
jujur, ada rasa sesak saat melihat zelia mengangguk sambil tersenyum bahagia atas jawabannya. apa ini cinta? tanya nya dalam hati.
ia seolah tak percaya bahwa kini dialah yang termakan karma karena ulahnya dan ucapannya sendiri. apakah hatinya mulai mencintai wanita yang tak mencintainya.
sean mengatur nafasnya berulang kali berusaha untuk tetap tenang, karena sedari awal inilah yang dia minta dari zelia. bahwa zelia boleh mencari kebahagiaan nya meski bukan dengan dirinya.
"siapa lelaki itu zel?" tanya sean penasaran dengan siapa lelaki yang berhasil menembus tebalnya dinding hati zelia. karena yang sean tau bahwa zelia tak suka merespon banyak lelaki, meski banyak lelaki yang menggodanya saat dikampus, namun zelia sama sekali tak menggubris mereka.
"lo gak perlu tau ! yang terpenting, gue udah nemuin kebahagiaan gue dan elo gak boleh ganggu" tegas zelia.
"tapi zel..."
" dan satu lagi !! lo gak boleh cemburu !! lo gak usah khawatir se, gue pasti baik-baik aja selama gue sama dia, jadi sekali lgi..!! lo gak usah khawatir" pungkas zelia memotong ucapan sean sambil menepuk bahunya pelan saat sean hendak memberi alasan agar zelia mengurungkan niatnya untuk memiliki lelaki lain dalam hidupnya .
zelia memiringkan tubuh nya membelakangi sean lalu menutup kan selimut hingga keleher.
"kenapa karma dateng nya cepet banget Tuhan... apa karma dateng ke gue naek jet ?" gerutu sean kesal..
ditempat lain, dean yang masih merebahkan tubuh diatas tempat tidur sambil memandangi foto zelia dalam handphone nya. "you are perfect in my eyes" ucapnya lirih sambil mengganti slide demi slide foto zelia yang memiliki pose gaya hampir sama namun sean tak merasa bosan untuk memandanginya.
__ADS_1
"zel? apa yang tadi sean ucapin benar? bahwa selama kalian menikah dia sama sekali belum pernah menyentuh mu?" tanya dean pada foto zelia yang tepampang disana.
dean tersenyum, seperti ada angin sejuk yang berhembus saat mendengar pernyataan sean tentang dirinya dan zelia. membuat harapan dean untuk memiliki zelia semakin bertambah besar.
bahkan bagi dean, kebahagiaan zelia adalah segalanya. meski sebenarnya, disisi lain ia pun merasa bahwa dirinya seorang penghianat besar, karena kali ini bukan orang lain yang ingin ia singkirkan, tapi adik kandungnya sendiri. bukan persaingan seperti ini yang dean mau, bukan pula menjadi kakak yang egois yang ingin dean ciptakan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. namun, keadaan dan perasaan yang membuat nya harus melakukan ini.
seperti biasa pagi-pagi sekali zelia sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke kampus. ia lebih dulu turun ke bawah meninggalkan sean yang masih bersiap dikamar, dia berjalan menuju ruang makan karena biasanya kak dean sudah stay menunggu mereka disana. zelia celingukan melihat ke seluruh ruangan mencari kak dean karena tak melihat kak dean berada disana. bik darmi pun pagi ini tak terlihat , hanya ada sarapan yang sudah tersedia rapi diatas meja makan.
zelia duduk lalu menikmati sarapannya, di susul dengan sean yang duduk berhadapan dengan zelia dan langsung menyantap makanan didepannya . "kak dean udah pergi ke kantor bik?" ucapan sean membuat zelia menoleh ke arah lawan bicara sean yang berada dibelakang nya.
"iya den, tadi den dean sudah berangkat pagi-pagi sekali" jawab bik darmi yang kebetulan lewat lalu kembali berjalan meninggalkan mereka yang tengah menikmati sarapan.
"pasti kak dean ada meeting mendadak, makanya dia pergi ke kantor pagi banget" ucap sean seolah menjawab isi hati zelia yang sedang bertanya pada angin.
zelia menatap sean, menelan paksa makanan dimulutnya yang belum terkunyah lembut. hatinya bergeming mengapa sean bisa menjawab pertanyaan dalam hatinya, apa dua lelaki dirumah ini punya mata batin? ia merasa heran dengan sean dan kak dean yang terkadang seolah mengetahui apa yang hati zelia bicarakan.
