Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 57. bertemu bestie


__ADS_3

Dean dan zelia kini menuju ke kebun teh. Karena jarak waktu yang ditempuh tidak lah jauh akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati syahdunya kota kembang bandung.


"sejuk banget ya bi" ucap dean yang sudah lama tak menikmati suasana sejuk seperti ini.


Zelia mengangguk, tangannya menyentuh dedaunan teh yang siap untuk dipetik. tak peduli meskipun beberapa pekerja yang sedang memetik teh di kebun tersebut acapkali memerhatikan mereka berdua yang berjalan sambil bergandengan.


"dulu ayah sama om irwan pun bekerja disini, sama seperti mereka"


zelia menunjuk ke arah beberapa pekerja yang sedang asyik memetik daun teh disana.


"kenapa ayah dan om irwan berhenti?" tanya dean.


"karena ayah ingin mencoba membuka usaha di jakarta, akhirnya ayah memutuskan untuk pindah ke jakarta. Begitu pula dengan om irwan, namun setelah itu om irwan ingin mengembangkan usaha yang ia rintis bersama ayah di bandung. Jadi om irwan kembali lagi kesini. Tapi itu dulu sebelum usaha kami dihancurkan oleh seseorang dan ayah meninggal" jelas zelia dengan sedikit sendu.


dean hanya mengangguk, dean menatap wajah zelia hingga tatap mata mereka bertemu dan kini dean menggenggam kedua tangan zelia ditengah hijaunya pemandangan kebun teh dan dibawah langit biru yang cerah.


"tak perlu bersedih bi, biarkan itu semua menjadi kenangan terindah dalam hidup. kakak yakin ayah pasti sudah bahagia disana" dean memeluk zelia untuk memberikan ketenangan dalam hatinya.


.


.


"zeli" dean dan zelia menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara seorang wanita yang memanggilnya.


"ehh maaf atuh li" ucap wanita itu yang kemudian memalingkan tubuhnya ketika melihat mereka yang sedang berpelukan.


.


"laila?" wanita itupun kembali memalingkan wajahnya saat zelia memanggil nama nya.

__ADS_1


"apa kabar la?" zelia melepaskan pelukan dean dan berjalan mendekat ke arah laila yang masih terpaku berdiri melihat ke arah teman lama nya.


zelia dan laila sudah bersahabat sejak lama. pertemanan mereka sudah terjalin sejak mereka kecil. Selain karena jarak rumah mereka yang tak begitu jauh, dahulu ayah mereka pun bekerja dikebun yang sama.


"baik li, kabar mu teh gimana li dijakarta? Lama ya kita gak ketemu. Kapan kamu sampai disini?" tanya laila dengan sedikit malu-malu, dan salah tingkah saat ia lihat lelaki tampan yang berada dibelakang zelia.


"aku baik la. Iya lama banget aku gak pulang kesini. Kemarin aku sampai dibandung la. Oiya kamu kerja disini??"


"iya li, aku teh kerja disini bantuin ayah. Oiya aku dengar ayah mu teh sudah meninggal ya?? Aku teh turut berduka cita ya, maaf kami teh gak bisa pergi ke jakarta" ucap laila sambil mengelus bahu zelia .


"iya la, gak apa-apa la aku ngerti kok lagian ayah meninggal secara mendadak" ucap zelia sambil tersenyum berusaha untuk menguatkan hatinya yang masih terasa mellow saat mengenang kepergian ayahnya.


"iya li, yang sabar ya. Oiya aku juga denger kamu sudah menikah? Apa itu suamimu??" laila melirik ke arah dean yang berdiri sambil mendengarkan percakapan mereka.


"eemmm...ee.." zelia tak tau harus menjawab apa tentang pertanyaan laila yang membuat mulutnya terasa kaku untuk berbicara.


"iya saya suami zelia, perkenalkan saya dean" dean berjalan mendekat ke sebelah zelia dan mengulurkan tangannya ke arah laila yang masih bersikap salah tingkah. Mata zelia terbelalak menatap mata dean karena pernyataan dean yang memperkenalkan dirinya sebagai suami zelia. Sedangkan dean hanya tersenyum jahil melihat ekspresi zelia yang sedikit terkejut karena mendengar pengakuannya.


"laila" laila pun menjabat tangan dean dan menyebutkan namanya.


"suamimu teh ganteng pisan ey,," bisik laila tepat ditelinga zelia yang membuat zelia tersenyum melihat tingkah sahabatnya.


.


Zelia dan laila berjalan berdampingan menyusuri perkebunan teh, sedangkan dean membuntuti langkah mereka dibelakang.


"eh li, kamu teh ingat tidak sama si rendi anak pak sofiyan yang dulu menjabat sebagai kepala desa" kata laila dengan bahasa sunda yang sudah melekat dalam lidahnya.


"iya iya ingat, emang dia kenapa?"

__ADS_1


tanya zelia


"lho emang kamu belum tau kabar dia sekarang?"


"emang dia kenapa la??" pertanyaan laila membuat zelia penasaran ada apa dengan rendi.


"dia kan sakit li. orang-orang bilang sih dia setres. soalnya dia suka ngurung di kamar kadang juga dia suka teriak-teriak gak jelas gitu" jelas laila yang membuat hati zelia turut prihatin saat mendengar kabar rendi teman lama mereka.


"kenapa rendi bisa sakit begitu? Sepertinya dia anak yang baik, sopan dan selalu ceria" pujian yang zelia lontarkan tanpa sengaja membuat hati seseorang yang berada dibelakang mereka dan menyimak percakapan mereka menjadi cemburu pada lelaki yang ia pun tak tau bagaimana bentuknya.


"kata orang-orang teh, dia sakit begitu semenjak dia tau kalo kamu sudah menikah. Hihii emang kamu gak nyadar kalo dia suka sama kamu. Mungkin teh dia depresi dan putus asa hihi" meski laila membicarakannya sambil cekikikan namun tetap saja zelia merasa prihatin dan kasian atas penyakit yang menimpanya terlebih saat ia di gadang-gadang menjadi salah satu alasan penyebab penyakit rendi.


"ah itukan dulu banget la, gak mungkin juga rendi masih menyimpan rasa itu" zelia mencoba menepis ucapan laila bahwa dia penyebab rendi sakit.


"rendi teh termasuk orang yang setia atuh li, bisa jadi dia teh masih menyimpan perasaan buatmu. terakhir teh dia bilang sama aku kalau dia mau kuliah di jakarta supaya bisa bertemu denganmu. Ehh gak tau nya teh dia malah sakit, aku juga awalnya mah gak percaya tapi setelah aku jenguk ternyata ia dia teh gak mau ketemu sama aku"


Degh.... Penjelasan laila membuat hati zelia merasa bersalah. Sedangkan dean merasa hatinya bergemuruh karena ia tau bahwa zelia memiliki lelaki lain di masalalunya.


.


.


"yaudah li, aku lanjut kerja lagi ya" laila mengakhiri obrolannya dengan zelia setelah jam istirahat nya sudah selesai dan harus kembali bekerja.


"iya la, makasih ya. main-main ke rumah om irwan. Aku masih lama kok berada disini"


"siap bestie" mereka berduapun saling melempar tawa hingga akhirnya laila pergi meninggalkan dean dan zelia.


Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Keliling di perkebunan teh ternyata membuat kaki mereka merasa sakit karena tak biasa berjalan jauh.

__ADS_1


__ADS_2