
Seperti biasa, sean dan zelia kembali melakukan aktifitas dikampus hanya demi mendapat gelar sarjana. Namun akhir-akhir ini sean jarang sekali terlihat berada dikampus hingga mata kuliah berakhir. Seperti ada sesuatu yang sedang ia hindari, namun zelia sendiri pun tak tau.
zelia duduk termenung sendiri ketika anita mengajaknya ke kantin namun ia menolak. Hingga akhirnya anita pergi meninggalkannya seorang diri didalam kelas.
Entalah, mengapa sejak kepergian dean semangat hidupnya seolah hilang, membuatnya merasa sangat malas untuk melewati hari-hari yang begitu sepi.
Rentetan pesan dari dean sudah ia balas satu per satu namun belum ada balasan lagi dari sipengirim yang membuatnya mendengus kesal karena sejak tadi ia menunggu dengan berjuta harapan balasan.
.
.
.
Beberapa hari berlalu, zelia yang semula hendak menanyakan siapa pemilik alat tes kehamilan yang ia temukan dalam tas sean pun kini malah tak lagi sempat untuk menanyakannya.
Setelah selesai berbalas pesan dengan dean. Zelia menaruh kembali handphone nya kedalam laci nakas yang berada disamping tempat tidur lalu merebahkan diri dan terlelap larut dalam mimpi .
Sean yang sejak tadi mengamati bahwa zelia selalu saja tersenyum bahkan sesekali tertawa saat sedang bertukar pesan, membuat dirinya penasaran siapakah lelaki yang selalu membuat zelia tersenyum seperti itu.
Alih-alih rasa penasaran yang begitu besar, sean berjalan mengendap-endap untuk memastikan bahwa zelia benar-benar terlelap atau hanya masih berpura-pura lelap.
sean menggerakkan lambaian tangannya tepat diwajah zelia, namun tak ada respon dari zelia menandakan bahwa dia benar-benar sudah tidur dengan nyenyak.
sean segera membuka laci nakas secara perlahan agar zelia tak mendengar suara gesekan pintu laci yang terbuka. sean berniat mengambil handphone zelia dan mencari tau siapa lelaki yang telah berhasil merebut hati istrinya.
"sial handphone nya pakai kata sandi"
umpat sean pelan saat ia tak bisa membuka layar handphone zelia yang sudah terkunci.
Karena handphone zelia tak bisa lagi ia otak atik, sean menaruh kembali handphone itu kedalam laci nakas yang masih terbuka lebar karena tadi belum sempat ia tutup.
"apaan ini?" sean memutar mutar benda bertuliskan 'alat tes kehamilan' yang sungguh membuatnya terkejut.
__ADS_1
Sean mengambil alat tersebut dan melihat benda yang mirip sebatang lidi berwarna putih dengan dua garis merah didalam nya.
"ini apa sih artinya?"
Tanpa perlu menunda, sean mencari tau di internet tentang alat tes kehamilan yang ia pegang. Ia mencari tau tentang bagaimana cara penggunaannya? dan bagaimana cara untuk mengetahui hasilnya?
Sungguh sean dibuat terkejut dengan jawaban yang internet munculkan di bawah pertanyaannya.
'garis dua pada alat tes kehamilan menunjukkan bahwa si wanita yang melakukan tes tersebut kemungkinan besar telah positif hamil'
Alat yang sejak tadi berada ditangannya pun seketika terjatuh saat ia mengetahui kebenaran dari hasil alat itu bekerja.
Sean menatap zelia yang sedang terlelap dengan tatapan nanar dan penuh amarah.
"lo hamil anak siapa zel? Sedikitpun gue tak pernah menjamah lo tapi begini balasan lo dengan menghianati gue !"
umpat nya dalam hati sambil menatap zelia penuh kebencian.
kasih sayang yang sedang berusaha ia bangun agar dapat mencintai zelia dengan pernikahannya seketika menjadi runtuh hancur lebur tak tersisa.
akhirnya zelia membuka mata setelah beberapa jam ia menunggu wanita yang akan ia hakimi ini bangun dari tidurnya.
"tumben lo gak pergi" ucap zelia dengan suara khas orang bangun tidur. Zelia hendak berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil namun tangannya berhasil dicekal oleh sean saat zelia melintas didepannya.