"cepet abisin makannya, lelet banget ! kita berangkat lebih awal nanti kan gue ada ujian susulan" ujar sean yang melihat zelia makan dengan sangat lambat tak seperti biasa.
zelia segera melahap makanannya dengan cepat tanpa menjawab ucapan sean karena pagi ini dia menghindari perdebatan sengit yang selalu terjadi antara dirinya dengan lelaki tengil dihadapannya ini.
__ADS_1
waktu berlalu, mereka sudah tiba dikampus dengan berboncengan menggunakan motor setiap hari nya. masih seperti biasa sean selalu menurunkan zelia di depan pos satpam yang masih jauh dengan tempat parkir apalagi dengan ruang kelas mereka. dari kejauhan terdapat tiga wanita salah satu diantara mereka adalah citra, yang tengah menyambut kedatangan zelia dengan tatapan sinis dan tak mengenakkan. hati zelia merasa curiga akan ada sesuatu yang terjadi namun ia dengan santai berjalan melewati ketiga wanita yang berdiri di teras kelas tanpa ada rasa takut sedikitpun meski mereka menatap zelia dengan tatapan tajam dan mematikan.
"heh wanita penggoda" celetuk citra yang mampu menghentikan langkah zelia yang hampir memasuki ruang kelas. "sebenarnya lo ini siapanya sean? gue gak yakin kalo lo cuma sepupu nya !!" lanjut citra mencibir wanita yang baru saja memunculkan batang hidung nya di kampus. zelia menoleh ke arah citra dengan tatapan yang tak kalah tajam.
"oh jadi lo masih penasaran sama hidup gue dan siapa gue?" jawab zelia santai.
"jelasin ke gue sebenernya lo ini siapa nya sean?!!" cetus citra dengan nada tinggi penuh penekanan disetiap kata nya "gak mungkin sean punya sepupu kampungan kaya gini !" lanjut citra sambil tersenyum kecut menoleh ke arah dua teman nya yang juga tersenyum kecut melihat zelia.
"ha ha ha ternyata sesedih itu ya hidup lo cit !! gue turut prihatin karena sean gak pernah memberitau lo siapa gue ? coba deh lo tanya langsung sama dia sebenarnya gue ini siapa? oh jangan-jangan sean emang sengaja sembuyiin indentitas gue dari lo. btw, lo punya penyakit jantung atau penyakit apa?? sampe sean gak mau cerita ke lo?" ucap zelia santai namun tak kalah ketus nya membuat citra makin geram dan penasaran. citra mengeraskan rahang nya dan mengepalkan kedua tangannya . hati citra benar-benar seperti terbakar oleh rasa amarah, terlebih saat ia merasa bahwa harga dirinya merasa diinjak-injak oleh seorang wanita kampung yang berani melawannya.
. "tuh pujaan hati lo dateng, jangan lupa ya lo tanyain ke dia gue siapa?" ucap zelia sambil tersenyum kecut saat melihat sean berjalan menaiki anak tangga menuju kelas mereka. zelia pun masuk kedalam kelas meninggalkan mereka bertiga yang masih berdiri diteras. "makin hari makin ngelunjak aja tuh anak !" umpat citra kesal.
"bener cit, sepertinya harus lo kasih pelajaran deh tuh anak" timpal alesa salah satu teman citra .
"gak akan gue biarin dia buat terus-terusan ngedeketin sean !" ucap citra sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada, menyunggingkan senyum jahat penuh kebencian pada wanita yang pulang dan pergi selalu bersama kekasihnya.
"hai sayang, aku tau kamu pasti lagi nungguin aku kan ?? ayo masuk kelas" sapa sean dengan gaya tengilnya sambil merentangkan sebelah tangan hendak merengkuh pinggang citra seperti biasa.
"selesai kuliah ada yang mau aku bicarain !" ucap citra datar sambil berjalan mendahului sean dan secara tak lansung pagi ini ia menolak pelukan sean karena merasa kesal dengan kekasihnya dan wanita itu.
__ADS_1
sean menggaruk kepala nya, tak mengerti apa yang terjadi dengan citra hingga ia terlihat berbeda pagi ini.