bersihin pantai" sean menunjuk ke arah seorang lelaki yang berdiri ditepi pantai.
Tanpa meminta persetujuan dari zelia, sean pun langsung menarik tangan zelia mengajaknya untuk bermain ditepi pantai sebagai penghilang rasa kesendirian zelia dikamar itu sejak berhari-hari.
"bagus kan?" ucap sean saat berhasil mengajak zelia untuk melihat pemandangan itu lebih dekat.
zelia tersenyum sambil mengangguk. Sean pun ikut tersenyum melihat raut wajah zelia kini tak lagi semuram beberapa hari yang lalu. Bahkan sean merasa bersalah karena ia tak sempat membicarakan terlebih dahulu bahwa ia akan mengajak zelia pergi ke bali secepat ini.
"pak, ayo cari umang-umang..." ajak sean pada pak bambang yang masih berada disana.
"boleh den" sahut pak bambang dengan senang hati menerima ajakan dari majikannya itu.
"enggak deh pak, zeli mau disini aja menikmati angin pantai" jawab zelia.
pak bambang pun tersenyum dan mengangguk...
"yaudah lo tunggu disini aja, gue mau cari umang-umang, nanti buat makan sore" ujar sean.
"hiiis emang enak dimakan??" tanya zelia sambil menatap sean penuh tanda tanya.
"gak tau juga" sean tertawa karena berhasil membuat zelia bingung dibuatnya.
Sean dan pak bambangpun kini mulai berjalan menyusuri bibir pantai. Sedangkan zelia masih berdiri di tempat semula sambil menikmati hembusan angin yang menyapa dirinya. Zelia merentangkan tangan dan memejamkan mata, namun ada kenangan yang tiba-tiba melintas di fikirannya membuat rasa rindu dalam hati semakin menggebu-gebu.
zelia akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah setelah yang ia rasa bahwa rindu itu semakin menyiksa. Zelia masuk kedalam kamar lalu menutup pintu agar rindu bercampur kenangan itu tak lagi menghampiri dirinya. Andai saja saat itu juga bisa ia meminta, dia ingin sekali pulang ke jakarta. Namun ada hati mama dan papa yang selalu ia jaga.
__ADS_1
"se, lepasinn deh ... Bisa gak sih gak usah ganggu, Gue capek !!" ucap zelia saat ada tangan melingkar diperutnya dan memeluknya dari belakang.
.
.
"kakak !!"
zelia terkejut saat ia berusaha melepas pelukan itu dan memutar badannya untuk memberi peringatan pada orang yang dia anggap sean.
zelia tersenyum saat ia tau bahwa orang yang sangat ia rindukanlah yang memeluk dirinya hingga akhirnya ia pun kembali memeluk tubuh tegap lelaki itu dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang lelaki tersebut.
"kata nya gak mau di ganggu" ledek dean atas perkataan zelia yang tadi ia ucapkan.
"ihhh kakak, kenapa kakak bisa aja disini tadi katanya ada kerj....._" zelia tak melanjutkan ucapannya dan mendongakan kepalanya menatap dean yang hanya tersenyum manis menatapnya.
"kakak jahil bangett yaaa !!!" zelia mencubit perut dean membuat dean tertawaa
"ampun ampun cabikuu ampun" ucap dean ditengah-tengah gelak tawanya .
"iya tadi sengaja bilang begitu, biar kamu makin rindu eehhh gak taunya bener, ada yang rindu berat sama kakak" lagi-lagi dean hanya bisa meledek zelia saat pertama kali ia tiba dan melihat wajah zelia dari kejauhan yang terlihat begitu murung.
"zeli fikir kakak gak akan kesini !?" ucap zelia.
"mana mungkin kakak betah untuk berlama-lama disana sedangkan separuh nyawa kakak ada disini.. " kata dean sambil menyentuh ujung hidung zelia dengan jemarinya .
"aku gak bisa jauh dari kakak" ucap zelia manja sambil kembali memeluk dean dan menghirup parfum beraroma eskulin yang memang selalu membuat hatinya menjadi teduh.
"kakak juga gak bisa jauh dari kamu" dean mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala zelia.
"tapi nyata nya dari kemarin kakak gak ngasih kabar ke aku" ucap zelia dengan nada sedikit merajuk.
"kakak kemarin menyelesaikan semua kerjaan biar hari ini kakak bisa menemuimu" jelas dean.
__ADS_1
mereka pun tak kunjung melepaskan pelukan tubuh mereka, bahkan deanpun menghujani wajah zelia dengan ciuman sebagai rasa pelepas rindu yang selama ini ia pendam.
tanpa mereka sadari bahwa saat ini mereka tengah diperhatikan oleh sepasang mata yang melihat kemesraan mereka secara nyata.