"apaan sih lo !"
Zelia mencoba menghempaskan tangan sean yang justru malah mencengkram semakin erat dipergelangannya.
"lo kenapa sih se? Lepasin gak !! Sakit tau"
Sean bangun dan mendorong tubuh zelia hingga terbentur tembok. Sean mengunci kedua tangan zelia dan menatap zelia dengan tatapan penuh amarah.
Zelia merasa takut saat melihat sean yang kali ini bersikap kasar tak seperti biasanya.
__ADS_1
"sakit se, lepasin !!" zelia memekikan suaranya agar sean dapat melepaskan cengkraman tangannya yang semakin erat membuat aliran darah zeli seperti tersumbat.
"sakit... Lo bilang ini sakit ???? Lebih sakit mana sama yang gue rasain??"
bentak sean membuat zelia terperanjak karena kali ini tingkah sean seperti orang yang sedang kesurupan.
Baru kali ini zelia melihat sean membentaknya dan terlihat begitu marah dengan dirinya. Hati kecil zelia bertanya-tanya entah kesalahan apa yang ia lakukan hingga sean bisa semarah ini dengannya ?
"lo selalu nolak untuk gue sentuh ! Dasar cewek munafik !!! Apa beda nya lo sama wanita-wanita jal*ng diluaran sana ?? haaaaaah !!!"
Selain kasar ucapan sean kali ini sungguh menyakiti hatinya. Air yang tak ingin keluar pun dapat lolos begitu saja saat ucapan wanita jal*ng itu sean lontarkan untuk dirinya .
" untuk apa lo nangis ??? Dasar wanita murahan. Begini balasan lo atas kebaikan yang sudah keluarga gue kasih !! "
Lagi lagi sean berbicara kasar dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah zelia juga tatapan tajam yang menatap mata zelia penuh kebencian.
"apa maksud lo? Kenapa lo begini ??? Gue gak tau !" kali ini suara zelia mulai melemah karena bentakan demi bentakan sudah sean lontarkan dan membuat pilu hatinya.
sean ******* kasar mulut zelia dengan buasnya meski zelia menggerakkan wajahnya kesana kemari untuk menghindari ciuman yang seperti singa hendak melahap habis mangsanya.
cihhh
sean meludah ke samping nya berdiri saat melihat zelia mencoba untuk menghindari ciumannya.
"sudah ternodai saja lo masih banyak tingkah !!! Benar-benar munafik !! Bahkan gue udah gak sudi dan tak tertarik lagi dengan tubuh lo yang sudah terjamah oleh lelaki diluaran sana ! gue menyesal zeliaaaa karena telah menikahi wanita murahan seperti lo yang seharusnya dulu gue biarkan lo menjadi wanita jal*ng seperti yang lain !!"
"cukuuuuppppp !!! Cukup lo ngehina gue !! Gue bener-bener gak tau maksud dari semua ucapan lo !! Gue tau akhir-akhir ini lo pasti sedang dalam masalah ! Tapi gak gini cara nya lo ngelampiasin semua masalah lo . Dan asal lo tau, gue lebih menyesal karena telah menikah dengan lelaki bajingan seperti elo !!!"
zelia mendorong tubuh sean hingga tangan yang semula mencekal dirinya kini terlepas.
Begitu lelah hati zelia saat sean terus saja memakinya tanpa alasan yang sama sekali tak ia ketahui. Zelia menangis, pertengkaran sengit antara mereka terus saja terjadi didalam kamar itu.
Bi darmi yang semula hendak merapikan kamar dean pun mengurungkan niatnya saat mendengar suara keributan dikamar sean dan zelia. Ia segera kembali kebawah dan memberitau bu ida bahwa diatas sana sean dan zelia sedang bertengkar hebat.
__ADS_1
Bu ida yang kaget karena berita itupun langsung menuju ke kamar mereka. Benar saja suara pekikan saling adu mulut juga hempasan barang-barang yang mungkin hancur karena terbanting, terdengar begitu jelas ditelinga bu ida.
Ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan melerai pertengkaran yang terjadi pada pasangan suami istri yang ia nilai selama ini selalu baik-baik saja.